spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 326

Soal Tanah Pangangonan, Ini Harapan Masyarakat Kampung Adat Kuta

0
Masyarakat adat Kampung Kuta fokusjabar.id
Suasana Kampung Adat Kuta Desa Karangpaninggal Kecamtan Tambaksari

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Masyarakat Kampung Adat Kuta di Dusun Kuta Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) sampai saat ini masih memperjuangkan tanah Pangangonan menjadi Tanah Ulayat seluas 5 hekatre.

Hal itu di benarkan Pengurus Adat Kampung Kuta, Firman Khabibi. Menurut Dia, lokasi tanah Pangangonan berada di wilayah Dusun Karangpaninggal.

BACA JUGA:

Aturan Adat Dilanggar, Satu Rumah di Kampung Adat Kuta Ciamis Tak Bisa Ditinggali

Dengan begitu, masuk wilayah adat Kampung Kuta. Namun statusnya belum masuk tanah Ulayat.

“Tanah itu sudah bersertifikat. Namun sayangnya tidak terdaftar sebagai tanah Ulayat,” kata Firman, Minggu (18/1/2026).

Firman menjelaskan, karena statusnya belum menjadi tanah Ulayat maka para penggarap tanah Pangangonan sebagian besar dari luar Kampung Kuta.

“Kalau hutan Pangangonan di kelola oleh masyarakat luar, Saya takut lokasi itu di babat habis. Sehingga yang akan jadi korban warga Kampung Kuta,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk memperjuangkan agar tanah tersebut menjadi tanah Ulayat.

BACA JUGA:

Masyarakat Hukum Adat Kampung Kuta Sambut Baik KUHP Baru

“Jika dikelola oleh masyarakat kampung adat kuta kekhawatiran kami akan hilang. Pasalnya, warga patuh akan aturan terhadap hukum adat di sini,” tutup Firman.

(Husen Maharaja)

Ada Suara Dentuman di Goa Kabuyutan Sebelum Tsunami Pangandaran

0
goa kabuyutan pangandaran@fokusjabar.id
Pantai batu karas Pangandaran.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Mitos atau fakta, jika terdengar ada suara dentuman di dalam goa kabuyutan pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Bahwa itu sebuah pertanda akan terjadinya bencana alam.

“Percaya atau tidak, jika ada suara dentuman dari dalam goa kabuyutan itu sebuah pertanda. Akan adanya sebuah bencana,” ungkap Haldi (58) salah seorang nelayan asal Desa Batu Karas, beberapa waktu lalu.

Dia juga menceritakan, bahwa sebelum terjadinya gempa dan bencana alam tsunami Pangandaran tahun 2006 lalu. Ada suara dentuman keras dari dalam goa kabuyutan pantai batu karas.

Baca Juga: Healing Akhir Pekan Kemana?, Pantai Batu Karas Pangandaran Lebih Mempesona

“Dan setelah ada suara dentuman dari dalam goa kabuyutan pantai batu karas. Beberapa hari kemudian terjadinya gempa dan tsunami yang menerjang Pangandaran,” jelasnya.

Namun, kata dia, setiap kejadian dan peristiwa di muka bumi, tentunya sudah menjadi kehendak dari sang maha pencipta.

“Semua kejadian tentunya sebagai teguran. Supaya kita sebagai manusia untuk lebih mendekatkan diri terhadap yang maha kuasa, Allah SWT, dan selalu menjaga alam semesta,” ucapnya.

Konon, goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran di huni oleh makhluk tak kasat mata yaitu siluman yang menyerupai seekor anjing.

Siluman anjing tersebut selalu keluar dan berjalan menelusuri sepanjang bibir pantai batu karas pangandara. Dan bentuknya tidak jauh beda dengan anjing seperti biasanya.

“Boleh percaya atau tidak, penghuni goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran merupakan siluman dengan sosok anjing,” jelasnya.

Jangan di Ganggu

Jika melihat seekor anjing yang berjalan di bibir pantai batu karas pangandaran. Dengan pandangannya tidak melirik kiri kanan, lanjut dia, maka itu merupakan penampakan siluman penghuni goa kabuyutan.

Baca Juga: Pesona Indah Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Habiskan Rp127 Miliar

“Jadi anjing tersebut jangan di ganggu, apalagi di usir. Karena di khawatirkan ada kejadian yang tidak di harapkan terhadap orang yang telah mengganggu,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian yang tidak di harapkan tersebut, memang terjadi saat mengganggu atau mengusir keberadaan seekor anjing jelmaan siluman tersebut.

“Kalau lihat seekor anjing, maka biarkan saja jangan di usir atau mengganggunya, karena dia juga tidak ganggu. Karena beberapa kejadian mengerikan menimpa orang yang awalnya mengusir anjing tersebut,” pungkasnya.

(Yud’s)

14 Bangunan di Kota Kendari Ludes Terbakar, Kerugian Rp5 M

0
Kota Kendari fokusjabar.id
Kebakaran hebat di Kota Kendari (foto: web)

KENDARI, FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sedikitnya 14 bangunan berupa gudang dan rumah kontrakan ludes terbakar. Kerugian di taksir mencapai miliaran rupiah.

BACA JUGA:

Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT

Mengutip jpnn.com, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Ahriawandy mengatakan, kebakaran 14 bangunan terjadi sekitar pukul 21.45 WITA.

Pihaknya menerjunkan tujuh mobil untuk memadamkan kebakaran. Selain itu, pemadaman api juga melibatkan 13 mobil tandon air yang menjadi mitra Dinas Damkar ketika insiden kebakaran terjadi bersama sukarelawan bencana.

“Kami kerahkan tujuh mobil damkar untuk memadamkan kebakaran 14 bangunan,” kata Ahriawandy, Sabtu (17/1/2026) malam.

Menurut Ahriawandy, 14 bangunan yang terbakar terdiri dari satu kios, tiga rumah makan, rumah kontrakan serta satu gudang penampung hasil bumi.

Dugaan awal, api bersumber dari satu gudang kemudian membesar dan membakar bangunan lainnya. Termasuk kios dan rumah kontrakan.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik,” kata Dia.

Menurut dia, seluruh bangunan itu ditinggal oleh pemiliknya. Sedangkan gudang yang menjadi sumber kebakaran diduga dijaga satu orang penghuni. Sehingga dipastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

BACA JUGA:

Mobil Carry Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Cibatu Garut

“Kerugian sekitar Rp 5 milyar,” ungkapnya.

Pemadaman api membutuhkan waktu selama satu jam karena material bangunan sebagian berbahan papan dan adanya hasil bumi seperti mete di dalam gudang.

Selain itu, banyaknya warga yang menyaksikan kebakaran di lokasi kejadian juga menyulitkan mobil damkar menjangkau titik api.

(Bambang Fouristian)

Tahun 2025 Penjualan Kendaraan Listrik Melejit

0
kendaraan listrik fokusjabar.id
kendaraan listrik (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Penjualan kendaraan listrik di Indonesia meningkat signifikan sepanjang tahun 2025 seiring pergeseran preferensi konsumen dan bertambahnya pilihan model di pasar.

Mengutip republika.co.id, kenaikan penjualan kendaraan listrik mendorong lonjakan pangsa pasar kendaraan elektrifikasi di tengah penurunan kendaraan bermesin pembakaran internal.

BACA JUGA:

Hadapi Sirkuit Hidzie Sukabumi Kejurnas Sprint Rally 2025, Diva Zahra Siap Naik Podium

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan kendaraan listrik pada 2025 mencapai 175.144 unit. Sebelumnya pada tahun 2024 terjual 103.228 unit.

Kendaraan elektrik yang dihitung mencakup Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Battery Electric Vehicle (BEV). Pangsa pasarnya naik dari 11,9 persen pada 2024 menjadi 21,8 persen pada 2025.

Penjualan HEV meningkat dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025.

Dalam periode yang sama, penjualan PHEV melonjak dari 136 unit menjadi 5.270 unit, sementara BEV meningkat lebih dari dua kali lipat dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit.

Dari sisi pangsa pasar, HEV naik dari 6,9 persen menjadi 8,2 persen. BEV mencatat kenaikan paling signifikan dari 5 persen menjadi 12,9 persen, sedangkan PHEV mencapai pangsa pasar 0,7 persen pada 2025.

Secara historis, penjualan kendaraan elektrik terus tumbuh dari hanya 1.324 unit pada 2020 menjadi 175.144 unit pada 2025. Dalam periode yang sama, pangsa pasarnya meningkat dari 0,2 persen menjadi 21,8 persen.

Sebaliknya, penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal menunjukkan tren menurun. Pada 2025, penjualannya tercatat 628.543 unit atau 78,2 persen dari total penjualan kendaraan nasional yang mencapai 803.687 unit secara wholesales.

BACA JUGA:

Dari Kiara Payung untuk Indonesia Hijau: Polytron EV dan PEVR Bandung Pecahkan Rekor MURI

Angka tersebut turun dibandingkan 2024, ketika penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal mencapai 762.495 unit atau 88,1 persen dari total penjualan.

Pangsa pasar kendaraan jenis ini merosot dari 99,8 persen pada 2020 menjadi 78,2 persen pada 2025.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, produsen otomotif perlu menyesuaikan strategi pemasaran untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Strategi marketing digeser, dari sekadar isu lingkungan pindah ke value, bukan cuma produk yang canggih,” katanya di kutip republika.co.id.

Menurut Yannes, konsumen kini semakin mempertimbangkan harga dan nilai guna dalam membeli kendaraan. Faktor efisiensi dan manfaat jangka panjang menjadi penentu utama keputusan pembelian.

BACA JUGA:

Pembalap Bandung Diva Zahra Siap Taklukkan Kejurnas Sprint Rally di Rumah Sendiri

Pihaknya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produksi kendaraan.

“Mau tidak mau, mereka harus menembus ambang batas TKDN minimal 40 persen dan mempercepat lokalisasi agar bisa memitigasi dampak kenaikan PPN 12 persen serta fluktuasi kurs melalui efisiensi rantai pasok domestik,” ungkap Dia.

(Bambang Fouristian)

Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT

0
pesawat ATR 42-500 fokusjabar.id
Pesawat ATR 42-500 (foto: web)

MAKASSAR, FOKUSJabar.id: Pencarian badan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) terkendala matinya Emergency Locator Transmitter (ELT).

Demikian di sampaikan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.

BACA JUGA:

79 Pasgat TNI AU Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500

Menurut Soerjanto Tjahjono, di duga, ELT hancur bersama badan pesawat ATR 42-500.

Oleh karena itu, pihaknya lebih fokus untuk operasi pencarian. Jika selesai, KNKT baru melakukan penyelidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat.

“Kami akan membantu Basarnas dulu. Setelah operasi kemanusiaan selesai, baru KNKT akan take over,” ujar dia di kutip kompas.com, Minggu (18/1/2026).

Terkait penyebab hilang kontaknya pesawat Indonesia Air Transport, pihaknya belum bisa memastikan apakah karena menabrak Gunung Bulusaraung atau tidak.

Dia berharap, black box pesawat tersebut juga di temukan bersama dengan di temukannya para korban.

Tim SAR gabungan belum dapat memastikan terkait adanya informasi pendaki. Di mana menemukan serpihan di duga milik pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Pada pukul 16.33 Wita, kami menerima informasi bahwa seorang pendaki mendapatkan serpihan di puncak Gunung Bulusaraung. Tapi itu tidak bisa dipastikan apakah betul serpihan dari pesawat ATR 42-500,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan.

BACA JUGA:

Duh! Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

Tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak perusahaan maskapai terkait serpihan yang di temukan pendaki di puncak Gunung Bulusaraung.

Untuk penemuan korban, Soerjanto mengatakan, pihaknya segera mengevakuasi ke Pangkalan Udara Hasanuddin dan dibawa ke rumah sakit Lanud Hasanuddin.

“Apabila ditemukan korban, baik yang masih hidup ataupun yang meninggal, kita evakuasi ke Pangkalan Udara Hasanuddin dan segera kita geser ke rumah sakit dekat Lanud Hasanuddin,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa mengatakan, berdasarkan informasi awal, pada pukul 04.23 UTC pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” katanya.

Selanjutnya, beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur.

“Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact),” ujar dia.

(Bambang Fouristian)

Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, 4 Kecamatan Diterjang Bencana

0
cuaca ekstrem fokusjabar.id
Cuaca Ekstrem (foto Ilustrasi)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi dan durasi lama disertai angin kencang (cuaca ekstrem) melanda wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Dampakdari cuaca ekstrem, sejumlah kejadian bencana alam melanda empat kecamatan di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Dapur Rumah Odo di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Rp20 Juta

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, di wilayah Kecamatan Sadananya ada pohon tumbang menimpa rumah milik Tarmi warga Desa Bendasari.

Kemudian atap rumah Siti Rohmah tersapu angin, pohon tumbang menimpa rumah Umar Dani, Pipit Sarimanah, Waryo dan Saad warga Desa Sadananya.

cuaca ekstrem fokusjabar.id
Penyaluran bantuan kepada korban terdampak bencana

“Tarmi dan Pipit Sarimanah terpaksa diungsikan karena kerusakan rumah mereka cukup parah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Minggu (18/1/2026).

Menurut Dia, cuaca ekstrem juga melanda wilayah Desa Darmacaang. Sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah milik warga.

“Pohon tumbang menimpa rumah milik Kusnadi dan Kodir warga Dusun Subang,” ungkap Ani.

BACA JUGA:

Masyarakat Hukum Adat Kampung Kuta Sambut Baik KUHP Baru

Selanjutnya kejadian di wilayah Kecamatan Sindangkasih tercatat atap rumah milik warga di wilayah Desa Sukaresik ambruk.

“Di wilayah Kecamatan Cisaga, rumah warga di Dusun Sambungjaya Desa Mekarmukti ambruk,” kata Ani.

Ani menyebut, pascakejadian pemilik rumah terdampak bencana telah menerima bantuan dari Pemkab Ciamis melalui BPBD.

“Kami telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak cuaca ekstrem,” pungkas Ani.

(Husen Maharaja)

Somah dan Orang Dalam Mainkan Alat Musik yang tak Lazim

0
Somah dan Orang Dalam fokusjabar.id
Somah dan Orang Dalam

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dari sisi Jalan Cibeunying Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) bunyi musik yang tak lazim di mainkan Somah dan Orang Dalam.

Instrumen yang di mainkan bukan gitar pada umumnya. Melainkan benda-benda sederhana yang di sulap menjadi alat musik. Sehingga mencuri perhatian.

Ada bas dari sekop, perkusi dari papan sese, hingga ukulele berbahan kaleng lem yang berpadu menciptakan irama unik.

BACA JUGA:

Inara Rusli Desak Mawa Berikan Status Pernikahan, Bercerai atau Poligami?

Penampilan tersebut membuat banyak orang spontan berhenti sejenak untuk menyaksikannya.

Mereka adalah Somah dan Orang Dalam, kelompok musik asal Bandung yang mengenalkan diri sebagai rombongan pop sirkus.

Dengan konsep pertunjukan yang berbeda dari band kebanyakan, mereka menghadirkan musik yang tak hanya menghibur. Namun juga merekam potongan-potongan cerita kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman banyak orang.

“Kalau misalnya orang belum tahu band ini, kita sebut saja rombongan pop sirkus. Karena kami meyakini musik Somah itu pasti di sukai banyak orang di mana dan kapan pun,” kata Gugun vokalis Somah dan Orang Dalam, Sabtu (17/1/2026) malam.

Istilah “rombongan” sengaja di pilih. Bagi Gugun, konsep sirkus lebih menekankan pada hiburan dan pertunjukan.

Menurutnya, musik bukan hanya soal bunyi, tetapi juga soal tontonan. Hal itu tercermin dari instrumen-instrumen yang di gunakan Somah dan Orang Dalam yang jauh dari kata konvensional.

Gugun sebagai vokalis turut memainkan gitar dari baki gorengan. Bejo memetik bas berbahan sekop. Fuad dan Imel mengisi perkusi dengan washboard dan papan sese. Sementara Edo memainkan ukulele dari kaleng lem. Bahkan, beberapa elemen drum dibuat dari komponen bekas seperti drum oli.

BACA JUGA:

Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

“Musik bagus itu sudah banyak. Tapi yang otentik dan punya karakter itu jarang. Makanya kami lebih menjual ‘tagog’ ketagihan dari pertunjukannya,” kata Dia.

Somah dan Orang Dalam terbentuk pada akhir 2023, saat pandemi Covid-19 mulai mereda.

Awalnya, band ini hanya beranggotakan dua orang (Gugun dan Fuad). Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai sering diminta tampil di panggung-panggung yang lebih besar.

“Kalau cuma gitar sama papan sese, rasanya bakal cringe,” tutur Gugun.

Dari situ, mereka mulai mengajak personel lain untuk bergabung, hingga terbentuk formasi yang sekarang.

Meski instrumennya terlihat tidak lazim, Gugun menegaskan bahwa secara musikal Somah dan Orang Dalam tetap bekerja seperti band pada umumnya.

“Sebenarnya kan tetap ada gitar, bas, ukulele. Yang beda cuma looks-nya. Secara permainan, harmoni itu tetap terjadi,” ujarnya.

Saat ini, Somah dan Orang Dalam tengah bersiap merilis album perdana bertajuk Untuk Kalangan Terbatas. Album tersebut dijadwalkan meluncur setelah Lebaran 2026.

Proses pengerjaannya memakan waktu hampir satu tahun, sejak awal 2025 hingga rampung pada Desember 2025.

Pertunjukkan awal yang dilakukan di pinggir jalan kawasan Cibeungying, Kota Bandung, bukan sekadar latihan biasa. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi promosi sekaligus debut lagu-lagu baru mereka ke publik.

“Kita lihat ruas jalan ini ramai. Banyak orang lewat. Kita juga pengin merangkul atensi orang,” kata Gugun.

Apalagi, lokasi tersebut berada di dekat kedai kopi pinggir jalan, sehingga penonton datang bukan hanya dari pengunjung, tetapi juga dari pengendara yang melintas.

Dalam waktu dekat, Somah dan Orang Dalam berencana tampil di sejumlah titik lain.

Sementara ini, wilayah Jawa Barat menjadi fokus utama. Mereka sengaja memilih ruang-ruang publik yang “merakyat”, bukan kafe atau tempat yang terlalu eksklusif.

BACA JUGA:

Tetap Stylish di Musim Hujan, 7 Tips Outfit Anti Ribet di Cuaca Ekstrem

“Random orang jalan bisa lihat kami. Itu yang kami cari,” ujarnya.

Soal genre, Gugun dengan lugas menyebut musik mereka sebagai pop.

“Pop aja. Karena kami pengin populer dan banyak uang,” kelakarnya.

Namun, lirik-lirik yang mereka bawakan justru mengangkat cerita keseharian yang sederhana dan jujur.

Mulai dari keluhan pekerja, pertemanan yang tak dibayar, hubungan yang patah, hingga dinamika hidup sehari-hari.

Inspirasi tersebut kemudian dirangkai menjadi satu album yang utuh.

Album Untuk Kalangan Terbatas juga memiliki keunikan lain. Selain menggunakan dua bahasa Indonesia dan Sunda, Somah dan Orang Dalam menyisipkan potongan hook dari lagu-lagu populer yang sudah dikenal luas.

Di antaranya lagu-lagu milik Titi DJ, JKT48, hingga karya-karya lain yang akrab di telinga masyarakat.

Namun di balik kemasan hiburan dan kesan jenaka, dikatakan Gugun, album ini menyimpan pesan yang cukup dalam.

Salah satu lagu berjudul Senang-senang justru membahas tentang kematian.

“Seringkali kita terbuai dengankehidupan, sibuk sama urusan duniawi sampai lupa kita akan berpulang,” ujar Gugun.

Ia mengakui ada unsur dakwah dalam karya mereka, meski disampaikan dengan cara yang santai.

“Biar ingat mati aja. Kalau musisi lain naikin spirit orang, kami malah sedikit ‘menurunkan’ dengan mengingatkan kematian,” katanya.

Nama Somah dan Orang Dalam sendiri memiliki sejarah panjang. Awalnya, Gugun dan Fuad menggunakan nama Somah and The Falster.

Kendati demikian, nama tersebut kerap salah disebut oleh pembawa acara di berbagai panggung.

“Ribet. MC suka salah nyebut,” ujar Gugun.

Akhirnya, pada awal 2024, mereka memutuskan mengganti nama menjadi Somah dan Orang Dalam.

“Karena hidup ini tanpa orang dalam, kita enggak bisa hidup,” kelakarnya.

Pergantian nama itu juga beriringan dengan masuknya personel baru dan semakin solidnya konsep band. Kini, Somah dan Orang Dalam memperkuat barometer musik dari Kota Kembang.

(Alpin Septian)