spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7926

Ketum NasDem Dukung Penuh Erick Tohir

0
Ketum NasDem Surya Paloh Syahrul Yasin Limpo

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menyebut, saat ini era kaum milenial yang harus berperan di panggung demokrasi Indonesia.

Karena itu dirinya mendukung penuh terpilihnya Erick Tohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Fenomena ini, kata dia, tak jauh beda dengan terpilihnya Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA:

Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour

“Kita ucapkan selamat, sama seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia (Erick Tohir) orang muda. Ini memang eranya kaum milenial,” kata Surya Paloh dalam acara Pembekalan calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DRPD Kabupaten Kota se Jawa Barat Partai NasDem di Hotel Grand Mercure, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (8/9/2018).

Dengan terpilihnya sosok muda menjadi pemimpin, ini menjadi hal positif. Artinya, kata dia, ada upaya melibatkan emosi kaum milenial dan menumbuhkan kemampuan dalam kepemimpinan dari semua sektor dan bidang yang digeluti oleh sosok-sosok muda tersebut.

“Dan itu memberikan representasi. Dimana upaya transformasi regenerasi sedang berjalan di negeri ini,” kata dia.

Dia hanya berpesan agar Erick mampu menjalankan tugasnya dengan optimal. Pihaknya yakin bahwa mantan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) tersebut mampu membuat solid jajaran TKN Jokowi-Ma’ruf.

“Erick harus bekerja lebih kuat, dan saya yakin dia mampu. Dia akan mampu menkonsolidasikan semua tim yang dia pimpin,” tegas Surya.

Tidak hanya itu, Surya Paloh pun mengapresiasi bergabungnya Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar dalam upaya memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Terlebih, kata dia, sosok-sosok tersebut pernah adu kuat di Pilgub Jabar 2018.

“Kalau bisa demikian kan bagus. Karena kehidupan ini kan demikian, nggak ada lawan yang abadi dan teman yang abadi,” jelas dia.

(LIN)

Seleksi Kompetisi Nasional, Puspa Iptek Sundial Gelar Lomba Roket Air

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Puspa Iptek Sundial Joko Santoso menyebut bahwa kompetisi roket air yang digelar Puspa Iptek Sundial adalah bagian seleksi peserta untuk tingkat nasional.

“Ini sudah kompetisi ke 8 di Jabar. Dan setiap tahun semakin bertambah. Namun karena kapasitas dan fasilitas terbatas, tahun ini kami batasi hanya 266 dari 56 sekolah,” kata Joko di Puspa Iptek Sundial, Kota Baru Parahyangan, Sabtu (8/9/2018).

Sebelumnya peserta mencapai 370 orang dari 70 sekolah, namun saat ini dibatasi demi efisiensi tempat dan kenyamanan saat belajar.

“Ini kami tujukan untuk mengenalkan teknologi dengan metode yang menyenangkan. Peserta ini mulai usia 12 hingga 16 tahun,” kata dia.

Dari kompetisi tersebut akan diambil 10 orang perwakilan untuk dikirim di kompetisi tingkat nasional.

Pada prosesnya, peserta roket air ini mempelajari sejumlah sains, mulai dari fisika, kimia, bahkan ada biologi, enginering, hingga matematika.

Karena semua topik ada di rocket air, mulai mendesain hingga melontar roket ke satu titik yang memerlukan penghitungan matematika.

“Kompetisi ini digelar dua hari, karena tidak semua sekolah memiliki eskul yang berhubungan dengan roket air ini,” jelas dia.

Dari kompetisi tersebut, Joko menyebut, setiap tahun selalu ada perwakilan yang masuk di tingkat nasional, bahkan beberapa kali ikut tingkat internasional.

BACA JUGA:

Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Study Tour

” Rocket air ini dasarnya sekaligus replika dari roket yang sebenarnya. Artinya saat mereka belajar roket air, mereka juga sudah mempelajari roket sebenarmya,” jelas dia.

Lebih lanjut Joko berharap minat anak ke sains semakin tinggi seiring kompetisi roket air diselenggarakan.

(LIN)

Dukungan Pemda Picu Perkembangan Science Center

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia akan membangun dua science center baru di Indonesia pada tahun 2018. Dua science center tersebut akan menjadi wahan pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saat ini di Indonesia baru ada 23 science center dan rencananya tahun ini kita akan tambah dua science center baru di Sumbar dan NTB, dan tahun depan kita rencanakan di Riau dan Sulawesi Tengah,” kata Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kemenristekdikti Syachrial Anas di Bandung, Sabtu (8/9/2018).

Ditemui di sela Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) 2018, di Kota Baru Parahyangan, Syachrial mengatakan bahwa ideal setiap kabupaten/kota memiliki satu science center sebagai bagian dari upaya pengenalan iptek sejak dini.

“Tapi karena terkendala pembiayaan, jadi belum semua. Target kita science center ada di setiap provinsi,” kata dia.

Menurut dia, pembangunan science center sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah. Hal itu penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih saat ini science center terkendala pada hal tersebut.

Dengan kata lain, konsistensi dukungan dari pimpinan atau kepala daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti pembangunan science center.

“Jangan lihat siapa yang pegang, tetapi harus ada komitmen kuat untuk memajukan generasi muda sejak dini,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa daerah sangat berpeluang untuk membesarkan science center yang dimiliki. Dia mencontohkan science center yang ada Daerah Istimewa Yogyakarta, meski tidak memiliki lahan besar, namun pengunjungnya mencapai 1 juta orang per tahunnnya.

“Di kami saja (pusat), jumlah kunjugan baru mencapai 600 ribu orang, di Yogyakarta sudah 1 juta orang. Ini bukti political will di sana sangat bagus,” jelas dia.

(LIN)

IODI dan FAJI Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dua orang pengurus ‎Cabang Olahraga (Cabor) mulai mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum KONI Jawa Barat masa bakti 2018-2022 di sekretariat Tim Penyaringan dan Penjaringan, gedung sekretariat KONI Jabar, Jalan Pajajaran 37A Kota Bandung, Jumat (7/9/2018) kemarin.

Kedua Cabor tersebut yakni, Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Jabar dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jabar.

‎Formulir langsung diambil oleh Ketua Umum dari dua Pengurus Provinsi Cabor. Yakni Aida M Gurning sebagai Ketua Umum Pengprov IODI Jabar dan M. Syaiful Bima sebagai Ketua Umum Pengprov FAJI Jabar.

“Saya ambil formulir ini untuk pencalonan diri saya pribadi sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022. Saya kan sudah hampir 10 tahun memimpin IODI Jabar,” ujar Aida saat ditemui usai mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum KONI Jabar di gedung sekretariat KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Aida menuturkan, tujuannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022, karena ingin memajukan prestasi olahraga Jabar. Apalagi, beberapa agenda olahraga akan dihadapi mulai dari Porda XIII Jabar, SEA Games 2019, dan PON XX tahun 2020.

“Kalau untuk dukungan mencapai 30 suara anggota KONI Jabar, ‎intinya kita berjuang dan tidak akan mundur sebelum berjuang. Langkah kedepan seperti apa, kita lihat perkembangan saja,” tegas Aida.

Sementara Ketua Umum Pengprov FAJI Jabar, M Syaiful Bima mengaku, formulir pendaftaran diambilnya untuk ‎calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 yang akan diusung pihaknya. Secara terang-terangan, Pengprov FAJI Jabar sudah memiliki calon untuk memimpin KONI Jabar pada periode empat tahun kedepan.

“Insa Allah, kami tidak mencalonkan diri tapi sudah memiliki calon untuk kami usung. Jadi formulir yang kami ambil ini, untuk calon dari kami,” ujar Bima.

Terkait calon yang diusungnya, Bima ogah menyebutkan nama. Meski demikian, dirinya memberikan sedikit gambaran mengenai calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022 yang akan diusungnya.

‎”Kami melihat jika pencapaian prestasi olahraga Jabar ini sudah luar biasa dengan menjadi juara umum PON XIX. Jadi menurut kami, apa yang sudah baik kenapa tidak kita pertahankan saja dan terus dikembangkan menjadi lebih baik. Dan siapapun yang nanti maju, mari kita sportif sesuai kaidah olahraga,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

KONI Kota Bandung Siapkan Apresiasi Atlet Asian Games 2018

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung sudah menyiapkan bonus bagi para atlet asal Kota Kembang yang sudah berjuang di ajang Asian Games XVIII pada Agustus 2018 lalu.

Atlet Asian Games 2018 asal Kota Bandung sendiri menyumbangkan tiga medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

” Dari total 48 atlet asal Kota Bandung yang berjuang di Asian Games 2018, ada tiga atlet yang menyumbang medali emas. Kami sangat bersyukut dengan pencapaian atlet dan membuat kami bangga,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung.

‎Ketiga atlet asal Kota Bandung yang meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 yakni Wewey Wita dan Hanifan Yudani Kusuma di cabang olahraga Pencak Silat, serta Ujang Hasbullan di cabang olahraga Dayung. Sementara, satu medali perak disumbangkan Edwin Ginanjar di cabang olahraga Dayung.

“Untuk satu medali perunggu, dipersembahkan Gregoria Mariska Tanjung dari nomor beregu putri‎ cabang olahraga bulutangkis,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, lanjut Aan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah bonus.‎ Bonus tersebut akan diberikan secara bersamaan pada saat pelepasan kontingen inti Porda XIII Kota Bandung yang rencananya digelar 23 September mendatang.

‎”Untuk besarannya, masih dalam kajian. Tapi intinya, Pemkot Bandung sudah menyiapkan sesuai usulan kami. Selain yang di Asian Games 2018, akan juga disiapkan apresiasi bagi atlet Asian Paragames. Baik yang meraih medali atau tidak,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Berkenalan Dengan Wartawan Pokja Gedung Sate, Emil Diajak Main Band

0
(HUUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Mengawali kerja pertamanya sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terlebih dahulu berkenalan dengan para wartawan dari berbagai media yang bermarkas di Gedung Sate. Pada pertemuan pertama ini, Emil, sapaan akrabnya, diajak main band oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gedung Sate.

Suasana cair memang mewarnai pertemuan perdana Emil dengan Wartawan Pokja Gedung Sate yang berjumlah 70 orang ini. Rekan-rekan wartawan ini lah yang akan mengawal setiap kegiatan Gubernur periode 2018-2023 tersebut.

Menurut Emil, pemerintah harus menjalin mitra yang baik dengan media. Untuk itu dibutuhkan komunikasi dan hubungan yang harmonis agar seluruh kegiatan maupun kebijakannya dalam pembangunan di Jabar terinformasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Senang berkenalan dengan wartawan, ini hari pertama dan saya bilang kemarin prioritas ke wartawan dulu,” ujar Emil, Jumat (7/9/18), di Gedung Sate.

Di hadapan para wartawan, Emil menceritakan karakter dan kebiasaan dirinya. Menurutnya, setiap Gubernur memiliki gaya yang berbeda-beda. Untuk itu ia berharap para wartawan dapat menyesuaikan dengan gaya kebiasaannya. Emil pun mengaku kooperatif terhadap wartawan dan siap kapanpun untuk diwawancara.

“Setiap pemimpin karakternya kan berbeda-beda saya harap wartawan bisa menyesuaikan. Dulu saat di Pemkot saya selalu kooperatif dengan wartawan, tidak susah untuk diwawancara,” ungkapnya.

Dalam perbincangan hangat itu, Emil pun sempat menyarankan agar kantor Pokja wartawan pindah ke ruangan lain karena dinilai terlalu sempit. Namun Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan pindah ruangan tersebut kepada para wartawan.

“Ruangannya terlalu sempit bagaimana kalau pindah? Tapi saya cuma menawarkan kalau nyaman ya sudah disini saja, kalau tidak mari kita cari ruangan lain.Prinsipnya saya tak akan mengubah apapun yang  sudah nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Pokja wartawan Gedung Sate, Agus Hermawan mengungkapkan, semua awak medianya selalu bermitra baik dengan setiap Gubernur.

“Kita selalu bermitra baik dengan Gubernur-gubernur pendahulu seperti dengan Pak Iriawan, Pak Aher, Pak Demiz. Kami pun siap membantu bapak dalam membangun Jabar,” kata Agus.

Ia mengungkapkan, koordinasi dengan bagian Humas pun berjalan baik selama ini, terutama mengenai informasi kegiatan Gubernur dan bahan-bahan untuk pemberitaan.

“Tim Humas sering mengundang kami untuk mendampingi kegiatan Bapak,” ujarnya.

Di luar kegiatan jurnalistiknya, untuk menjalin keakraban antar sesama awak media dan bagian Humas, mereka sering mengisinya dengan aktivitas seperti futsal, pengajian sampai membentuk grup band.

“Mudah-mudahan ke depan Bapak bisa ikut main band bersama kami,” seloroh Agus kepada Emil.

(DAR)

Emil: Jabar Selatan Perlu Dimekarkan, Sumut Saja 33 Kabupaten Kota

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai perlu ada pemekaran daerah khususnya di wilayah Jabar Bagian Selatan. Menurutnya, jumlah penduduk di Jabar sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia tidak sebanding dengan jumlah daerah saat ini yaitu 27 Kota/ Kabupaten.

“Jadi akan kita perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar Selatan,” kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Jumat (7/9/18).

Ia membandingkan, Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk 39 Juta jiwa memiliki 38 Kota/ Kabupaten. Pun dengan Sumatera Utara memiliki 33 daerah dengan jumlah penduduk 14 Juta jiwa.

“Contoh Sumut jumlah penduduknya 14 Juta, daerahnya 33 maka jumlah uang yang munculnya kan jadi 33 kali, kita hanya 27 kali untuk jumlah penduduk yang sangat besar ini,” paparnya.

Rencana pemekaran daerah tersebut juga akan diaspirasikannya pada momentum Pilpres mendatang.

“Nanti ada momunteum Pilpres kan akan kita aspirasikan,” ucapnya.

Gubernur mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Contohnya masyarakat di pelosok yang mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah.

“Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan,” ujarnya.

Dipilihnya Jabar selatan untuk pemekaran karena menurutnya selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan. Daerah selatan pun alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Apabila pemekaran tersebut terealisasi maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan.

Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Ia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar.

“Berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan,” ujarnya.

(dar)