spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 325

Cuaca Mendung Tak Surutkan Minat Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

0
Cuaca Mendung Pangandaran FOKUSJabar.id
Suasana Pantai Barat Pangandaran (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Cuaca mendung di sertai hujan tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pantai Pangandaran menjadi salah satu destinasi yang tetap di padati pengunjung. Padahal kondisi cuaca kurang bersahabat.

Situasi tersebut terpantau melalui video singkat yang di bagikan Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio, di grup WhatsApp pada Minggu (18/1/2026).

Dalam rekaman itu terlihat, wisatawan memadati kawasan pasir putih Pantai Pangandaran. Terutama di wilayah Pantai Barat. Mereka tetap beraktivitas di pesisir pantai.

Baca Juga: Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pangandaran

“Pantauan SAR Barakuda di kawasan Pasir Putih Pantai Barat Pangandaran meskipun cuaca mendung, berkabut dan di sertai hujan, pengunjung masih ramai. Semoga semuanya tetap aman,” tulis Sakio dalam keterangan video tersebut.

Saat di konfirmasi, Sakio menjelaskan bahwa kondisi gelombang di kawasan pesisir Pantai Timur maupun Pantai Barat Pangandaran terpantau relatif normal dan aman bagi wisatawan.

“Di pinggir pantai gelombang kecil, air juga cukup tenang,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, menyampaikan bahwa arus lalu lintas di berbagai ruas jalan menuju dan dari kawasan wisata terpantau ramai namun tetap lancar.

Menurutnya, kepadatan kendaraan saat ini di dominasi oleh wisatawan yang hendak meninggalkan Pangandaran atau melakukan perjalanan pulang.

“Kondisi lalu lintas di sekitar objek wisata Pangandaran terpantau lancar. Mayoritas kendaraan sudah bergeser untuk kembali ke daerah asal,” kata Nana saat di hubungi melalui sambungan telpon.

Ia menambahkan, sebagian besar kendaraan yang melintas berasal dari luar daerah Pangandaran. Meski situasi lalu lintas relatif terkendali, Dishub Pangandaran tetap menyiagakan personel di sejumlah titik strategis.

“Petugas Dishub terus berjaga di titik-titik vital untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” pungkasnya.

(Sajidin)

Bangunan Lapuk Tak Tahan Hujan, Rumah Warga Mekarmukti Ciamis Roboh

0
Mekarmukti Ciamis, FOKUSJabar.id
Rumah milik Alfin yang ambruk

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana. Sebuah rumah milik warga di Dusun Sambungjaya, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, ambruk hingga rata dengan tanah, memaksa satu keluarga harus mengungsi.

Rumah tersebut di huni oleh Alfin bersama empat anggota keluarganya. Kondisi bangunan yang sudah lapuk di makan usia di perparah oleh hujan deras berdurasi lama, hingga akhirnya roboh, Minggu dini hari (18/1/2026).

Baca Juga: Soal Tanah Pangangonan, Ini Harapan Masyarakat Kampung Adat Kuta

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian ambruknya rumah terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat hujan lebat masih mengguyur wilayah Cisaga.

“Peristiwa ambruknya rumah terjadi tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB dan baru di laporkan pagi ini,” ujar Ani, Minggu (18/1/2026).

Akibat kejadian itu, bangunan rumah mengalami kerusakan total sehingga tidak lagi layak untuk ditempati. Untuk sementara, Alfin beserta keluarganya terpaksa meninggalkan rumah dan mencari tempat aman.

“Kerusakan rumah sangat parah, sehingga penghuninya harus mengungsi,” jelas Ani.

Selain kejadian di Kecamatan Cisaga, BPBD Kabupaten Ciamis juga menerima laporan bencana lain pada hari yang sama. Sebuah rumah warga di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tertimpa pohon tumbang pada Minggu pagi.

“Pohon yang menimpa rumah sudah berhasil dievakuasi. Pemilik rumah juga telah menerima bantuan berupa terpal plastik dan logistik kedaruratan berupa sembako,” ungkap Ani.

(Husen Maharaja)

Kebakaran Landa Pasar Samarang Garut, Kerugian Capai Rp70 Juta

0
Kebakaran Pasar Samarang Garut FOKUSJabar.id
Petugas Damkarmat Kabupaten Garut melakukan pemadaman sebuah kios warung nasi di Blok E Lantai 2 Pasar Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, yang dilalap si jago merah pada Minggu (18/1/2026) siang.

GARUT,FOKUSJabar.id: Insiden kebakaran menghanguskan sebuah kios warung nasi di Blok E Lantai 2 Pasar Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Minggu (18/1/2026) siang. Peristiwa ini menimbulkan kerugian materil yang di taksir mencapai puluhan juta rupiah, meski di pastikan tidak ada korban jiwa.

Kebakaran di ketahui terjadi sekitar pukul 14.44 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Petugas tiba di lokasi kurang dari 20 menit untuk mencegah api meluas ke kios-kios lain di dalam pasar.

Baca Juga: Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

Kepala Disdamkarmat Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan respons cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang lebih besar mengingat lokasi kejadian berada di kawasan pasar yang padat.

“Laporan kami terima pukul 14.44 WIB dan petugas tiba di lokasi pukul 14.59 WIB. Fokus awal kami adalah membatasi perambatan api,” ungkap Eko dalam keterangannya.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan sementara, api pertama kali muncul dari kios berukuran 3×3 meter milik Hj. Euis yang dikontrak oleh Nurjanah (51). Saat kebakaran terjadi, kios dalam kondisi kosong karena pengontrak sedang berjualan keliling di area pasar.

Eko menjelaskan, kebakaran dugaan kuat terpicu korsleting listrik. Sebelumnya, pengontrak kios sempat melihat percikan api dari terminal listrik saat hendak memasak nasi menggunakan magic com pada pagi hari.

“Percikan sempat muncul dan membuat yang bersangkutan tidak jadi memasak. Dugaan sementara, gangguan listrik tersebut menjadi pemicu kebakaran yang membesar beberapa jam kemudian,” jelasnya.

Damkar Kerahkan Empat Unit Armada

Api yang berkobar menghanguskan kios utama dan merambat ke tiga kios di sekitarnya milik Ustaz Didi, H. Dede, dan Ibu Linda. Total kerugian dalam perkiraan mencapai Rp70 juta, dengan rincian Rp30 juta pada kios utama dan sekitar Rp40 juta pada kios terdampak lainnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar Garut mengerahkan empat unit armada, terdiri dari dua unit supply, satu unit pancar, dan satu unit Hino Jepang. Api berhasil terpadamkan dan lokasi aman pada pukul 15.45 WIB.

“Dengan dukungan TNI, Polri, PLN, serta warga sekitar, empat kios lain di depan titik api dengan nilai aset sekitar Rp90 juta berhasil terselamatkan,” tambah Eko.

Menutup keterangannya, Eko mengimbau para pedagang untuk rutin memeriksa instalasi listrik di tempat usaha, terutama sebelum meninggalkan kios, guna mencegah kejadian serupa terulang.

(Y.A. Supianto)

Cuaca Buruk Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kondisi perahu nelayan terparkir di perairan pantai Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah perairan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang dan kabut tebal membuat sebagian besar nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

Sejak Minggu pagi (18/1/2026), kondisi laut dinilai tidak bersahabat. Kawasan zona tangkap ikan tertutup kabut pekat, sementara hujan dan angin kencang terus melanda. Akibatnya, puluhan perahu nelayan terlihat terparkir di pesisir tanpa aktivitas.

Baca Juga: Ada Suara Dentuman di Goa Kabuyutan Sebelum Tsunami Pangandaran

Tokoh nelayan Pangandaran, Sakio, menyebut situasi ini tak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga berdampak langsung pada penghasilan nelayan. Banyak di antara mereka yang pulang ke rumah tanpa membawa hasil tangkapan.

“Sejak pagi kondisi di laut cukup ekstrem. Angin kencang, hujan, dan kabut tebal menutupi area tangkap,” ujar Sakio kepada FOKUSJabar.id melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, masih ada nelayan yang nekat melaut di tengah kondisi berisiko tersebut. Namun, perjalanan pulang menjadi tantangan tersendiri karena jarak pandang terbatas dan ombak yang tidak bersahabat.

“Beberapa nelayan sempat kesulitan kembali ke daratan. Alhamdulillah semuanya selamat dan tidak ada mesin perahu yang mengalami kerusakan,” jelasnya.

Sakio menambahkan, kondisi ini sangat kontras dengan beberapa hari sebelumnya. Pada pertengahan pekan lalu, nelayan Pangandaran sempat menikmati hasil laut yang melimpah, terutama ikan layur, bawal putih, dan tenggiri.

“Hari ini banyak yang zonk, berbeda dengan Rabu, Kamis, dan Sabtu kemarin saat tangkapan cukup banyak,” katanya.

Memasuki musim angin barat, Sakio mengimbau seluruh nelayan agar mengutamakan keselamatan dibanding memaksakan diri melaut. Ia menekankan pentingnya pengecekan mesin perahu serta kelengkapan alat keselamatan sebelum berangkat.

“Keselamatan adalah yang utama. Pastikan mesin dalam kondisi baik dan selalu membawa pelampung atau life jacket,” pungkasnya.

(Sajidin)

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

0
Ormas GAS fokusjabar.id
Ormas GAS

GARUT, FOKUSJabar.id: Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS) menerima pengaduan warga terkait ulah oknum Debt Collector (DC) yang telah mengambil secara paksa kendaraan roda empat milik Ny Nolis Sulastri warga Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas Gas, Mulyono Khaddafi mengatakan, apapun dalilnya mengambil kendaraan milik nasbah secara paksa merupakan kejahatan.

BACA JUGA:

Diduga Ada Mafia Tanah, Ormas GAS Lapor Kejari Garut

Menurutnya, DC tidak memiliki landasan hukum dan kewenangan untuk menarik unit kendaraan debitur secara paksa. Jika dilakukan bisa masuk ranah pidana.

“DC tidak dapat mengeksekusi objek jaminan fidusia atau anggunan seperti kendaraan. Hal itu tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019,” kata Mulyono, Minggu (18/1/2026).

Dia menyebut, putusan MK bersifat final dan mengikat. Dengan begitu, setiap perusahaan leasing atau kuasanya tidak boleh bertindak melakukan aksi pengambilan paksa bagi debitur yang mengalami kendala. Terlebih bagi mereka yang tidak bermasalah.

Ormas GAS fokusjabar.id
Sekjen GAS, Mulyono Khaddafi

“DC tidak boleh mengambil paksa unit kendaraan. Mereka harus mengikuti prosedur yang benar dan memiliki surat perintah yang sah dari pihak yang berwenang. Yang berhak mengeksekusi hanya pengadilan,” ungkap Sekjen Ormas GAS.

Terkait kasus yang dialami Nolis Sulastri, Ormas GAS segera menduduki salah satu kantor leasing Cabang Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tegaskan Peran Strategis Diskominfo sebagai Garda Terdepan Informasi Publik

Kronologi Kejadian:

Sekjen Ormas Gas mengatakan, Nolis Sulastri merupakan korban begal berkedok DC. Kendaraannya dirampas di tempat yang sepi pada malam hari.

Korban telat bayar cicilan selama satu bulan. Pada waktu itu, Dia dan suaminya pergi ke Karawang untuk menemui anak mereka. Di tengah perjalanan (rest area) mendapat telpon dari petugas leasing soal keterlambatan bayar cicilan.

Nolis berjanji akan segera meyelesaikan pembayaran setelah pulang dari Karawang.

Baru 5 menit tiba di rumah anaknya, korban kedatangan beberapa DC. Saat itu terjadi cekcok karena mereka memaksa Nolis agar segera mendatangi kantor finance yang ada di Karawang.

Akhirnya pada pukul 20.00 WIB, Nolis dan suaminya berangkat untuk memenuhi permintaan DC.

Korban dibawa ke sebuah mall yang sepi. Di sana sudah ada puluhan DC yang menunggunya.

Mulyono mengatakan, saat ini pihaknya terus mengawal kasus tersebut di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Garut yang sudah dua kali melayangkan surat panggilan ke pihak leasing.

Pihak BPSK berjanji akan melayangkan surat panggilan terakhir.

“Kami menjalankan UU No8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 4 hurup (e) mengatur hak konsumen. Di antaranya, hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa secara patut,” tegasnya.

BACA JUGA:

Polri Tegas Berantas Premanisme Berkedok Ormas Demi Iklim Investasi Kondusif

Sekjen Ormas GAS menuding, pihak leasing telah melanggar pasal 7 hurup (a) dan hurup (c) UU No8 tahun 1999.  Yakni, beritikad baik dalam melakukan kegiatan usaha dan memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

Oleh karena itu, pihaknya akan mendatangi OJK regional 2 Jawa Barat karena menyangkut lembaga pembiayaan yang bertindak sewenang-wenang terhadap nasabahnya.

“Indonesia adalah negara hukum. Kami mendesak aparat penegak hukum segera bertindak terhadap pelaku pembegalan kendaraan milik ibu Nolis Sulastri,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung

0
Badan pesawat ATR 42-500 fokusjabar.id
Penampakan pesawat ATR 42-500 (foto: web)

SULSEL, FOKUSJabar.id: Badan pesawat ATR 42-500 di temukan di puncak Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsesl), Minggu (18/1/2026) pagi.

Menurut Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, tim SAR gabungan akan langsung mengupayakan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

BACA JUGA:

Pencarian Pesawat ATR 42-500 Terkendala ELT

Mengutip kompastv, Bangun Nawoko mengatakan, pihaknya telah mengerahkan helikopter ke lokasi kejadian.

Kendati sempat terkendala cuaca, helikopter TNI berhasil menerjunkan personel untuk memeriksa serpihan yang di temukan.

“Perlu saya sampaikan, kondisi medan dan cuaca sangat ekstrem,” ungkap Bangun Nawoko.

Dia menyebut, korban hingga saat ini masih di cari oleh personel di lapangan. Nantinya, petugas akan mengupayakan evakuasi lewat udara atau dengan helikopter.

Jika cuaca tidak memungkinkan, para korban akan di evakuasi melalui jalur darat ke pos gabungan yang telah di siapkan di lereng Bulusaraung.

“Kalau cuaca dan medan memungkinkan, kita akan evakuasi dengan helikopter,” katanya.

Senada di sampaikan Kakansar Makassar, Muhammad Arif Anwar. Kata Dia, tim SAR gabungan telah menemukan serpihan badan, ekor dan jendela pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung.

BACA JUGA:

79 Pasgat TNI AU Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500

Pihaknya telah mengerahkan 1.200 personel gabungan untuk menyisir area ditemukannya serpihan pesawat.

“Fokus personel di lapangan saat ini adalah pencarian korban yang belum ditemukan,” tutup Arif.

(Bambang Fouristian)

Ada-ada Saja! Bumil Ingin Jalan-jalan Pakai Mobil Disdamkarmat Garut

0
Disdamkarmat Garut fokusjabar.id
Bumil saat jalan-jalan menggunakan mobil pemadam kebakaran

GARUT, FOKUSJabar.id: Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) didatangi Pasangan Suami Istri (Pasutri), Sabtu (17/1/2026) sore kemarin.

Kedatangan Pasutri tersebut membawa permintaan khusus yang tidak biasa.

BACA JUGA:

Mobil Carry Pengangkut BBM Ludes Terbakar di Cibatu Garut

Asep Restu Nugraha datang mendampingi istrinya, Annisa Banowati warga Kampung Talun Cemara, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.

Disdamkarmat Garut fokusjabar.id
Asep Restu Nugraha (26) datang mendampingi istrinya, Annisa Banowati (26), warga Kampung Talun Cemara, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, mendatangi Mrarkas Damkar

Kedatangan mereka ke Mako Patriot ternyata demi memenuhi keinginan sang istri yang tengah hamil anak pertama. Annisa mengaku sedang “ngidam” berat ingin merasakan sensasi naik mobil pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko menyambut positif aksi spontan anggotanya dari Regu 2 Mako yang memberikan pelayanan humanis tersebut.

“Betul, kemarin sore kami kedatangan Pasutri yang sedang mengandung anak pertama dan sangat ingin menaiki unit pemadam kebakaran. Ini adalah bentuk pelayanan masyarakat yang tidak melulu soal memadamkan api, tapi juga hadir untuk kebahagiaan warga,” kata Eko kepada FOKUSJabar, Minggu (18/1/2026).

Sensasi Menjadi Petugas Damkar Sehari

Melihat antusiasme sang ibu hamil, petugas Regu 2 Mako Patriot pun dengan sigap membantu Annisa naik ke atas kabin truk pemadam yang gagah.

Sambil didampingi suaminya, Annisa diajak berkeliling sejenak untuk merasakan pengalaman menjadi “petugas damkar” sehari.

BACA JUGA:

Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Pernikahan Dini

Senyum sumringah terpancar dari wajah Annisa saat mobil besar tersebut mulai melaju perlahan. Asep, sang suami, merasa lega karena keinginan unik istrinya akhirnya bisa terpenuhi berkat keramahtamahan para petugas.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kreativitas warga yang tidak sungkan datang ke markas. Selama tidak mengganggu kesiapsiagaan personel dalam menangani darurat, kami sangat senang bisa membantu mewujudkan keinginan tersebut. Semoga ibu dan bayinya sehat terus sampai persalinan nanti,” kata Usep.

Aksi ini pun menuai pujian karena menunjukkan sisi lain petugas pemadam kebakaran yang selama ini dikenal tegas dan berani di medan api, namun tetap memiliki sisi lembut dan solutif bagi masyarakat kecil.

(Y.A. Supianto)