spot_imgspot_img
Jumat 17 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 65

Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Kota Tasikmalaya Sampaikan Evaluasi Penting

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala Kantor Kemenhaj Kota Tasikmalaya Husna Mustopa (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Seluruh jemaah haji asal Kota Tasikmalaya kini telah kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Kedatangan Kloter 29 pada pekan lalu resmi menjadi rombongan penutup yang mendarat di Kota Tasikmalaya dengan lancar dan selamat.

Meski secara umum berjalan sukses, pihak penyelenggara tetap memberikan perhatian serius terhadap sejumlah catatan kekurangan serta kritik dari para jemaah guna pembenahan sistem ke depan.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Tasikmalaya Kota Ajak Anggota Jaga Kepercayaan Publik

Lima Jemaah Asal Kota Tasikmalaya Wafat di Mekkah Akibat Cuaca Ekstrem

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustopa, melayangkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah, mulai dari pemberangkatan hingga proses pemulangan. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, Kemenhaj membawa kabar duka yang mendalam mengenai adanya 5 (lima) jemaah haji asal Kota Tasikmalaya yang wafat di Tanah Suci. Pihak otoritas Arab Saudi telah memakamkan kelima jenazah tersebut di Mekkah.

“Mudah-mudahan para jemaah haji Kota Tasikmalaya yang wafat di Tanah Suci mendapat tempat terbaik di surga Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran serta ketabahan,” ungkap Husna Mustofa di kantornya, Kamis (2/7/2026) sore.

Husna menjelaskan, rata-rata jemaah yang meninggal dunia mengalami gangguan kesehatan akibat faktor kelelahan fisik. Padahal, sebelum bertolak ke Arab Saudi, tim medis telah menyatakan seluruh jemaah lulus cek kesehatan dan masuk kategori layak terbang. Kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci serta padatnya aktivitas ibadah mendadak memperberat kondisi fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia).

Pengalaman Perdana Kemenhaj Kelola Haji Secara Mandiri

Musim haji tahun 2026 ini mengukir sejarah baru karena menjadi tahun pertama Kantor Kemenhaj Kota Tasikmalaya mengelola keberangkatan jemaah secara mandiri. Langkah ini menyusul pembentukan Kementerian Haji dan Umroh yang kini memegang penuh kewenangan hulu-hilir haji, menggantikan peran Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2026 ini memberikan pengalaman berharga dalam mengelola keberangkatan ibadah haji di Kemenhaj. Ke depan, kami berkomitmen menyempurnakan pelayanan haji, mulai dari bimbingan manasik, pemantauan kesehatan, hingga pendampingan di lapangan,” papar Husna.

Mengingat mayoritas kuota jemaah Kota Tasikmalaya didominasi oleh lansia, Kemenhaj menjadikan kesiapan fisik dan stamina tubuh sebagai catatan evaluasi paling krusial untuk penyelenggaraan mendatang.

Imbauan Penting: Calon Jemaah Haji 2027 Harap Bersiap Sejak Sekarang

Guna mengantisipasi risiko kesehatan dan administrasi, Husna meminta masyarakat yang masuk dalam daftar estimasi keberangkatan haji tahun 2027 untuk segera mencicil persiapan. Calon jemaah sebaiknya mengurus pemeriksaan kesehatan dini, pelunasan biaya, serta kelengkapan dokumen tanpa menunggu waktu mepet.

Masyarakat kini bisa memantau nomor porsi dan estimasi tahun keberangkatan musim haji 2027 secara mudah. Baik dengan mendatangi langsung Kantor Kemenhaj Kota Tasikmalaya maupun mengakses sistem aplikasi daring (online). Persiapan yang matang sejak jauh hari harapannya mampu meminimalkan risiko gangguan kesehatan saat jemaah menunaikan ibadah di Tanah Suci nanti.

(Seda)

Bupati Pangandaran Laporkan Kapal Tongkang Batu Bara Karam ke Kemenhub RI

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memanfaatkan agenda audiensinya bersama Kementerian Perhubungan secara maksimal. Selain menuntut perbaikan ratusan lampu jalan yang padam, Citra juga melaporkan insiden pencemaran dan keselamatan laut terkait sebuah kapal tongkang raksasa bermuatan batu bara yang karam di wilayah perairan Kabupaten Pangandaran.

Kapal berbobot raksasa dengan muatan mencapai 8.109 ton batu bara tersebut sudah terdampar selama hampir dua minggu tanpa ada tindakan evakuasi yang jelas dari otoritas terkait.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Adukan 500 Titik PJU Mati di Jalan Nasional ke Kemenhub RI

Kerap Kena Kritik Warga, Bupati Desak Kemenhub Ambil Tindakan Tegas

Citra menyampaikan kegelisahan tersebut secara langsung kepada Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Suntana di Jakarta. Langkah ini ia ambil karena masyarakat nelayan lokal mulai mengkritik pemerintah daerah akibat lambannya penanganan pencemaran laut tersebut.

Padahal, pihak Pemkab Pangandaran telah berulang kali melayangkan teguran dan berkomunikasi dengan manajemen perusahaan pemilik kapal tongkang.

“Saya membawa pesan langsung untuk menyampaikan ke Pak Wakil Menteri bahwa di perairan kami ada insiden kapal tongkang yang memuat batu bara seberat 8.109 ton. Sudah dua minggu kapal tongkang itu masih menetap di perairan kami. Pihak perusahaan mengklaim bahwa proses penanganan sedang berjalan, namun faktanya kapal belum bergerak,” ujar Citra, Kamis (2/7/2026).

Bupati perempuan ini mengkhawatirkan tumpahan atau keberadaan material batu bara tersebut merusak ekosistem laut, mengganggu wilayah tangkap ikan para nelayan tradisional, serta mengancam jalur keselamatan pelayaran kapal-kapal wisata.

Pertanyakan Status Pelabuhan Bojongsalawe yang Mangkrak

Bukan hanya urusan kapal karam, Citra juga menumpahkan kekecewaannya mengenai nasib proyek Pelabuhan Bojongsalawe Pangandaran. Infrastruktur megah tersebut sudah berdiri sejak lama namun hingga kini belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal karena minim aktivitas operasi.

“Kami belum mengetahui secara pasti penyebab pelabuhan tersebut belum bisa beroperasi optimal. Yang jelas, kami menginginkan fasilitas itu minimal bisa mengayomi aktivitas para nelayan lokal kami di sana,” tegas Citra.

Bupati mendesak Kemenhub segera memfungsikan Pelabuhan Bojongsalawe agar investasi negara tersebut tidak mubazir dan bisa beralih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi para nelayan di kabupaten terbungsu se-Jawa Barat ini.

(Sajidin)

Bupati Pangandaran Adukan 500 Titik PJU Mati di Jalan Nasional ke Kemenhub RI

0
Pangandaran, FOKUSJabar,.id
Poto: Suasana pemerintah kabupaten Pangandaran saat audensi dengan Kementerian Perhubungan RI (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Langkah berani diambil oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, demi menjaga keselamatan warganya dan kenyamanan wisatawan. Citra mendatangi Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia di Jakarta untuk mengadukan langsung buruknya kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur nasional wilayah Kabupaten Pangandaran.

Dari total 992 titik lampu jalan yang berada di bawah otoritas Kemenhub, sekitar 500 titik atau lebih dari setengahnya saat ini dalam kondisi mati permanen alias padam total.

Lewati Kawasan Hutan Emplak, Jalur Gelap Picu Rawan Kecelakaan

Citra menyampaikan nota keberatan tersebut secara langsung saat menggelar audiensi tatap muka bersama Wakil Menteri Perhubungan, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Suntana. Didampingi jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Pangandaran, Citra merinci bahwa dari total 992 PJU, sebanyak 772 unit mengandalkan sistem tenaga surya (solar cell) dan sisanya merupakan lampu konvensional.

“Yang menjadi permasalahan, dari 992 titik itu yang mati kurang lebih 500-an. Jadi lebih dari setengahnya mati. Kondisi ini tentu membutuhkan pemeliharaan secepatnya,” tegas Citra melalui unggahan video di akun media sosial resminya, Kamis (2/7/2026).

Bupati perempuan ini menegaskan bahwa masalah kegelapan jalan ini bukan perkara sepele. Banyak ruas jalan nasional di Pangandaran yang membelah kawasan hutan lebat, salah satunya di wilayah Emplak. Ketika malam tiba, hilangnya fungsi PJU menyulap kawasan tersebut menjadi gelap gulita dsn memicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Desak Balai Jalan dan Kemenhub Turunkan Tim Pemeliharaan

Sebagai wilayah dengan status kabupaten termuda atau terbungsu di Jawa Barat, Citra meminta Kemenhub memberikan perhatian khusus dsn segera menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan perbaikan total.

“Besar harapan kami kepada Pak Wamen, persoalan ini sangat penting sekali bagi kami. Minimal ada pemeliharaan agar seluruh lampu yang berjumlah 900-an itu bisa menyala kembali semuanya,” ungkap Citra.

Selain menyasar Kemenhub, Citra juga menuntut koordinasi cepat dan respons aktif dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pengelola infrastruktur jalan. Sektor ini terhitung sangat mendesak mengingat jalur nasional Pangandaran mengemban peran vital sebagai urat nadi logistik. Serta akses utama menuju kawasan pariwisata internasional di pantai selatan Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Citra juga memaparkan sekilas profil daerahnya yang mengayomi sekitar 440.000 jiwa penduduk yang tersebar di 10 kecamatan dsn 93 desa, guna meyakinkan kementerian bahwa Pangandaran membutuhkan dukungan pusat untuk berkembang.

(Sajidin)

Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Ciamis Salurkan Air Bersih untuk 429 Warga Desa Kawasen

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : BPBD Kabupaten Ciamis saat menyalurkan air bersih di Dusun Panamun Desa Kawasen Kecamatan Banjarsari

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyelamatkan ratusan warga Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pihak pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih menyusul kepungan musim kemarau yang mulai memicu krisis air untuk kebutuhan rumah tangga.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan bahwa petugasnya telah menerjunkan armada tangki air ke lokasi terdampak untuk membantu warga di dua rukun tetangga (RT).

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Unigal Ciamis soal Investasi Legal dan Pasar Moda

“Sumur-sumur milik warga saat ini sudah mulai mengalami kekeringan. Sehingga pasokan air untuk kebutuhan harian masyarakat berkurang drastis,” kata Ani Supiani, Kamis (2/7/2026).

Krisis Air Landa 429 Jiwa dalam Satu Dusun

Ani merinci, dampak kekeringan di Dusun Panamun Desa Kawasen ini mengancam hajat hidup ratusan jiwa yang tersebar dalam dua RT dan satu RW.

Berdasarkan data pendataan di lapangan, wilayah terdampak meliputi RT 26 dengan jumlah 242 jiwa, serta RT 27 yang mengayomi 187 jiwa. Dengan demikian, total warga yang sangat bergantung pada pasokan air tangki BPJS ini mencapai 429 jiwa.

Prediksi Kemarau Panjang: BPBD Minta Warga Hemat Air dan Cari Mata Air Baru

Mengingat estimasi musim kemarau tahun 2026 ini berpotensi berlangsung cukup panjang, Ani mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mulai mengubah pola konsumsi air harian. Pihak BPBD meminta warga menghemat penggunaan air. Terlebih aktif mencari titik-titik mata air alternatif yang masih mengalir di sekitar wilayah mereka.

“Kami mengimbau warga masyarakat untuk menggunakan air sehemat mungkin sesuai dengan keperluan pokok masing-masing,” jelas Ani.

Selain itu, Ani membuka ruang bagi wilayah lain di Kabupaten Ciamis yang mulai mengalami kesulitan serupa. Pihak Pemkab Ciamis meminta pengurus pemerintah desa setempat segera mengajukan surat permohonan bantuan air bersih resmi sesuai mekanisme yang berlaku. BPBD berjanji akan langsung menindaklanjuti setiap laporan masuk sesuai dengan kapasitas armada dan ketersediaan logistik yang ada.

(Husen Maharaja)

Perubahan Nama Jabar jadi Provinsi Sunda Dapat Angin Segar dari DPRD

0
Provinsi Sunda fokusjabar.id
Rd. H. Holil Aksan Umarzen

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Saat ini, nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum berubah dan masih sah secara hukum. Namun, wacana untuk mengubah nama menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Pasundan sedang di perbincangkan.

Setelah lebih dari satu dekade di perjuangkan, usulan tersebut kini mendapat angin segar setelah di bahas dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPRD Jawa Barat bersama koordinator dan pendukung usulan perubahan nama, Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:

Tak Punya TPA, Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat Sampah ke Pemprov Jabar

Hasil rapat menyepakati agar aspirasi tersebut di lanjutkan ke tahapan legislasi resmi melalui mekanisme yang akan di tentukan DPRD Jawa Barat.

Dewan Pembina Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis), Holil Aksan Umarzen menyambut baik dan bangga atas persetujuan DPRD Jawa Barat yang berencana menindaklanjuti aspirasi perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

“Keputusan tersebut merupakan hasil audiensi antara DPRD Jawa Barat dengan tim pengusul serta menjadi tonggak penting dalam perjuangan mengembalikan identitas historis dan kultural masyarakat Sunda,” katanya.

Menurut Holil, keputusan DPRD Jawa Barat tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah di lakukan oleh berbagai elemen masyarakat Sunda selama bertahun-tahun.

Dia turut menjadi bagian dari pengusung gagasan bersama tim Pengkaji Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat. Di antaranya Ganjar Kurnia, Adjie Esha serta para Prime Movers Kongres Sunda (Avi Taufik Hidayat, Andri Perkasa Kantaprawira) dan para Inohong Sunda yang melahirkan Maklumat Sunda Tahun 2022.

Aspirasi tersebut pernah di sampaikan secara resmi kepada Ketua DPD RI oleh Ketua LAK Galuh Pakuan R.M. Evi Silviadi bersama tokoh-tokoh Gerakan Pilihan Sunda (Andri Perkasa Kantaprawira, Hj. Eni Sumarni, Mayjen (Purn) Iwan Ridwan Sulanjana serta Ernawan S. Koesoemaatmadja) sebagai bagian dari ikhtiar konstitusional memperjuangkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

“Saya menyambut baik dan bangga karena perjuangan yang telah kami bangun akhirnya mendapat ruang pembahasan secara resmi di DPRD Jawa Barat. Ini bukan sekadar perubahan nama. Melainkan ikhtiar mengembalikan identitas, marwah dan peradaban Sunda yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia,” tegas Holil.

BACA JUGA:

Gugur Saat Selamatkan Siswi, Pemprov Jabar Beri Penghargaan Atas Keberanian Satpam Banjaran

Dia menilai, di tengah era modern yang di tandai dengan globalisasi, disrupsi teknologi, persaingan ekonomi dan kompetisi antarwilayah yang semakin ketat, setiap daerah di tuntut memiliki identitas yang kuat sebagai modal pembangunan.

Nama Sunda bukan hanya simbol budaya. Retapi merupakan aset strategis yang mampu memperkuat karakter masyarakat, meningkatkan daya saing daerah, membangun citra (regional branding), menarik investasi, mengembangkan pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan bahasa dan budaya, serta menjadi kebanggaan generasi muda.

“Di era modern, daerah yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah membangun kepercayaan, memperkuat daya saing dan di kenal di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, Provinsi Sunda merupakan pilihan yang visioner, strategis dan mendasar. Baik dari aspek sejarah, budaya, sosial, ekonomi, pendidikan maupun pembangunan jangka panjang,” ungkap Ketua Dewan Paripurna Forum Koordinasi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Jawa Barat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Holil menambahkan, nama Sunda memiliki legitimasi historis, filosofis, sosiologis dan kultural yang jauh lebih representatif di bandingkan sekadar penamaan berdasarkan posisi geografis sebagai Jawa Barat.

Nama tersebut merepresentasikan sebuah peradaban yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.

Meski demikian, perjuangan tersebut harus tetap di tempuh melalui mekanisme konstitusional, berdasarkan kajian akademik yang komprehensif serta melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Dengan begitu, hasil keputusannya objektif dan dapat di pertanggungjawabkan.

Dia juga mengapresiasi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat yang telah membuka ruang dialog dan memberikan persetujuan agar aspirasi tersebut di proses melalui tahapan legislasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga proses ini berjalan secara demokratis, ilmiah dan konstitusional. Apapun hasil akhirnya nanti, saya berharap seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan. Terpenting, nilai-nilai Sunda semakin hidup, budaya semakin lestari dan masyarakat Sunda semakin maju tanpa mengurangi semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuhnya.

Sebagai salah seorang pengusung sejak awal, Holil mengajak seluruh masyarakat Sunda untuk menjadikan momentum ini sebagai kebangkitan peradaban, bukan sekadar perubahan nomenklatur administratif.

BACA JUGA:

Kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, Dedi Mulyadi Targetkan Bandung Kembali Berwibawa

“Membangun Sunda bukan hanya membangun sebuah nama. Yang kita bangun adalah peradaban, karakter dan masa depan masyarakat Sunda agar mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah maju di Indonesia maupun di dunia,” tutup Holil yang juga Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).

(Bambang Fouristian)

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

0
Sawala Adat Budaya Sunda Nyai Tanggulun fokusjabar.id
Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah

GARUT, FOKUSJabar.id: Sawala Adat Budaya Sunda ke-X segera di gelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun di Kampung Cianten Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut di sambut baik Ketua Bidang Seni dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rachmansyah. Menurut Dia, Sawala Adat Budaya Sunda merupakan ritual turun-temurun.

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

“Kami tentunya menyambut baik kegiatan ini dengan hati yang lapang dan semangat tinggi,” ungkap Dia, Kamis (2/7/2026).

Sebagai informasi, Museum Bumi Nyai Tanggulun merupakan ruang seni dan budaya yang di kelola oleh Yayasan Bhakti Asih Bumi Tangulun.

Museum tersebut menampilkan karya seni dan peninggalan bersejarah lokal. Fasilitas ini menjadi pusat kegiatan edukasi untuk melestarikan budaya dan tradisi Sunda.

Menurut Rachmansyah, Sawala Nyai Tanggulun mengajarkan kita untuk mengenal akar sejarah sendiri dan memahami falsafah hidup leluhur.

Karenanya, sebagai tindak lanjut strategis, sejumlah langkah segera di lakukan. Di antaranya,  menyusun susunan acara dan menunjuk pemandu dengan pemahaman budaya yang memadai.

Menyiapkan busana, atribut dan perlengkapan adat sesuai standar nilai budaya yang berlaku.

BACA JUGA:

Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

“Acara sakralnya memberikan pengetahuan tentang 7 warisan leluhur Nyai Tanggulun (Pusaka lintas benua). Di antaranya, Qur’an/kitab kuno, Bokor peninggalan leluhur, Air Kahuripan, pohon Kelapa dan pohon Kawung),” ungkap Dia.

Bertindak sebagai pengarah kegiatan Sawala Adat Budaya Sunda ke-X, Dia menegaskan, peristiwa ini membuktikan kesungguhan PM Gatra dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian tradisi.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Pangandaran Pasang WiFi Publik Gratis di 6 Titik

0
WiFi Publik Gratis Pangandaran fokusjabar.id
WiFi Publik Gratis di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Nongkrong di Alun-alun Parigi atau upload sunset di Pantai Batukaras kini tak perlu boros kuota lagi karena Pemkab Pangandaran Jawa Barat (Jabar), resmi meluncurkan layanan WiFi Publik gratis di 6 titik strategis

WiFi Publik gratis Pemkab Pangandaran mulai berlaku Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA:‎

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

‎Program ini di garap Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian atau Diskominfo Pangandaran sebagai langkah memperluas akses digital dan mendorong ekonomi kreatif di daerah wisata.

‎Kepala Diskominfo Pangandaran, Tonton Guntari memastikan seluruh titik sudah bisa langsung di gunakan masyarakat dan wisatawan.

‎“Enam lokasi yang sudah aktif WiFi Publik gratis, UMKM Alun-alun Parigi, Pasar Gimbal Mangunjaya, Masjid Al-Jabbar Kalipucang, Taman Sunset Pangandaran, Pantai Batukaras dan Pantai Madasari,” kata Tonton.

‎”Cukup hubungkan smartphone, tablet atau laptop ke jaringan WiFi Publik yang tersedia. Tanpa biaya, tanpa registrasi ribet,” tambahnya.

‎Tonton menyebut, WiFi gratis ini punya dampak multisektoral.

‎“Bagi sektor ekonomi, fasilitas ini sangat mendukung pelaku UMKM untuk jualan online, memperluas promosi serta memudahkan transaksi digital,” katanya.

‎Untuk pelajar dan mahasiswa, WiFi ini bisa di pakai belajar atau kerja dengan gaya Work From Anywhere atau WFA.

‎“Sementara untuk pariwisata, wisatawan bisa langsung unggah keseruan secara real-time. Itu promosi gratis bagi destinasi wisata Pangandaran,” ujarnya.

‎Kepala Bidang Aptikasan Diskominfo Pangandaran, Galih Avomegi menjelaskan, 6 titik itu tidak asal pilih.

‎“Kami merujuk pada regulasi pusat. Area krusial seperti fasilitas umum, sentra ekonomi dan pariwisata unggulan harus ter-cover jaringan stabil,” katanya.

BACA JUGA:

SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

‎Langkah ini mengacu pada Surat Edaran Kemendagri Nomor 500.8.7/4586/Bangda, PP No46 Tahun 2021 dan Permendagri No15 Tahun 2024 tentang fasilitasi internet di ruang publik.

‎Ke depan, cakupannya akan di perluas. Hal ini sejalan dengan arahan pusat soal penanganan blankspot sampai tingkat desa.

‎”Kami akan terus evaluasi dan tambah titik penting lainnya di Pangandaran,” jelas Galih.

‎Program WiFi Publik ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-3 pemerintah untuk mendorong kewirausahaan, industri kreatif dan pembangunan infrastruktur.

‎Menurutnya, program Ini juga selaras dengan RPJMN 2025-2029 yang menjadikan transformasi digital sebagai prioritas.

‎“Target kami, literasi digital naik, UMKM maju dan daya saing pariwisata Pangandaran makin kuat di era digital,” kata Tonton. \\

(Sajidin)