spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 260

Dari Motif Galuh ke Pasar Dunia, Batik Cakra Galuh Dorong Ekonomi Kreatif Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Peluang usaha sektor kriya terus mengalir deras seiring hadirnya produk-produk lokal yang memadukan kreativitas dan kearifan daerah. Salah satu contoh nyata hadir lewat Batik Cakra Galuh yang kini memelopori pertumbuhan produk ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis.

Pendiri Prameswari Galuh sekaligus pemilik Arimbi Wedding Panawangan, Mia Sumiari Dewi, menginisiasi kehadiran produk ini. Langkah pengembangannya tidak sekadar menyasar para pencinta kain batik, melainkan juga membuka lapangan kerja baru bagi para pengrajin setempat.

Baca Juga: Batik Cakra Galuh Terinspirasi Prasasti Kawali 6, Ini Filosofinya

Saat ini, lima pengrajin lokal merapat untuk menerima pembinaan langsung dalam mengolah produk Cakra Galuh. Keterlibatan mereka menjadi pijakan awal untuk membangun rantai produksi yang kuat seiring melonjaknya permintaan pasar.

Mia optimistis bahwa produk berbasis akar budaya memiliki prospek cerah sebagai bisnis berkelanjutan. Oleh karena itu, ia menerapkan beragam teknik produksi dan pilihan bahan kain.

Strategi Variasi Produk dan Jangkauan Harga

Cakra Galuh menghadirkan ragam pilihan produk yang fleksibel. Tim produksi mengolah kain batik menggunakan teknik cap, sementara varian lainnya memanfaatkan teknologi printing serta printing prada.

Rencana pengembangan ke depan juga mencakup pembuatan batik tulis khusus untuk melayani pesanan eksklusif.

Variasi ini memberi kebebasan kepada konsumen untuk memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran belanja. Strategi tersebut sekaligus memperluas jangkauan pasar ke berbagai segmen pembeli.

Untuk varian kain printing berbahan primis ukuran 2 meter x 110 sentimeter, pengelola menetapkan harga sekitar Rp200 ribu.

Sementara itu, varian printing prada dengan ukuran serupa dibanderol pada kisaran Rp250 ribu. Pengelola juga menyediakan kain motif ukuran 1 meter dengan harga mulai Rp80 ribu.

Bagi pencinta kain kelas atas, Cakra Galuh menawarkan bahan katun satin seharga Rp400 ribu untuk ukuran 2 meter x 110 sentimeter.

Pemberdayaan Pengrajin Lokal Jadi Pilar Utama

Kehadiran lima pengrajin lokal memegang peranan vital dalam mengakselerasi bisnis Cakra Galuh. Program pembinaan ini memacu proses produksi sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi warga melalui keterampilan membatik.

Pengembangan bisnis ini memicu perputaran roda ekonomi baru, mulai dari tahap pengerjaan kain hingga strategi pemasaran.

Mia meyakini, semakin luas masyarakat menggunakan produk Cakra Galuh, semakin besar pula peluang untuk membesarkan kapasitas produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Maka dari itu, ia merancang rentang harga yang bersahabat agar produk Cakra Galuh dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menyertakan Narasi Filosofi di Setiap Kemasan

Meski mengusung fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, Cakra Galuh tetap mempertahankan nilai-nilai budaya luhur.

Desain motifnya mengambil inspirasi dari kembang Cakra Rahayu Kancana yang tertuang dalam Prasasti Kawali 6 sebagai warisan kebudayaan Galuh.

Mia menerjemahkan simbol bersejarah itu ke dalam corak kain yang memikat. Agar pembeli memahami makna di balik busana mereka, pengelola menyertakan lembar penjelasan filosofi pada setiap kemasan produk.

Mia bahkan menyusun buku saku khusus yang mengulas asal-usul desain. Langkah cerdas ini memberikan nilai tambah berupa wawasan sejarah bagi para pelanggan.

Menembus Pasar Internasional

Pengelola akan terus menggenjot pengembangan Cakra Galuh secara bertahap. Selain menambah teknik pembuatan, rencana jangka panjang mencakup diversifikasi produk dan perluasan jaringan distribusi.

Mia menargetkan produknya mampu mendobrak pasar nasional dan internasional, tidak hanya jago kandang di wilayah Ciamis.

“Jika pasar semakin berkembang, peluang produksi bagi para pengrajin pun diharapkan ikut meningkat. Dengan begitu, Cakra Galuh tidak hanya menjadi produk fesyen berciri khas daerah, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi kreatif masyarakat,” pungkasnya.

(Mia)

Batik Cakra Galuh Terinspirasi Prasasti Kawali 6, Ini Filosofinya

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Masyarakat tidak harus selalu menggunakan ruang-ruang formal untuk menjaga identitas Galuh. Pendiri Prameswari Galuh sekaligus pemilik Arimbi Wedding Panawangan, Mia Sumiari Dewi, membuktikan bahwa kain pakaian harian mampu mengenalkan kembali nilai dan filosofi leluhur kepada publik.

Gagasan kreatif tersebut melahirkan motif Batik Cakra Galuh. Mia merancang motif ini dengan mengambil inspirasi dari kembang Cakra Rahayu Kancana, sebuah simbol identitas Galuh yang tertuang dalam Prasasti Kawali 6.

Baca Juga: Gatrik Kembali Menghidupkan Malam Ciamis, Kulineran Sambil Menyusuri Kota

Mia kemudian menerjemahkan simbol bersejarah tersebut ke dalam bahasa visual yang memikat agar generasi masa kini lebih mudah menerimanya.

Ia menegaskan bahwa motif ini membawa pesan filosofis mengenai keseimbangan kehidupan yang sangat relevan dengan zaman sekarang. Keseimbangan tersebut meliputi hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan dengan sesama, serta hubungan dengan alam sekitar.

“Kalau kita ingin sejahtera, ada tiga hal yang harus seimbang, yaitu hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan manusia dengan sesama dan hubungan manusia dengan alam,” kata Mia.

Mia menuangkan nilai-nilai luhur tersebut melalui perpaduan unsur visual seperti bentuk lingkaran, garis tegas, tunas muda, dan bunga mekar.

Semua Rangkaian Corak Menyimpan Pesan Mendalam

Bagi Mia, setiap elemen bukan sekadar ornamen penghias kain semata. Seluruh rangkaian corak menjadi sarana menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat kehidupan, pertumbuhan, dan keselarasan.

Ia menaruh harapan besar agar publik tidak sekadar mengenal Cakra Galuh sebagai produk batik khas Ciamis, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu identitas utama kebudayaan Galuh.

“Harapan saya, ini bisa menjadi identitas Galuh. Bukan hanya dikenal di Ciamis, tetapi suatu saat bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai dunia,” ujarnya.

Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Mia melengkapi setiap produk Cakra Galuh dengan lembar informasi khusus mengenai filosofi motif. Ia bahkan menyertakan buku saku kecil agar para pembeli dapat memahami cerita berharga di balik kain yang mereka kenakan.

“Kalau orang memakai kain ini, saya berharap bukan hanya melihat motifnya indah. Tapi kemudian tahu bahwa di dalamnya ada pesan tentang bagaimana manusia harus menjaga keseimbangan dengan Tuhan, sesama manusia dan alam,” katanya.

Melalui helai demi helai kain batik, Mia ingin memindahkan nilai-nilai Galuh dari artefak prasasti menuju kehidupan sehari-hari masyarakat modern.

Batik Cakra Galuh pun berdiri sebagai jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan dinamika masa kini. Sekaligus menghadirkan pesan bijak para leluhur lewat motif indah yang bisa siapa saja kenakan.

(Mia)

Menjelajah Goa Panggung Pangandaran, Lorong Karst yang Penuh Legenda Embah Jaga Lautan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan lorong Goa Panggung Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sinar matahari menembus tipis dari mulut goa di kawasan Taman Wisata Cagar Alam Pangandaran. Di balik lorong batu kapur yang lembap, tetesan air konsisten menetes dari stalaktit, memecah keheningan yang membalut Goa Panggung.

Bukan sekadar objek wisata alam biasa, goa sepanjang 61 meter ini juga menyimpan daya pikat spiritual. Masyarakat meyakini tempat ini sebagai lokasi semedi sekaligus area peristirahatan terakhir Embah Jaga Lautan, sosok yang dalam cerita rakyat merupakan putra angkat Nyi Roro Kidul.

Baca Juga: Gempa M4,1 Guncang Selatan Pangandaran, Getarannya Terasa hingga Bandung Selatan

Sepintas, Goa Panggung menyajikan pemandangan celah raksasa pada gugusan batu karang terbelah. Begitu pengunjung melangkah ke dalam, perubahan suasana langsung terasa. Udara sejuk dan aroma batu basah menyambut kehadiran wisatawan bersama pendar cahaya dari kedua ujung ceruk.

Sekitar lima meter dari pintu masuk, dinding goa memamerkan formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun. Tetesan air dari sela batu kapur terus membasahi lorong, menciptakan lanskap alami yang memukau.

Ceruk Goa Panggung memiliki tinggi sekitar 5 meter dan lebar 17 meter. Lorong ini menembus bukit batu gamping hingga berujung langsung di kawasan Pantai Timur Pangandaran.

Pengunjung bisa melihat debur ombak dan jajaran perahu nelayan dari celah batu. Sisi timur menampilkan hamparan Pantai Pasir Putih, sedangkan sisi barat menyuguhkan pemandangan megah Samudra Hindia. Perpaduan panorama laut dan bentang karst inilah yang membedakan Goa Panggung dari goa lain di kawasan Cagar Alam Pangandaran.

Keunikan Sejarah dan Cerita Spiritual Goa Panggung

Anggota Staf Resor KSDA Wilayah XXI Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menjelaskan bahwa Goa Panggung memiliki nilai geologi tinggi sekaligus menyimpan sejarah dan cerita spiritual mendalam.

“Ada yang menyebut dinamakan Goa Panggung karena di dalam goa terdapat tempat menyerupai panggung yang dahulu digunakan untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah,” kata Hadiat, Minggu (9/8/2026).

Masyarakat juga memercayai versi lain yang menyebutkan nama panggung berasal dari posisi makam di bagian atas goa yang menjulang tinggi.

Guna mencapai area makam, peziarah harus menaiki sekitar 10 anak tangga batu. Kain hijau dan payung-payung tradisional membungkus makam tersebut, menciptakan suasana yang kian sakral.

“Masih ada yang datang berziarah ke sini. Ada yang datang sendiri, ada juga rombongan,” ujar Hadiat.

Legenda Embah Jaga Lautan dan Misteri Ikan Topel

Cerita tutur warga mengisahkan Embah Jaga Lautan yang juga berjuluk Kyai Pancing Benar sebagai putra angkat Dewi Roro Kidul. Sosok ini mengemban tugas menjaga kawasan lautan, khususnya pesisir Jawa Barat dan perairan Nusantara.

Namun, Hadiat menyebutkan adanya versi sejarah lokal lain yang mengakar di tengah masyarakat. Menurut versi ini, Embah Jaga Lautan berasal dari Mesir dan menginjakkan kaki di Nusantara untuk menyebarkan syiar Islam. Ia memiliki tujuh orang istri dan rutin mengunjungi mereka secara bergiliran setiap malam.

“Pada suatu hari ia tidak sempat mengunjungi istri ketujuh karena sedang pergi memancing. Pancing yang digunakan bukan berbentuk melingkar, tetapi lurus. Ikan yang didapat disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya,” tutur Hadiat.

Kehadiran ikan Topel tersebut berhasil mendamaikan ketujuh istrinya yang sebelumnya sering berselisih. Sejak peristiwa itulah masyarakat menyematkan gelar Kyai Pancing Benar kepadanya.

Hingga saat ini, sebagian warga masih memercayai khasiat khusus dari ikan Topel sehingga kerap memburu keberadaannya.

Terlepas dari berbagai versi cerita rakyat, Goa Panggung berdiri kokoh sebagai keajaiban bentang alam karst dan warisan budaya Pangandaran. Bagi pemburu estetika alam, tempat ini menawarkan keindahan geologi yang memanjakan mata; sementara bagi peziarah, lorong batu ini menjadi ruang spiritual untuk menyusuri jejak legenda Embah Jaga Lautan.

(Sajidin)

Bursa Ketua Demokrat Jabar Dibuka, Pendaftaran Bacalon Mulai 10 Agustus

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Perebutan kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat mulai memasuki tahapan resmi. Panitia Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jabar membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD mulai 10 hingga 16 Agustus 2026. -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perebutan kursi pimpinan DPD Partai Demokrat Jawa Barat resmi bergulir. Panitia Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jabar memberi kesempatan bagi kader terbaik untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD mulai 10 hingga 16 Agustus 2026.

Panitia menggelar rangkaian Musda VI ini di Bandung pada 24 Agustus 2026. Para pendaftar dapat mendatangi langsung Kantor DPD Partai Demokrat Jabar di kawasan Arcamanik, Bandung.

Baca Juga: STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026

Sekretaris Steering Committee (SC) Musda VI Partai Demokrat Jabar, Jenal Arifin, mengajak seluruh kader potensial untuk meramaikan bursa pencalonan.

“Bagi kader yang memenuhi persyaratan dipersilakan mendaftar apabila mau menjadi bacalon ketua DPD,” kata Jenal, Minggu (9/8/2026).

Syarat Ketat Bagi Calon Ketua Demokrat Jabar

Jenal menegaskan bahwa panitia menerapkan Peraturan Organisasi Nomor 12 dalam menentukan kriteria peserta. Aturan ini menyaring kader secara selektif untuk menduduki jabatan supreme tingkat provinsi tersebut.

Pendaftar wajib mengantongi status Warga Negara Indonesia, menjalankan perintah agama, memiliki komitmen kuat memajukan partai, serta memegang surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

Selain itu, calon pemimpin harus melampirkan surat bebas narkoba dari dokter. Panitia juga menutup pintu bagi kader yang menyandang status tersangka, terdakwa, atau terpidana dalam kasus hukum berancaman penjara minimal empat tahun.

Kader yang pernah menerima sanksi berat akibat pelanggaran AD/ART maupun Kode Etik Partai Demokrat otomatis gugur.

Dari segi latar belakang pendidikan, pendaftar minimal mengantongi ijazah SMA atau sederajat dan membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi.

Tak kalah penting, setiap bakal calon harus mengamankan dukungan minimal 20 persen dari total pemilik hak suara.

“Persyaratan ini menjadi bagian dari ketentuan organisasi yang harus dipenuhi oleh setiap kader yang ingin mengikuti kontestasi,” katanya.

Panitia juga memblokir kader yang pernah melancarkan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) atau aksi lain yang mengancam kedaulatan partai.

Panitia Matangkan Persiapan Musda VI

Di sisi lain, Ketua Organizing Committee (OC) Musda VI Partai Demokrat Jabar, M. Handarujati Kalamullah, menjamin kesiapan penuh pihak panitia dalam mengawal ajang demokrasi internal ini.

Handaru menjelaskan bahwa timnya rutin berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat guna mematangkan teknis acara, mulai dari pra-acara hingga pasca-Musda.

“Insyaa Allah Musda berlangsung kondusif dan konstruktif, kami berupaya sebaik mungkin agar segala sesuatunya berjalan lancar,” ujar Handaru.

(Yusuf Mugni)

Perkuat Kemandirian Ekonomi, Iluni SMEAN Ciamis Aktifkan Koperasi

0
Iluni SMEAN Ciamis fokusjabar.id
Silaturahmi Akbar Iluni SMEAN/SMKN 1 Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ikatan Alumni (Iluni) SMEAN/SMKN 1 Ciamis menyiapkan langkah untuk mengaktifkan kembali koperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan mendukung pengembangan usaha para alumni.

Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Silaturahmi Akbar Iluni SMEAN/SMKN 1 Ciamis, Minggu (9/8/2026) di Gedung Kesenian Ciamis.

BACA JUGA:

Wawakil Kerajaan Galuh Resmi Diistrenan, Bupati Ciamis Titip Pesan untuk Generasi Muda

Kegiatan yang mempertemukan alumni dari berbagai angkatan itu mengusung tema “Dengan Silaturahmi Akbar Kita Tingkatkan Rasa Peduli dan Kebersamaan untuk Mewujudkan UMKM Alumni yang Mandiri dan Dinamis.”

Ketua Umum Iluni SMEAN/SMKN 1 Ciamis 2026-2031, Rizky E Saputra mengatakan, koperasi alumni di harapkan dapat menjadi salah satu sarana yang membantu alumni dalam mengembangkan usaha. Termasuk dari sisi permodalan.

“Selain mengenang masa lalu saat-saat indah di sekolah, kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antarwargi alumni dari berbagai angkatan,” ujar Rizky.

Menurutnya, Iluni memiliki potensi besar karena di himpun oleh alumni dari berbagai latar belakang profesi dan bidang usaha. Potensi tersebut akan di arahkan menjadi kekuatan bersama melalui kegiatan yang produktif.

Ia mengatakan, pengembangan UMKM menjadi salah satu perhatian utama. Organisasi tidak hanya ingin menjadi wadah berkumpul, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para alumni.

Salah satu langkah yang telah di lakukan adalah menggelar Seminar UMKM bertajuk “Strategi UMKM Iluni Naik Kelas” pada Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Nurdiana Mulyatini, alumni SMEAN/ SMKN 1 Ciamis angkatan 1993 serta Ina Wartina, pemilik usaha Tengkleng Gajah di Yogyakarta angkatan 1989.

Melalui kegiatan tersebut, alumni di berikan ruang untuk memperoleh wawasan sekaligus membangun jejaring dengan sesama alumni yang telah lebih dulu mengembangkan usaha.

“Ke depan kami menyiapkan beberapa program. Di antaranya pelatihan keterampilan dan UMKM. Kemudian koperasi alumni juga akan kami aktifkan kembali,” katanya.

Rizky berharap, keberadaan koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu alumni yang membutuhkan dukungan dalam menjalankan maupun mengembangkan usaha.

BACA JUGA:

Bikin Heboh Pengguna Jalan, Lahan Ilalang di Tengah Kota Ciamis Tiba-Tiba Terbakar

Di samping program ekonomi, Iluni tetap menjalankan kegiatan sosial dan kebersamaan. Sejak kepengurusan baru terbentuk, sejumlah kegiatan telah di laksanakan. Mulai dari pengajian rutin bulanan, jalan sehat hingga program Iluni Peduli.

Jalan sehat yang di gelar pada Januari 2026 di ikuti sekitar 800 peserta dari keluarga besar alumni. Sementara pada Maret 2026, Iluni Peduli memberikan santunan kepada 52 anak yatim piatu dari keluarga alumni.

Menurut Rizky, semangat kebersamaan tersebut harus di rasakan oleh seluruh alumni, tanpa melihat keberhasilan maupun kondisi ekonomi masing-masing.

“Semua kegiatan berlaku untuk semua angkatan. Baik untuk alumni yang sukses maupun untuk alumni yang kurang beruntung. Di situ fungsinya silaturahmi untuk saling tukar informasi dan saling membantu dalam kebaikan,” ujarnya.

Iluni juga menyiapkan kegiatan lain untuk mempererat hubungan antaralumni. Salah satunya lomba tembang kenangan yang di rencanakan di gelar pada akhir tahun.

Rizky mengajak seluruh alumni untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai program yang di siapkan organisasi. Menurutnya, keterlibatan alumni menjadi kunci agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bersama-sama memajukan, mendukung dan ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan agar lebih terasa manfaatnya. Baik bagi alumni itu sendiri, bagi almamater dan juga bagi masyarakat,” katanya.

Dengan rencana pengaktifan kembali koperasi serta berbagai program pengembangan UMKM, Iluni SMEAN Ciamis berupaya membangun ekosistem alumni yang tidak hanya kuat dalam hubungan silaturahmi. Tetapi juga mampu saling mendukung dalam bidang ekonomi dan sosial.

(Mia)

Persib Punya Kuota 12 Pemain Asing, Kuswara: Terserah Pelatih

0
Kuota pemain asing fokusjabar.id
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono (kanan). (Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono buka suara mengenai kuota pemain asing skuad Maung Bandung untuk menghadapi musim 2026/2027.

Persib Bandung baru saja mengumumkan merekrut bek tengah asal Kroasia, Danijel Loncar. Pengumuman tersebut di lakukan di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2026).

BACA JUGA:

Rekrut Danijel Loncar, Ini Kata Pelatih Persib Bandung

Bergabungnya Loncar, membuat skuad Maung Bandung saat ini total memiliki 12 pemain asing. Sedangkan regulasi Super League menetapkan batas maksimal 11 pemain asing dalam skuad yang di daftarkan.

Mereka adalah Patricio Matricardi, Julio Cesar, Gabriel Mutombo, Luciano Guaycochea, Berguinho, Gakuto Notsuda, Uilliam Barros, Ramon Tanque, Luka Menalo, Balsa Sekulic dan Mariano Peralta.

Dengan demikian, akan ada satu pemain asing yang tidak akan di daftarkan oleh skuad Maung Bandung pada kompetisi Super League 2026/2027.

Menurut Kuswara, manajemen Persib tentunya akan tetap mengacu dengan regulasi yang di tetapkan untuk musim 2026/2027 dan manajemen menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih.

“Kalau tentang kuota, memang tetap ada regulasinya. Itu semuanya nanti di serahkan kepada pelatih,” kata Kuswara.

Persib sendiri dalam waktu dekat akan menggelar, pemusatan latihan atau training center (TC) di Bali sekaligus melakoni beberapa pertandingan.

Pemusatan latihan dan pertandingan tersebut, menjadi momen bagi pelatih untuk melihat kondisi dan kualitas pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Manajemen Persib menurut Kuswara menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih mengenai komposisi pemain. Karena tim pelatih yang mengetahui kebutuhan untuk menghadapi musim 2026/2027.

“Pokoknya kita menyerahkan yang terbaik kepada pelatih. Siapapun nanti yang akan di rekrut oleh Persib,” tegasnya.

BACA JUGA:

Profil dan Rekam Jejak Bek Anyar Persib Bandung Danijel Loncar

Sementara itu, terkait kemungkinan adanya pemain asing yang akan di pinjamkan setelah bergabungnya Loncar, Dia belum bisa memberikan komentar panjang lebar.

Karena keputusan pemain yang di masukkan dalam skuad atau di pinjamkan merupakan wewenang dari pelatih.

“Saya belum bisa sampaikan. Nanti pelatih yang akan mempertimbangkannya,” ucap Dia.

“Kan ujungnya  nanti punya kuota. Dan kita serahkan semuanya kepada tim pelatih,” pungkasnya.

(Arif)

STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026

0
Liga Universitas Coca-Cola 2026 fokusjabar.id
STKIP Pasundan keluar sebagai juara Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung. (Dok liga Universitas Coca-Cola 2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Liga Universitas Coca-Cola 2026 Regional Bandung resmi berakhir, Sabtu (8/8/2026). STKIP Pasundan keluar sebagai juara usai mengalahkan UPI pada laga final di Lapangan Saraga ITB, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

Kejuaraan Regional Bandung mulai 25 April hingga 8 Agustus 2026 di ikuti tujuh tim.

BACA JUGA:

Persib Punya Tembok Baru dari Kroasia, Manajemen Berharap Danijel Loncar Cepat Nyetel

Komperisi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola mahasiswa yang terhubung dengan sistem pembinaan di Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria mengatakan, pihaknya berkomitmen agar liga ini tak berhenti sampai di sini.

“Kami di sini semangatnya ingin kick-off Liga Universitas ini menjadi satu hal yang berkelanjutan. ​Jadi enggak cuma ada di musim ini saja. Tapi kita komitmen hadir untuk sampai ke dua musim berikutnya alias 3 tahun untuk komitmen kita,” katanya.

Ratu Tisha menuturkan, relawan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini belajar mengenai match management, manajemen kompetisi.

Kemudian memberikan ruang bagi pelatih secara technical untuk melakukan evaluasi yang cukup bagi timnya, karena pertandingan di gelar tiap pekan. Sehingga, ada banyak waktu untuk recovery dan evaluasi.

“​Jadi ini merupakan salah satu pembangkit untuk terciptanya satu komunitas sepak bola yang menyeluruh. Mulai dari pemain, tim kepelatihan, manajemen di UKM-UKM,dan volunteer,” jelasnya.

Ratu Tisha menjelaskan, sepak bola itu datang dari akar rumput. Sehingga harus selalu di miliki oleh rakyat dari bawah atau grassroot.

Untuk itu, ia berharap rasa kepemilikan itu dapat di ubah menjadi kecintaan yang lebih bermakna.

“Kalau kita mencintai sepak bola, kita harus berkarya untuk hal yang kita cintai. Jadi harapan saya untuk terus berkelanjutan, bukan para pengurus yang harus menjaganya di Asprov dan lain sebagainya, tapi kita mendorong,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Persib Datangkan Bek Kroasia 189 Cm, Danijel Loncar Resmi Diperkenalkan

Liga ini di dukung penuh oleh Coca-Cola Indonesia, brand apparel Mills, Qatar Airways, United Nations in Indonesia (PBB), PSSI serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Apresiasi dari United Nations Resident Coordinator dan Asprov PSSI Jabar.

Githa Sabharwal selaku United Nations Resident Coordinator, mengapresiasi liga ini. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi salah satu cara untuk mendorong pendidikan. Khususnya pendidikan berkualitas, kesehatan, kesejahteraan serta pekerjaan yang layak.

“Karena banyak hal yang di pelajari di lapangan pada akhirnya akan terbawa ke dalam kehidupan dan dunia kerja mereka,” katanya.

“Jadi, UniLeague ini mencakup berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kami di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sangat senang dapat bermitra dengan PSSI, GGN dan Pemerintah Indonesia dalam rangkaian UniLeague,” jelasnya.

Liga Universitas Coca-Cola 2026 fokusjabar.id
Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Founder Grha Gemah Nusa Foundation, Ratu Tisha Destria (tengah). (Arif)

Apresiasi juga di sampaikan Plt Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jawa Barat, Muhammad Jailani Syaputra. Menurutnya, kompetisi di level perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam kesinambungan pembinaan pemain.

“Saya sendiri sebenarnya sedang membangun juga dari akar rumput. Mulai dari usia dini, remaja, dewasa sampai ke mahasiswa. Di SD kami sudah berjalan, SMP, SMA. Nanti SMA itu kami akan laksanakan di Purwakarta. Karena itu, kami sangat menyambut sekali adanya Liga Universitas Coca-Cola,” ujar Jailani,

Sepak bola perguruan tinggi menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, sejumlah negara telah menjadikan universitas sebagai bagian penting dalam pengembangan pemain. Sehingga Indonesia dapat mengambil pelajaran dari sistem tersebut.

Ia juga menilai, Liga Universitas dapat mengisi tahapan pembinaan yang selama ini menjadi penghubung menuju level senior. Sehingga, pemain memiliki kesempatan untuk tetap berkembang sekaligus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Berikut Peraih Penghargaan Regional Bandung Liga Universitas Coca-Cola 2026:

Juara: STKIP Pasundan

Peringkat Kedua: Universitas Pendidikan Indonesia

Peringkat Ketiga: UIN SSC

Tim Fair-Play: Universitas Swadaya Gunung Jati

Pelatih Terbaik: Agus Santosa (STKIP Pasundan)

Kiper Terbaik: Tubagus Hussein Ali Ramadhan (UPI)

Pemain Terbaik: Ardiansyah Harahap (STKIP Pasundan)

Top Skor: Muhammad Firman Januari (STKIP Pasundan/13 gol)

Volunteer terbaik: Sanjaya Raga

Wasit terbaik: Dedi Samsuri.

(Arif)