spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7963

Salut! Pencak Silat Berjaya dengan Sumbangan 8 Medali Emas

0
Pesilat Indonesia Aji Bangkit Pamungkas berlari membentangkan bendera merah putih usai mengalahkan pesilat Singapura Sheik Ferdous Sheik Alauddin dalam babak final Kelas I Putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (27/8/2018). (Istimewa/Antara)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kontingen Indonesia di cabang olahraga pencak silat meraih rekor kemenangan dengan sukses menyumbangkan delapan medali emas.

Para atlet pencak silat Indonesia menyapu bersih semua delapan nomor yang dipertandingkan pada Senin (27/8/2018) pagi hingga sore hari.

Delapan medali emas diraih oleh Aji Bangkit Pamungkas (85 kg-90 kg), Puspa Arumsari (individu putri), Hendy dan Yola Primadona Jampil (ganda putra), Komang Harik Adi Putra (65-70 kg), Iqbal Candra Pratama (60-65 kg), Sarah Tria Monita (55 kg-60 kg), serta Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal Mubarok dan Abdul Malik (tim putra).

BACA JUGA: Setelah Asian Games, Menpora Perjuangkan Pencak Silat Masuk Cabor Olimpiade

Sumbangan delapan medali emas dari para atlet pencak silat ini pun memastikan Indonesia meraih 20 medali emas, dan menempati posisi keempat klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018, terhitung hingga Senin (27/8/2018) sore ini, 17.54 WIB.

Secara keseluruhan, kontingen Merah Putih meraih 60 medali, yang terdiri dari 20 medali emas, 14 perak, dan 26 perunggu.

(Vetra)

Dua Nomor Bulu Tangkis Melaju ke Final, Ganda Putra Dipastikan Raih Emas

0
Nomor ganda putra Fajar/Rian memastikan diri merebut tiket ke final Asian Games 2018 usai menaklukkan pasangan China, Li Junhui/Liu Yuchen (Istimewa/bolasport.com)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Tim bulu tangkis Indonesia berhasil melanjutkan perjuangan ke babak final Asian Games 2018 di dua nomor, yakni ganda putra dan tunggal putra. Ganda putra sendiri dipastikan raih medali emas setelah mengamankan babak All Indonesian Final.

Pasangan ganda putra, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya sukses melaju ke babak final bulutangkis Asian Games 2018 usai mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Lee Jhehuei/Lee Yang di semifinal dengan kemenangan dua set langsung, Senin (27/8/2018).

Marcus/Kevin sukses menyusul ganda putra Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan mewujudkan All-Indonesian Final di nomor ganda pria, yang laganya akan dilangsungkan pada Selasa (28/8/2018).

Sebelumnya, Fajar/Rian memastikan diri merebut tiket ke final Asian Games 2018 usai menaklukkan pasangan China, Li Junhui/Liu Yuchen. Mereka meraih kemenangan melalui tiga set dengan skor 21-14, 19-21, dan 21-14.


All Indonesian Final Tunggal Putra Tak Terwujud

Sementara tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie (Jojo) melaju ke final secara dramatis, usai menumbangkan pebulutangkis asal Jepang Kenta Nishimoto dengan skor 21-15, 15-21, 21-19, dalam durasi pertandingan selama 71 menit.

Sayangnya, kesuksesan Jojo tak mampu diimbangi oleh Anthony Ginting karena harus terhenti di babak semifinal.

Ginting kalah dari pebulutangkis Chinese Taipei, Chou Tien Chen dengan skor 16-21, 23-21, 21-18, di Istora Senayan, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Dengan hasil ini, harapan masyarakat Indonesia yang ingin melihat All Indonesian Final di nomor tunggal putra tidak terwujud. Partai final tunggal putra sendiri akan mempertemukan antara Chou Tien Chen dan Jonatan Christie.

(Vetra)

Tunggal Putra Bulu Tangkis Gagal Ciptakan  All Indonesian Final

0
Jonatan Christie (Jojo) foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Tunggal Putra Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis Indonesia gagal menciptakan All Indonesian Final Asian Games 2018. Pasalnya, Anthony Sinisuka Ginting harus menyerah dari  unggulan ke-4 asal Taiwan, Chou Tien Chen, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/8/2018).

Sebelumnya, ribuan penonton yang memadati venue GBK bergemuruh menyambut kemenangan Jonatan Christie (Jojo) atas lawannya andalan Jepang, Kenta Nishimoto (21-15, 15-21, 21-19).

BACA JUGA:

Garut Utara Layak Dimekarkan, Tapi Moratorium DOB Masih Digembok

Kemenangan atas unggulan ke-delapan asal Jepang tersebut membuat Indonesia berpeluang menyabet medali emas dari Cabor Bulu Tangkis Perorangan.

“ Pertama, saya bersyukur dengan kemenangan ini,” kata Jojo seusai laga.

Pernyataan pebulu tangkis 20 tahun ini memang cukup beralasan. Kenta mampu memberikan perlawanan sepanjang 68 menit. Meski begitu, dia mampu menuntaskan drama pada game ketiga sekaligus memberikan keunggulan 5-3 atas Kenta (head to head).

“ Terima kasih Tuhan yang telah membantu saya. Terima kasih juga untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Di babak final, Jojo berhadapan dengan pemain asal Taiwan, Chou Tien Chen, Selasa (28/8/2018) besok.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, ganda putra Indonesia Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menciptakan All Indonesian Final di Asian Games 2018.

Pasangan Fajar/Rian sukses menumbangkan andalan Cina, Li Junhui/Liu Yuchen (21-14, 19-21, 21-13). Sementara Kevin/Marcus menyingkirkan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang (21-15, 20-22, 21-12) di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/8/2018).

(Bam’s)

Pemkot Bandung Tunda Pembongkaran Rumah Warga di Tamansari

0
ilustrasi (web)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Dadang Iriana mengaku akan menangguhkan rencana pembongkaran paksa bangunan di RW 11, Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Senin (27/8/2018).

Dadang menyebut bahwa penangguhan itu atas instruksi dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

BACA JUGA:

Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour

“Kita tangguhkan dulu, karena menurut informasi warga dari luar berdatangan, ada juga yang mengumpulkan batu-batu untuk menghadang aparat yang akan melakukan pembongkaran. Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, ” kata Dadang.

Dadang pun mengaku siap menginstruksikan kepada anggota Satpol PP untuk menunda sementara rencana pembongkaran rumah warga yang dihuni 26 KK itu.

Dia mengatakan, Selasa (28/8) akan mengikuti rapat terbatas yang digelar Pemkot Bandung bersama unsur TNI, Polri.

(Yusuf Mugni/LIN)

Ganda Putra Bulu Tangkis Indonesia Mengulang Sejarah

0
Foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Ganda putra Indonesia Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menciptakan All Indonesian Final di Asian Games 2018.

Pasangan Fajar/Rian sukses menumbangkan andalan Cina, Li Junhui/Liu Yuchen (21-14, 19-21, 21-13). Sementara Kevin/Marcus menyingkirkan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Lee Yang (21-15, 20-22, 21-12) di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/8/2018).

“ Pada set pertama, kami mampu membuat Li/Liu kagok. Hanya, set kedua kami kurang spekulasi. Namun, pada game terakhir, kami mampu memanfaatkan poin kritis,” kata Fajar seusai pertandingan.

Keberhasilan mereka ke final melanjutkan asa Indonesia menjaga tradisi juara. Dimana, dalam dua edisi terakhir, ganda putra Indonesia sukses mempersembahkan medali emas. Pertama, Asian Games 2010 Guangzhou, Cina, atas Hendra Setiawan/Markis Kido.

Selanjutnya empat tahun berselang, kembali Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan menjadi jawara.

“ Kami hanya fokus satu poin demi poin. Dan tidak melakukan kesalahan sendiri,” kata Rian.

Hanya butuh waktu 43 menit bagi pasangan Kevin/Marcus (Minions) untuk menyingkirkan wakil Taiwan.

“ Pada game kedua, servis kami nanggung. Namun, di game ketiga berhasil keluar dari tekanan,” kata Kevin.

Serangan Lee/Lee lanjut dia sangat bagus. Mereka piawai bermain bola-bola panjang.

Meski lawan yang dihadapinya merupakan sahabat mereka, namun Kevin/Marcus berjanji untuk tetap tampil maksimal.

“ Kami tetap akan main maksimal. Terima kasih untuk suporter yang terus mendukung kami,” tambah Kevin.

Untuk kedua kalinya dalam sejarah Asian Games, ganda putra menciptakan All Indonesian Final pada Asian Games 1974 Teheran, Iran. Saat itu, pasangan Tjun Tjun/Johan Wahyudi keluar sebagai juara setelah mengalahkan Christian Hadinata/Ade Chandra.

44 tahun berselang, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian sukses mengulanginya. Kedua pasangan ganda Indonesia tersebut bertanding untuk memperebutkan medali emas, Selasa (28/8/2018).

(Bam’s)

Mantan Bupati Bandung Barat Didakwa Kasus Suap Pilkada

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar didakwa kasus gratifikasi untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharliah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat 2018 – 2023.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha menjelaskan, terdakwa meminta uang kepada kepala OPD dengan tujuan untuk mempromosikan para pemberi kepada istrinya jika memenangkan Pilkada.

“Januari 2018, terdakwa menerima dari kepala dinas di lingkungan Pemkab Bandung Barat sebanyak Rp860 juta untuk Pilkada. Setidak – tidaknya mempromosikan jabatan karena terdakwa memiliki kewenangan,” kata Budi dalam sidang perdana pembacaan dakwaan di ruang 1 PN Kelas 1 Khusus Bandung, Jalam LLRE Martadinata, Senin (27/8/2018).

Para pemberi uang itu di antaranya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB Weti Lembanawati, Kepala Bappeda KBB Adiyoto.

Keduanya secara terpisah ditugaskan oleh Abubakar Bupati Bandung Barat saat itu untuk menghimpun uang dari SKPD dengan jumlah bervariasi mulai dari Rp10 juta hingga Rp60 juta.

Dalam sidang perdananya, Abubakar tampak mengenakan batik biru lengkap dengan tongkat yang biasa digunakannya.

Abubakar didakwa pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan terpisah, mantan Kadiaperindag KBB Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bappeda KBB Adiyoto didakwa telah menagih uang kepada SKPD sesuai janji yang disepakati.

Budi menuturkan bahwa Weti dan Adiyoto sebelum melakukan penagihan, keduanya berkoordinasi dengan Abubakar.

“Berapa SKPD yang bisa membantu, dan berapa jumlahnya,” kata Budi menirukan ajakan Abubakar.

Selanjutnya, kata Budi, Wety dan Adiyoto, mengumpulkan uang kepada jajaran SKPD Pemkab Bandung Barat.

“Pimpinan lagi butuh, kumpul – kumpulin lah Rp10 juta setiap SKPD,” terang Budi menirukan ucapan Weti.

(LIN)

Sekda Jabar: Pembebasan Lahan dan Pembangunan Double Track Sukabumi Bogor Dilakukan 2018

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menyebut ada 42 anggota tim penanganan dampak sosial terhadap pembangunan jalur kereta Sukabumi-Bogor double track.

“Baik pembebasan lahan maupun pembangunannya akan dilakukan tahun 2018,” kata Iwa di Gedung Sate Bandung, Senin (27/8/2018).

Pembangunan double track sepanjang 7,5 kilometer untuk pase 1, dengan rincian tahap 1 antara Cigombong-Cicurug sepanjang 4,5 kilometer, tahap 2 Cigombong-Cicurug 3 kilometer.

” Dari hasil pendataan, masyarakat yang menggunakan lahan PTKAI ada sekitar 549 kepala keluarga (KK),” kata Iwa.

Adapun rincian kepala keluarga, yakni Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor 11 KK, Desa Wates Jaya, Kabupaten Bogor 127 KK, Desa Benda Cicurug, Kabupaten Sukabumi 181 KK.

Kemudian Desa Tenjo Ayu Cicurug, Kabupaten Sukabumi 107 KK dan Desa Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi 132 KK.

“Anggaran pembebasan lahan sudah tersedia di PPK lahan Kemenhub, Balai Dirjen Perkeretaapian, Balai Perkeretaapian wilayah jawa bagian barat,” jelas dia.

Kaitannya dengan penertiban lahan tersebut, koordinasi tentang Kepgub dan dana kerihanian, baru selesai hari ini.

” Anggota tim 42 orang, yakni dari unsur Kejati, unsur Kapolda, unsur Kajari dan unsur Polres, ” kata dia.

Iwa menyebut bahwa uang santunan warga terdampak proyek pembangunan double track sudah hasil tim dan bisa dijadikan dasar untuk melakukan pembayaran.

” Pendataannya pun dilakukan satu per satu. Kita belajar waktu pembebasan lahan Jatigede. Secara aturan tidak boleh mendapat uang kerohiman, namun pemerintah masih mau memberikan, makanya ada perpres. Kami berharap tahun ini sudah beres semua,” kata dia.

Saat ini, kata dia, dari 549 KK tersebut sebagian sudah pindah dan bangunannya dibongkar.

” Alhamdulillah tidak ada masalah, karena mereka pun menyadari bahwa lahan yang ditempati adalah milik negara,” jelas Iwa.

(LIN)