spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 435

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Pemkot Bandung Butuh Rp90 M

0
Pemkot Bandung fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung mengajukan tambahan anggaran Rp90 milyar untuk penanganan sampah menyusul ancaman krisis yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan Januari 2026.

Namun, realisasinya masih bergantung pada persetujuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Ajukan Kenaikan UMK 2026 ke Gubernur Jabar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, wilayahnya berpotensi menghadapi krisis sampah mulai pertengahan Januari 2026.

“Kalau tidak disetujui, tanggal 12 Januari kita mulai menghadapi krisis sampah. Kalau dibiarkan, bulan April bisa menjadi bencana sampah,” kata Farhan, Sabtu (27/12/2025).

Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung hanya memiliki waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu untuk memastikan langkah-langkah penanganan sampah secara bertahap dan terukur.

Pemkot Bandung  fokusjabar.id
Wali Kota Bandung

Selain persoalan sampah, alokasi anggaran perbaikan jalan yang dianggarkan Rp170 milyar. Namun, jika digabungkan dengan pembangunan trotoar, drainase, PJU hingga penataan kabel bawah tanah mencapai sekitar Rp400 milyar.

“Kalau dihitung keseluruhan, itu mendekati 7-10 persen dari anggaran. Target 8 persen akan kami kejar pada perubahan anggaran,” katanya.

BACA JUGA:

Sampah jadi Sorotan, Pemkot Bandung Minta Tambahan Anggaran Rp96 M

Perlu diketahui beberapa hari sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan evaluasi terhadap APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2026.

Dedi Mulyadi memberikan sejumlah masukan terkait penataan belanja daerah.

Menanggapi hal tersebut, Farhan menegaskan seluruh hasil evaluasi dan rencana penyesuaian anggaran akan dikomunikasikan dan dibahas bersama DPRD sesuai mekanisme yang berlaku.

Termasuk juga terkait dana hibah. Farhan menekankan, kebijakan evaluasi bukan berarti pengurangan, melainkan penataan ulang.

Selama ini, dana hibah mayoritas dialokasikan untuk kesejahteraan guru PAUD, SD dan SMP swasta. Termasuk tenaga non-ASN.

“Pesan Pak Gubernur jelas, bukan dikurangi tapi ditata ulang. Itu yang akan kami lakukan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Peresmian Jembatan Sodongkopo Sangat Dinanti Masyarakat Pangandaran

0
jembatan sodongkopo pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo penghubung Nusawiru dan pantai batu karas Kecamatan Cijulang, Pangandaran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Peresmian Jembatan Sodongkopo yang menghubungkan antara Nusawiru dan pantai batu karas Kecamatan Cijulang, begitu di nanti oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

Karena jembatan Sodongkopo bisa menjadi akses untuk mempersingkat waktu perjalanan dari Pangandaran ke pantai batu karas maupun sebaliknya.

“Pengoperasian jembatan Sodongkopo tentu sangat di nanti-nanti oleh masyarakat. Dengan menggunakan jalur tersebut bisa memangkas waktu lebih singkat,” ungkap Dadi Abidarda seorang aktivis pituin Cijulang, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga: Air Laut Pantai Batu Karas Pangandaran, Jernih dan Bersih

Selain itu, masyarakat Pangandaran yang akan menjual hasil pertanian ke pasar Cijulang akan lebih cepat menggunakan akses jembatan Sodongkopo.

“Kan para petani yang akan menjual hasil pertaniannya dari pangandaran ke pasar Cijulang, tidak menghabiskan waktu lama. Biasanya kan sekitar satu jam kurang, kalau lewat Sodongkopo bisa sampai 20 menit,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Dadi, masyarakat sangat berharap untuk segera menggunakan akses jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiri dan pantai batu karas Kecamatan Cijulang.

“Selain akses waktu lebih singkat, dengan sudah bisa di lalui itu jembatan Sodongkopo. Tentunya akan meningkatkan juga perekonomian bagi masyarakat,” ucapnya.

Pangandaran Kabupaten Termuda

Jembatan dengan panjang 140 meter dan lebar 7 meter, kata Dadi, menjadi sebuah bukti bahwa Kabupaten Pangandaran menjadi wilayah yang terus berkembang maju.

“Dan jembatan Sodongkopo juga ada jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter. Jadi memang nantinya tidak mengganggu para pengendara jalan,” tegasnya.

Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

Walaupun sebagai Kabupaten termuda di Provinsi Jawa Barat, yang resmi berdiri pada 25 Oktober 2012. Namun, Dadi menegaskan, Pangandaran mampu untuk bangkit dan menyetarakan dengan wilayah lain.

“Apalagi ini jembatan Sodongkopo sudah bisa di gunakan, tentu akan lebih menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Pangandaran, khususnya ke pantai batu karas,” pungkasnya.

Sekedar informasi, bahwa proyek jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan pantai Batu karas di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jabar.

Senilai Rp55,4 miliar, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025.

(Yud’s)

Akibat Hujan Deras Sejumlah Bencana Terjadi di Ciamis

0
bencana ciamis fokusjabar.id
Bencana alam terjang Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) meneyebabkan bencana alamdi sejumlah kecamatan.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, ada beberapa Kecamatan yang diterjang peristiwa bencana alam.

BACA JUGA:

Damkar Banjarsari Musnahkan Tawon Vesva di Plafon Masjid

Bencana alam di Kecamatan Sadananya menerjang sebuah rumah milik Jajang. Tempat tinggal yang berlokasi di Desa Sukaji itu mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang.

Kejadian tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Pemilik rumah mengungsi karena rawan ambruk.

Selain itu, dapur rumah milik Agus warga Kecamatan Cisaga dilaporkan ambruk.

“Pak Jajang dan Agus mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan akibat terkena bencana alam,” kata Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Ani, hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan tanah longsor di wilayah Dusun Langensari Desa Patakaharja Kecamatan Rancah.

Dalam kejadian tersebut, rumah milik Edi Mulyadi terancam terseret longsor.

“Untuk kejadian di wilayah Kecamatan Cikoneng, kami mendapat laporan tanah sepanjang 7 meter dengan ketinggian 8 meter ambrol. Material longsoran menerjang bangunan dapur rumah milik Karso warga Dusun Cantigi Desa Kujang,” jelasnya.

BACA JUGA:

Motor dan Mobil  Adu Banteng, Pemotor Dilarikan ke RSUD Kawali

Ani menuturkan, pascabencana pihak Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kedaruratan kepada para terdampak.

“Untuk sedikit meringankan beban para pemilik rumah telah diberikan bantuan logistik kedaruratan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Ramon Tanque Diragukan Tampil Lawan PSM Makassar

0
Ramon Tanque fokusjabar.id
Ramon Tanque (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Striker Persib Bandung, Ramon Tanque diragukan tampil saat menghadapi PSM Makassar pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026, Sabtu (27/12/2025).

Pemain asal Brasil ini tidak terlihat pada sesi latihan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat (26/12/2025).

BACA JUGA:

Pelatih Persib Bandung Incar 3 Poin kontra PSM Makassar

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengatakan, Ramon Tanque tidak ikut dalam official training lantaran sedang menjalankan program bersama fisioterapi tim.

Sebelumnya, Ramon Tanque tampil maksimal pada pertandingan menghadapi Bhayangkara FC. Dalam laga tersebut, dia berhasil mencetak dua gol dan membawa skuat Maung Bandung meraih kemenangan.

“Untuk Ramon, dia merasakan sedikit nyeri dari laga yang sebelumnya. Dia melakukan pemulihan bersama fisioterapis, mendapat penanganan dari Geraldo,” ujarnya.

Selain Ramon Tanque, pada sesi latihan jelang pertandingan menghadapi PSM, pelatih kiper Mario Jozic juga tidak terlihat berada di lapangan.

Menurut Bojan Hodak, untuk Mario Jozic, pelatih penjaga gawang skuad Maung Bandung ini sedang pulang ke Kroasia karena harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

BACA JUGA:

Natal Pertama Julio Cesar di Kota Bandung

Meski demikian, Mario Jozic dipastikan akan segera kembali ke Bandung dan bergabung dengan tim setelah seluruh urusannya di Kroasia selesai.

“Pelatih kiper, dia pulang ke Kroasia untuk melakukan medical check-up dan untuk mengurus keperluan pribadi. Dia akan segera kembali dalam beberapa hari,” ucap Bojan.

(Arif)

10 Pantai di Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

0
pantai di jawa barat fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pantai jadi destinasi wisata favorit karena menawarkan kombinasi keindahan alam yang menenangkan. Baik Pasir putih yang lembut, suara deburan ombak, angin sepoi-sepoi, langit biru yang cerah, sunset hingga harga tiket yang relatif terjangkau wisatawan.

Pantai tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa. Namun juga menjadi tempat yang sempurna untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

BACA JUGA:

Air Laut Pantai Batu Karas Pangandaran, Jernih dan Bersih

  1. Keindahan Alam

Salah satu alasan utama pantai selalu menjadi pilihan utama untuk dikunjungi adalah pemandangannya yang indah.

pantai di jawa barat fokusjabar.id
Pemandangan indah (foto: web)

Ada banyak tipe pantai yang bisa ditemui. Di antaranya, pantai dengan pasir putih, berbatu hingga pantai pasir hitam vulkanik.

apapun jenis pantainya, keindahan alamnya tetap memberikan sensasi yang berbeda.

  1. Tempat Melepas Penat

Hidup di kota besar dengan ritme yang cepat dan penuh tekanan membuat gampang stres. Pantai adalah tempat yang ideal untuk melepas penat dan mengembalikan energi positif.

Para pengunjung bisa merasakan udara segar yang terbebas dari polusi kota. Suara ombak memberikan efek menenangkan. Sehingga bisa menurunkan tingkat stres sekaligus meningkatkan mood secara keseluruhan.

Tak hanya itu, juga memberikan suasana yang santai. Pasalnya, jauh dari hiruk pikuk kendaraan atau gedung-gedung tinggi yang menghalangi pandangan.

  1. Menyenangkan dan Beragam

Tak hanya bisa rebahan di atas pasir, juga menawarkan banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan. Mulai dari berjemur, membaca buku hingga surfing atau snorkeling.

Snorkeling bisa melihat langsung kehidupan bawah laut yang penuh warna. Terumbu karang yang indah dan ikan-ikan kecil yang berenang di sekitarmu pasti bakal jadi pengalaman tak terlupakan.

Bagi wisatawan yang suka tantangan bisa melakukan surfing. Yakni olahraga air menggunakan papan selancar di atas ombak laut.

  1. Menikmati Sunset

Salah satu momen paling ditunggu adalah sunset. Pemandangan matahari terbenam tentunya memiliki daya magis tersendiri.

Langit yang perlahan berubah warna dari biru menjadi oranye, merah hingga ungu adalah pemandangan yang tidak bisa ditemui setiap hari.

Sunset juga dipercaya bisa menciptakan suasana yang romantis. Sehingga menjadikan tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai.

BACA JUGA:

Sempat Hilang, Pelajar Asal Bandung Ditemukan Meninggal di Pantai Pangandaran

Selain itu, cahaya matahari yang lembut saat sore hari juga sangat pas untuk berfoto. Efek pencahayaannya akan memberikan hasil foto yang menakjubkan.

  1. Nyaman untuk Bersosialisasi

Tempat ini direkomendasikan sebagai tempat sosialisasi bersama teman-teman atau keluarga karena dilengkapi dengan beach club, restoran tepi pantai dan area bermain untuk anak-anak.

Liburan ke pantai bisa jadi momen yang tepat buat quality time dengan orang-orang terdekat. Selain itu, suasana pantai yang santai dan informal membuat orang lebih mudah bersosialisasi dengan pengunjung lain.

  1. Penginapan

Keuntungan liburan ke pantai adalah banyaknya pilihan penginapan yang menawarkan pemandangan langsung ke laut.

Saat bangun tidur, pengunjung langusung melihat hamparan laut biru dengan deburan ombak.

  1. Kuliner

Para pengunjung juga bisa mencoba kuliner lokal yang biasanya segar dan lezat. Seafood menjadi pilihan utama di pantai-pantai Indonesia.

Selain seafood, banyak juga tempat-tempat yang menyajikan makanan ringan dan minuman segar yang cocok dinikmati.

Berikut Rekomendasi Pantai di Jawa Barat yang wajib Dikunjungi:

  1. Pantai Pangandaran
  2. Pantai Batu Karas

Lokasinya tak jauh dari Pantai Pangandaran atau sekitar 28 kilometer jika ditempuh menggunakan kendaraan.

Pantai ini cukup populer di kalangan pencinta aktivitas selancar. Ombaknya terbilang landai karena diapit oleh teluk kecil.

  1. Pantai Batu Hiu

Memiliki batu karang yang menjorok ke tengah laut, sama seperti destinasi Tanah Lot di Bali.

BACA JUGA:

Berenang Dekat Bangkai Kapal Viking Pangandaran, Wisatawan Tasikmalaya Tewas

Batu karang yang menyerupai ikan hiu tersebut konon menjadi asal-usul nama Pantai Batu Hiu.

Di sekitar pantai terdapat hamparan rumput hijau yang ditumbuhi vegetasi Pandan Wong. Sehingga terasa teduh.

Perpaduannya dengan semilir angin laut yang tenang membuatnya cocok dijadikan tempat untuk bersantai.

  1. Pantai Ujung Genteng

Meski punya ombak yang cukup besar karena faktor angin, Ujung Genteng relatif jarang mengalami pasang-surut. Sehingga aman bagi pengunjung untuk bermain air.

Selain itu memiliki pemandangan yang indah dan masih cukup asri. Sehingga dijuluki “Mutiara yang Tersembunyi.”

Pantai Ujung Genteng berlokasi di Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi.

  1. Pantai Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu adalah kawasan pesisir di selatan Kabupaten Sukabumi. Tempat ini  menjadi  salah satu terpopuler di Pulau Jawa yang kerap dijadikan destinasi berlibur.

BACA JUGA:

Masjid Jami Ar Rohman Cijulang Tempat Wisata Religi Pangandaran

Pelabuhan Ratu memiliki panorama khas. Yakni dikelilingi dengan bukit, hutan cagar alam dan batu karang.

Ombak di Pelabuhan Ratu terkenal sangat kuat. Sehingga wisatawan diimbau untuk berhati-hati.

Lokasinya di Jalan Raya Cisolok, Kecamatan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

  1. Pantai Santolo

Selain pesona alamnya yang indah, daya tarik lainnya adalah fenomena alam air laut yang turun menyerupai curug dari atas ke bawah menuju ke muara.

Dulu bernama Pantai Cilauteureun. Namun karena Bangsa Eropa, terutama Belanda merasa kesulitan mengejanya, maka nama tersebut dilafalkan dengan kata “Santolo.”

Lokasinya di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut.

  1. Pantai Sayang Heulang

Sayang Heulang berlokasi dekat dengan Pantai Santolo. Posisinya menghadap langsung ke Samudera Hindia. Sehingga punya onbak yang relatif besar dan tinggi.

Namun ketika sedang surut, pengunjung bisa bermain air di pinggir Pantai sambil berfoto-foto dan menangkap ikan di sela-sela karang.

Selain itu, suasananya terbilang masih sepi dan asri cocok bagi pengunjung yang mencari ketenangan dan pemandangan indah.

Lokasinya di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.

  1. Pantai Sindangkerta

Selain berenang, pengunjung juga bisa bermain air, berfoto dengan latar Pantai atau sekadar berjalan santai di tepian pantai.

Jika sedang surut, pengunjung bisa jalan-jalan hingga ke area batu karang yang datar dan luas.

BACA JUGA:

Bangkai Kapal Viking di Pangandaran Telan Korban, Polisi Pasang Banner Larangan

Lokasinya di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

  1. Pantai Karanghawu

Karang Hawu menjadi bagian dari Geopark Ciletuh. Lokasinya ada di Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

10. Pantai Madasari

Lokasinya berada di ujung barat Pangandaran. Pantai ini memiliki panorama indah berupa hamparan pasir luas dan air lautnya yang biru cerah.

Salah satu daya tariknya, keberadaan terumbu karang yang membentuk pulau kecil. Cocok untuk latar berfoto.

Selain itu, dapat dijadikan spot menyaksikan sunset alias matahari terbenam.  Lokasinya ada di Jalan Pantai Wisata, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

(Bambang Fouristian/Berbagai sumber)

Air Laut Pantai Batu Karas Pangandaran, Jernih dan Bersih

0
pantai batu karas pangandaran@fokusjabar.id
Pantai batu karas Pangandaras, air lautnya jernih dan bersih.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantai batu karas yang berlokasi di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, merupakan destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan indah. Juga air lautnya jernih dan bersih.

Sehingga, membuat nyaman para wisatawan saat melakukan aktivitas berenang. Selain itu, ombak lautnya sangat cocok untuk para peselancar pemula.

Jarak tempuh dari pantai pangandaran ke batu karas di perkirakan sekitar 30 hingga 45 menit. Namun perjalanan akan lebih dekat jika jembatan sodongkopo sudah bisa di pergunakan.

Baca Juga: Cinyusu Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran, Tempat Mandi Aktris Ibu Kota

Suasana yang tidak terlalu ramai seperti di pantai Pangandaran, membuat pemikiran kembali represh. Selain itu saat perut keroncongan berbagai kuliner Seefood segar dan cafe-cafe banyak d sekitar pantai batu karas.

Tidak hanya itu, tempat penginapan juga banyak di temukan di sekitar pantai batu karas Pangandaran. Dari mulai Hotel hingga Home Stay.

Karena jernih dan bersih air laut pantai batu karas, sering kali di bawa oleh para wisatawan untuk mengisi aquarium atau juga sebagai syarat pengobatan.

“Memang air laut pantai batu karas jernih dan bersih, banyak juga wisatawan yang suka bawa air laut dari sini. Katanya untuk aquarium, ada juga untuk syarat,” ungkap Haldi (58) nelayan asal Desa Batu Karas, Sabtu (27/12/2025).

Cinyusu dan Goa Kabuyutan

Haldi juga mengatakan, bahwa beberapa waktu yang lalu, ada wisatawan dari Jakarta yang ngambil air laut dengan memakai kendaraan truk.

“Air lautnya di masukin galon, banyak itu sampai satu truk mereka bawa dari pantai batu karas. Gak tahu untuk apa yang jelas memang katanya air laut yang bersih dan jernih hanya di pantai batu karas,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

Kejernihan dan bersihnya air laut pantai batu karas, Haldi melanjutkan, bahwa menurut mereka, tidak di temukan di pantai-pantai lain yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Memang benar sih, sering yang datang ke sini di saat hari-hari biasa, hanya untuk mengambil air laut dari pantai batu karas. Iya kenyataannya memang bersih dan jernih,” tuturnya.

Selain itu, Haldi menyampaikan, bahwa di pantai batu karas juga terdapat sebuah goa dan sumber air yang keluar dari bukit kabuyutan yang di namakan Cinyusu.

“Memang tidak semua orang mengetahui. Cinyusu kabuyutan memiliki banyak khasiat, dulu juga pernah dipakai tempat mandi aktris,” pungkasnya.

(Yud’s)

Hujan Deras Picu Longsor di Pasirwangi Garut, Lima Rumah Warga Terancam

0
longsor pasirwangi garut fokusjabar.id

GARUT,FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut, Jumat sore (26/12/2025) memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Nangkod, Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.05 WIB itu membuat sejumlah rumah warga berada dalam kondisi terancam.

Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kondisi cuaca ekstrem menjadi pemicu utama pergerakan tanah di kawasan tebing.

Baca Juga: Dua Warga Garut Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Satu Berhasil Dipulangkan

“Benar, kami menerima laporan dari Kepala Desa Sarimukti terkait longsor di RT 01 RW 08 Kampung Nangkod. Dugaan sementara, peristiwa ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah sejak siang hari,” ujar Bambang, Jumat malam.

Rumah Warga Terancam

Berdasarkan hasil pendataan, longsoran memiliki panjang sekitar 20 meter dengan ketinggian tebing mencapai 30 meter. Kondisi di lapangan pun cukup mengkhawatirkan. Satu rumah semi permanen berada hanya sekitar 40 sentimeter dari bibir longsor dan terancam runtuh.

“Selain rumah di bagian atas yang kondisinya kritis, ada empat rumah di bawah tebing yang juga berpotensi terdampak jika terjadi longsor susulan,” jelasnya.

Upaya Penanganan dan Mitigasi Awal

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Kecamatan Pasirwangi bersama Kasi Trantib, Pemerintah Desa Sarimukti, serta warga setempat langsung melakukan langkah darurat di lokasi.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan meliputi:

  • Evakuasi warga dari rumah yang berada dalam zona rawan.
  • Imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, terutama saat hujan kembali turun.
  • Koordinasi resmi dengan BPBD Garut untuk percepatan bantuan.

Bambang menegaskan bahwa penanganan teknis harus segera dilakukan untuk mencegah pergerakan tanah semakin membesar.

“Kami membutuhkan beronjong dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) agar area tersebut aman dan tidak menimbulkan korban,” ujarnya.

Hingga berita ini terbit, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lapangan sambil menunggu tindak lanjut dari BPBD dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

(Y.A. Supianto