spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 421

Indonesia Beli 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri

0
jembatan Bailey fokusjabar.id
jembatan Bailey (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Indoensia, Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bakal membeli jembatan Bailey dari luar negeri.

Mengutip kompas.com, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan, pemerintah akan membeli 100 jembatan Bailey dari luar negeri sesuai perintah Presiden.

BACA JUGA:

Emil Salim Puji Kreativitas Perajin Kulit Garut

“Presiden melalui Kemenhan instruksikan mencari 100 jembatan bailey dari luar negeri. Nantinya akan dipasang di seluruh Indonesia. Termasuk Axeh, Sumbar dan Sumut,” ungkapnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Menurut rencana, jembatan akan selesai dipasang pada Februari 2026.

“Dan juga mungkin ini akan kita gunakan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bisa Januari ini bisa dirapatkan. Saya pikir paling lama Januari, Februari itu bisa terpasang semua,” kata Maruli.

Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mendata keperluan 44 jembatan untuk dipasang pascabencana.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 jembatan bailey sudah terbangun, 6 proses pemasangan dan 15 lainnya dalam perjalanan dari Jakarta ke lokasi bencana.

Di sisi lain, TNI AD juga memasang jembatan American Rolling Mill Company (Armco) dan memasang jembatan gantung untuk memenuhi permintaan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:

Partai Demokrat Apresiasi Prabowo Subianto dalam Penanganan Bencana

Tak hanya itu, TNI AD juga mencatat kebutuhan akan 11 jembatan gantung. Tiga di antaranya sedang dipasang.

Dia berharap, penanganan bencana ini mampu memperbaiki beragam fasilitas di banyak tempat.

(Bambang Fouristian)

Beckham Putra Nugraha Gelar E7AM Football Challenge

0
Beckham Putra Nugraha fokusjabar.id
Beckham Gelar E7AM Football Challenge. (Dok E7AM Football Challenge)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajemen E7AM Apparel bersama Beckham Putra Nugraha menggelar festival sepakbola usia dini E7AM Football Challenge di Lapangan Infini Soegiri Pudsikpom, Minggu (28/12/2025) kemarin.

Festival sepakbola yang di gagas langsung oleh Beckham Putra Nugraha ini menjadi wadah bagi 48 tim SSB dari seluruh wilayah Jawa Barat untuk berkompetisi di kelompok umur U-8, U-9, U-10 dan U-11.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Apresiasi Kerja Keras Thom Haye CS

Beckham Putra Nugraha mengatakan, E7AM Football Challenge di harapkan menjadi kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Karena, di Jawa Barat banyak talenta muda potensial.

“Pengalaman pertama saya sebagai atlet sepakbola profesional bisa melaksanakan festival sepakbola usai 8, 9, 10 sampai 11 tahun. Semoga ke depannya bisa berjenjang juga ada kelanjutannya. Jadi bukan hanya sampai di sini,” kata Beckham.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 7 ini mengaku senang dengan antusias peserta yang mengikuti E7AM Football Challenge. Bahkan jumlahnya diluar ekspektasinya.

“Animonya sangat luar biasa sih. Sangat diluar ekspektasi malah. Jadi sangat senang banget dengan adanya E7AM Football Challenge ini,” ujarnya.

“Ajang ini membantu anak-anak khususnya di usia grassroots. Karena banyak banget khususnya di Jawa Barat anak-anak yang tidak bisa ikut turnamen. Jadi dengan adanya E7AM Football Challenge ini jadi wadah juga buat anak-anak bisa mengembangkan kemampuannya,” jelasnya.

BACA JUGA:

Beckham Putra Nugraha: Persib Punya Modal Bagus kontra Persik

Setelah sukses digelar, pemain Persib yang merasakan back to back juara kompetisi Liga 1 ini berharap, E7AM Football Challenge menjadi agenda rutin.

(Arif)

2 Hal Ini jadi Sorotan Bupati Garut

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan catatan tebal terhadap capaian kinerja pemerintah daerah di penghujung tahun.

Meski angka pengangguran dilaporkan menurun, persoalan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut dinilai masih belum mencapai target yang diharapkan.

BACA JUGA:

Kejar Ketertinggalan RLS, Garut Fokus Wilayah Pelosok

Syakur mengungkapkan adanya dualisme capaian ekonomi di Kabupaten Garut. Di satu sisi, dia mengapresiasi penurunan tingkat pengangguran yang sesuai dengan proyeksi pemerintah. Namun di sisi lain, ia menyayangkan lambatnya tren penurunan angka kemiskinan ekstrem.

“Kita sudah menerima laporan sementara, alhamdulillah tingkat pengangguran turun sesuai harapan. Tapi jumlah masyarakat miskin ekstrem memang turun, namun belum sesuai dengan yang kita targetkan,” ujar Bupati Garut, Senin (29/12/2025) ketika memimpin apel gabungan terakhir di tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut

Fokus Pergeseran Desil di Tahun 2026

Merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Bupati Garut memaparkan kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih memprihatinkan.

Saat ini, tercatat hampir 317 ribu warga Garut berada dalam kategori Desil 1 (kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah).

Menyikapi data tersebut, Syakur menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bergerak masif pada tahun 2026.

Target utamanya adalah pengurangan jumlah penduduk di kategori Desil 1 hingga 5 melalui program yang tepat sasaran.

BACA JUGA:

Wow! Burayot PD Fortuna Snack Garut Tembus Pasar Sulawesi

“Ini catatan buat kita semua. Tahun depan, Desil 1 sampai 5 harus berkurang. Yang di Desil 1 harus naik ke Desil 2 atau 3, begitu seterusnya. Fokus kita adalah pergeseran status kesejahteraan,” tegasnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada sejumlah instansi, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan, yang berhasil meraih penghargaan sebagai bentuk dedikasi dalam penyelesaian masalah di lapangan. Ia berharap prestasi tersebut memicu SKPD lain untuk melahirkan terobosan baru.

“Tahun depan evaluasi akan dilakukan lebih ketat. Jangan berkecil hati dengan catatan yang ada, jadikan ini sebagai baseline untuk menciptakan inovasi yang terarah pada pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

(Y.A. Supianto)

Kejar Ketertinggalan RLS, Garut Fokus Wilayah Pelosok

0
rls garut fokusjabar.id
Kepala Disdik Garut, Asep Wawan

GARUT, FOKUSJabar.id: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut pada tahun 2024 masih 7,85 tahun (dibawah Jawa Barat 8,87 tahun dan Nasional 8,85 tahun).

Pemkab Garut kini  telah menyiapkan strategi khusus. Pada tahun 2025, RLS Garut hanya meningkat tipis menjadi 7,86 tahun.

BACA JUGA:

Libur Nataru, Polres Garut Atur One Way untuk Antisipasi Macet Cipanas

Akhir tahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut memberikan perhatian serius terhadap dua tantangan besar. Yakni, disparitas kualitas pendidikan di wilayah pelosok dan peningkatan RLS.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan menegaskan, transformasi digital dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi pilar utama kebijakan pendidikan di tahun mendatang.

Membedah Disparitas, Afirmasi untuk Pelosok

Hingga saat ini, kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok Garut masih menjadi tantangan nyata.

Menanggapi hal tersebut, Asep Wawan menjelaskan, pihaknya tengah menggencarkan program afirmasi untuk mengejar ketertinggalan di daerah terpencil.

“Kami fokus pada pemerataan sarana dan prasarana di seluruh wilayah tanpa terkecuali. Selain fisik, kompetensi guru di pelosok ditingkatkan secara berkala melalui bimbingan teknis rutin,” kata Dia kepada FOKUSJabar, Senin (29/12/2025).

BACA JUGA:

Polisi Garut Amankan ‘Jeger’ Pemabuk yang Rusak Meja Kantor dengan Sajam Ilegal

Salah satu langkah taktis yang diambil adalah memperluas jangkauan sekolah melalui model Sekolah Satu Atap di daerah yang sulit dijangkau.

Selain itu, membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat melalui izin pendirian sekolah swasta yang memenuhi standar operasional.

Untuk mendongkrak RLS agar mampu bersaing di level provinsi, Disdik Garut melakukan lompatan besar dalam aspek digitalisasi. Bukan sekadar pengadaan alat, namun juga penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Strategi yang diusung:

  1. Distribusi Teknologi

Penyaluran bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dan Chromebook yang bersumber dari bantuan Provinsi Jabar serta Kemendikdasmen.

2. Kurikulum Masa Depan

Pelatihan khusus bagi guru dalam metode Deep Learning serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

3. Budaya E-Learning

Penerapan sistem pembelajaran elektronik secara masif di jenjang SD dan SMP.

“Target kami adalah lulusan yang literat secara digital. Dengan e-learning, jarak bukan lagi penghalang untuk mendapatkan materi berkualitas,” tegas Asep.

Menurut Dia, masalah pendidikan di Garut tidak hanya soal teknis di dalam kelas. Namun juga dipengaruhi faktor ekonomi dan sosial seperti pernikahan dini.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Segera Sosialisasi Mitigasi Bencana di Teras Cimanuk

Untuk menekan angka putus sekolah, Pemkab Garut meluncurkan inovasi program “Ayo Kembali Aktif Sekolah” melalui Kartu Garut Hebat (KGH).”

Sedikitnya ada tiga tahapan krusial dalam program mitigasi tersebut.

  1. Verval Data ATS

Pencocokan data di lapangan untuk mengetahui secara presisi siapa, di mana dan mengapa anak tersebut putus sekolah.

2. Konfirmasi dan Identifikasi Kebutuhan

Mengumpulkan anak-anak tersebut untuk mengidentifikasi hambatan mereka. Mulai dari alat tulis hingga akomodasi transportasi.

3. Reintegrasi Pendidikan

Mengembalikan siswa kebangku sekolah sesuai minat dan jenjang yang sempat terputus.

BACA JUGA:

Muhammadiyah Garut Canangkan Pembangunan Rumah Sakit Bersejarah

“Pemerintah menjamin keberlangsungan pendidikan mereka melalui KGH. Ini bukan sekadar kartu, tapi jaminan beasiswa dari Pemkab Garut agar tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah karena kendala biaya,” tegasnya.

Disdik Garut berkomitmen, pendidikan berkualitas harus dirasakan oleh seluruh anak. Baik mereka yang ada di pusat kota maupun yang berada di balik perbukitan Garut Selatan.

(Y.A. Supianto)

Cegah Bencana Ekologis, SPP Tanam Pohon Kelapa di Pesisir Pantai Pangandaran

0
sekjen spp agustiana Pantai pangandaran@fokusjabar.id
Sekjen SPP, Agustiana saat memberikan sambutan di Pangandaran (foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Serikat Petani Pasundan (SPP) menggelar Evaluasi dan Refleksi Tahun 2025. Juga aksi reboisasi dan penyelamatan lingkungan sepanjang pesisir Pantai Pangandaran, dengan menanam pohon kelapa di kawasan Batu Hiu hingga Karang Tirta.

Kegiatan ini mengusung tema “Gerakan Reboisasi dan Penyelamatan Lingkungan Pesisir Pantai Pangandaran”.

Kegiatan SPP Kabupaten Pangandaran ini, di hadiri perwakilan SPP dari 10 Kabupaten. Pemerintah Daerah, TNI–Polri, organisasi masyarakat sipil, tokoh budaya, serta berbagai elemen pendidikan.

Baca Juga: Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP Dihadiri Bupati Pangandaran

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarikat Petani Pasundan (SPP), Agustiana, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk konsolidasi gerakan petani.

Sekaligus, lanjut dia, sebagai respon atas meningkatnya ancaman bencana ekologis. Yang di akibatkan banyaknya alih fungsi lahan dan lemahnya pelaksanaan reforma agraria.

“Reforma agraria harus menjadi bagian dari mitigasi bencana dan solusi krisis pangan,” ungkap Agustiana, Senin, (29/12/2025).

Penguasaan sumber-sumber agraria oleh korporasi skala besar, kata Agustianan, telah menimbulkan kerusakan lingkungan juga penderitaan masyarakat. Oleh karena itu, SPP segera mengambil langkah nyata melalui gerakan reboisasi pesisir.

Sebagai aksi konkret, dia menegaskan, bahwa SPP segera melakukan penanaman pohon kelapa dan tanaman penguat abrasi lainnya. Di sepanjang pesisir Pantai Batu Hiu hingga Karang Tirta sejauh kurang lebih sepanjang 5 kilometer.

spp pangandaran@fokusjabar.id
Anggota SPP sedang menanam pohon kelapa di Pantai batu Hiu Pangandaran.(foto;Sajidin/fokusjabar.id)

“Setiap Organisasi Tani Lokal (OTL) di Pangandaran di wajibkan menanam. Sedikitnya 50 pohon kelapa sebagai bentuk tanggung jawab kolektif menjaga kelestarian pesisir,” katanya.

Pengukuhan Relawan

Selain reboisasi, Agustina menambahkan, SPP juga mengukuhkan relawan Badan Penanggulangan Bencana. Yang siap di terjunkan ke wilayah terdampak bencana, baik di Pangandaran maupun daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

Menurut dia, gerakan ini sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, UUPA Nomor 5 Tahun 1960. Serta TAP MPR Nomor IX Tahun 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ke depan, Agus menyatakan, bahwa hasil penanaman kelapa di rencanakan akan di kelola melalui koperasi anggota SPP Pangandaran. Guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani dan masyarakat pesisir.

Selain itu, Agus berharap, kegiatan tersebut di harapkan dapat direplikasi oleh SPP di wilayah lain seperti Tasikmalaya dan Garut.

“SPP berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup, memperkuat kedaulatan agraria, serta membangun masa depan pesisir yang lestari dan berkeadilan,” pungkasnya.

(Sajidin)

Hati-hati! Modus Penipuan Mengaku Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya

0
modus penipuan kepala bkpsdm kabupaten tasikmalaya@fokusjabar.id
Modus penipuan mengaku Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Iing Farid Khozin.{foto; Istimewa untuk fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Aparatur Sipil Negara (ASN) di himbau untuk berhati-hati jika mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal, yang mengaku sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya.

“Iya benar, saat ini beredar nomor 0813-2023-722 dengan foto profil saya bersama istri. Yang jelas itu bukan saya,” ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Iing Farid Khozin kepada FOKUSJabar.id, Senin (29/12/20250.

Dengan demikian, jika ada nomor tersebut menghubungi, kata Iing, kepada seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya tidak perlu di tanggapi. Karena, itu merupakan modus penipuan.

Baca Juga: Tak Lagi Menjabat, Ade Sugianto Tetap Dihormati: Resepsi Putri Jadi Simbol Kepemimpinan Yang Hidup

“Jadi saya mendapatkan informasi, bukan satu saja tapi ada beberapa nomor yang menggunakan foto profil saya bersama istri dan menghubungi beberapa ASN,” jelasnya.

Maka, bagi ASN Kabupaten Tasikmalaya atau masyarakat di hubungi nomor dengan foto profil dia, lanjut Iing, silahkan laporkan jika mendapat pesan mencurigakan.

“Silahkan untuk melapor, karena itu bukan pesan dari saya. Jadi harap untuk lebih berhati-hati, itu jelas modus untuk melakukan penipuan,” ucapnya.

Baca Juga: Ngeri! Dugaan TPPO Kamboja, Tak Bayar Denda Korban akan Disiksa

Karena memang, Iing menambahkan, modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya, kini beredar di kalangan ASN di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa yang mengirim pesan, itu bukan nomor saya,” pungkasnya.

Beberapa waktu yang lalu, modus yang sama juga di alami Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Beredar nomor WhatAap dengan foto profil Wabup di masyarakat.

Maka dengan modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat daerah. Masyarakat untuk tidak mudah percaya, tetapi segera mencari informasi atau cek and ricek.

(Yud’s)

Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP Dihadiri Bupati Pangandaran

0
Bupati pangandran Citra Fitriyami@fokusjabar.id
Kegiatan pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP di hadiri Bupati Pangandaran, Citra Fitriyami.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana Sarikat Petani Pasundan (SPP) yang di laksanakan di Batu Karas di hadiri Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, Senin (29/12/2025).

Dalam acara tersebut, terlihat hadir Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, Letkol CZI Ibnu Muntaha, Walhi Jabar, dan juga dari Konsorsium Pembaharuan Agraria.

Baca Juga: Ada Goa Jepang di Pantai Pasir Putih Pangandaran

Selain acara pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana. Sarikat Petani Pasundan (SPP) juga melakukan kegiatan kerjabakti dan reboisasi di pesisir pantai selatan Pangandaran.

Badan Penanggulangan Bencana di kukuhkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarikat Petani Pasundan (SPP), Agustiana.

Agustiana dalam sambutannya menyampaikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Sarikat Petani Pasundan (SPP), harus selalu siap siaga membantu masyarakat.

sekjen spp agustiana@fokusjabar.id
Sekjen SPP, Agustiana saat memberikan sambutan.(foto;Yud’s/fokusjabar.id)

“Kita dengan tulus menjelang tahun baru memperhatikan penyelamatan kawasan pantai yang luput dari perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

Dan kegiatan tersebut, lanjut dia, sumbernya dari swadaya. Tetapi, tentunya akan menjadikan sumber PAD bagi Pemerintahan Desa maupun Pemkab Pangandaran.

“Pokoknya, kami tidak omon-omon, kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan kawasan pesisir sepanjang pantai selatan Pangandaran,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dengan tema,”Menjemput tahun baru dengan semangat jiwa kepeloporan yang baru serta demi lingkungan hidup baru demi keselamatan rakyat dan kemajuan bangsa”.

(Yud’s)