spot_imgspot_img
Jumat 24 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 300

Pengelolaan SPBU Ciherang Tasikmalaya, Warga Tuntut Asuransi Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial

0
Tasikmalaya, FOKUSJAbar.id
Perubahan pengelolaan SPBU 34-46117 yang telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir memicu keresahan warga hingga berujung pada audiensi terbuka di Kantor Kelurahan Ciherang Tasikmalaya

TASIKMALAYA FOKUSJabar.id: Gejolak sosial muncul di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Perubahan pengelolaan SPBU 34-46117 yang telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir memicu keresahan warga hingga berujung pada audiensi terbuka di Kantor Kelurahan Ciherang, Kamis (22/1/2026).

Warga menilai, pengelola baru belum menunjukkan kepedulian sosial dan tanggung jawab lingkungan sebagaimana yang dirasakan masyarakat saat SPBU masih dikelola manajemen sebelumnya. Perbedaan pola kebijakan inilah yang menjadi pemantik ketegangan antara warga dan pihak pengelola.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Ajak IPPAT dan INI Perkuat Peran dalam Kepastian Hukum

Tujuh Tuntutan Warga Disampaikan Secara Tegas

Dalam audiensi tersebut, warga yang diwakili Ketua RW 15 Ciherang, Nuryaman, menyampaikan tujuh tuntutan utama. Intinya, masyarakat meminta pengelola SPBU tidak mengabaikan nilai kearifan lokal serta memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko aktivitas SPBU.

Tujuh tuntutan tersebut meliputi:

  1. Penyediaan panggung dan sound system untuk kegiatan PHBI dan PHBN.
  2. Bantuan fasilitas umum seperti mesin pemotong rumput, pompa air, dan penerangan.
  3. Santunan rutin bagi anak yatim dan lanjut usia.
  4. Pemberian THR tahunan bagi warga sekitar.
  5. Dana kas rutin bulanan untuk RT, RW, DKM, dan Karang Taruna.
  6. Penyerapan minimal 50 persen tenaga kerja dari warga lokal Ciherang.
  7. Tanggung jawab penuh, baik materiil maupun non-materiil, atas dampak operasional SPBU.

“Yang paling penting bagi kami adalah jaminan keselamatan. Harus ada asuransi khusus yang menjamin dampak lingkungan dan risiko bagi warga,” tegas Nuryaman di hadapan pihak kelurahan dan pengelola.

Asuransi dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer SPBU 34-46117, Agustaf, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengasuransikan risiko operasional dengan nilai pertanggungan mencapai Rp1,5 miliar. Ia berjanji akan memperlihatkan polis asuransi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Sementara terkait penyerapan tenaga kerja lokal, terungkap bahwa dari 20 karyawan yang bekerja saat ini, baru satu orang merupakan warga Ciherang. Pihak pengelola mengaku siap memenuhi tuntutan 50 persen tenaga kerja lokal secara bertahap.

Pengelola Akui Pendekatan Berbeda

Agustaf menegaskan, perusahaan bukan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Namun, pengelola saat ini memiliki konsep dan pendekatan yang berbeda, termasuk fokus pada audit internal dari Pertamina.

“Kami memiliki program tanggung jawab sosial melalui pelatihan karyawan, penyediaan makan siang, serta rencana pemberian voucher usaha bagi pelaku UMKM di wilayah Cibeureum melalui pihak kecamatan,” jelasnya.

Belum Ada Kesepakatan Final

Meski audiensi telah berlangsung untuk kedua kalinya, pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu. Surat pernyataan dari pihak pengelola masih perlu perbaikan, sementara warga menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada kejelasan.

Ke depan, tokoh masyarakat Ciherang berencana kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan manajemen SPBU, khususnya untuk membahas secara rinci transparansi polis asuransi lingkungan yang krusial bagi keselamatan warga.


(Abdul)

Pemkot Tasikmalaya Ajak IPPAT dan INI Perkuat Peran dalam Kepastian Hukum

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Coffee morning keluarga besar IPPAT dan INI Daerah Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah daerah serta stakeholder lainnya di Halaman Bapenda Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana santai namun sarat makna mewarnai kegiatan coffee morning yang digelar keluarga besar Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Daerah Kota Tasikmalaya, Kamis (22/1/2026). Agenda ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.

Berlokasi di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Uus Supangat. Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Bapenda Hadi Riyadi, Wakil Ketua DPRD Wahid, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Al Izar Inosanto, Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol CZI Imvan Ibrahim, Ketua INI Soni Indrasena, Ketua REI, pimpinan perbankan, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: LSM Fordem Soroti Layanan RSUD Tasikmalaya, DPRD Turun Tangan

Tak hanya dialog formal, panitia juga menyuguhkan beragam kuliner khas Tasikmalaya seperti bakso, es cincau, lengko, bubur ayam, kopi, jajanan pasar, hingga buah-buahan yang dapat dinikmati gratis oleh seluruh peserta, menambah keakraban suasana.

Dalam sambutannya, Uus Supangat menegaskan bahwa coffee morning ini bukan sekadar ajang temu ramah. Melainkan wadah silaturahmi dan penguatan komunikasi antara unsur Forkopimda dengan para notaris dan PPAT di Kota Tasikmalaya.

“Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Uus.

Ia menilai peran notaris dan PPAT sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan kepastian hukum. Tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui pencatatan dan legalitas objek-objek pajak.

“Bayangkan jika tidak ada pencatatan yang tertib dalam akta tanah, hibah, jual beli, maupun legalitas usaha. Potensi konflik dan sengketa tentu akan meningkat,” jelasnya.

Komunikasi Lintas Sektor

Uus juga menekankan,komunikasi lintas sektor seperti ini penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kemudian juga melahirkan kebijakan implementatif, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan tiga sektor utama yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Sementara itu, Ketua IPPAT Daerah Tasikmalaya Dr. Nia Trisnawati menegaskan profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap hukum merupakan prinsip utama dalam menjalankan profesi notaris dan PPAT.

“Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Menurut Nia, IPPAT dan INI berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya. Tujuannya agar mampu menghadirkan akta otentik yang sah dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat memperoleh legalitas resmi atas aset yang mereke miliki. Serta mendorong tertib administrasi pertanahan, yang pada akhirnya juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya.

Dialog dan diskusi ringan yang berlangsung hangat menutup kegiatan coffee morning. Kegiatan tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara IPPAT, INI, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja di Kota Tasikmalaya.

(Seda)

Situ Cipanten, Danau Jernih Majalengka yang Disulap Jadi Istana Koi Sultan

0
Istana Koi Sultan Majalengka FOKUSJabar.id
Situ Cipanten, Danau Jernih Majalengka yang Disulap Jadi Istana Koi Sultan

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kabupaten Majalengka perlahan meninggalkan citra lama sebagai kota persinggahan. Sejak hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, daerah yang dijuluki Kota Angin ini menjelma menjadi destinasi wisata baru yang diperhitungkan di Jawa Barat.

Salah satu magnet wisata yang tengah naik daun adalah Situ Cipanten, danau alami yang berada di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang. Keindahan airnya yang jernih berpadu dengan ekosistem air tawar yang terjaga menjadikan Situ Cipanten terkenal sebagai “permata tersembunyi” Majalengka.

Baca Juga: Kas RT Ratusan Juta, Gunungkuning Jadi Contoh Desa Mandiri di Majalengka

Koi Sultan Angkat Kelas Wisata

Daya tarik Situ Cipanten kian menguat setelah ribuan ikan koi berkualitas tinggi menghuni danau tersebut. Ikan-ikan eksklusif ini merupakan donasi dari pengusaha ternama Hartono Soekwanto, pemilik Central Koi yang terkenal luas sebagai “Bos Koi” Indonesia.

Tak main-main, lebih dari 2.000 ekor koi keturunan langsung Jepang ditebar, dengan nilai fantastis sebagian bahkan seharga kendaraan mewah.

“Air Situ Cipanten sangat jernih dan minim bakteri. Kondisi ini ideal untuk koi, sehingga saya yakin ikan-ikan ini akan tumbuh dengan baik,” ujar Hartono Soekwanto beberapa waktu lalu.

Keberadaan koi berukuran besar dengan warna merah, putih, dan kuning emas yang mencolok menghadirkan kesan eksklusif. Pengunjung dapat menyaksikan langsung koi bernilai ratusan juta rupiah berenang bebas di danau alami, menghadirkan sensasi layaknya kolam koi raksasa di Jepang.

Pesona Air Dua Warna

Keunikan Situ Cipanten tak berhenti di situ. Danau ini memiliki fenomena perubahan warna air yang terpengaruh kondisi alam.

Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menjelaskan bahwa saat musim kemarau air danau tampak biru bening hingga dasar danau terlihat jelas.

“Ketika kemarau, ikan-ikan terlihat sangat jelas dari permukaan. Ini salah satu keajaiban Situ Cipanten,” tuturnya.

Sebaliknya, saat musim hujan, air berubah menjadi hijau toska yang menenangkan, menciptakan panorama alam yang berbeda namun sama-sama memikat.

Berenang dan Berfoto Bersama Koi

Pengunjung tak hanya menikmati keindahan dari tepi danau. Pengelola menyediakan berbagai wahana, mulai dari perahu transparan, pelampung, hingga aktivitas berenang yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dengan koi-koi premium.

Salah satu aktivitas favorit adalah fotografi bawah air. Kejernihan danau menciptakan efek visual seolah pengunjung berada di dalam akuarium raksasa, menjadikan Situ Cipanten surga bagi pemburu konten media sosial.

Wahana Kekinian dan Spot Ikonik

Untuk melengkapi pengalaman wisata, pengelola menghadirkan berbagai fasilitas modern dan Instagramable. Mulai dari Jembatan Cinta, ayunan dengan latar ribuan ikan koi, hingga wahana flying fox dan sepeda gantung yang memacu adrenalin sambil menikmati pemandangan danau dari ketinggian.

“Kami juga menyediakan pakan ikan agar pengunjung bisa merasakan sensasi melihat ribuan koi saat memberi makan,” kata pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan.

Tujuh Mata Air, Sumber Kehidupan

Lebih dari sekadar objek wisata, Situ Cipanten merupakan sumber kehidupan bagi warga sekitar. Danau seluas lebih dari satu hektare ini ditopang oleh tujuh mata air besar yang membuat debit airnya stabil sepanjang tahun.

“Air di Situ Cipanten tidak pernah surut. Nama Cipanten sendiri bermakna air yang tetap atau tidak berkurang,” jelas Rudi.

Aliran air dari danau ini menopang irigasi ribuan hektare sawah di beberapa kecamatan di Majalengka. Karena itu, masyarakat Desa Gunungkuning berkomitmen menjaga kelestarian alam kawasan tersebut.

Dengan memadukan keindahan alam, kekayaan ekologi, dan sentuhan wisata modern, Situ Cipanten kini menjelma sebagai destinasi unggulan Majalengka. Kehadiran Koi Sultan bukan hanya mempercantik danau, tetapi juga mengangkat martabat Situ Cipanten sebagai wisata alam berkelas yang tetap ramah bagi semua kalangan.

(Abdul)

Bungkam Falcons 1-3, LavAni Belum Terkalahkan di Proliga 2026

0
Proliga 2026 fokusjabar.id
Pemain Jakarta LavAni Livin Transmedia merayakan kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada laga pembuka Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026). LavAni Livin Transmedia menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Proliga 2026. (FOTO: PP PBVSI/BW)

​BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim bola voli putra Jakarta LavAni Livin Transmedia menambah rentetan kemenangan pada ajang Proliga 2026.

Pada laga pembuka seri Bandung di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026), tim asuhan David Lee menghentikan perlawanan Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor 3-1 (25-19, 22-25, 31-29, 25-20).

Menjadi laga pembuka Proliga 2026 seri Bandung, tim bola voli milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini harus berjuang keras mengalahkan tim pendatang baru Medan Falcons Tirta Bhagasasi.

Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Dio Zulfikri, serta duet legiun asing Taylor Sander dan Nato Dickinson, harus berjibaku mengalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang di motori Fahri Septian dan Liosbel Mendez.

Pertarungan sengit antara finalis Proliga 2025 dan tim pendatang baru ini tersaji sejak set awal pertandingan.

Skor imbang kerap terjadi di set pembuka sebelum tim asuhan David Lee ini mengambil momentum dan menutup laga dengan skor 25-19.

Proliga 2026 Lavani Livin
Pemain Jakarta LavAni Livin Transmedia, Boy Arnes melakukan spike yang coba di blok dua pemain Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada laga pembuka Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)

​Pada set berikutnya, Medan Falcons Tirta Bhagasasi mulai meningkatkan serangan dan berinisiatif menekan terlebih dahulu. Spike keras Fahri Septian, Luvi Febrian serta legiun asingnya Liosbel Mendez memanfaatkan umpan setter senior Bagus Wahyu mampu merepotkan pertahanan LavAni Livin Transmedia.

Pertandingan pun berlangsung alot dan kedudukan poin kedua tim sempat imbang 7-7 hingga 14-14. Namun aksi impresif Fahri Septian dan Liosbel Mendez mampu membawa timnya unggul 22-18 dan menutup set kedua dengan skor 25-22 untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Set ketiga menjadi puncak pertarungan kedua tim yang membuat suasana di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, tegang. Falcons sempat unggul 3-1 dan LavAni mampu membalikkan keadaan menjadi 8-5.

BACA JUGA: Pelatih Asing Dominasi Proliga 2026, Pelatih Lokal Tersisih?

Saling susul dan kejar mengejar poin di antara kedua tim pun terus berlanjut di sepanjang set ketiga. Drama terjadi di akhir set saat kedua tim harus menjalani enam kali deuce, sebelum LavAni akhirnya menutup set ketiga ini dengan skor 31-29 untuk kembali unggul 2-1 atas Falcons Tirta Bhagasasi.

Tak mau mengalah begitu saja atas tim finalia Proliga 2025, Falcons Tirta Bhagasasi mencoba menggebrak di awal set keempat dengan unggul 5-1 atas LavAni Livin Transmedia.

Namun Boy Arnes, Hendra Kurniawan, Taylor Sander, Nato Dickinson dan pemain LavAni Livin Transmedia bukan tim yang mudah begitu saja di kalahkan.

Pengalaman dan mental pun berbicara banyak. Sehingga anak asuh David Lee ini berbalik unggul 13-10 sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 25-20 sekaligus memenangkan pertandingan 3-1 atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi.

Kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi, menjadi kemenangan ketiga LavAni Livin Transmedia di putaran reguler Proliga 2026 sekaligus menjadi satu-satunya tim putra yang belum terkalahkan.

Meski demikian, kemenangan di laga pembuka Proliga 2026 seri Bandung ini tidak membuat jajaran pelatih LavAni Livin Transmedia puas.

BACA JUGA:

Bandung bjb Tandamata Siap Sapu Bersih 2 Laga Proliga 2026 Seri 3

“Hari ini (Kamis, 22/1/2026), anak-anak tampil under perform termasuk dua (pemain) asing kita. Kita akan evaluasi terus dari setiap laga. Termasuk receive, servis, maupun blok kurang berjalan dengan baik. Kita bersyukur, Alhamdulillah, bisa memenangkan laga meski dari segi penampilan para pemain tidak terlalu puas,” kata asisten pelatih LavAni Livin Transmedia, Erwin Rusni usai laga, Kamis (22/1/2026).

Sementara pelatih Falcons Tirta Bhagasasi Ariyanto Joko Sutrisno mengaku jika kekalahan atas LavAni Livin Transmedia lebih karena ketidakberuntungan timnya.

Pasalnya, para pemain sudah tampil cukup baik bahkan mampu merepotkan tim finalis Proliga 2025.

“Kami sudah berusaha maksimal dan kekalahan kali ini lebih karena ketidakberuntungan saja. Memang para pemain sering melakukan kesalahan sendiri. Terutama di kondisi yang penting. Ini jadi evaluasi kita. Termasuk dalam hal cover attack maupun ketenangan saat sudah unggul,” kata Ariyanto.

(ageng)

Sekda Ciamis Apresiasi Inisiatif Pertanian Organik di Wilayah Perkotaan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Sekda Ciamis ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Cigembor, Kamis (22/01/2026) di sawah lega kawasan sirkuit BMX Cigembor.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya mendorong pertanian organik ramah lingkungan di wilayah perkotaan mulai menunjukkan geliat positif. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pengembangan pertanian organik dan ketahanan pangan berkelanjutan di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis.

Program tersebut dirintis melalui pemanfaatan sawah bengkok yang disewakan secara khusus kepada petani padi organik. Langkah ini menjadi pijakan awal transformasi sistem pertanian konvensional menuju pertanian berkelanjutan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Menurut Andang, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendukung penuh pengembangan sawah organik di Cigembor. Terlebih, lahan seluas sekitar satu hektare yang berada di sekitar kawasan sirkuit BMX dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan percontohan, sekaligus sarana edukasi dan promosi pertanian organik bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya saya sangat setuju. Namun pertanian organik tidak bisa instan. Harus mengawali dengan pembelajaran yang benar, bukan hanya soal pupuk, tetapi juga pemahaman karakter tanah, pengamatan lahan, hingga proses pembuatan kompos,” ujar Andang saat bersilaturahmi dengan para petani di kawasan Sawah Lega, Kelurahan Cigembor, Kamis (22/01/2026).

Baca Juga: Budayawan Unigal Usul Patung Macan Gantikan Raflesia di Alun-alun Ciamis

Ia menuturkan, saat ini pengembangan sawah organik di Cigembor masih berada dalam tahap awal berupa proses pendampingan dan pembelajaran. Ke depan, wilayah ini terarah untuk menjadi inisiator pertanian organik, menyusul daerah lain di Ciamis seperti Sirnabaya, Maleber, dan Cimamut yang lebih dulu menerapkan sistem pertanian organik.

“Saya bangga dengan komitmen lurah dan para petani di Cigembor. Bahkan tidak menutup kemungkinan kawasan ini akan ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Lapang Pertanian Organik oleh Dinas Pertanian. Tentu setelah melalui tahapan evaluasi kesiapan petani,” jelasnya.

Meski demikian, Andang mengingatkan pentingnya prinsip efektivitas dan efisiensi, mengingat keterbatasan anggaran daerah. Namun ia optimistis, pertanian organik dapat memberikan nilai tambah ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan keberlanjutan pangan.

Potensi Lahan Sawah Produktif untuk Pertanian Organik

Sementara itu, Lurah Cigembor Nandra Orlando mengungkapkan, wilayahnya memiliki potensi lahan sawah produktif seluas 37 hektare yang tersebar di beberapa blok. Di antaranya Blok Sawah Lega seluas sekitar 25 hektare, Blok Karacak 5 hektare, serta Blok Burujul Legok Ayam sekitar 7 hektare.

“Dari hasil musyawarah bersama petani, dalam kesepakatan tahap awal pengembangan satu hektare sawah organik sebagai proyek percontohan,” ungkap Nandra.

Kesepakatan tersebut mendapat dukungan petani lintas blok, baik dari Sawah Lega, Karacak, maupun Legok Ayam. Dari sisi ketersediaan pupuk organik, Nandra menyebut dukungan sudah mulai mengalir sehingga tidak memberatkan petani.

Meski begitu, ia mengakui sebagian besar petani masih membutuhkan pendampingan teknis agar pengelolaan pertanian organik dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Pertanian organik penting untuk kesehatan tanah dan keberlanjutan. Petani kami masih terus belajar agar penerapannya benar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, di wilayah Mekaranyar RW 07 telah berkembang kelompok petani yang memproduksi pupuk organik dan telah lolos uji laboratorium. Produk pupuk tersebut bahkan sudah diperdagangkan, sehingga berpotensi memperkuat ekosistem pertanian organik di Cigembor.

Program ini menjadi bagian dari proyek perubahan bertajuk “Pengembangan Pertanian Organik dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Selaras dengan visi pembangunan nasional serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya. Program ini secara konsisten mendorong pertanian organik sebagai fondasi kemandirian dan ketahanan pangan daerah.

(Nank Irawan)

Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama

0
Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama
Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama

JAKARTA,FOKUSJabar.id: bank bjb terus menggenjot perluasan pembiayaan ke sektor produktif dengan menyasar langsung pusat-pusat ekonomi rakyat. Salah satu fokus utama yang digarap adalah pasar tradisional, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasar tradisional menjadi ruang penting bagi bank bjb karena tingginya perputaran transaksi harian serta kebutuhan layanan keuangan yang bersifat berkelanjutan. Di lokasi inilah ribuan pelaku usaha menggantungkan roda ekonominya, sekaligus membutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan relevan.

Baca Juga: Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan, bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan Jawa Barat

Melalui pendekatan jemput bola, bank bjb hadir langsung di tengah aktivitas pedagang untuk memahami karakter usaha, pola transaksi, hingga kebutuhan pembiayaan secara lebih mendalam. Pendekatan personal ini diyakini mampu membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program bjb Sambang Pasar, sebuah inisiatif yang dirancang sebagai sarana edukasi, promosi produk perbankan, serta penguatan hubungan antara bank bjb dan pelaku UMKM pasar tradisional.

Kali ini, kegiatan bjb Sambang Pasar dilaksanakan oleh Kantor Wilayah 2 bank bjb di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026). Sejak pagi hingga siang hari, tim bank bjb menyambangi langsung lapak-lapak pedagang di salah satu pasar tradisional dengan potensi ekonomi terbesar di wilayah Jakarta Selatan tersebut.

Pasar Kebayoran Lama tercatat memiliki 1.073 unit sarana dagang, yang terdiri dari kios, counter, dan los. Dari jumlah tersebut, sebanyak 695 unit aktif digunakan, mencerminkan besarnya peluang pengembangan transaksi perbankan dan penyaluran pembiayaan produktif.

Dekat dengan Pedagang, Perkuat Kepercayaan

Melalui bjb Sambang Pasar, bank bjb tidak hanya memperkenalkan produk dan layanan, tetapi juga membangun kedekatan langsung dengan pedagang. Kehadiran fisik di pasar menjadi simbol nyata komitmen bank bjb dalam mendukung sektor riil.

Beragam produk unggulan diperkenalkan kepada pedagang, mulai dari pembiayaan usaha dan layanan transaksi perbankan. Hngga fasilitas perbankan digital yang dapat membantu kelancaran aktivitas usaha sehari-hari.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong akuisisi nasabah baru dari kalangan pedagang pasar dan pelaku UMKM. Interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsing melalui kunjungan langsung ke lapak pedagang. Sehingga tercipta dialog dua arah yang memudahkan penyampaian informasi dan pemahaman produk. Bank bjb juga menyiapkan booth layanan sebagai pusat informasi bagi pedagang dan pengunjung pasar yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci.

Kegiatan ini turut dilengkapi dengan pembagian materi informasi (flyering) mengenai produk dan layanan bank bjb yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah. Selain itu, tersedia layanan konsultasi perbankan terbatas agar pedagang tetap dapat berkonsultasi tanpa meninggalkan aktivitas berdagang.

Dorong Literasi Keuangan dan Transaksi Non-Tunai

Melalui program sambang pasar, bank bjb berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi pedagang tradisional. Khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan secara optimal.

Kehadiran bank bjb di pasar juga menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi non-tuna. Serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertib dan terencana, sejalan dengan transformasi layanan perbankan yang semakin inklusif.

Program bjb Sambang Pasar merupakan bagian dari strategi bank bjb dalam memperluas basis nasabah dan pembiayaan sektor produktif. Pendekatan langsung ke sentra ekonomi rakyat dinilai efektif dalam mendukung pencapaian target bisnis cabang dan wilayah.

Ke depan, bank bjb berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan bjb Sambang Pasar di berbagai daerah. Sebagai upaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis UMKM dan penggerak ekonomi daerah.

Makna Mendalam di Balik Logo Hari Jadi Garut ke-213

0
Logo Hari Jadi Garut FOKUSJabar.id
Desain Logo Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut.

GARUT,FOKUSJabar.id: Menyambut Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Pemerintah Kabupaten Garut resmi mengenalkan logo dan tema peringatan yang sarat nilai kearifan lokal Sunda. Yakni “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang.”

Tema ini tidak sekadar menjadi simbol perayaan. Melainkan mencerminkan arah dan cita-cita Garut ke depan.

Tema tersebut memuat filosofi mendalam yang di rangkum dalam tiga pilar utama. Gumiwang di maknai sebagai bersinar atau bercahaya. Melambangkan harapan agar Garut mampu memancarkan potensi dan prestasinya di berbagai bidang.

Tanjeur (atau Nanjeur) bermakna tegak dan kokoh. Menggambarkan konsistensi, keteguhan prinsip serta ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan zaman.

Sementara Dangiang merujuk pada aura, daya tarik dan wibawa yang menumbuhkan rasa hormat serta kebanggaan.

Baca Juga: Garut Masuk Enam Besar Kabupaten Kreatif Nasional

Lebih dari sekadar slogan, tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” di proyeksikan sebagai visi strategis pembangunan daerah.

Secara utuh, tema ini menggambarkan sosok Garut yang bersinar, berdaya saing dan memiliki wibawa dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya, inovasi serta capaian yang telah di raih.

Melalui tema tersebut, pemerintah daerah berharap dapat membangkitkan kembali komara atau wibawa Garut. Sekaligus memperkuat citra dan daya tariknya agar semakin dikenal, dicintai, dan dihargai, baik oleh masyarakat lokal maupun pihak luar.

Filosofi Visual Logo HJG ke-213

Nilai-nilai tersebut juga dituangkan dalam desain logo resmi angka “213” yang mengusung konsep modern dengan sentuhan lokal khas Garut. Setiap elemen visual memiliki makna simbolik yang saling terhubung.

Angka “2” terbentuk menyerupai siluet tunas hijau dan padi. Angka yang melambangkan kesuburan alam serta kekuatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah yang berkelanjutan. Kemudian Angka “1” digambarkan sebagai obor menyala di bagian tengah, sejalan dengan makna Gumiwang sebagai cahaya penerang dan sumber semangat pembangunan. Sementara angka “3” tampil dengan dominasi warna biru yang dinamis berpadu aksen oranye. Angka tersebut merepresentasikan kreativitas, inovasi, dan optimisme Garut menatap masa depan.

Sebagai pelengkap, logo tersebut menampilkan elemen pegunungan dan buku terbuka di bagian bawah. Yakni menyimbolkan keindahan bentang alam Garut serta pentingnya ilmu pengetahuan, literasi, dan pendidikan sebagai pilar kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap, tema dan logo Hari Jadi ke-213 ini tidak berhenti sebagai identitas visual semata. Tetapi mampu menginspirasi dan meresap ke dalam setiap program serta kebijakan pembangunan.

Melalui momentum peringatan HJG ke-213, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama mewujudkan Garut yang lebih berwibawa, bercahaya, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

(Y.A. Supianto