spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7964

Program Citarum Harum Diapresiasi Juri Nirwasita Tantra Award 2018

0
(HUMAS JABAR)

JAKARTA,FOKUSjabar.co.id:  Pemulihan sungai Citarum dari pencemaran limbah melalui program Citarum Harum mendapat apresiasi positif dari 4 Panelis atau tim juri penilaian Nirwasita Tantra Award 2018 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Program Citarum Harum yang telah digulirkan sejak tahun lalu dan merupakan lanjutan dari program Citarum Bestari ini dipaparkan secara rinci oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan di hadapan para pakar lingkungan hidup yang berasal dari LSM, KPK, Akademisi dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Senin (27/08/2018) di ruang Rimbaw II Manggala Wanabakti kantor Kementerian LHK Jakarta.

Paparan dan wawancara tersebut juga merupakan tahapan terakhir sebelum ditetapkan meraih penghargaan Nirwasita Tantra 2018. Jabar masuk seleksi tahap akhir bersama Provinsi Jatim, Sumsel, Sumbar dan Bali.

Menurut salah satu Panelis, Hariadi Kartodihardjo, sungai Citarum mengalami perubahan signifikan saat ini. Terlebih pasca turunnya payung hukum yaitu Perpres No 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendaloan pencemaran dan kerusakan DAS Citarum yang menguatkan program Citarum Harum.

“Ini (Citarum Harum) inovasi yang sangat baik dan saya lihat ada kemajuan belakangan ini,” kata Hariadi.

Ia mengatakan, terobosan yang menarik dalam penanganan sungai Citarum adalah dilibatkannya TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bagaimana bisa melibatkan KPK dalam penanganan limbah tapi setelah mendengar penjelasan ternyata para pelanggar industri bisa dijerat dengan pasal korupsi karena merugikan negara,” terangnya.

Ia juga meyambut baik dilibatkannya unsur militer dalam hal ini Kodam III Siliwangi yang siaga mengawasi sungai sepanjang 300 km tersebut walaupun sempat menuai pro dan kontra.

“Walaupun ada pro dan kontra dalam keterlibatan militer namun melihat tingkat kesulitannya saya kira wajar dilibatkan,” katanya.

Keberhasilan pemulihan sungai Citarum ini menurutnya bisa dikembangkan atau diadopsi di sungai Siak, Kapuas dan Ciliwung.

“Pelajaran penting dari Citarum Harum ini bisa dikembangkan ke Siak, Kapuas dan Ciliwung,” ujarnya.

Dalam tahapan tersebut Pj Gubernur Jabar Iriawan menjelaskan mengenai kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Jabar. Dari perkembangan selama 2 bulan terakhir kepemimpinannya, Iriawan bersama jajaran terkait merumuskan tentang isu lingkungan strategis dimana muncul 5 skala prioritas yang harus segera ditangani. Yaitu masalah kualitas air, resiko bencana, perkotaan, tata guna lahan dan kualitas udara.

“Dilatarbekakangi dengan penugasan saya yang kebetulan hanya kurang lebih 3 bulan kami langsung melakukan langkah-langkah dan evaluasi yang berkaitan dengan lingkungan dan yang paling kami soroti adalah kualitas air,” kata Iriawan.

Hal tersebut menurutnya bukan tanpa alasan, sebab, meningkatnya jumlah industri dan pertumbuhan penduduk di Jabar terjadi pergeseran kualitas air karena limbah industri dan sampah rumah tangga banyak mencemari. Ada empat sungai besar di Jabar yang terindikasi pencemaran limbah yaitu sungai Citarum, Ciliwung, Citanduy dan Cimanuk. Bahkan Citarum sempat menjadi sungai terkotor di dunia.

“Semua sungai itu sudah menjadi perhatian kita khususnya sungai Citarum.

Setelah berbagai upaya dilakukan dan melibatkan banyak pihak sungai Citarum perlahan mulai membaik. Pengangkatan sampah dan sanksi tegas bagi industri pembuang limbah langsung ke sungai terus berjalan hingga kini. Masyarakat di sepanjang DAS Citarum pun turut andil karena telah dibentuk masyarakat Ecovillage atau masyarakat berbudaya lingkungan.

Terkait pelibatan TNI dalam penanganan sungai Citarum menurut Iriawan merupakan langkah yang tepat. Anggota TNI memiliki ketegasan, ketahanan dan sudah terlatih.

“Walaupun sacara civil society kurang pas, tapi TNI lebih mudah digerakkan, ketahanannya bagus sangat tahan ditempat seperti itu, makan, mandi, tidur disitu, mereka sudah terlatih tidak bertemu keluarga dalam waktu lama,” terangnya.

Pelibatan KPK dalam penindakan pencemaran sungai Citarum pun merupakan gagasan dirinya. Iriawan telah berkoordinasi Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) terkait penerapan pasal korupsi.

“Ya ini ini gagasan saya dan ternyata memang bisa dijerat pasal korupsi,” ucapnya.

Nirwasita Tantra Award adalah penghargaan pemerintah kepada kepala daerah yang dalam kepeminpinannya berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Jawa Barat tahun 2018 ini berpeluang besar kembali meraih Nirwasita Tantra Award 2018.

(dar/hms)

Tunggal dan Ganda Putra Berpeluang Ciptakan All Indonesian Final

0
Anthony Sinisuka Ginting (Foto Web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pertandingan semifinal Asian Games 2018 Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis berlangsung di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno (GBK), Senin (27/8/2018) siang.

Dua tunggal dan dua ganda wakil Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal. Mereka adalah, Jonatan Christie (Jojo), Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra).

Pada laga nanti, Jojo akan berhadapan dengan unggulan ke-8 asal Jepang, Kenta Nishimoto. Sementara Anthony Sinisuka Ginting ditantang unggulan 4 asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Fajar/Rian akan berhadapan dengan unggulan kedua asal China, Li Junhui/Liu Yuchen. Pasangan Indonesia ini mengusung misi balas dendam, karena pada pertemuan terakhir di Indonesia Masters  mereka menelan kekalahan.

Fajar dan Rian mengaku siap dan percaya diri berlaga pada babak semifinal nomor perorangan nanti.

Pasangan peringkat 1 peringkat Badminton World Federation (BWF), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di babak semifinal ditantang pasangan asal Chinese Taipei, Liu Cheng/Zhang Na.

(Bam’s)

Pecinta Bulu Tangkis Tanah Air Rindukan All Indonesian Final

0
Foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Empat wakil Indonesia berhasil lolos melaju ke babak semifinal Asian Games 2018 Cabang Olahraga (Cabor) Bulu Tangkis yang berlangsung di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno (GBK).

Mereka adalah, Jonatan Christie (Jojo), Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra).

BACA JUGA:

Garut Utara Layak Dimekarkan, Tapi Moratorium DOB Masih Digembok

Dua tunggal putra Indonesia di babak semifinal akan menghadapi pemain unggulan. Jojo berhadapan dengan unggulan ke-8 asal Jepang, Kenta Nishimoto. Sementara Anthony Sinisuka Ginting ditantang unggulan 4 aasal Taiwan, Chou Tien Chen.

Memang, jika dilihat dari peringkat Badminton World Federation (BWF) kedua wakil Indonesia masih tertinggal dari lawan-lawannya. Namun, secara head to head rekor pertemuan mereka unggul.

Jika Jojo dan Ginting mampu menghempaskan lawan-lawannya di semifinal, tentunya mereka berhasil menciptakan All Indonesian Final.

Peluang All Indonesian Final juga berpeluang di sektor ganda putra. Syaratnya, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mampu menumbangkan lawan-lawannya terlebih dulu.

Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon merupakan juara bertahan ganda putra dan saat ini menduduki peringkat 1 BWF.

Baik tunggal mapun ganda putra, harus mampu mengikuti jejak para seniornya. Dimana, pasangan Hendra Setiawan/Mohammad berhasil meriah medali emas dan mengumandangkan Indonesia Raya di final Asian Games 2014 Incheon.

Hendra Setiawan/Mohammad mengalahkan wakil tuan rumah, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong. Sementara di tunggal putra, Taufik Hidayat meraih medali emas di Asian Games 2006.

Seperti diketahui, di babak perempat final Jojo) berhasil menyingkirkan wakil dai Hong Kong, Wong Wing Ki (21-11, 21-18) dan Anthony Sinisuka Ginting menumbangkan pemain Cina, Chen Long (21-19, 21-11).

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan wakil Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dua set langsung dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menumbangkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (22-20, 21-19).

(Bam’s)

Lantik Pengprov FAJI Jabar, Amalia Minta Pengurus Punya Sikap Militansi

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat masa bakti 2018-2022 secara resmi dilantik Ketua Umum PB FAJI, R. A. Amalia Yunita. Pelantikan kepengurusan FAJI Jabar dibawah pimpinan M. Syaiful Bima digelar di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (27/08/2018).

Ketua Umum PB FAJI, R. A. Amalia Yunita menegaskan, setiap jajaran pengurus harus memiliki sikap militansi, kerja keras serta tanpa pamrih untuk mengembangkan roda organisasi. Sikap-sikap tersebut akan sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan pencapaian prestasi olahraga, khususnya olahraga arung jeram, di Jabar dan Indonesia.

“Apalagi Jabar ini terbilang istimewa. Sebagai daerah tempat lahirnya olahraga arung jeram, secara prestasi pun atlet arung jeram asal Jabar banyak meraih prestasi bagi Indonesia di kejuaraan level internasional. Terbaru, atlet asal Jabar menyumbang tiga medali pada kejuaraan dunia di Jepang tahun 2017 dan salah satunya medali emas,” ujar Amalia usai melantik kepengurusan FAJI Jabar 2018-2022 di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (27/08/2018).

Untuk itu, Amalia menambahkan, tugas berat berada di pundak para pengurus FAJI Jabar 2018-2022 dalam mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai. Apalagi, beberapa agenda besar pun akan dihadapi kepengurusan FAJI Jabar 2018-2022 kedepan. Mulai dari Porda XIII Jabar, Musyawarah Kerja Nasional, hingga pelaksanaan Kejuaraan Nasional (kejurnas) yang rencananya digelar di wilayah Jabar.

“Untuk itu, perlu sikap-sikap tersebut tertanam di semua jajaran pengurus. Harus mau berkarya dan saling menguatkan sehingga prestasi yang sudah dicapai bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Bawa arung jeram Jabar ini lebih baik lagi kedepan,” tegasnya.

Sementara Ketua FAJI Jabar 2018-2022, M. Syaiful Bima mengaku telah menyiapkan langkah-langkah dalam mengembangkan organisasi serta prestasi olahraga arung jeram di Tanah Pasundan. Hal tersebut dimulai dengan komitmen yang disepakati oleh semua jajaran pengurus FAJI Jabar masa bakti 2018-2022.

“Dalam pengembangan prestasi olahraga arung jeram, kita akan kembali menghidupkan sirkuit untuk tingkat pelajar, mahasiswa hingga open. Termasuk dalam konservasi sungai sebagai tempat kita bermain,” ujar Bima.

Dari sisi keorganisasian, lanjut Bima, pihaknya akan terus melakukan penertiban administrasi setiap organisasi FAJI di kota/kabupaten. Saat ini, sudah terdapat sebanyak 19 kota/kabupaten yang memiliki kepengurusan FAJI di tingkat kota/kabupaten.

“Kota dan kabupaten ini menjadi kekuatan bagi FAJI Jabar. Pembinaan ini dimulai pengcab-pengcab yang ada di Jabar sehingga dibutuhkan organisasi yang tertib dan sehat sehingga berdampak positif pada pembinaan atlet. Untuk itu, kita sudah lakukan roadshow ke 11 kota dan kabupaten dalam pembenahan keorganisasian sendiri,” terangnya.

Sedangkan untuk persiapan Porda XIII Jabar, pihaknya mengaku jika persiapan untuk pertandingan cabang olahraga arung jeram di sungai Cianten sudah mencapai 75 persen. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pemantauan terakhir terkait kesiapan venue arung jeram di sungai Cianten, Kabupaten Bogor, sehingga lebih siap mempertandingkan 16 nomor pertandingan.

“Kita terus lakukan koordinasi dengan PB Porda XIII Jabar. Selain kesiapan venue di Sungai Cianten, juga terkait kesiapan panpel juga. Ini harus kita maksimalkan sebagai langkah pertama persiapan kita menghadapi agenda-agenda berikutnya,” pungkasnya.

(ageng)

6 Tahanan Polres Ciamis Kabur

0
Personil Polisi Polres Ciamis Saat Berjaga. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

BANDUNG, FOKSUJabar.co.id : Enam tahanan melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Ciamis, Minggu (26/8/2018). Dalam laporan Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol. Leonidas Braksan keenam tahanan melarikan diri dengan cara menjebol plafon atau atap ruang tahanan Polres Ciamis.

Kabar kaburnya enam tahanan ini diketahui pada pukul 03.30 WIB dini hari setelah seorang tahanan lainnya memberitahukan kepada petugas jaga.

Berikut nama keenam tahanan yang melarikan diri dari Rutan Mapolres Ciamis:

1. Dede Bin Sarino(32) warga Dusun Bojongjati RT 3/8 Desa, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran yang berprofesi sebagai buruh/nelayan.

2. Miftah Farid Yusuf alias Tegar Bin Emet (23) profesi tani asal Kampung Ciburial RT 2/10 Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

3. Asep Syarif Riana Bin Ajat (30) Wiraswasta asal Dusun Pasuruan RT 3/3, Desa Pagergunung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

4. Dede Heryadi Bin Sodik (36) Wiraswastaasal Dusun Sukamaju RT 19/5, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Ciamis.

5. Yana Supriyatna alias Nanut Bin Maryono (24) Sopir, Dusun Kulon RT 3/9, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.

6. Sena Sujono alias jono Bin Sanmurti, (40) wiraswasta, warga Dusun Bulaksitu RT 4/6, Desa/Kecamatan Banjaranyar, Ciamis.

Leonidas mengatakan, Kepolisian kini sedang terus melakukan pengejaran terhadap keenam tahanan tersebut.

(ibenk/dar)

Djanur Resmi Jadi Pelatih Persebaya 

0
Djanur Sayangkan Sikap Oknum Bobotoh. (foto web)

SURABAYA, FOKUSJabar.id : Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman akhirya bergabung dengan Persebaya Surabaya menjelang bergulirnya pekan ke-21 Liga 1 2018.

“Ada banyak pelatih yang melamar. Kami memilih Djanur karena pengalamannya menangani klub-klub besar di Indonesia. Juga relasi yang nyaman dengan Bejo,” kata Candra Wahyudi dikutip laman Persebaya, Sabtu (25/8/2018).

Candra Wahyu berharap, bergabungnya pelatih yang mengantarkan Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 ini bisa membawa tim berjuluk Green Force meraih hasil maksimal di liga 1 2018.

”Semoga duet pelatih Djanur-Bejo membawa Persebaya meraih hasil maksimal,” harapnya.

Djanur, sapaan karib Djadjang, berhasil membawa PSMS naik ke Liga 1 musim ini. Namun pencapaiannya kurang maksimal bersama Ayam Kinantan, sehingga harus terdepak pada putaran kedua kompetisi.

Sugiantoro akan tetap masuk jajaran pelatih Bajul Ijo, keduanya akan berduet demi membawa Persebaya memenuhi target di musim pertama mereka setelah promosi ke kasta kompetisi sepakbola tertinggi.

”Ada banyak pelatih yang melamar. Kami memilih Djanur karena pengalamannya menangani klub-klub besar di Indonesia. Juga relasi yang nyaman dengan Bejo,” kata manajer tim Persebaya, Candra Wahyudi.

Ada alasan kuat kenapa Persebaya tetap menyertakan Sugiantoro ke dalam jajaran pelatih tim mendampingi Djanur. Itu karena Sugiantoro jadi kartaker tim setelah Alfredo Vera memilih untuk mundur dari Persebaya.

”Saya akan bantu Coach Djanur masuk di Persebaya. Saya akan mengawal dari sisi pemain, memastikan kondisi tim kondusif,” kata Bejo, sapaan karib dari Sugiantoro.

(Arif/DAR)

Gomez Persiapkan Persib Hadapai 4 Laga Pada Bulan September

0
Gomez (Foto Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez akan langsung fokus mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadapi Arema FC pada laga kandang Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 13 September 2018 mendatang.

Pada bulan September, tim kebanggaan Bobotoh ini akan melakoni empat laga. Namun, menurut Gomez, saat ini lebih memilih fokus menstap pertandingan terdekat kontra tim berjuluk Singo Edan.

Empat laga tersebut yakni, Arema, kemudian tandang ke Borneo FC serta dua laga kandang menghadapi Persija Jakarta dan Madura United.

“Tentu kami sudah mempersiapkan rencana untuk beberapa pertandingan. Tapi, konsentrasi utama kami yaitu pertandingan terdekat melawan Arema, dan tidak akan terbagi dengan beberapa pertandingan berikutnya,” kata Gomez dikutip laman Persib, Minggu (26/8/2018).

Sebelum berhadapan dengan Arema, Persib akan mengagendakan satu pertandingan uji coba. Pasalnya, setelah menghadapi PSKC Cimahi di Piala Indonesia 2018, aktivitas tim diliburkan dan baru akan berlatih kembali Senin (27/8/2018).

“Rencana friendly match memang sudah ada. Namun, pemilihan lawan nanti akan kita bicarakan setelah tim melakukan latihan besok (Senin 27 Agustus). Yang pasti, kualitas lawan harus setara dengan kita,” pungkas Gomez.

(Arif/Dar)