spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7607

DPRD Jabar Apresiasi Kepemimpinan Aher-Deddy Mizwar

0
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama pimpinan DPRD Jabar Irfan Suryanagara (foto IST)
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama pimpinan DPRD Jabar Irfan Suryanagara (foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyebut bahwa secara keseluruhan, pembangunan sektor di seluruh bidang di Jabar mengalami kenaikan. Bahkan persentasenya diatas rata-rata capaian nasional dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian dikatakan Aher saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2017 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) 2013-2018 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sebagai gambaran, kata dia, laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 1,39 persen. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan keberhasilan Pemprov Jabar yang bisa mengendalikan LPP sebesar 0.04 persen dari kondisi tahun 2016 sebesar 1,43 persen.

Kemudian capaian Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) pada tahun 2017 sebesar 70,77 poin, atau meningkat 0.72 poin dari kondisi tahun 2016 yang hanya 70,05 poin. IPM itu terdiri dari indeks pendidikan 2017 sebesar 62.19 poin, indeks kesehatan 81,18 poin dan indeks daya beli 2017 mencapai 70,22 poin.

Kondisi perekonomian global, regional dan nasional yang dinamis pada tahun 2017 mendorong Pemprov dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja keras menjaga tren positif perekonomian Jabar, sehingga berhasil mencapai Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 5,29 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,19n persen.

Kemudian laju inflasi bisa dikendalikan sebesar 3,63 persen atau lebih rendah dibanding laju inflasi nasional sebesar 3,61 persen, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp27,96 juta, atau meningkat sebesar Rp1,04 juta dibanding tahun 2016 sebesar Rp26,92 juta rupiah. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga bruto (ADHB) mencapai Rp37,18 juta atau meningkat sebesar Rp2,30 juta dibanding tahun 2016 sebesar Rp34,88 juta.

“Untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada keberhasilan pembanguan ekonomi itu, Pemprov Jabar bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat,” kata dia.

Aher mengatakan bahwa keberhasilan pemerataan ekonomi tersebut ditunjukan dengan menurunnya indeks dari 0,40 poin pada tahun 2016 menjadi 0.39 poin pada tahun 2017. Menurunnya tingkat kemiskinan dari 8,77 persen tahun 2016 menjadi 7,83 persen pada tahun 2017, kondisi ini lebih rendah dari tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 10,12 peren. Selain itu, perluasan kesempatan kerja yang ditunjukkan oleh menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 8,89 persen pada tahun 2016 menjadi 8,22 persen di tahun 2017.

Selain capaian gemilang kinerja pemerintah kurun waktu setahun, Jabar pun telah berhasil meraih 41 anugerah nasional dalam berbagai bidang pembangunan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap prestasi kolektif Pemprov Jabar dengan dukungan kuat dari DPRD Jabar, kerjasama pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi dan seluruh masyarakat Jabar sebagai manifestasi dari konsep pembangunan Jabar Masagi,” jelas dia.

Sementara itu Pimpinan DPRD Jabar Irfan Suryanagara mengapresiasi pemerintah Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar pada periode 2013-2018.

“Kami melihat Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Aher-Deddy Mizwar mengalami kenaikan signifikan serta kemajuan-kemajuan,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, hasil dan capaian positif tersebut dapat dilihat dari prestasi-prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama periode 2013-2018.

“Jadi Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar ini mendapat penghargaan hampir 160 lebih. Kami melihat pemerintahan di bawah Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar cukup berhasil,” kata dia.

Irfan pun mengakui bahwa Pemprov Jabar cukup berhasil mendekatkan pelayanan, fasilitas dan sarana umum bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan dengan diadakannya puskesmas rawat inap, pendidikan dengan adanya kelas jauh, hal itu salah satu bentuk daripada mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Transportasi seperti jalan 98 persen dalam keadaan mantap, lalu laporan administrasi keuangan tujuh kali berturut turut mendapat hasil yang baik, lakip baik” kata dia.

Irfan memandang bahwa hingga saat ini pasangan Aher – Demiz telah berhasil menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

(LIN)

Gomez Tak Ingin Timnya Ulangi Kesalahan

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan menghadapi Mitra Kukar pada pertandingan kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Peltih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez langsung fokus menyiapkan anak asuhnya. Dia tak ingin timnya gagal mengamankan poin penuh.

Sebelumnya, pada dua laga tim kebanggaan Bobotoh hanya mampu meraih satu poin, hasil dari bermain imbang versus PS TIRA.

” Karena kita harus bekerja untuk hadapi laga berikutnya. Pasalnya, di dua pertandingan kita kehilangan lima poin dan itu terlalu banyak,” kata Gomez, Selasa (3/4/2018).

Pada dua laga sebelumnya, Persib mampu unggul 1-0 di babak pertama. Namun, di babak kedua tim lawan bisa mencetak gol.

” Karena kita juga sudah unggul di babak pertama tapi selalu kecolongan di babak kedua jadi kami harus bekerja keras mengahadapi pertandingan berikutnya,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Gomez Pantau Persib dari Argentina

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez baru memimpin kembali tim Maung Bandung pada sesi latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

Sebelumnya, Gomez harus pulang ke Argentina karena mendampingi istrinya yang sedang sakit. Sehingga dia absen mendampingi timnya pada dua pertandingan menghadapi PS TIRA di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Senin (26/3/2018) dan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu (1/4/2018).

Gomez mengaku, selama berada di Argentina, komunikasi dengan staf pelatih tetap berjalan. Bahkan, dia juga memantau perkembangan anak asuhnya.

” Untuk pertandingan pertama saya menyaksikan dari video dan mereka kecolongan di menit 95. Dan untuk pertandingan kedua, kemasukan gol dalam tiga menit. Itu waktu yang sangat sedikit,” kata Gomez, Selasa (3/4/2018).

Gomez menambahkan, masalah konsentrasi menjadi hal yang harus dibenahi. Karena, dari dua laga tersebut tim lawan selalu bisa mencetak gol di babak kedua.

“Saya pikir itu masalah konsentrasi, karena ketika masuk ke babak kedua dan sudah unggul 1-0 dan hanya butuh waktu tiga menit untuk membalikan keadaan itu tidak normal,” jelasnya.

(Arif/Bam’s) ‎

Hujan Disertai Angin Terjadi di Daerah Jabar

0
Angin
(foto BMKG)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Hujan deras disertai petir dan angin kencang akan terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar) pada Selasa (3/4/2018) malam. Diantaranya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar.

Informasi tersebut ditulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI dalam situs resminya www.bmkg.go.id.

BACA JUGA: Sukaharja, Ciamis, Diterjang Angin Kencang

Sementara, potensi kecepatan angin di Garut, Tasikmalaya dan Banjar pada malam saat hujan berkisar 9-10 kilometer per jam. Dengan suhu udara 24 derajat celsius dan kelembaban 85 persen. Dan pada dini hari, ketiga daerah tersebut akan berawan tebal tanpa diguyur hujan.

(Ibenk)

Rektor Uniga Sebut Korupsi Biang Kehancuran Bangsa

0
Rektor Uniga, A. Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id : Dalam rangka pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Asosiasi Perguruan Tinggi  Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah IV mengadakan seminar pencegahan korupsi di Gedung Pendopo,  Selasa (3/4/2018).

Rektor Universitas Garut (Uniga), Abdusy Syakur Amin menyebut, seminar tersebut sebagai bentuk pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini dan  akan menjadi sebuah pelajaran bagi mereka yang akan menduduki suatu jabatan.  Terlebih, para mahasiswa yang akan bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Syakur berharap, para mahasiswa dapat memahami bagaimana bahaya korupsi pada sebuah instansi. Menurutnya, bahaya korupsi tidak dirasakan saat ini, tetapi dapat merusak berbagai liding sektor di lingkungan pemerintahan dan swasta.

” Korupsi dapat dicegah dari sekarang,” ungkapnya.

Sanksi bagi para koruptor harus tegas. Dengan begitu, ada efek jera.

Syakur juga berharap, bahaya korupsi harus terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahuinya.

” Korupsi merupakan biang kehancuran bangsa,” tutup Syakur Amin.

(Andian/Bam’s) 

Kembali dari Argentina Gomez Langsung Pimpin Latihan Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah absen pada dua pertandingan kompetisi Liga 1 2018, Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez kembali memimpin latihan Persib di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

Gomez sebelumnya absen pada dua pertandingan menghadapi PS TIRA dan Sriwijaya FC, karena sebelumnya harus pulang ke Argentina selama sepekan untuk menemani sang istri yang sedang sakit.

“Saya senang bisa kembali ke sini, karena kalian tahu sebelumnya saya punya masalah mengenai istri saya,” kata Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).

Menurut pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara Piala AFC 2015 ini, kondisi istrinya semakin membaik. Sehingga, dia bisa kembali ke Bandung untuk bekerja bersama tim Maung Bandung.

“Sekarang kondisi dia sudah membaik, memang masih perlu dilakukan analisis lanjutan, tapi dia sudah lebih baik dan saya harus segra kembali untuk bekerja bersama Persib Bandung,” jelas Gomez. (Arif)

Mantan Pemain PSGC Ini Ikut Seleksi Persib

0
pemain lokal Persib Ahmad Rajendra (foto Arif)
pemain lokal Persib Ahmad Rajendra (foto Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali menggelar latihan di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018). Latihan itu sebagai persiapan menghadapi pertandingan kandang kontra Mitra Kukar, Minggu (8/4/2018).

Pada kesempatan tersebut terlihat salah satu pemain lokal yang sedang mencoba peruntungannya di tim Maung Bandung untuk musim kompetisi 2018. Pemain tersebut adalah Ahmad Rajendra.

Pemain yang sebelumnya sempat bergabung dengan Diklat Persib itu mengaku senang bisa kembali ke Bandung dan berpeluang berkontum Persib.

“Senang, karena awalnya saya juga dari Diklat Persib 2014 jadi bisa main sama senior. Dulu bareng Febri dan Henhen,” kata Rajendra seusai mengiuti seleksi, Selasa (3/4/2018).

Persib menurutnya merupakan tim besar, sehingga banyak pemain yang ingin bergabung di tim Maung Bandung. Sebelumnya, dia sempat bermain di klub Liga 2 yakni PSGC Ciamis.

“Musim lalu PSGC Ciamis, musim kemarin sempat tanda tangan kontrak sama Persis Solo. Tapi karena alasan teknis, akhirnya nggak jadi,” kata dia.

(Arif/LIN)