spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Inkindo Usulkan Tiga Nama Untuk BIJB

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan percepatan pembangunan di kawasan Majalengka dan Cirebon Raya seiring dengan keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Tugas ini akan menjadi tantangan pertama bagi pemimpin baru di Jabar hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Ketua DPP Inkindo Jabar, Andrian Tedjakusumah menuturkan, proses pembangunan BIJB Kertajati sendiri saat ini tinggal memasuki proses finishing. Sekitar 96 persen pembangunan bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jabar ini sudah tuntas dilakukan.

“Tapi yang harus dipikirkan saat BIJB ini tuntas 100 persen yakni akses menuju bandara tersebut. Dan salah satu solusinya yakni dengan percepatan pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) karena kalau menggunakan akses tol Cipali yang sudah eksisting, terlalu memutar dan jauh,” ujar Andrian saat ditemui di ruang kerjanya, komplek perkantoran, Ruko Segitimas Kosambi, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).

Jika ruas jalan tol Cisumdawu belum selesai saat BIJB Kertajati sudah beroperasi, hal tersebut akan berpengaruh pada jumlah penumpang secara signifikan. Untuk itu, percepatan pembangunan jalan tol Cisumdawu harus menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Jabar. Termasuk dalam mempersiapkan jalan penghubung dari pintu keluar tol menuju bandara.

“Selain dari sisi infrastruktur, harus dipikirkan juga terkait kesiapan warga setempat di Majalengka dan di kawasa Cirebon Raya dalam menghadapi keberadaan bandara ini. Pasalnya, keberadaan bandara dipastikan akan mempercepat perekonomian di Majalengka dan sekitarnya. Dan masyarakat Majalengka harus siap, jangan hanya jadi penonton saja,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya pun meminta sumber daya manusia (SDM) asli dari Majalengka untuk semaksimal mungkin sebagai pekerja di bandara internasional tersebut. Namun di satu sisi, harus disiapkan juga kualitas dari SDM Majalengka itu sendiri.

“Bagaimana masyarakat Majalengka ini diberikan pelatihan mulai dari di bidang jasa, industri, hingga hal lainnya sehingga mereka tidak menjadi penonton. Ini baru bandara yang selesai, belum nanti kawasan aerocity-nya. Dalam lima tahun kedepan, kami prediksi Majalengka akan menjadi kawasan kota soft metropolitan baru sebagai bagian dari kawasan metropolitan Cirebon Raya. Ini akan menjadi tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang baru hasil pilgub Jabar 2018 dalam menyikapi percepatan pembangunan di kawasan Majalengka dan sekitarnya dengan adanya bandara tersebut,” tegasnya.

Sementara terkait penamaan bandara, Andrian mengaku jika pihaknya sudah mengajukan usulan nama bagi BIJB ke pihak DPRD Jabar dan Gubernur Jabar. Selain itu, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh di kawasan Majalengka dan Cirebon Raya, salah satunya dengan Gusti Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Untuk nama bandara kita sudah usulkan tiga nama yakni Bandara Internasional Kertajati, Bandara Internasional BJ Habibie, dan Bandara Internasional Siliwangi. Kita pun sudah mengajukan surat permohonan penggunaan nama kepada keluarga BJ Habibie. Untuk saat ini, bandara tersebut akan menggunakan nama Bandara Internasional Kertajati,” pungkasnya.

(Ageng/DAR)

spot_img

Berita Terbaru