spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7935

Uang Kadeudeuh bagi Atlet dan Pelatih Asian Games 2018 asal Jabar Diserahkan November

0
Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Uang kadeudeuh bagi atlet dan pelatih Asian Games XVIII asal Jabar sudah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar. Uang kadeudeuh sendiri, rencananya akan diberikan pada bulan November 2018.

Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra menuturkan, dana yang sudah disiapkan dalam DPA tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang baru saja dilantik. Pasalnya, kewenangan terkait besaran uang kadeudeuh tersebut berada di tangan Gubernur Jabar.

“Jadi kita akan komunikasikan dulu dengan Gubernur Jabar terkait besaran kadeudeuh bagi atlet dan pelatih Asian Games 2018. Besaran yang sudah ada DPA kami, bisa jadi berubah. Naik atau berkurang tergantung kebijakan dari Gubernur. Karena ini diluar prediksi kita, ternyata pencapaian atlet asal Jabar di Asian Games 2018 cukup fantastis,” ujar Yudha, Rabu (5/9/2018).

Anggaran dana tersebut, lanjut Yudha, diluar dari uang kadeudeuh yang diberikan oleh Bank bjb dan salah seorang pengusaha. Seperti diketahui, Bank bjb memberikan uang kadeudeuh bagi atlet dan pelatih Asian Games 2018 dengan total Rp2,5 miliar. Sedangkan bantuan salah seorang pengusaha memberikan uang kadeudeuh sebesar Rp500 juta.

“Jadi uang kadeudeuh dari Pemprov Jabar itu diluar dari uang kadeudeuh dari bjb dan pengusaha. Itu anggaran yang berasal dari sumber yang berbeda serta waktu penyerahan berbeda,” terangnya.

Untuk penyerahan uang kadeudeuh sendiri, Yudha menuturkan, rencananya akan diberikan sekitar ‎bulan November 2018. Waktu penyerahan uang kadeudeuh sendiri, akan dilakukan serentak dengan atlet Asian Paragames 2018 asal Jabar.

“Jadi penyerahannya usai pelaksanaan Asian Paragames 2018 yang akan mulai digelar bulan Oktober 2018. Kami tidak mau disebut mendiskriminasi,” tegasnya.

(ageng)

BKKBN Gandeng Mitra Kerja Sosialisasikan Program KB

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sosialisasi Keluarga Berencana (KB) terus dilakukan oleh BKKBN di Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (01/09/18). Melalui Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sekretaris BKKBN Jawa Barat, Rohmat mengatakan slogan dua anak cukup harus terus digaungkan mengingat penduduk di Indonesia hampir 240 juta.

“Jawa Barat terbesar di Indonesia 46 juta jiwa. Tahun 70 penduduk Indonesia masih 90 juta, 10 tahun kemudian menjadi 150 juta, sepuluh tahun kemudian 200 juta, sampai sekarang menjadi 240 juta lebih,” ucapnya.

Menurutnya, umur wanita menikah ideal adalah 21 tahun, sedangkan pria 25 tahun. Dan di stop umur 35 tahun bagi wanita. Boleh lewat dari 35 tahun asal lewat program KB.

Pemerintah melalui JKN pada 2014 telah menerapkan bantuan jaminan kesehatan. Pelayanan kb gratis karena di programkan oleh pemerintah. Sexeratio saat ini jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari perempuan. Dahulu jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Khusus alat kontrasepsi sekarang tidak hanya digunakan oleh pihak perempuan saja, tetapi juga laki-laki, dan itu gratis untuk masyarakat dari pemerintah melalui BKKBN.

JKN adalah BPJS, yang di programkan oleh pemerintah untuk menjamin kesehatan masyarakat. Bpjs sendiri terdiri atas dua, yaitu bpjs kesehatan yang di gunakan oleh masyarakat umum, dan bpjs ketenagakerjaan. Pada tahun 2019 pemerintah akan mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan bpjs. Jadi manfaatkan sebaik mungkin program program pemerintah yang menyangkut tentang kesehatan masyarakat.

Wilayah kabupaten bandung barat pernah mengeluh tentang kesulitan tentang pelayanan kesehatan, melalui pak dede yusuf, alhamdulillah saat ini hasil karya yang di hasilkan adalah adanya rumah sakit cililin. Bkkbn adalah salah satu mitra kerja dari 9 mitra kerja komisi IX DPR RI yang saat ini diketuai oleh pad dede jusuf.

Tentang jaminan kesehatan saat ini, tidak tepat sasaran, banyak yang mengeluh tidak bisa atau tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Jumlah penduduk saat ini harus di kendalikan karena jumlah penduduk adalah pembagi sumber daya yang ada. maka untuk itu butuh pengendalian dan dorongan dari masyarakat untuk melaksanakan program kb agar mencapai kualitas masyarakat dengan mengurangi faktor pembagi yang ada.

Di akhir acara BKKBN Perwakilan Jawa Barat melalui Mitra Kerja memberikan sejumlah dooprise melalui sejumlah pertanyaan seputar KB dan hadiah tersebut berupa, Sepeda Gunung, Smartphone, TV dan lain lain. Saat yang bersamaan di acara yang berbeda di lakukan pelayanan KB secara gratis dan membagikan sejumlah 50 paket sembako yang terdiri dari beras dan minyak. Acara langsung bertambah meriah.

(BUDI)

Terima Uang ” Kadeudeuh ” Ini Kata Atlet Pencak Silat

0
Pj Gubernur jabar berikan uang kadeudeuh (Foto Ageng)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan memberikan apresiasi kepada para atlet peraih medali Asian Games 2018 Jakarta Palembang.
Secara simbolis, apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang kadeudeuh diberikan pada acara jamuan makan malam di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No1, Kota Bandung, Selasa (4/9/2018) malam.
” Saya kumpulkan mereka untuk mengucapkan terima kasih. Khususnya, atlet peraih medali emas, perak atau perunggu. Kami apresiasi dan ada uang kadeudeuh dari Pemprov dan bank bjb,” kata Iriawan.
Total bonus yang diberikan sebesar Rp2,5 milyar. Bank bjb akan memberikan bonus dalam bentuk tabungan. Selain itu, turut hadir salah satu pengusaha yang memberikan bonus sebanyak Rp500 juta.
Dalam event Asian Games 2018 Jakarta Palembang, Indonesia meraih 31 emas. 14 diantaranya disumbangkan para atlet Jawa Barat Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat, Rowing dan Taekwondo.
Ada 53 medali atau 19,93 persen dari total medali Asian Games 2018 yang diraih Indonesia diperoleh atlet Jawa Barat. Yakni, 14 emas, 20 perak dan 19 perunggu.
Salah satu atlet Pencak Silat, Wewey Wita mengaku bangga bisa diundang dan hadir bertemu langsung dengan Pj Gubernur Jawa Barat untuk menerima penghargaan atas prestasinya.
Wewey sendiri meraih medali emas di nomor perorangan Tarung Putri Kelas B (50-55 kg). Menurut dia, bonus tersebut akan digunakan untuk membangun usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga.
” Uang ini akan Wewey simpan dan ditabung serta dipakai untuk usaha. Mudah-mudahan bisa memperbaiki perekonomian keluarga,” tutur Wewey.
Emas Asian Games merupakan target tertinggi untuk karier olahraganya di Pencak Silat. Karena di Asian Games 2018 Jakarta Palembang, Cabor Pencak Silat pertama kalinya dipertandingkan.
” Sebenarnya target tertinggi adalah Asian Games, karena pertama kali dipertandingkan. Tapi, mudah-mudahan kalau diberi kesempatan lagi untuk membela Indonesia, Wewey akan gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dan akan berjuang lebih maksimal,” jelasnya.
Untuk event terdekat, dara kelahiran Ciamis ini kembali menargetkan medali emas untuk kejuaraan dunia tahun depan dan Sea Games 2019 di Manila, Filipina.
(Bam’s)

PT Jabar Bersih Lestari: TPPAS Proyek RDF Pertama di Indonesia

0
Foto Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Direktur Utama PT Jabar Bersih Lestari (JBL), Mr. Do Yun Yu mengatakan, jika Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) berhasil beroperasi, maka akan menjadi proyek  Refuse Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia.

RDF merupakan bahan bakar ramah lingkungan berupa batu bara hijau.

“ Ini akan menjadi proyek RDF pertama di Indonesia. Diharapkan akan menjadi model yang baik bagi pengelolaan limbah di Indonesia serta negara-negara lain di Asia Tenggara,” harap Do Yun Yu.

Sebagai Perwakilan dari PT JBL, dia berjanji akan membuat proyek sampah tersebut hingga berhasil.

“ Saya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan proyek berhasil dilaksanakan dengan ramah lingkungan, higienis dan selaras dengan masyarakat,” tegas dia.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa, Kristian Kartawijaya menyambut baik proyek TPPAS. Menurutnya, proyek sampah Lulut-Nambo memiliki nilai strategis. Bagaimana tidak, dari sampah rumah tangga bisa menjadi sumber energi. Ini adalah sejarah baru bagi Indonesia.

“ Sampah rumah tangga berupa plastik adalah masalah yang memusingkan. Tapi dengan teknologi ini, plastik pun bisa kita makan. Jadi plastik-plastik yang ditakuti bisa menjadi sumber bahan bakar,” ungkap Kristian.

Selain itu, hasil pengolahan sampahnya yaitu RDF bisa mengurangi karbon dari industri semen. Dia pun berujar, proyek tersebut diharapkan bisa menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah bagi daerah lain di Indonesia.

“ Kami percaya, ini akan menjadi energi yang lebih ramah lingkungan, terbarukan serta mengurangi emisi karbon bagi indutri semen itu sendiri,” pungkas Kristian.

Seperti diketahui, proyek TPPAS Regional Lulut Nambo yang berlokasi di Kampung Curug Dengdeng, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor direncanakan sejak tahun 2002. Beberapa kali tertunda karena berbagai permasalahan birokrasi.

(Bam’s)

Ex Officio, Para Istri Gubernur Langsung Dilantik Jadi Ketua TP PKK & Dekranasda Provinsi

0

JAKARTA – Usai pelantikan sembilan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih hasil Pilkada Serentak 2018, para istri Gubernur langsung dilantik menjadi pejabat ex officio Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Periode 2018-2023.

Acara pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Dalam Negeri RI di Jl. Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Rabu (5/9/18).

Ketua Dekranas Pusat Mufidah Jusuf Kalla, melantik secara langsung para Ketua Dekranasda Provinsi ini termasuk diantaranya istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat. Turut hadir pada kesempatan ini Ibu Negara yang juga Pelindung Dekranas, Iriana Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranas Pusat Mufidah Jusuf Kalla menuturkan, bahwa tujuan berdirinya Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) adalah untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya nusantara. Hal ini dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan seni kerajinan yang ada untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan para perajin yang ada di Indonesia.

“Para Ketua Dekranasda Provinsi yang baru dilantik tentunya akan mengemban tugas mulia ini. Utamanya untuk melaksanakan hasil Munas dan Rakernas Dekranas yang diselenggarakan setiap tahun,” kata Mufidah dalam sambutannya.

“Oleh karena itu, saya berharap para Ketua Dekranasda Provinsi yang baru tadi segera menyusun kepengurusan periode masa jabatan 2018-2023 dan menyusun program kegiatannya,” harapnya.

Penyusunan kepengurusan dan program Dekranas, lanjut Mufidah, harus selaras dengan AD-ART Dekranas. Selain itu, Mufidah juga meminta koordinasi antara Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota terus ditingkatkan agar pembinaan kepada para perajin dapat maksimal, sehingga bisa meningkatkan daya saing produk kerajinan yang dihasilkan.

“Pada akhirnya nanti lembaga Dekranas maupun Dekranasda bisa menjadi lembaga yang handal dalam keikutsertaannya mensejahterakan para perajin kita,” pungkas Mufidah.

Sementara itu, pada kesempatan ini dilakukan pula pelantikan terhadap sembilan istri Gubernur, termasuk Atalia Praratya sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Periode 2018-2023. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahyo Kumolo.

Atalia belum dapat banyak berkomentar mengenai pelantikan ini dikarenakan kondisi kesehatannya yang sedang memasuki masa pemulihan pascaoperasi, akhir pekan lalu.

(HUMAS JABAR)

Mau Dilantik Wakil Gubernur Jabar, Uu: Tidak ada Persiapan Khusus

0

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 digelar di Istana negara oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, Rabu (5/9/2018).

Pelantikan tersebut lebih cepat dari agenda sebelumnya yang dijadwalkan pada tanggal 17 September 2018 mendatang.

Menghadapi pelantikan di Istana Negara, Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih yang juga Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengaku santai.

BACA JUGA:

Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour

” Saya santai saja, tidak ada kegiatan ataupun persiapan khusus untuk menghadapi pelantikan,” ungkap Uu, Selasa (04/09/2018) malam.

Masalah pelantikan tambahnya, itu semuanya kita serahkan ke pusat.

(Seda/Bam’s)

Malam Terakhir sebagai Pj Gubernur, M Iriawan Ajak Atlet Asian Games 2018 Makan Malam di Gedung Pakuan

0
Pj Gubernur Jabar (Foto Ageng)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : M Iriawan ‎menghabiskan malam terakirnya di gedung negara Pakuan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat bersama para atlet Asian Games XVIII tahun 2018 asal Jabar.
Selasa (4/9/2018) malam, M Iriawan menyambut dan mengajak para atlet Asian Games 2018 asal Jabar untuk makan malam di gedung negara Pakuan.
Pj Gubernur Jabar makan malam bersama atlet (Foto Ageng)
” Sebagai Pj Gubernur, saya sangat bangga dan ingin berterimakasih mewakili rakyat Jabar kepada para atlet yang sudah mengharumkan nama Indonesia dan Jabar di ajang Asian Games 2018. Karena itu, kami undang mereka hari ini untuk memberi apresiasi dan sedikit kadeudeuh dari provinsi dan bank bjb,” ujar M Iriawan.
Secara khusus, Iriawan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Pengprov Perbakin) Jabar mengaku sangat salut dengan pencapaian prestasi yang diraih atlet asal Jabar di ajang Asian Games 2018.
Jabar sendiri menjadi penyumbang kontingen terbanyak bagi Indonesia dengan rincian 191 orang atlet dan 49 orang pelatih serta ofisial tim.
” Selain itu, atlet Jabar pun berhasil menyumbangkan ‎medali sebanyak 22 keping medali yang terdiri dari enam medali emas, delapan medali perak dan delapan medali perunggu. Ini menjadi prosesntase tertinggi sebagai provinsi penyumbang medali Indonesia di Asian Games 2018 mencapai 19,93 persen,” terangnya.
Untuk apresiasi atau kadeudeuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Iriawan mengaku jika pihaknya sudah menyiapkannya dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar. Selain itu, bank bjb pun memberikan apresiasinya bagi keberhasilan para atlet dengan memberikan kadeudeuh sebesar Rp2,5 miliar bagi para atlet, pelatih‎, dan ofisial tim peraih medali ditambah Rp500 juta dari sumbangan salah satu pengusaha.
‎”Jadi selain atensi kita dari Pemprov Jabar, ada juga dari bjb dan sumbangan pengusaha. Meski tidak sebesar dari pemerintah pusat, tapi itu menjadi tanda kadeudeuh dan apresiasi kami. ‎untuk apresiasi dalam bentuk PNS, saya kira merupakan hadiah yang tepat jika ada atlet yang memang berminat ingin jadi PNS. Meski demikian, kita akan kaji terlebih dahulu untuk penghargaan berupa PNS tersebut,” tegasnya.
‎Acara Penyambutan Atlet Asian Games 2018 asal Jabar yang digelar ‎Selasa (4/9/2018) malam, kemungkinan besar menjadi agenda terakhir M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar  di gedung negara Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata Kota Bandung. Pasalnya, pada Rabu (5/9/2018)‎ pagi ini, Presiden Joko Widodo melakukan pelantikan sembilan Gubernur dan Wakil Gubernur di Istana Negara, Jakarta. Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.
Acara sendiri berlangsung cukup meriah dan santai. Diawali dengan makan malam, dilanjutkan dengan acara pokok yakni penyerahan secara simbolis penghargaan bagi para atlet dan pelatih yang dilakukan langsung Pj Gubernur Jabar, M Iriawan.
Acara ditutup dengan hiburan live musik dimana para atlet, pelatih, dan tamu undangan silih berganti menyumbangkan suara emas mereka. Mulai dari Sekda Provinsi Jabar, Iwa Karniwa serta istri, lalu atlet pencak silat, Wewe Wita, disambung pelatih dayung, Mohamad Suryadi.
Pj Gubernur Jabar, M Iriawan sendiri ikut menyumbangkan suaranya dengan dua lagu bergenre dangdut yang dinyanyikannya. Bah‎kan, M Iriawan pun mengajak semua tamu undangan mulai dari Wakapolda Jabar, Brigjend (Pol) Supratman, Sekda Provinsi Jabar, Iwa Karniwa, Kadispora Jabar, Yudha M Saputra, Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin, serta yang hadir untuk berjoged bersama sekaligus menutup rangkaian acara.
(ageng/bam’s)