spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 436

Ribuan Jamaah Siap Padati Taman Kota, “Samen DKM” Jadi Puncak Religi Akhir Tahun di Tasikmalaya

0
Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi
Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menjelang penghujung tahun 2025, suasana religius di Kota Tasikmalaya diprediksi mencapai momentum tertingginya. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Tasikmalaya tengah mempersiapkan gelaran akbar bertajuk “Samen DKM Se-Kota Tasikmalaya”, yang akan menghimpun ribuan jamaah di Taman Kota Tasikmalaya, (28 /12/025).

Acara tahunan yang memasuki tahun kedua ini bukan semata seremoni pergantian tahun, melainkan wadah mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan kembali ruh perjuangan Islam di kota yang terkenal sebagai “Kota Santri”.

Baca Juga: Ekonomi Priangan Timur 2025 Tumbuh Positif, KPPN Tasikmalaya Ungkap Kinerja Fiskal

Nadoman Jadi Primadona: Menghidupkan Tradisi yang Mulai Pudar

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kompetisi Nadoman, yaitu lantunan syair Islami atau puji-pujian sebelum iqamah tradisi kuno yang dulu menggema dari kampung ke kampung dan kini mulai jarang terdengar.

Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyampaikan bahwa setiap DKM dari seluruh kecamatan akan membawakan dua kategori lagu:

  • Lagu wajib bertema Tauhid Aqoidul Iman berdasarkan Kitab Majmu’atul Aqidah.
  • Lagu pilihan dengan tema bebas yang bernapaskan nilai-nilai Islami.

“Kita ingin tradisi puji-pujian kembali akrab di telinga masyarakat. Setiap kontingen diberi waktu 10 menit, mulai dari jam satu siang hingga menjelang Maghrib,” ujar KH Aminudin, Jumat (26/12/2025).

Refleksi Perjuangan Kyai Tasikmalaya

Memasuki pukul 20.00 WIB, suasana akan bergeser menjadi lebih khidmat. Puncak acara akan dibuka dengan pemutaran dokumentasi kegiatan DKM se-Kota Tasikmalaya. Kemudian berlanjut dengan tayangan menggugah mengenai perjuangan para kyai Tasikmalaya yang telah wafat.

“Ini bahan renungan bagi generasi muda. Kami ingin mereka melihat bagaimana para pendahulu memperjuangkan syiar Islam di kota ini,” tambahnya.

Sebelum pengumuman pemenang lomba, seluruh peserta juga akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud nasionalisme.

Benteng Aqidah Aswaja dan Penguatan Persatuan DKM

Di tengah derasnya arus ideologi modern, para pengurus DKM sepakat menjadikan momentum ini sebagai penguatan aqidah. Penyeragaman materi tauhid melalui Kitab Majmu’atul Aqidah harapannya dapat menyatukan frekuensi pengajian di seluruh masjid.

“Setiap DKM punya pengajian, dan kita ingin penyamaan materi untuk memperkuat Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah,” tegas KH Aminudin.

Aksi Solidaritas untuk Sumatera

Acara ini juga beriringan dengan kepedulian sosial. Bersama BAZNAS, panitia akan menyalurkan bantuan simbolis bagi korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Doa khusus akan dipanjatkan bagi keselamatan masyarakat di wilayah yang terdampak, sebagai bukti bahwa kepedulian DKM Tasikmalaya tidak mengenal batas wilayah.

Menguatkan Identitas Kota Santri

Melalui “Samen DKM”, harapannya seluruh pengurus masjid dapat memperkuat ukhuwah antarwilayah, melestarikan seni nadoman. Kemudian menjaga identitas Kota Tasikmalaya sebagai pusat pendidikan agama yang moderat serta kokoh dalam aqidah.

Bagi warga Tasikmalaya yang mencari suasana akhir tahun yang penuh makna, acara ini menjadi momentum untuk merasakan “Gema Tauhid” di jantung kota.

(Abdul)

Tas Hilang di Bandung, Keluarga Asal Surabaya Terpaksa Bertahan Hidup dari Masjid ke Masjid

0
Muhammad Aljufri Bersama Anak dan Istri Terlantar Berhari-hari di Kota Bandung
Muhammad Aljufri Bersama Anak dan Istri Terlantar Berhari-hari di Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Niat baik sebuah keluarga asal Surabaya untuk mencari lingkungan pendidikan terbaik bagi anaknya di Kota Bandung justru berubah menjadi pengalaman pahit. Muhammad Aljufri (38) harus menghadapi kenyataan kehilangan tas berisi uang dan dokumen penting, membuat dirinya, istri, dan anak-anaknya terkatung-katung tanpa tujuan.

Peristiwa itu terjadi, Minggu (21/12/2025). Saat singgah makan di sebuah rumah makan di kawasan ramai dekat Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tanpa disadari tas milik istrinya tertinggal. Di dalamnya terdapat uang, identitas, serta seluruh dokumen penting keluarga.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tegaskan Komitmen Jaga Kebun Binatang sebagai Ruang Hijau Kota

“Kami lagi makan, terus jalan. Pas sadar tas nggak kebawa, kami balik lagi. Tapi tasnya sudah tidak ada,” ujar Muhammad Aljufri saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (26/12/2025).

Sejak tas itu hilang, keluarga tersebut tidak lagi memiliki modal untuk kembali ke Surabaya. Upaya melapor ke kepolisian belum membuahkan hasil, sementara sisa uang hanyalah kembalian kecil di saku celananya.

Selama hampir lima hari, Muhammad Aljufri, istrinya, dan anak-anaknya, termasuk seorang bayi terpaksa berpindah dari satu masjid ke masjid lain untuk beristirahat. Mereka sempat mendatangi Stasiun Bandung, namun tidak mendapat izin untuk bermalam.

Dalam kondisi lelah dan kebingungan, Aljufri akhirnya mendatangi Polsek Sumur Bandung. Dari sana, ia diarahkan ke Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di kawasan Asia Afrika. Para petugas kemudian membantu proses administratif dan mengantarkan keluarga ini menuju terminal.

“Alhamdulillah, dari pospam Asia Afrika kami diantar, dibuatkan surat, dan akhirnya diantar ke terminal,” katanya.

Rencana Menempuh Pendidikan

Aljufri mengaku datang ke Bandung untuk melihat langsung lingkungan Pondok Pesantren Darut Tauhid. Ia berencana memindahkan putranya yang kini menempuh pendidikan tahfiz di Jawa Timur, memanfaatkan masa libur sekolah.

“Kami niatnya baik, ingin pindah pondok, cari yang terbaik buat anak,” tuturnya.

Dengan lima anak yang harus ia pikirkan masa depannya, Aljufri kini memilih kembali ke Surabaya. Namun, sebelum pulang, ia berencana singgah ke Tasikmalaya untuk menemui pamannya.

“Yang penting sekarang bisa hubungi keluarga, sudah agak tenang,” ujarnya.

Saat ini ia hanya memiliki fotokopi KTP sebagai identitas. Sementara semua dokumen asli, uang, dan surat-surat penting lainnya masih berada di dalam tas yang hingga kini belum ditemukan.

(Yusuf Mugni)

Toilet Umum di Pantai Barat Pangandaran Nyaris Ambruk, Wisatawan Keluhkan Fasilitas

0
Poto: Kondisi bangunan toilet di dekat pintu masuk Pantai Pangandaran nyaris roboh.
Poto: Kondisi bangunan toilet di dekat pintu masuk Pantai Pangandaran nyaris roboh.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kondisi bangunan toilet umum di dekat pintu masuk Pantai Barat Pangandaran memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya menunjang kenyamanan wisatawan itu nyaris ambruk dan menjadi sorotan para pengunjung.

Pantauan FOKUSJabar.id menunjukkan beberapa bagian atap penyangga yang terbuat dari kayu tampak patah. Sejumlah genting juga terlihat hampir jatuh. Lima pintu toilet yang tersedia bahkan dikunci rapat dan diikat menggunakan tali karena tidak dapat digunakan.

Baca Juga: 10 Pantai di Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

Maulana (28), wisatawan asal Tasikmalaya, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai fasilitas umum seperti toilet sangat penting bagi kenyamanan pengunjung.


“Saya tadi buru-buru mau buang air kecil, ternyata tidak bisa dipakai. Pas lihat ke atas, bangunannya juga hampir roboh,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (26/12/2025).

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki toilet umum itu demi kenyamanan wisatawan.


“Saya berharap toiletnya bisa segera diperbaiki,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disdikpora) Pangandaran, Dadan Sugistha, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait.


“Siap, nanti dikoordinasikan dengan Bapenda,” singkat Dadan melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Sarlan, memastikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan. Ia menyebut bagian atap yang patah akan diganti dalam waktu dekat.


“Nanti diperbaiki, kayu yang patah akan diganti,” ujarnya.

(Sajidin)

Pemkot Bandung Tegaskan Komitmen Jaga Kebun Binatang sebagai Ruang Hijau Kota

0
Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat
Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam menjaga kawasan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus memastikan ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

Dengan luas sekitar 11,7 hektare, Kebun Binatang Bandung memiliki posisi strategis sebagai ruang hijau di tengah padatnya perkotaan. Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan ini juga berfungsi sebagai penyangga ekologis dan ruang interaksi sosial bagi warga.

Baca Juga: Ramp Check Nataru, Satu Bus di Cicaheum Tidak Laik Jalan, Penumpang Dialihkan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa perlindungan terhadap Kebun Binatang Bandung sebagai RTH merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan memberikan ruang publik yang layak bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ruang hijau di tengah kota ini sangat penting, bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kualitas hidup warga,” ujar Farhan, Jumat (26/12/2025).

Farhan menjelaskan, pengelolaan operasional Kebun Binatang Bandung berada di bawah Yayasan Margasatwa Taman Sari. Sementara izin konservasi satwa sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan. Karena itu, Pemkot Bandung memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

“Kewenangan izin konservasi ada di Kementerian Kehutanan. Pemerintah kota tentu harus berhati-hati agar tidak melampaui aturan,” katanya.

Pemkot Bandung juga memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi perhatian, termasuk pemantauan pemberian pakan serta koordinasi rutin dengan kementerian terkait. Selain itu, pengelolaan aset daerah seperti Kebun Binatang Bandung diarahkan agar memberikan manfaat bagi publik. Tentunya tanpa mengesampingkan fungsi konservasi dan lingkungan.

Farhan meyakini mempertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai ruang hijau publik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.

“Keberadaan kawasan hijau ini diharapkan dapat terus menjadi ruang interaksi sosial sekaligus penyangga ekologis di pusat Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ekonomi Priangan Timur 2025 Tumbuh Positif, KPPN Tasikmalaya Ungkap Kinerja Fiskal

0
Ket foto : Kepala KPPN Tasikmalaya Zaenal Abidin, Saat Pemaparan Kinerja APBN di wilayah Priangan Timur akhir tahun 2025 (fokusjabar/Seda)
Ket foto : Kepala KPPN Tasikmalaya Zaenal Abidin, Saat Pemaparan Kinerja APBN di wilayah Priangan Timur akhir tahun 2025 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Laju pertumbuhan perekonomian nasional maupun regional Priangan Timur hingga akhir 2025 masih menunjukkan tren positif. Stabilitas dan kesinambungan kinerja fiskal tercermin dalam rilis kondisi fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yang dipaparkan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya.

Kepala KPPN Tasikmalaya, Zaenal Abidin, mengatakan perekonomian Indonesia dan Priangan Timur terus tumbuh meski tekanan global akibat perang dagang AS–Tiongkok masih berlangsung.

BACA JUGA: Dugaan TPPO Kamboja, Ketua DPRD Dorong Pemkot Tasikmalaya Bergerak Cepat

“Prospek pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun di wilayah Priangan Timur hingga November 2025 tetap positif dan tangguh,” ujar Zaenal Abidin, Jumat (26/12/2025).

Pertumbuhan Ekonomi dan Faktor Pendorong

Zaenal menjelaskan, kinerja APBN baik nasional maupun regional berkontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Proyeksi pertumbuhan global tetap stabil:

  • Bank Dunia (Juni): 2,3%
  • IMF (Oktober): 3,2%
  • OECD (Desember): 3,2%
  • Bloomberg (Desember): 2,9%

Indonesia disebut mengalami pemulihan ekonomi yang kuat, ditandai dengan penguatan nilai tukar rupiah, membaiknya iklim investasi, masuknya modal asing sejak Oktober 2025, serta meningkatnya optimisme publik.

“Manajemen inflasi yang efektif dan meningkatnya aktivitas bisnis turut memperkuat pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Kinerja APBN Nasional

Hingga 30 November 2025:

  • Pendapatan negara: Rp2.351,5 triliun (82,1% dari target)
  • Belanja negara: Rp2.911,8 triliun (82,5% dari target)
  • Defisit APBN: Rp560,3 triliun (2,35% dari PDB)
  • Defisit primer: Rp82,2 triliun

APBN yang ekspansif namun tetap terkendali menjadi instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi.

Kinerja Fiskal Priangan Timur

Pendapatan

Target penerimaan negara 2025 untuk Priangan Timur: Rp1,29 triliun.
Realisasi hingga November 2025: Rp1,03 triliun (79,98%).

Rinciannya:

  • Pajak Dalam Negeri: Rp716,81 miliar (64,45% dari target Rp1,11 triliun)
  • Bea Masuk: Rp1,17 miliar (107,86% dari target Rp1,08 miliar)
  • PNBP: Rp316,27 miliar (melampaui target Rp179,83 miliar)

Belanja Negara

Pagu belanja 2025: Rp10,57 triliun
Realisasi hingga November: Rp9,39 triliun (88,87%)

Rincian:

  • Belanja Pemerintah Pusat: Rp2,25 triliun (72,71% dari pagu Rp3,09 triliun)
  • Transfer ke Daerah (TKD): Rp7,15 triliun (95,55% dari pagu Rp7,48 triliun)

Belanja Pemerintah Pusat didominasi oleh:

  • Belanja Pegawai: Rp1,19 triliun (53,05%)
  • Belanja Barang: Rp658,82 miliar (29,32%)
  • Belanja Modal: Rp396,23 miliar (17,63%)

Zaenal menegaskan perlunya percepatan belanja, terutama karena realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal masih mengalami kontraksi signifikan.

Transfer ke Daerah

Realisasi TKD tertinggi:

  • Kabupaten Ciamis: Rp1,98 triliun (97,56%)
    Nominal penyaluran terbesar:
  • Kabupaten Tasikmalaya: Rp2,61 triliun

Peningkatan tertinggi:

  • Kota Tasikmalaya: Rp1,12 triliun (naik 0,65% ctoc)

Penyaluran KUR dan UMi

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Hingga November 2025:

  • Nominal: Rp2,82 triliun
  • Debitur: 59.174 orang
  • Naik 7,21% secara ctoc

Peringkat daerah:

  • Rasio tertinggi: Kabupaten Ciamis (89,36% dari total UMKM)
  • Kenaikan tertinggi: Kota Banjar (+36,12% ctoc)
  • Nominal tertinggi: Kabupaten Tasikmalaya (Rp1,14 triliun)

Sektor terbesar: Perdagangan besar dan eceran (Rp1,39 triliun).
Penyalur terbesar: BRI (Rp1,87 triliun).

Ultra Mikro (UMi)

Hingga November 2025:

  • Nominal: Rp210,09 miliar
  • Debitur: 42.568 orang
  • Naik 6,22% ctoc

Peringkat daerah:

  • Rasio tertinggi: Kabupaten Ciamis (51,78%)
  • Kenaikan tertinggi: Kabupaten Pangandaran (+14,87% ctoc)
  • Nominal tertinggi: Kabupaten Tasikmalaya (Rp111,17 miliar)

Sektor dominan: Perdagangan besar dan eceran (Rp209,42 miliar).
Penyalur terbesar: Permodalan Nasional Madani (PNM).

Arah Kebijakan dan Evaluasi

Zaenal menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan belanja, terutama:

  • Belanja modal
  • Pembayaran kontrak jatuh tempo
  • Bantuan sosial
  • Pengeluaran bantuan pemerintah

Pemda juga diminta mempercepat penyerapan anggaran dan menuntaskan kewajiban proyek serta memanfaatkan saldo APBD yang masih parkir di bank.

“APBN tetap menjadi instrumen utama stabilisasi ekonomi, memastikan program prioritas berjalan efektif dan perlindungan sosial tetap diperkuat,” pungkas Zaenal.

(Seda)

RAPI Pamarican Siaga 24 Jam Dukung Pengamanan Nataru di Ciamis

0
Ketpot: Anggota RAPI Pamarican Ciamis saat bertugas di posko pengamanan Nataru
Ketpot: Anggota RAPI Pamarican Ciamis saat bertugas di posko pengamanan Nataru

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Puluhan personel Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 08 Pamarican, Wilayah 16 Kabupaten Ciamis, Regional 10 Jawa Barat, kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung kelancaran pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Para relawan tersebut terlibat aktif dalam Posko Bantuan Komunikasi (Bankom) Nataru yang berada di pertigaan Jalan Raya Kertahayu, jalur penghubung Banjar–Pangandaran. Posko ini menjadi titik penting karena berada di jalur padat kendaraan menuju kawasan wisata.

Baca Juga: Botol Bekas Berisi Spirtus Jadi “Senjata”, Anak-Anak Ciamis Bikin Kaget Warga

Ketua RAPI Lokal 08 Pamarican, Haiz Azka atau Sanjay (JZ 10 COH), mengatakan seluruh personel terjunan dengan sistem kerja shift. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi tetap berjalan efektif selama 24 jam penuh sepanjang masa libur Nataru.

“Kami membagi personel dalam beberapa shift untuk bertugas di Posko Bankom. Sehingga layanan komunikasi tetap siaga 24 jam,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Sanjay menjelaskan, keikutsertaan relawan RAPI dimulai sejak 22 Desember 2025 dan akan berakhir pada 2 Januari 2026. Selama periode itu, para anggota bertugas menyiapkan sekaligus mengoperasikan perangkat radio komunikasi di posko untuk mendukung kelancaran koordinasi lintas instansi.

“Seluruh perangkat komunikasi dioperasikan melalui frekuensi repeater Kabupaten Ciamis pada 14.2920 MHz,” terangnya.

Koordonasi dengan Jalur Frekuensi Cepat

Frekuensi tersebut mereka gunakan sebagai jalur utama koordinasi cepat. Terutama dalam pengamanan arus mudik dan balik, serta pemantauan situasi lalu lintas di jalur menuju objek wisata seperti Pantai Pangandaran.

Menurut Sanjay, keberadaan relawan RAPI sangat strategis. Mengingat, wilayah Kecamatan Pamarican merupakan salah satu titik vital pergerakan kendaraan yang sering mengalami peningkatan volume selama libur panjang.

“Bantuan komunikasi dari RAPI sangat diperlukan, khususnya di kawasan ini yang menjadi pintu pergerakan menuju objek wisata,” jelasnya.

Ia berharap dukungan yang RAPI berikan dapat mempercepat penyampaian informasi lapangan sehingga pengambilan keputusan dan koordinasi antarpetugas dapat berjalan lebih efektif.

Dengan keterlibatan seluruh unsur terkait, termasuk relawan RAPI Lokal 08 Pamarican, Sanjay optimistis penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Ciamis dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Kami siap mendukung penuh demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama libur Nataru,” tegasnya.

(Husen Maharaja)

Botol Bekas Berisi Spirtus Jadi “Senjata”, Anak-Anak Ciamis Bikin Kaget Warga

0
Ketpot: Sejumlah anak anak saat bermain perang perangan menggunakan senjata dari bekas botol air kemasan yang diisi spirtus
Ketpot: Sejumlah anak anak saat bermain perang perangan menggunakan senjata dari bekas botol air kemasan yang diisi spirtus

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suara ledakan keras memecah keheningan petang di Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Dentuman yang terdengar nyaring mirip letusan senjata api sempat membuat warga sekitar terkejut dan keluar rumah untuk memastikan sumber suara.

Di balik hiruk-pikuk tersebut, rupanya sekelompok anak tengah asyik bermain perang-perangan di salah satu gang permukiman. Teriakan komando, seruan menyerang, hingga gemuruh ledakan saling sahut-menyahut, seolah menggambarkan suasana bak medan pertempuran sungguhan.

Baca Juga: Satu Warga Binaan Lapas Ciamis Terima Remisi Khusus Natal 2025

Anggi (12), salah satu anak yang terlibat dalam permainan itu, mengaku mereka menggunakan botol plastik bekas air mineral yang diisi spirtus sebagai “senjata”. Ketika disulut api, botol tersebut menghasilkan suara ledakan yang sangat keras.

“Saya bersama teman-teman sedang bermain perang-perangan pakai botol bekas Aqua yang diisi spirtus,” ujar Anggi, Jumat (26/12/2025).

Ia mengakui, suara yang dihasilkan dari botol tersebut memang mengejutkan warga karena bunyinya menyerupai letusan senjata api.

“Ledakannya keras banget, jadi warga kaget pas dengar suara dari gang,” tambahnya.

Menurut Anggi, permainan itu mereka lakukan hanya untuk mengisi waktu libur sekolah sebelum berangkat ke masjid.

“Karena libur sekolah, sebelum ke masjid kami main perang-perangan dulu,” katanya sambil tertawa kecil.

(Husen Maharaja)