spot_imgspot_img
Selasa 31 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7624

Sesuai Aturan PON, PABBSI Tak Akan Tambah Jumlah Nomor Pertandingan di Porda Jabar XIII

0
Sesuai Aturan PON, PABBSI Tak Akan Tambah Jumlah Nomor Pertandingan di Porda Jabar XIII. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : ‎Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Barat menegaskan tidak akan menambah jumlah nomor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018.

Total nomor pertandingan di cabang olahraga angkat besi, angkat berat dan binaraga pada Porda Jabar XIII tahun 2018 mendatang di Kabupaten Bogor sebanyak 43 nomor.

Ketua Pengprov PABBSI Jabar, Maman Suryaman menuturkan, nomor yang dipertandingkan di tiga disiplin cabang olahraga ‎pada Porda Jabar XIII tahun 2018 akan tetap sama seperti saat babak kualifikasi lalu. Dati total 43 nomor, terbagi di cabang olahraga angkat besi putri sebanyak delapan nomor, angkat besi putra sebanyak sembilan nomor, angkat berat putra sebanyak delapan nomor, angkat berat putri sebanyak delapan nomor, dan binaraga sebanyak 10 nomor.

“Permohonan tambahan nomor atau tambahan medali di Porda Jabar XIII, khususnya di angkat besi dan angkat berat, diminta pengcab PABBSI kota dan kabupaten saat rakerprov akhir pekan lalu. Tapi kami ‎tetap tidak akan mengubah jumlah nomor sesuai babak kualifikasi,” ujar Maman saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (27/3/2018).

Maman menambahkan, nomor yang dipertandingkan di ajang Porda Jabar XIII mengacu pada nomor yang dipertandingkan di PON. Sehingga yang dihitung dari setiap nomor, khususnya di angkat besi dan angkat berat, yakni total angkatan dari setiap nomor bukan per angkatan.

“Kenapa kita sesuaikan dengan aturan dan nomor di PON, karena Porda Jabar XIII sendiri merupakan miniatur PON XX yang menjadi salah satu persiapan kita mempertahankan juara umum di PON,” tuturnya.

Sementara untuk satu nomor pertandingan, minimal harus diikuti oleh tiga atlet yang berasal dari tiga kota/kabupaten berbeda. Untuk itu, pihaknya berharap setiap kota dan kabupaten yang sudah meloloskan atletnya di babak kualifikasi bisa mengirimkannya di ajang Porda Jabar XIII.

“Semoga saja setiap daerah yang sudah meloloskan atletnya bisa mengirimkannya sehingga semua nomor bisa memenuhi kuota minimal dan bisa dipertandingkan. Ini tidak hanya sebagai persiapan kita untuk PON XX, tapi juga menjadi salah satu tahapan dari pembinaan atlet di PABBSI,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Cagub Deddy Mizwar Janjikan Pengembangan Jabar Selatan

0
Cagub Deddy Mizwar saat kampanye di Pangandaran
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Deddy Mizwar menjanjikan fasilitas infrastruktur di wilayah Jabar Selatan dengan tiga wilayah sorotan yaitu, Pangandaran, Sukabumi dan Cianjur.
Menurutnya, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka menjadi akses penunjang akses utama untuk meningkatkan ekonomi Jabar selatan.
 
“Jadi Pangandaran, Pelabuhan Ratu dan BIJB ini kita jadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ada investor di sini yang akan mengembangkan secara ekonomi dan komitmen Pemerintah menciptakan Indrastruktur,” ujar Deddy Mizwar di Pangandaran, Selasa (27/3/2018).
Bahkan, dengan optimalisasi fasilitas infrastruktur tersebut akan mempercepat pembangunan di Pangandaran. Salahsatunya, akan mempercepat pengembangan Bandara Nusawiru.
“Seperti Nusawiru akan dikembangkan supaya Boeing bisa masuk kemari. Kemudian Tol Cigatas menuju Pangandaran, kalau ada kawasan ekonomi khusus maka Pemerintah akan memberikan fasilitas infrastruktur untuk mendukung,” katanya.
Tidak hanya itu, pembangunan pelabuhan di Pangandaran dan Sukabumi akan terselesaikan. Bahkan, pembangunan pelabuhan di Pantai Cidaun Cianjur akan dibangun. “Pelabuhan regional juga akan diselesaikan, Pelabuhan Ratu dan Pangandaran. Insya Alloh di Cidaun ada Pelabuhan Samudra,” katanya.
Deddy menambahkan, untuk merealisasikan itu Pemerintah Provinsi sudah bekerjasama dengan 17 Kementrian.
“Bagaimana percepatan ekonomi di Jabar selatan ini sekarang 17 Kementrian sedang mambahas itu. Jadi Pemerintah Daerah tidak mungkin menyelesaikan semuanya,”
“Kalau sudah ada pelabuhan maka akan ada perubahan, kapal – kapal besar akan diberikan. Sekarang percuma juga kalau ada kapal besar tapi gak bisa masuk,” tambahnya.
(Adie/Bam’s)

Ini Kata Penjabat Bupati Garut saat Melantik Kades Sukahurip

0
Kades Sukahurip dilantik Penjabat Bupati

GARUT, FOKUSJabar.id : Kepala Desa (Kades) Pemilihan Antar Waktu (PAW) Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Supiat usai dilantik Penjabat Bupati Garut, Koesmayadi Tatang Padmadinata, di Aula Desa setempat, Selasa (27/3/2018).

Pada kesempatan itu, Penjabat Bupati Garut mengingatkan para Kades agar tidak tergiur hal-hal yang nantinya berurusan dengan hukum.

Koesmayadi berharap, Kades baru bisa membawa dampak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan yang ada di masyarakat serta bisa lebih menata program dalam struktur pemerintahan.

Selain itu, dia meminta Kades dan perangkatnya bisa membuka lahan kehidupan yang akan menyejahterakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan daerah.

” Tumbuhkan kembali budaya gotong royong dan silaturahmi. Jaga selalu persatuan serta kesatuan agar masyarakat merasa nyaman dan tentram,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Wali Kota Tasikmalaya: Membangun Jangan Sampai Merusak Lingkungan

0
(FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Sesuai visi Kota Tasikmalaya tahun 2025 menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) terus bekerja untuk mewujudkannya yang telah tertuang dalam RPJMD.

” Penyusunan RPJMD Kota Tasikmalaya 2015/2025 sudah masuk tahap ketiga. Karenanya, harus benar-benar sesuai dengan kondisi daerah. Termasuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan,” sebut Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

Menurut Budiman, pembangunan yang sedang gencar kita laksanakan jangan sampai mengganggu lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat. Begitupun program pembangunan yang akan dilaksanakan wajib dilakukan terlebih dulu kajian lingkungan hidup strategis.

Pembangunan dan masalah lingkungan hidup merupakan satu kerangka yang tidak bisa terpisahkan. Artinya, harus dipatuhi dan dijaga bagi seluruh stakeholder. Baik pemerintah maupun dunia usaha dalam melakukan pembangunan di Kota Tasikmalaya.

” Kita boleh membangun daerah demi kemajuan sektor ekonomi, perdagangan dan sektor industri, tetapi tidak merusak lingkungan. Salah satu syaratnya, wajib melalui kajian lingkungan hidup strategis untuk menjaga keberlangsungan pembangunan yang berkelanjutan dengan didukung kondisi lingkungan yang sehat dan nyaman,” pungkasnya.

(Seda/Bam’s)

Pasca Banjir Bandang, DPC Hanura Kota Bandung Gelar Bakti Sosial

0
(FOKUSJabar/Budi)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasca terjadinya banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Bandung Timur Beberapa Waktu Lalu, jajaran Partai Hanura Dewan Pimpinan Cabang Kota Bandung melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagi-bagikan sembako kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati Kota Bandung.

Bendahara Partai Hanura DPC Kota Bandung, Ayu Rosa yang di dampingi ketua DPC H. Endun Hamdun beserta jajaran mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan terjadinya musibah yang melanda kawasan tersebut. Pasalnya, banyak rumah dan bangunan menjadi rusak karenanya.

Ayu Rosa, Bendahara Partai Hanura DPC Kota Bandung. (FOKUSJabar/Budi)

“Tentunya kita empati, kami memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, terutama sembako,” ucap Ayu kepada wartawan di Jalan Cikampek, Senin (27/3/2018) malam.

Menurutnya, terjadinya banjir bandang diakibatkan oleh rusaknya Kawasan Bandung Utara (KBU). Banyaknya pembangunan menjadikan daerah resapan air menjadi sangat minim.

“Harus ada terobosan dari pemerintah untuk dapat mengendalikan KBU ini. Ujung-ujungnya kan warga juga yang terkena imbasnya,” pungkasnya.

(Budi/LIN)

Penjabat Bupati Garut Ingin SKPD segera Realisasikan Penyerapan Anggaran Triwulan 1

0
Koesmayadie TP (Foto: Bambang Fouristian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Daya serap anggaran triwulan 1 Kabupaten Garut mencapai 92 persen atau berada dibawah Provinsi Jawa Barat yang mencapai 97 persen. Untuk itu, Penjabat (Pj) Bupati, Koesmayadi Tatang Padmadinata menegaskan, seluruh SKPD yang belum merealisasikan segera melaksanakannya.

Jika tidak, permasalahan tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja SKPD itu sendiri. Dia pun meminta para Kepala SKPD untuk segera membayarkannya agar daya serap tersebut terlihat.

” Kita dipacu waktu, karena bila tidak akan berpengaruh pada target triwulan berikutnya,” kata Koesmayadi.

Menurutnya, jika penyerapan kurang dari target, maka akan menjadi preseden buruk terhadap manajemen pengelolaan anggaran di Kabupaten Garut.

” Jika penyerapan anggaran kurang dari target, maka akan menjadi preseden buruk terhadap manajemen pengelolaan anggaran di Garut,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Kader Kesehatan di Ciamis Harus Bantu Puskesmas Mencari Pengidap TB

0
Kegiatan Refreshing Kader TB dalam rangka Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia di Aula Puskesmas Lakbok, Senin (26/3/2018)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sebanyak 60 orang kader kesehatan di wilayah Puskesmas Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis melaksanakan Refreshing Kader TB dalam rangka Hari Tuberculosis (TB) Sedunia di Aula Puskesmas Lakbok, Senin (26/3/2018).

Hari TB Sedunia sendiri jatuh pada tanggal 24 Maret. Dari kegiatan itu diharapkan para kader kesehatan mampu membantu puskesmas menemukan kasus TB di masyarakat.

“Kader kesehatan diundang dan diberi materi tentang TB supaya bisa membantu kita lah di puskesmas. Karena kemungkinan masih ada penderita TB yang tidak berobat ke puskesmas,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Lakbok, drg. Emay Marlina, usai menggelar acara.

Menurutnya, 60 kader kesehatan yang ikut kegiatan refreshing itu merupakan kader posyandu. Mereka harus memberi tahu orang sekitar mulai dari keluarga dan tetangga yang terserang bakteri TB agar mau memeriksakan diri ke puskesmas.

“Kalau misalkan ditemukan tanda-tanda bahwa ada yang TB, kader kesehatan itu harus memotivasi pasien agar mau diperiksa ke puskesmas,” ujar Emay.

Emay juga mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan kasus meninggal diakibatkan TB di Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis. Hanya saja ada 15 orang yang terserang TB di sana, mereka masih rutin memeriksakan diri ke puskesmas.

“Dari 15 orang yang TB itu rutin memeriksakan diri ke puskesmas. Satu orang yang sudah cukup parah, sedang dirawat di RSHS Bandung. Bakteri penyebab TB cukup berbahaya, penularannya dari 1 orang bisa ke 15 orang, bahkan jika tidak terobati mengakibatkan kematian,” pungkas Emay.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis didampingi Pengelola HIV/AIDS dan PIMS, Nova Dahliana mengungkapkan TB yang dulu dikenal dengan TBC adalah penyebab kematian ke-3 terbanyak di Indonesia. Pada 2008, kata Nova, di Indonesia ditemukan 535.000 kasus orang yang terserang TB. Dari jumlah tersebut sebanyak 88.113 orang meninggal karena TB.

“TB dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif atau usia yang masih aktif bekerja, 15-50 tahun dan anak-anak,” ucap Nova.

(Ibenk/Bam’s)