spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 420

Kota Tasikmalaya Dapat Bus Sekolah Baru di Hari Bela Negara

0
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang menerima langsung bantuan Satu unit bus sekolah baru resmi yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang menerima langsung bantuan Satu unit bus sekolah baru resmi yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Bela Negara, Senin (29/12/2025) menjadi momen istimewa bagi dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya. Pemerintah kota menerima satu unit bus sekolah baru dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Penyerahan dilakukan secara resmi di halaman Balekota Tasikmalaya.

Bantuan armada ini disambut antusias karena menghadirkan harapan baru bagi orang tua dan pelajar, terutama dalam meningkatkan akses transportasi pendidikan yang lebih aman dan terjangkau.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 240 Bundel Arsip, Transformasi Digital Dipercepat

Prioritas untuk PAUD hingga SMP

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang menerima langsung bus tersebut, menegaskan bahwa penggunaannya akan diprioritaskan bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP.

“Kami akan mengoptimalkan bus ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya. Tujuannya jelas: mempermudah akses siswa menuju fasilitas pendidikan,” ujar Viman.

Tidak hanya berfungsi sebagai sarana antar-jemput pelajar, Viman juga memiliki visi pemanfaatan yang lebih luas. Bus ini direncanakan menjadi fasilitas edukasi keliling yang bisa digunakan untuk:

  • Antar-jemput pelajar, sehingga mengurangi beban orang tua dan kemacetan di jam sekolah.
  • Sosialisasi literasi, dengan menjadikannya kendaraan edukatif keliling guna menumbuhkan minat baca.
  • Kunjungan belajar, mendukung kegiatan pendidikan luar kelas yang terjadwal di berbagai sekolah.

Penjadwalan Harus Efisien

Guna memastikan manfaatnya maksimal, Wali Kota Viman menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk menyusun jadwal penggunaan yang terukur dan transparan.

“Kami ingin bus ini digunakan secara efektif dan efisien. Saya minta dinas terkait menjadwalkannya dengan baik sesuai kebutuhan lapangan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Bus sekolah ini menjadi bagian penting dari program prioritas Tasik Pintar, yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan. Pemkot Tasikmalaya juga berkomitmen menambah dan melengkapi kebutuhan armada transportasi sekolah yang selama ini masih terbatas.

Dengan hadirnya bus baru ini, pemerintah berharap angka putus sekolah dapat ditekan, serta semangat belajar pelajar Tasikmalaya semakin meningkat berkat kemudahan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.

(Abdul)

Pemkot Tasikmalaya Musnahkan 240 Bundel Arsip, Transformasi Digital Dipercepat

0
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan secara simbolis memusnahkan sekitar 240 bundel arsip inaktif periode 2014–2019
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan secara simbolis memusnahkan sekitar 240 bundel arsip inaktif periode 2014–2019

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi digital. Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, Senin (29/12/2025), Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan secara simbolis memusnahkan sekitar 240 bundel arsip inaktif periode 2014–2019 menggunakan mesin pencacah kertas (paper shredder).

Langkah tersebut bukan sekadar membersihkan ruang penyimpanan, melainkan penanda transisi menuju tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang lebih modern, efisien, dan transparan.

Baca Juga: Hati-hati! Modus Penipuan Mengaku Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya

Masuki Era Digital

Wali Kota Viman menegaskan bahwa penyusutan arsip fisik ini merupakan bagian dari upaya merampingkan tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat sistem pengarsipan yang terintegrasi.

“Ini adalah wujud nyata transformasi Pemerintah Kota Tasikmalaya menuju masa depan yang lebih digital. Kami ingin memperkuat tata kelola arsip yang efisien dan terhubung dengan sistem modern,” ujar Viman.

Pemkot Tasikmalaya kini mengandalkan platform Suresman (Surat Elektronik Sareng Media Tandatangan) yang telah terintegrasi dengan aplikasi nasional Srikandi. Kedua sistem ini memungkinkan administrasi pemerintahan mulai dari surat-menyurat, proses disposisi, hingga notulensi dikerjakan secara digital, sehingga tak lagi bergantung pada tumpukan kertas.

Transformasi ini memberikan sejumlah manfaat besar, antara lain:

  • Efisiensi Biaya: menghemat anggaran pembelian kertas dan ruang penyimpanan arsip.
  • Keamanan Data: arsip digital lebih mudah diakses, dikelola, dan minim risiko kerusakan.
  • Kecepatan Layanan: proses surat-menyurat tidak lagi membutuhkan waktu berhari-hari.

“Tanda Tangan Basah? Saya Kembalikan!”

Viman menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib menggunakan tanda tangan elektronik (TTE) dalam setiap surat dinas.

“Jika ada surat resmi tertuju kepada saya masih menggunakan tanda tangan basah, pasti saya kembalikan dan minta mengganti dengan versi elektronik,” tegasnya.

Menurutnya, kebijakan itu penting agar seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam mengadopsi teknologi digital.

Pemusnahan arsip inaktif tersebut juga menjadi langkah penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Dengan pengelolaan arsip yang rapi dan terstruktur, harapannya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah semakin meningkat.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan menjadi salah satu role model digitalisasi pemerintahan di Jawa Barat bahkan tingkat nasional.

(Abdul)

Satpol PP Bandung Larang Kembang Api Saat Nataru 2025–2026, Ini Alasannya

0
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mengimbau warga untuk tidak menyalakan kembang api selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 400.6.1/9548/SJ mengenai kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi momentum Nataru.

Dalam surat edaran tersebut, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat diminta mengarahkan masyarakat agar menunjukkan empati kepada korban bencana alam. Perayaan Natal dan Tahun Baru diimbau berlangsung secara sederhana, tertib, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Baca Juga: Stadion Siliwangi jadi Simbol Syukur Akhir Tahun, Farhan: Persib di Puncak, Bandung Bersih-bersih

Surat edaran itu juga menegaskan adanya larangan penyelenggaraan pesta kembang api, baik oleh instansi pemerintah, sektor usaha, pengelola pusat perbelanjaan, hotel, restoran, tempat hiburan, maupun masyarakat umum di seluruh wilayah Jabar.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan imbauan resmi Kapolri dan Gubernur Jawa Barat.

“Imbauan dari Kapolri dan Gubernur sudah jelas. Ada surat edarannya, dan isinya menekankan agar masyarakat tidak menyalakan kembang api,” ujar Bambang, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, hingga saat ini Satpol PP Kota Bandung belum merencanakan razia khusus kembang api. Pihaknya memilih pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan imbauan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Nataru.

“Kami belum mengambil kebijakan razia. Saat ini fokus kami pada imbauan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Keprihatinan dan Empati Bencana yang Melanda Indonesia

Bambang menegaskan larangan ini juga didasari rasa keprihatinan atas bencana alam yang melanda beberapa daerah di Indonesia. Ia berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan perayaan secara berlebihan.

“Kita sedang dalam situasi prihatin karena bencana di berbagai wilayah. Kurang tepat rasanya jika kita masih ber-euforia dengan kembang api,” katanya.

Ia pun mengingatkan pedagang agar tidak menjual kembang api selama aturan tersebut berlaku. Satpol PP akan melakukan peneguran jika menemukan pelanggaran.

“Kami akan memberikan teguran dan mengamankan barang jika ada pelanggaran, karena surat edaran sudah disosialisasikan,” tutup Bambang.

(Yusuf Mugni)

SPP Tanam Bibit Pohon Kelapa, Begini Kata Bupati Pangandaran

0
Bupati Pangandaran@fokusjabar.id
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami usai menghadiri acara SPP.(foto;Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendukung penuh Sarikat Petani Pasundan (SPP) dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Dan itu merupakan bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal tersebut di sampaikan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami. Menurutnya, bahwa upaya perlindungan alam tidak dapat di pisahkan dari keselamatan masyarakat dan keberlangsungan sektor pariwisata Pangandaran.

“Kita berkomitmen menjaga keseimbangan alam, terutama di wilayah pesisir. Pangandaran adalah daerah rawan bencana, sehingga langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini,” ungkap Citra Pitriyami, usai mengjadiri kegiatan SPP di Batu Hiu, Senin, (29/12/2025).

Baca Juga: Cegah Bencana Ekologis, SPP Tanam Pohon Kelapa di Pesisir Pantai Pangandaran

Selain itu, penanaman bibit pohon kelapa di sepanjang pantai, lanjut Citra, tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi dan penguat garis pantai. Juga menjadi investasi jangka panjang bagi daerah Pangandaran.

Pohon kelapa, sambung Citra, selain berperan sebagai pelindung alami dari ancaman gelombang dan cuaca ekstrem. Juga memiliki nilai ekonomi serta estetika yang mendukung sektor pariwisata.

“Kelapa itu multifungsi. Dari sisi lingkungan melindungi pantai, dari sisi ekonomi bermanfaat bagi masyarakat, dan dari sisi pariwisata memperindah kawasan pesisir,” jelasnya.

Bupati Citra juga mengapresiasi atas inisiatif dari Serikat Petani Pasundan (SPP) yang di nilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam membangun Pangandaran berbasis kelestarian lingkungan.

Tentu, Citra berharap, bahwa gerakan reboisasi pesisir pantai, dapat berkelanjutan serta melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Peran petani, masyarakat, dan organisasi sipil sangat penting dalam menjaga alam Pangandaran,” pungkasnya.

Agenda Konsolidasi SPP

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarikat Petani Pasundan (SPP), Agustiana, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk konsolidasi gerakan petani.

Baca Juga: Menanti Senja, Wisatawan Rindu Indahnya Pesona Sunset Pantai Pangandaran

Sekaligus, lanjut dia, sebagai respon atas meningkatnya ancaman bencana ekologis. Yang di akibatkan banyaknya alih fungsi lahan dan lemahnya pelaksanaan reforma agraria.

“Reforma agraria harus menjadi bagian dari mitigasi bencana dan solusi krisis pangan,” ungkap Agustiana.

Penguasaan sumber-sumber agraria oleh korporasi skala besar, kata Agustianan, telah menimbulkan kerusakan lingkungan juga penderitaan masyarakat. Oleh karena itu, SPP segera mengambil langkah nyata melalui gerakan reboisasi pesisir.

Sebagai aksi konkret, dia menegaskan, bahwa SPP segera melakukan penanaman pohon kelapa dan tanaman penguat abrasi lainnya. Di sepanjang pesisir Pantai Batu Hiu hingga Karang Tirta sejauh kurang lebih sepanjang 5 kilometer.

(Sajidin)

Menanti Senja, Wisatawan Rindu Indahnya Pesona Sunset Pantai Pangandaran

0
sunset pantai pangandaran@fokusjabar.id
Pemandangan Sunset Pantai Barat Pangandaran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Selain berburu sunrise saat pagi datang, para wisatawan pantai Pangandaran juga sangat menanti senja. Karena mereka rindu akan indahnya pesona sunset.

Pemandangan sunset saat pamit meninggalkan pantai barat Pangandaran, bagaikan pesan perpisahan karena untuk menyambut kehadiran malam.

Pantai Pangandaran, menyuguhkan pesona keindahan sunset dan sunrise bagi para wisatawan. Sehingga menjadi daya tarik bagi para turis lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Wisatawan Pantai Pangandaran Berburu Sunrise

“Hanya di Pantai Pangandaran wisatawan bisa melihat sunset dan sunrise. Semua yang berkunjung pastinya ingin menikmati suasana saat matahari muncul dan tenggelam,” ungkap Dzikri seorang wisatawan asal Garut, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, saat pagi tiba, sunrise di pantai timur Pangandaran, ibarat kuning telur yang menyala keluar dari dalam lautan. Dengan di taburi kumpulan awan cerah.

“Pokoknya sangat mengesankan, di tambah debur ombak juga angin yang seperti menyapa terhadap pengisi bumi. Indah sekali pemandangannya,” jelasnya.

Setelah sunrise keluar dari sarangnya, kata Dzikri, tinggal menunggu sanset di kala sore. Keindahan matahari yang seperti masuk ke dalam laut begitu sangat memukau.

“Beneran deh, membuat selalu rindu penampakan sanset di pantai barat Pangandaran, yang di hiasi air laut dengan warna perak, kesannya luar biasa,” tuturnya.

Baca Juga: Cegah Bencana Ekologis, SPP Tanam Pohon Kelapa di Pesisir Pantai Pangandaran

Menurutnya, sanset dan sunrise di pantai Pangandaran, merupakan sebuah pesan bagi manusia. Bahwa kehidupan ini terus berputar.

“Jadi setiap perjalanan manusia pastinya ada awal dan akhir. Seperti pula matahari datang di kala pagi, dan menghilang saat senja datang,” tegasnya.

Sama seperti para wisatawan, lanjut dia, tak selamanya tinggal di pantai Pangandaran, karena harus kembali beraktivitas dengan kegiatan sehari-hari.

“Berlibur ke pantai Pangandaran ini, memang kesannya luar biasa. Semoga kedepannya bisa kembali menikmati suasana sanset dan sunrise,” pungkasnya.

(Yud’s)

Ini Dia Sosok ASN dan Sekolah Terbaik di Garut Tahun 2025

0
garut fokusjabar.id
Penyerahan penghargaan oleh bupati Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam penguatan manajemen talenta dan pelestarian lingkungan.

Hal ini di tandai dengan penyerahan berbagai penghargaan bergengsi dalam Apel Gabungan yang di pimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Sekretariat Daerah, Senin (29/12/2025).

BACA JUGA:

Kasatpol PP Garut: PPNS Harus Profesional dan Melek Regulasi

Bupati menyerahkan penghargaan kepada sekolah peraih predikat Adiwiyata Tingkat Nasional serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten tahun 2025.

Syakur Amin menekankan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah pilar utama keberlanjutan organisasi.

Dia menjadikan raihan penghargaan Transformational Leader yang baru-baru ini di terima Pemkab Garut sebagai pemantik untuk terus memperkuat pengelolaan talenta di lingkungan birokrasi.

“Kita harus memiliki pengelolaan talenta yang baik. Orang-orang yang memiliki kompetensi harus di berikan ruang dan peluang untuk menunjukkan prestasinya,” ujar Bupati.

BACA JUGA:

DPW PPP Jabar Gugat Balik Pengganggu Partai

Bupati juga mengapresiasi langkah Sekretaris Daerah (Sekda) Garut yang konsisten menggelar kompetisi inovasi. Menurutnya, bakat-bakat terbaik hanya akan muncul jika di berikan ruang kompetisi yang sehat.

Prestasi Lingkungan Hidup: Sekolah Adiwiyata

Syakur menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian sekolah-sekolah di Garut. Mulai dari jenjang SD hingga SMP yang mampu bersaing di kancah nasional melalui program Adiwiyata.

BACA JUGA:

Kejar Ketertinggalan RLS, Garut Fokus Wilayah Pelosok

“Jangan merasa rendah diri karena kita di daerah. Buktinya, sekolah-sekolah kita mampu meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional. Ini luar biasa,” tuturnya.

Nispi Gustia Nurani, Kepala  SMP IT Al-Masduki, salah satu penerima penghargaan mengatakan, keberhasilan ini merupakan buah dari pembiasaan (habituation) seluruh warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan, bukan sekadar untuk perlombaan.

“Kami sangat bersyukur. Semoga kami bisa mempertahankan budaya cinta lingkungan ini dan terus meningkatkannya di masa depan,” kata Nispi.

BACA JUGA:

Wow! Burayot PD Fortuna Snack Garut Tembus Pasar Sulawesi

Kategori Pendidikan dan Lingkungan Hidup

  • SDN 4 Wanakerta mendapatkan penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional.
  • SMP IT Al-Masduki mendapatkan penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional.
  • SDN 2 Cigedug mendapatkan penghargaan Anugerah Raksa Prasada Tahun 2025.
  • SDN 5 Muarasanding mendapatkan penghargaan Anugerah Raksa Prasada Tahun 2025.
  • MTsN 2 Garut mendapatkan penghargaan Anugerah Raksa Prasada Tahun 2025.

ASN Berprestasi Kabupaten Garut 2025

Kategori Inspiratif

  • Juara 1 di raih oleh Hj. Iis Rahmawati dari unit kerja Kecamatan Sukaresmi dengan skor 93,17.
  • Juara 2 di raih oleh Siti Aisyah dari unit kerja Dinas Pertanian dengan skor 92, 33.
  • Juara 3 di raih oleh Irma Hermanawari dari unit kerja Dinas Perikanan dan Peternakan dengan skor 91,92.

Kategori Inovatif

  • Juara 1 di raih oleh Achmad Nasir Ginanjar dari unit kerja Dinas Pertanian dengan skor 92,42.
  • Juara 2 di raih oleh Suratman Abdillah Fajar dari unit kerja Dinas Kesehatan dengan skor 91,83.
  • Juara 3 di raih oleh Yadi Arriyadi dari unit kerja Dinas Koperasi dan UKM dengan skor 89,42.

Kategori The Future Leader

  • Juara 1 di raih oleh Isnat Ahmad Zufaqor dari unit kerja Dinas Perumahan dan Permukiman dengan skor 95,58.
  • Juara 2 di raih oleh Dieno Ichwana Putra dari unit kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral dengan skor 94,50.
  • Juara 3 di raih oleh Rembati Ayu Bestari dari unit kerja Sekretariat Daerah dengan skor 93,17.

Kategori Terdisiplin

  • Juara 1 di raih oleh Haryadi dari unit kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan skor 93,58.
  • Juara 2 di raih oleh Euis Sri Susilawati dari unit kerja Dinas Koperasi dan UKM dengan skor 91,42.
  • Juara 3 di raih oleh Murdiyono dari unit kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan skor 90,08.

BACA JUGA:

Libur Nataru, Polres Garut Atur One Way untuk Antisipasi Macet Cipanas

Kategori Guru Hebat

  • Juara 1 di raih oleh Imas Siti Nurjanah dari unit kerja SMPN 3 Bungbulang Dinas Pendidikan dengan skor 93,58.
  • Juara 2 di raih oleh Indah Timur Wati dari unit kerja SMPN 1 Karangpawitan Dinas Pendidikan dengan skor 92,25.
  • Juara 3 di raih oleh Yustianingsih dari unit kerja SMPN 3 Tarogong Kidul Dinas Pendidikan dengan skor 90,83.

Kategori Nakes Hebat

  • Juara 1 diraih oleh Awat dari unit kerja Dinas Kesehatan dengan skor 93,92.
  • Juara 2 di raih oleh Annisa Farah Fadhilah dari unit kerja Dinas Kesehatan dengan skor 92,92.
  • Juara 3 di raih oleh Jupri Pringadi dari unit kerja Dinas Kesehatan dengan skor 92,33.

(Y.A. Supianto)

Kasatpol PP Garut: PPNS Harus Profesional dan Melek Regulasi

0
PPNS Garut fokusjabar.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Ganda Permana, memberikan arahan dalam acara Koordinasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi memperkuat sistem penegakan hukum daerah melalui pembentukan Sekretariat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Langkah strategis tersebut diawali dengan kegiatan Koordinasi PPNS yang dibuka langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut, Ganda Permana, di Aula Bappeda, Senin (29/12/2025).

BACA JUGA:

2 Hal Ini jadi Sorotan Bupati Garut

Ganda Permana mengatakan, PPNS memiliki peran krusial sebagai ujung tombak penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Mengingat kewenangan besar yang dimiliki dalam proses penyelidikan, Dia menuntut jajarannya untuk bekerja dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

“Peran ini menuntut tanggung jawab besar. PPNS tidak hanya bertugas menegakkan aturan. Namun harus memastikan prosesnya berjalan adil, objektif dan tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM),” tegas Ganda.

Dia menambahkan, efektivitas penegakan hukum di lapangan sangat bergantung pada cara komunikasi aparat. Pendekatan persuasif dan humanis dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar tindakan represif.

Menghadapi dinamika aturan yang terus berkembang, Ganda mengingatkan agar para penyidik memiliki pola kerja yang adaptif dan cermat.

Menurutnya, ada tiga kunci utama keberhasilan tugas PPNS. Mulai dari penguasaan regulasi yang mendalam, kemampuan teknis penyidikan yang mumpuni serta koordinasi lintas sektor yang solid.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Garut, Iwan Riswandi menjelaskan, tujuan pembentukan Sekretariat PPNS sebagai wadah terintegrasi untuk koordinasi, fasilitasi, administrasi hingga evaluasi operasional penyidikan.

BACA JUGA:

Kejar Ketertinggalan RLS, Garut Fokus Wilayah Pelosok

“Sekretariat ini sangat vital. Selain mendata personel, wadah ini bertugas menyusun pedoman operasional penyidikan serta memberikan rekomendasi kepada Bupati terkait kebutuhan PPNS berdasarkan luas wilayah dan tingkat kerawanan daerah,” jelas Iwan.

Kegiatan koordinasi ini diikuti oleh 35 peserta. Terdiri dari kepala perangkat daerah, koordinator pengawas serta anggota PPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Garut.

Melalui forum ini diharapkan sinergi antara PPNS dengan instansi penegak hukum lainnya (Polri/Kejaksaan) dapat semakin harmonis demi terciptanya ketertiban umum di Kabupaten Garut.

(Y.A. Supianto)