spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7605

Wali Kota Cirebon Minta KI Maksimal Mengawal Keterbukaan Informasi Publik

0

CIREBON, FOKUSJabar.id: Komisi Informasi (KI) Kota Cirebon menyebutkan, belasan kasus yang berkaitan dengan sengketa informasi sedang ditangani.

Belasan sengketa informasi yang tengah ditangani saat ini berasal dari berbagai macam permohonan.

“Tahun lalu kita tangani 13 senketa. Tahun ini sudah ada, kita akan terus berusaha menyelesaikannya,” kata Anggota KI Kota Cirebon Toto Suharto, Sabtu (9/2/2018).

Namun untuk setiap penyelesaian sengketa informasi, kata Toto, ada koridor dan tahapan yang dilalui. Artinya, permintaan informasi ini ada yang bisa diberikan ke publik ada juga yang sifatnya rahasia.

“Seperti rahasia negara, tidak boleh dibuka untuk umum. Ke depan, mereka yang akan menentukan apakah informasi tersebut bisa dibuka atau tidak jika terjadi sengketa informasi yang dilaporkan,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis meminta anggota KI Kota Cirebon bekerja maksimal dalam mengawal keterbukaan informasi publik.

Dia mengakui bahwa belasana sengketa informasi telah masuk ke lembaga tersebut sejak didirikan di Kota Cirebon.

“Setiap lembaga yang yang dibentuk pemerintah pusat hingga ke bawah tentunya dengan tujuan agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” kata Azis.

Begitupun terbentiknya KI Kota Cirebon agar pelayanan terkait pemberian informasi dari pemerintah daerah ke publik bisa lebih baik lagi.

Terlebih KI dibentuk berdasarkan UU No 14 tahun 2008.

“Fungsi KI ini, yakni menjalankan UU Keterbukaan Informasi Publik dan peraturan pelaksanaanya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik serta menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi atau ajudikasi nonligitasi,” kata dia.

(Panji/LIN)

Kirab Seni Meriahkan Peringatan Hari Jadi Kota Banjar ke 15

0

BANJAR,FOKUSJabar.id: Ribuan warga Banjar tumplek di jalan Letjen Suwarto, Sabtu (10/02/2018). Mereka berdatangan dari seluruh pelosok daerah untuk menyaksikan rangkaian kemeriahan berdirinya Kota Banjar Patroman ke 15.

Kemeriahan hari jadi Kota Banjar diisi oleh berbagai kegiatan. Salah satunya kirab seni dan budaya seperti Bebegig, Kuda Lumping, Pencak Silat dan ragam kemeriahan lainya. Uniknya, pelajar mulai tingkat Sekolah Dasar hingga menengah atas terlibat untuk membawakan budaya khas Nusantara.

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih mengaku bangga dengan kreativitas masyarakatnya yang menampilkan berbagai inovasi seni bertemakan kearifan lokal Banjar.

“Jepang dikenal dengan cinta budayanya. Bahkan tatanan kehidupanya selalu bersandar pada kultur budayanya. Oleh karena itu, kita Indonesia harus cinta akan keragaman budaya sebagai jati diri bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ade Uu menambahkan, selain untuk dijaga dan dilesetarikan, budaya pun dapat menjadi salah satu indikator dari promosi suatu daerah. Sehingga, Kota Banjar dalam helaran budaya lebih mengedepankan nilai kearifan lokalnya.

“Mari kita cintai budaya kita sebagai jati diri bangsa Indonesia. Jika bukan kita siapa lagi yang akan mejaga keutuhanya,” imbuh dia.

(Boip/LIN)

Akhir Pekan, Cirebon Waspada Banjir

0

CIREBON,FOKUSJabar.id: Hujan yang mengguyur wilayah Cirebon, Jumat (9/2/2018) sore lalu membuat sejumlah kawasan terendam. Bahkan, ratusan rumah di wilayah tersebut terendam dengan ketinggian air sepaha orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

“Jam 16.00 WIB sore air mulai masuk, sempat surut, tapi hujan turun lagi dan kembali banjir,” kata Asep warga di Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, Sabtu (10/2/2018).

Warga menduga bahwa tingginya debit air di Kalijaga karena kiriman dari Bendungan Setu Patok. Dari data yang didapat, banjir terparah terjadi di Desa Astana dan Wanakaya, Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Banjir disebabkan meluapnya air di dua sungai yang ada di wilayah Kecamatan Gunungjati, yakni Sungai Pekik dan Condong itu memperparah kondisi banjir.

Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter yang tersebar di beberapa titik.

Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Cirebon Faozan menyebutkan, di Desa Wanakaya terpusat di RW 04 yang tersebar di tiga RT, yakni RT 01,02, dan 03. Sebanyak 220 rumah tergenang air.

“Selain rumah, air pun merendam sekitar 95 hektare sawah, dua Musala dan SDN 2 Wanakaya. Kini air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, kita tetap siaga,” ucap Faozan.

Lebih lanjut Faozan mengatakan, banjir pun merendam sebanyak 484 rumah di Desa Astana yang tersebar di empat RW, yakni RW 01, 02, 03, dan 04. Di RW 04 rumah yang terendam banjir sebanyak 402 unit dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 589 kepala keluarga.

Selain rumah, dua Musala juga terendam banjir. Selain karena hujan, banjir juga karena luapan Sungai Pekik dan Condong.

Di tempat yang sama, Sumarjo warga RT3, Desa Wanakaya mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB air mulai masuk ke rumahnya. Ketinggian air yang masuk mencapai 50 sentimeter.

“Mulai surut dari pagi, sekarang hanya 10 sampai 30 sentimeter. Saya langsung selamatin barang-barang. Padahal pintu udah saya tutup dan pasang balok kayu untuk menahan banjir,” ucapnya.

(Panji/LIN)

DKK Tasikmalaya Siap Sukseskan Kirab Budaya 2018

0
Raker-DKK-Tasikmalaya-salah-satunya-persiapan-KB-fokusjabar-Seda
Raker-DKK-Tasikmalaya-salah-satunya-persiapan-KB-fokusjabar-Seda

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dewan Kesenian Kota (DKK) Tasikmalaya siap menyukseskan penyelenggaraan even tingkat Kota Tasikmalaya Kibar Budaya.

Ketua DKK Tasikmalaya Bode Riswandi mengatakan, penyelenggaraan Kibar Budaya tersebut sudah digelar sejak 2016 lalu dan selalu mendapat tempat di hati masyarakat, bahkan dinanti-nanti.

“Setiap tahunnya Kibar Budaya dikemas berbeda, intinya dibuat semenarik mungkin agar menjadi tuntunan sekaligus tontonan yang menghibur para pengunjung, terlebih masyarakat Kota Tasikmalaya,” kata Bode di sela Raker DKK Tasikmalaya di Jalan BKR, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (10/2/2018).

Bode menyebut bahwa Raker yang digelar merupakan persiapan DKK dengan rumpun seni untuk penyelenggaraan Kirab Budaya April hingga Desember.

“Selebihnya kita bahas juga program kerja dan agenda DKK satu tahun ke depan,” jelas dia.

Dia menjelaskan, agenda Kibar Budaya tahun ini melibatkan sekitar 13 rumpun seni yang kompeten dalam bidang seni dan budaya. Pada prosesnya nanti, Kirab Budaya kali ini akan didesain sebagai pagelaran yang diisi sejumlah pertunjukan seni dari Tasikmalaya.

“Para pengisi nantinya berasal dari sanggar yang sudah ditunjuk DKK Tasikmalaya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Kepler Sianturi menjelaskan bahwa rapat kerja yang digelar adalah untuk menyamakan persepsi dan memantapkan komitmen bersama untuk memajukan kerja DKK Tasikmalaya ke depan.

“Kita ingin terus meningkatkan kinerja para pengurus DKK dengan bersinergi, dan mengoptimalkan seluruh program dan menyukseskan agenda-agenda seni budaya,” jelas dia.

(Seda/LIN)

Sambangi Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy di Tangerang Selatan, Ketua DPR Berikan Ceramah Kebangsaan

0

TANGERANG,FOKUSJabar.id:  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambangi Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy di Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/2/2018).

Dia datang saat Manakib Syekh Abdul Qodir Jaelani yang dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya-Sirnarasa ke-38 Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul (Abah Aos).

Bamsoet tiba di Pesantren Jagat ‘Arsy bersama rombongannya sekitar pukul 09.00 WIB. Di TQN itu dia disambut langsung oleh Pimpinan Pesantren, K.H. Budi Rahman Hakim (Abah Jagat) dan ribuan Ikhwan TQN Suryalaya-Sirnarasa.

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

“Kedatangan Bambang itu untuk memberikan ceramah kebangsaan sekaligus peresmian kampus hijau. Selain itu Pak Bambang pun merepresentasikan hubungan yang erat antara ulama dan umara, ikut aturan agama dan negara,” kata Kepala Sekolah Jagat ‘Arsy, Tata Masta melalui rilisnya.

Untuk diketahui, Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang sudah berdiri sejak 2013.

Pendirinya adalah Abah Jagat yang juga sebagai khodim khusus Mursyid TQN Suryalaya-Sirnarasa ke-38 Abah Aos, R.A.

Pesantren Jagat ‘Arsy membawahi dua lembaga pendidikan formal, yaitu SMP dan SMA.

Pada 2017 berpartisipasi menjadi sekolah ramah lingkungan atau Adiwiyata Tingkat Kota Tangerang Selatan, dan pada 2018 ini dipersiapkan agar bisa masuk ke Tingkat Nasional

(Ibenk/LIN)

Soal Zakat Profesi ASN, Pemkot Bandung Sudah Duluan

0
sekda kota bandung yossi irianto. (foto web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota Bandung tidak mempersoalkan zakat profesi yang akan dipungut kepada ASN Muslim sebanyak 2,5 persen oleh pemerintah pusat.

Sekda Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan, zakat itu untuk membersihkan harta, terlebih dalam harta yang diperoleh, hakikatnya terdapat hak orang lain sebanyak 2 5 persen.

“Bagi ASN di Kota Bandung zakat profesi tidak jadi soal. Itu sudah menjadi bagian dari komitmen para ASN,” kata Yossi di Bandung, Sabtu (10/2/2018).

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Terlebih, kata Yossi, penerapan zakat profesi bagi para ASN di lingkungan Pemkot Bandung sudah berjalan sebelum wacana Perpres pungutan zakat 2,5 persen dari gaji ASN Muslim berkembang saat ini.

Di Pemkot Bandung pengumpulan zakaynya dikoodinasikan bendahara gaji setiap instansi.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Wali Kota Bandung tentanf ‘Gerakan Ayo Bayar Zakat’, kemudian Instruksi Wali Kota Bandung tentang ‘Pelaksanaan Zakat Profesi, Infaq, dan Shadaqah’ bagi ASN Kota Bandung.

“Dengan imbauan itu, pendapatan zakat profesi dari para ASN di lingkungan Pemkot Bandung pun melonjak tajam. Dari sebelumnya hanya sekitar Rp400 juta sampai Rp600 juta per bulan, sekarang sudah mencapai sekitar Rp2 milyar sampai Rp3 milyar per bulan,” tuturnya.

Pendapatan pajak profesi dari para ASN di lingkungan Pemkot Bandung pun diserahkan langsung kepada Badan Amil Zakat (BAZ) untuk disalurkan kepada yang berhak menerima.

” Pengelolaannya itu domainnya ada di BAZ. Silakan dimanfaatkan untuk masyarakat yang termasuk dalam delapan asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat,” jelas Yossi.

Adapun besaran 2,5 persen yang sudah berjalan, kata Yossi, itu diambil dari Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Sebab, untuk setingkat eselon II yang dulu hanya menerima TKD antara Rp1 juta sampai Rp2 juta, kini bisa mendapatkan TKD dengan besaran hingga Rp10 juta.

“Jadi wajar lah kalau 2,5 persen untuk zakat, karena itu untuk membersihkan diri juga. Karena kita pun yakin kalau dari pendapatan yang kita terima itu, ada hak orang lain sebesar 2,5 persen,” tegasnya.

(Ageng/LIN)

Aher Tidak Takut Gaji ASN Dipotong

0
Aher saat menjadi pembicara dalam Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-4/Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di The Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Jl. POM IX, Palembang Square, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (9/2/18). (HUMAS JABAR)

PALEMBANG, FOKUSJabar.id :  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tanggapi santai terkait rencana kementrian agama yang ingin memotong gaji aparatur sipil nasional (ASN) sebesar 2,5 persen tiap bulannya.

Aher mengatakan, jika rencana itu direalisasilan oleh pemerintah pusat tidak akan menjadi masalah, karena sudah lama ASN di lingkup pemprov Jawa Barat sudah melakukan hal itu.

“Pemotongan gaji 2,5 persen untuk zakat itu sudah berjalan dari dua bulan yang lalu, bukan hanya ASN Pemprov saja, bahkan sebagian kota/kabupaten di Jawa Barat ada yang sudah melakukan hal yang sama,” kata Aher di Palembang Jumat (9/1/2018).

Aher mengaku, tidak kaget dan tidak khawatir dengan rencana yang akan dicanangkan oleh kementrian agama. Pasalnya pihaknya sudah terbiasa dengan program pemotongan gaji untuk zakat.

“Beberapa waktu lalu, Jawa Barat untuk tingkat provinsi dan Sukabumi ditingkat kabupatennya mendapatkan penghargaan dari Baznas sebagk daerah terbaik Zakat,” ujarnya.

Pola potongan gaji untuk zakat yang digunakan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat itu sebelum diserahkan kepada lembaga resmi pengumpul zakat, uang zakat dikumpulkan terlebih dahulu di masing OPD setelah itu setelah itu di bagi 50:50.

“Jumlah keseluruhan di bagi 50 persen untuk dikelola oleh OPD dan 50 persen diserahkan kepad Baznas,” terangnya.

Dalam hal zakat OPD itu sendiri, lanjut Aher, juga harus bisa melakukan membagian zakat untuk fakir, kemudian untuk kesehatan, perekonomian serta pendidikan.

“Namun tetap kami juga melalui hisbat terlebih dahulu. Saya rasa dengan pola seperti ini lebih efektif. Karena selama ini hasil zakat dari ASN pemprov Jabar rata-rara memcapai Rp1 M per bulan,” pungkas Aher.

(AS/Vetra)