spot_img
Senin 2 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7606

Bulog Sub Devisi Ciamis Sasar Ribuan Warga Miskin di Banjar

0
Bulog Sub Devisi Ciamis, Sasar Ribuan Warga Miskin di Banjar. (FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ruminah (61) warga Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar mengaku senang mendapat beras berkualitas premium dari pemerintah. Biasanya dia hanya mendapatkan beras sejahtera yang berkualitas buruk dibandingkan dengan beras yang dijual pada umumnya.

“Alhamdulilah, kami bisa menanak nasi dengan beras berkualitas premium yang biasanya kita hanya bisa makan nasi dari beras rastra yang kurang baik kualitasnya,” ungkap Ruminah, Jum’at (09/02/2018).

Setiap bulan, Ruminah bersama 8.717 sasaran Bantuan Pemerintah Non Tunai (KPN) seluruh Kota Banjar mendapat subsidi dana Rp110.000/bulan. Dana itu dikhususkan untuk dibelikan beras berkualitas medium atau premium yang dijual di agen Bulog tersebar diberbagai titik.

Kepala Bulog Sub Devisi Regional Ciamis, Sulais menerangkan, untuk program BNPT di Priangan Timur sudah berjalan sejak 2017 yakni di Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar.

Untuk di Kota Banjar kata dia, penerima BNPT dapat dibelikan pada beras berkualitas premium yang dijual sebesar Rp12.500/8 kilogram sesuai kesepakatan dari Dinas Sosial Kota Banjar.

Sulais menjamin, BNPT yang digulirkan saat ini akan tepat sasaran diperuntukan bagi warga yang tidak mampu.

“Bedanya Rastra dan BNPT ialah dari sisi bantuanya. Kalau Rastra itu bantuan beras secara langsung kalau BNPT itu non tunai yang ditukarkan pada beras berkualitas baik. Untuk di wilayah kewenangan kami yang menerima BNPT itu hanya dua kota yaitu Banjar dan Tasikmalaya,” terangnya.

(Boip)

Aher Minta PTN di Indonesia Jadi Pengampu PTS

0
Aher Minta PTN di Indonesia Jadi Pengampu PTS. (HUMAS JABAR)

PALEMBANG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong agar semua lembaga pendidikan di Jawa Barat, termasuk perguruan tinggi bisa menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Khususnya Perguruan Tinggi Swasta atau PTS.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) tidak ingin ada keluhan fasilitas dan kualitas dari para mahasiswa yang berkuliah di PTS.

“Oleh karena itu, kita dorong perguruan tinggi swasta pun agar menjadi pilihan yang wajar, pilihan menarik, dan baik yang prestasinya dan kualitasnya tidak kalah dengan sekolah-sekolah negeri,” kata Aher saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di The Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (9/2/2018).

“Dalam rangka mendorong supaya swasta punya sarana yang baik, punya kualitas yang memadai, sama atau mirip dengan negeri, ya tentu harus ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah,” lanjutnya.

Untuk itu, Pemprov Jawa Barat berkomitmen memperhatikan perguruan tinggi swasta yang ada di seluruh Jawa Barat. Anggaran APBD yang dikucurkan sudah mencapai Rp 60-an Miliar. Hal ini diharapkan akan mampu membantu sarana dan prasarana, serta bisa meningkatkan kualitas PTS.

“Ada satu hal yang sedang kami perjuangkan supaya kualitasnya terjamin, maka Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Jawa Barat itu mengampu Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Jawa Barat. Kalau kemudian diampu dengan baik, kualitasnya distandardisasi oleh Perguruan Tinggi Negeri tersebut, maka kita bisa menentukan di ijazah itu setara dengan Perguruan Tinggi Negeri,” papar Aher.

“Katankanlah Unpad mengampu sejumlah Perguruan Tinggi Swasta. Nanti kalau (mahasiswanya) sudah lulus, ada tulisan bahwa di ijazahnya diakui kualitasnya sesuai atau sama dengan Perguruan Tinggi Negeri, Unpad. Kita ingin seperti itu, meskipun belum tapi ini sebuah pemikiran ya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam paparannya yang berjudul “Peran Perguruan Tinggi Dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia Berdaya Saing Tinggi Pada Era Revolusi Industri 4.0”, Aher menekankan paradigma baru dalam pembangunan bangsa Indonesia ke depan. Aher menjelaskan, bahwa agenda pembangunan nasional harus tertuju pada tiga hal, yaitu pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan daya dukung alam untuk keberlanjutan pembangunan.

(Vetra)

Ini Harapan Aher pada HPN 2018

0
(HUMAS JABAR)

PALEMBANG,FOKUSJabar.id: Hari Pers Nasional (HPN), Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan (Aher) berharap pers semakin independen, kritis terhadap masalah-masalah sosial dan pemerintahan.

“Kita juga ingin pers semakin mendidik warga negara untuk mengetahui hak-haknya, tahu situasi negaranya. Denga begitu masyarakat bisa memberikan saran kepada para pihak terkait,” kata Aher di Palembang, Jumat (9/2/2018).

Tidak hanya itu, sebagai media, kata Aher, diharapkan pers semakin bisa memberikan hiburan berkualitas untuk bangsa ini, selain itu harus ada keseimbangan antara sikap kritis atau mendidik, membangun dan menghibur.

“Jangan sampai terlalu berat dikritiknya, tetapi juga dari sisi informasi tentang pembangunan, harus memberikan informasi lengkap tentang sesuatu yang memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, juga menghadirkam berita-berita yang menghibur sekaligus mendidik,” kata dia.

Kemudian kaitannya dengan maraknya berita bohong (hoax), Aher mengajak masyarakat untuk bersikap tidak peduli atau klarifikasi yang benar (Tabayyun).

“Hoax itu kan nggak mungkin dibuat oleh media mainstream. Hoax itu pasti dibuat oleh orang-orang yang iseng lewat medsos. Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat untuk bersikap tepat terhadap hoax tersebut. Sikapnya adalah membiarkan atau klarifikasi yang benar atau Tabayyun. Jangan alih-alih mengklarifikasi malah menyebarluaskan,” kata Aher.

Tugas media mainstream ketika ada ujaran hoax, lanjut Aher, yakni harus menjelaskan. Karena pada akhirnya berita-berita yang disampaikan media mainstream tersebut seringkali mudah dipercaya oleh masyarakat.

“Para wartawan di berbagai tempat berfungsi sebagai kelompok yang mengklarifikasi berita-berita hoax. Dicari sumbernya, kemudian diteliti dengan cover all side, kemudian hasil penelitian dan cover all side tersebut diberitakan ulang lewat media mainstream, dijelaskan bahwa berita itu hoax,” ungkap Aher.

(LIN)

KPU Kota Tasikmalaya Siap Tampung Usulan Tambah Dapil untuk Pileg 2019

0
Rakor Uji Publik Penataan Dapil 2019 Mendatang. (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: KPU Kota Tasikmalaya menerima ssulan berbagai pihak, termasuk Partai Politik (Parpol) dan pemerintah agar Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 dibagi menjadi lima daerah pemilihan (Dapil) di Kota Tasikmalaya dari sebelumnya hanya empat.

Komisioner KPU Kota Tasikmalaya Divisi Teknis Ade Zaenul Mutaqin mengatakan bahwa pada prinsipnya semua keinginan itu akan ditampung.

Menurut dia, selama ini ada dua parpol dan stakholder pemerintahan yang mengusulkan penambahan dapil dari empat menjadi lima pada Pileg 2019 di Kota Tasikmalaya

Berdasarkan usulan dan keinginannya dari berbagai pihak termasuk Parpol juga Pemerintah agar pemilihan legislatif 2019 mendatang ditambah jadi 5 (lima) yang selama ini hanyab 4 (empat) di Kota Tasikmalaya.

Komisioner KPU Kota Tasikmalaya Divisi Teknis Ade Zaenul Mutaqin mengatakan, pada prinsipnya KPU akan menampung semua keinginan dari berbagai unsur terutama Parpol untuk mengusulkan penambahan dapil menjadi lima dapil di Kota Tasikmalaya.

“Kita mengacu pada prinsip kesetaraan nilai suara, profesionalitas, kohesifitas, integralitas wilayah, cakupan yang lebih luas dan prinsip kesinambungan,” kata Ade saat Rakor uji publik usulan pendataan Dapil Kota Tasikmalaya pada Pileg dan Pemilu 2019 di Ballroom Hotel Santika, Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/2/2018).

Hasil rakor nanti akan menjadi pembahasan untuk selanjutnya diserahkan ke KPU Pusat dan diputuskan.
Menurut dia, pada dasarnya prinsip penambahan dapil hanya bisa dilakukan jika ada penambahan penduduk dan menyebabkan melebihi keterwakilan 12 kursi.

“Selain itu karena adanya pemekaran wilayah. Untuk Kota Tasikmalaya, sejauh ini belum ada pemekaran, sehingga akan tetap menggunakan empat dapil,” kata dia.

(Seda/LIN)

Cemari Citarum, Tiga Pemilik Pabrik Ditetapkan Tersangka

0
Sedimentasi Citarum (Foto: web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menetapkan tiga tersangka yang masing-masing merupakan pemilik industri pencelupan tekstil di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung. Mereka dipastikan melanggar karena membuang limbah yang belum diolah ke Sungai Citarum.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi mengatakan, ke tiga industri itu adalah EW, CHR, dan ELV yang semuanya bergerak di industri tekstil di Soreang.

“Kami sudah gelar perkara. Jadi yang tiga ini sudah naik sidik,” kata Samudi di Bandung, Jumat (9/2/2018).

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Kepolisian akan segera melengkapi berkas administrasi penyidikan untuk selanjutnya dikiri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Samudi menjelaskan bahwa dari hasil uji laboratorium, limbah ke tiga industri itu tidak diolah terlebih dahulu. Limbah itu langsung dibuang ke Sungai Citarum tanpa proses IPAL.

Meski tidak merinci, pihaknya memastikan bahwa limbah ke tiga industri yang dibuang itu mengandung bahan-bahan berbahaya. Dari 31 industri yang dilaporkan Tim Satgas Citarum Harum, kata dia, pihaknya bersama dinas lingkungan hidup masing-masing daerah telah memeriksa 25 sampel limbah pabrik

Lebih lanjut dia katakan, dari 31 industri yang dilaporkan Tim Satuan Tugas Citarum Harum, pihaknya bersama dinas lingkungan hidup masing-masing daerah sudah memeriksa 25 sampel limbah pabrik di antaranya.

“Yang tiga (industri) tadi sudah naik penyidikan, empat lagi akan gelar perkara minggu depan, kalau unsur terpenuhi, alat bukti ada, bukti pendukungnya ada, akan ditetapkan juga,” katanya.

Dia menyebut bahwa industri itu berada di Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Kota Cimahi. Namun, tambah dia, dari 31 industri yang dilaporkan, empat industri di antaranya protes karena merasa sudah mengolah limbahnya dengan baik.

“Mereka merasa sudah baik mengolah limbah. Setiap bulan sudah dicek oleh DLH,” jelas dia.

Dia mengimbau agar para pengelola industri mengikuti aturan yang ada dengan mau mengolah limbah secara baik. Hal itu mudah jika manajemen pabrik punya kemauan.

“Untuk mengetahui kalau limbahnya sudah bersih, tinggal bikin kolam limbah, lalu masukkan ikan. Kalau ikan hidup, berarti sudah benar mengolahnya,” kata dia.

Pihaknya pun akan terus menegakkan hukum agar memberi efek jera.

(**)

Jelang Pilkada, TNI/Polri Kompak Amankan Wilayah Teritorial

0
Jelang Pilkada, TNI/Polri Kompak Amankan Wilayah Teritorial. (FOKUSJabar/Boip)
BANJAR, FOKUSJabar.id: Kapolres Banjar AKBP Twedi Ab, dan Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Arm Reza Nur Fatria menaiki Baracuda dalam patroli keamanan menjelang Pilkada Serentak 2018 di seluruh wilayah Kota Banjar.
Uniknya, kedua pimpinan pengendali keamanan ini terlihat akrab dan serius bekerjasama untuk memastikan kesigapan keamanan.
“Sengaja kami lakukan patroli bersama seluruh personil untuk mengecek situasi dan menjamin situasi agar selalu kondusif, patroli ini pun menunjukan bahwa POLRI dan TNI siap mengamankan jalannya Pilkada nanti,” kata dia, Jum’at (09/02/2017).
Kapolres Banjar AKBP Twedi Ab, dan Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Arm Reza Nur Fatria menaiki Baracuda. (FOKUSJabar/Boip)
Selama patroli, mereka berdua terus melakukan diskusi ringan. Bisa jadi pembahasan itu mengenai strategi antisipasi gangguan keamanan.
“TNI-POLRI di Kota Banjar Siap mengamankan jalannya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjar,” pungkasnya.
 (Boip/Vetra) 

Dusun Pasirpeuteuy Bisa Dijadikan Tujuan Agro Wisata

0
Dusun Pasirpeuteuy Bisa Dijadikan Tujuan Agro Wisata.(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dusun Pasirpeuteuy Desa Pawindan Kecamatan/Kabupaten Ciamis bisa dijadikan potensi agro wisata karena daerah tersebut sudah tersedia kebun sayuran. Demikian dikatakan Bupati Kabupaten Ciamis H Iing Syam Arifien, Jumat (9/2/2018).

Iing menjelaskan, di Dusun Pasirpeuteuy saat ini sudah tersedia kebun sayuran yang bisa dijadikan tempat wisata maupun belajar bagi kelompok-kelompok tani dari daerah lain dalam mengembang potensi daerahnya.

“Saya inginkan tempat ini dijadikan tempat belajar bagi kelompok tani dari daerah lain maupun anak-anak sekolah dalam mempelajari ilmu pertanian,” katanya.

Dengan belajarnya anak-anak sekolah di tempat tersebut, Iing berharap mereka bisa menyerap ilmu pertanian.

“Anak-anak paling gampang menyerap transfer ilmu pengetahuan sehingga jika ditempat ini mereka belajar ilmu pertanian kelak bisa bermanfaat untuk mereka,” ucapnya.

BACA JUGA:

Gempa Garut Terjadi akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Sementara itu, Subita Al- Marjuk tokoh masyarakat, menyambut baik daerahnya dijadikan tempat wisata pertanian (Agro Wisata).

“Mudah-mudahan saja dengan dijadikanya tempat wisata pertanian kesejahteraan warga disini semakin meningkat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Vetra))