Pada putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026, skuad Maung Bandung berhasil berada di puncak klasemen dengan mengumpulkan 38 poin.
Meski demikian, Eliano Reijnders mengajak rekan-rekannya untuk tidak terlena dengan status juara paruh musim.
Dia menuturkan, perjalanan skuad Maung Bandung di kompetisi Super League 2025/2026 masih panjang. Oleh karena itu, seluruh anggota tim harus tetap fokus memperjuangkan kemenangan dalam setiap pertandingan.
“Masih jauh jalan yang perlu ditempuh. Kami harus tetap fokus,” kata Eliano.
Menurut Dia, kondisi timnya saat ini sedang bagus, jeda kompetisi membuat tim punya waktu untuk mempersiapkan diri lebih baik saat laga perdana di putaran kedua.
Pada pertandingan perdana putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, skuad Maung Bandung akan melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 25 Januari 2026.
Dalam pertandingan ini, Reijnders berharap, Bobotoh kembali memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan memberikan dukungan langsung untuk membantu meraih hasil maksimal.
Eliano sendiri dipastikan absen pada pertandingan menghadapi PSBS Biak, lantaran pemain yang menggunakan nomor punggung 2 ini mendapatkan akumulasi kartu kuning.
“Sangat bagus, Bobotoh selalu hadir memberi dukungan kepada kami dan itu sangat bagus. Saya rasa kami membutuhkan itu hingga akhir kompetisi musim ini,” tegasnya.
Pemain asing Bandung bjb Tandamata, Annastasia Guerra (6) mencoba menembus blok dua pemain Jakarta Pertamina Enduro pada lanjutan laga Proliga 2026 seri Bandung di GOR Sabilulungan, Soreang, Kamis (22/1/2026). Bandung bjb Tandamata meraih kemenangan 3-2 atas Jakarta Pertamina Enduro. (FOTO: PP PBVSI/BW)
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Misi tim bola voli putri Bandung bjb Tandamata meraih dua kemenangan pada lanjutan Proliga 2026 seri 3 putaran I, berjalan mulus.
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya di GOR Sabilulungan, komplek SOR Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026), anak asuh Risco Herlambang berhasil menghentikan perlawanan tim Jakarta Pertamina Enduro melalui laga ketat lima set dengan skor 16-25, 25-22, 22-25, 25-18, dan 15-8.
Menghadapi tim yang di perkuat Megawati Hangesti, mental pemain muda Bandung bjb Tandamata pun di uji.
Unggul di awal set pertama dengan skor 4-0, Calista Maya dkk justru harus kehilangan set pertama dengan skor 16-25.
Pada set kedua, Risco Herlambang mulai mengubah strategi dengan melakukan rotasi posisi pemain. Perubahan yang di lakukan berbuah manis dengan unggul jauh di awal set. Dan akhirnya menyamakan kedudukan 1-1 usai menang dengan skor 25-22.
Calista Maya, Shintia Alliva, Maradanti Namira, duo legiun asing Sonaly Cidrao dan Anastasia Guerra serta setter Fitriani tetap menjadi pilihan utama di set berikutnya.
Anak asuh Risco Herlambang pun mampu memberikan tekanan berarti hingga kejar mengejar skor pun terjadi sepanjang laga set ketiga.
Dua pemain Bandung bjb Tandamata, Calista Maya (33) dan Maradanti Namira (2) mencoba menahan spike pemain Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hanngesti pada lanjutan laga Proliga 2026 seri Bandung di GOR Sabilulungan, Soreang, Kamis (22/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)
Sempat unggul jauh 12-6, namun mental dan pengalaman bertanding anak-anak Pertamina Enduro di perlihatkan. Servis tajam Iana Shcherban, spike keras Megawati ‘Megatron’ Hangesti dan Wilma ‘Salas’ Alishanova serta blok rapat Rissa Meiga dan Yesky, mampu memperkecil ketertinggalan Pertamina Enduro atas tim tuan rumah.
Pada saat krusial, tim asuhan Bulent Karslioglu mampu menunjukkan mental baja. Akhir, bjb Tandamata harus mengakui keunggulan Megawati dkk usai kalah 22-25 dan kembali tertinggal 1-2.
Set keempat yang menjadi pertarungan hidup mati bagi Bandung bjb Tandamata justru membuat Calista Maya, Anastasia Guerra, Sonaly Cidrao, Maradanti Namira, hingga libero Dinda Putri Ivoliana mengamuk.
Serangan bertubi-tubi yang di kombinasi dengan pertahanan yang kokoh mampu membuat bjb Tandamata unggul 16-12.
Dominasi tuan rumah yang di dukung penuh ribuah penonton pun sulit di bendung pasukan Bulent Karslioglu.
Spike Anastasia Guerra yang mampu menembus blok pemain Jakarta Pertamina Enduro menutup set empat untuk kemenangan bjb Tandamata dengan skor 25-18 sekaligus memaksa laga berlanjut ke set lima.
Pemain asing Jakarta Pertamina Enduro, Wilma ‘Salas’ Alishanova (merah) mencoba menembus blok dua pemain Bandung bjb Tandamata pada lanjutan laga Proliga 2026 seri Bandung di GOR Sabilulungan, Soreang, Kamis (22/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)
Pada set penetuan, mental Calista Maya dkk pun terlihat unggul. Seperti tidak mau di permalukan di kandang, pasukan muda bjb Tandamata langsung tancap gas dan unggul jauh 8-5.
Sebaliknya, Megawati Hangesti dan kolega justru mengalami penurunan performa. Spike yang mudah di antisipasi, receive yang kurang baik hingga blok yang bisa di tembus menjadikan pasukan bjb Tandamata mudah mengoleksi pundi-pundi poin.
Bandung bjb Tandamata pun melesat dalam perolehan poin sebelum akhirnya menutup set kelima dengan skor 15-8 sekaligus memenangkan laga 3-2.
“Sebenarnya, saya sendiri agak ragu bisa memenangkan pertandingan hari ini. Karena pascaseri Medan beberapa pemain mengalami sakit. Termasuk dua asing kita. Tapi Alhamdulillah anak-anak mampu menunjukkan semangat dan mental baja. Sehingga bisa menang 3-2 atas Pertamina Enduro,” kata pelatih Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang usai laga.
Kemenangan yang di raih bukan hasil yang mudah. Selain itu, kemenangan laga kelima di Proliga 2026 ini menjadi penting sebagai bekal untuk menembus final four.
“Di awal-awal, para pemain mungkin agak beban dengan tampil di hadapan para pendukung. Dan kemenangan di kandang ini menjadi penting. Tapi mereka mampu mengatasinya, bjb Tandamata ini di huni banyak pemain muda tapi mereka punya keberanian dan semangat pantang menyerah,” kata Risco.
Kemenangan atas Jakarta Pertamina Enduro, di akui Calista Maya tidak lepas dari kerja keras, semangat serta dukungan dari para suporter yang hadir langsung di GOR Sabilulungan Soreang.
Hasil ini pun menambah semangat bagi dirinya dan tim untuk tampil lebih baik pada laga penutup Proliga 2026 seri Bandung menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada Minggu (25/1/2026).
“Melawan Pertamina Enduro yang di perkuat Megawati, modalnya berani. Untuk pertandingan berikutnya, saya harus lebih berani dan jangan terlalu takut salah. Apalagi atmosfir pertandingan hari ini sangat luar biasa dengan dukungan penuh penonton,” kata Calista Maya.
Sementara bagi Jakarta Pertamina Energi, hasil yang di raih pada laga kontra Bandung bjb Tandamata menjadi kekalahan kedua dari empat laga yang sudah mereka jalani.
Sebelumnya, tim asuhan pelatih asing asal Turki ini kalah atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada seri Medan.
“Sebenarnya para pemain tampil cukup baik di awal pertandingan. Hanya saja tidak bisa di jaga di set berikutnya. Sehingga banyak kesalahan yang di lakukan. Servis, blok maupun serangan harusnya konsisten di setiap set dan itu tidak terjadi,” kata pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bullent Kaslioglu.
Pelatih asal Turki ini pun menegaskan, peluang untuk bisa melaju dan lolos ke final four Proliga 2026 masih terbuka. Pasalnya, laga yang harus di jalani Megawati dan kolega masih cukup panjang.
“Kita lupakan kekalahan hari ini dan evaluasi terus apa yang menjadi kesalahan. Kita tidak akan menyerah begitu saja untuk lolos ke final four dan harus bersiap menghadapi laga besok (Jumat, 23/1/2026). Meski memang tidak cukup ideal untuk para pemain karena laga terlalu mepet, tapi kami akan menyelesaikan tugas untuk lolos final four,” Bulent Karslioglu menegaskan.
Laga lanjutan Proliga 2026 seri Bandung akan kembali di gelar di Jumat (23/1/2026). Dua laga di kelompok putri akan tersaji mulai pukul 16.00 WIB antara Medan Falcons versus Jakarta Livin Mandiri. Dan di lanjutkan laga antara Jakarta Popsivo Polwan kontra Jakarta Pertamina Enduro.
Camat Sodonghilir, Asep Priyatin Saputra, S.STP, MM bersama Ketua KSB Sodonghilir dan FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, foto bersama di depan objek wisata Curug Wedus.
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Curug Wedus, destinasi wisata alam di Desa Sepatnunggal, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, menjadi lokasi pengukuhan Pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sodonghilir periode 2026–2028, Kamis (22/1/2026).
Camat Sodonghilir, Asep Priyatin Saputra, memimpin langsung prosesi pengukuhan di kawasan wisata alam Tasikmalaya selatan tersebut.
Deru air terjun dan bentang alam hijau mengiringi kegiatan yang sarat pesan kemanusiaan. Pengukuhan ini tidak hanya menegaskan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memperkuat promosi wisata lokal.
“Selamat kepada pengurus KSB yang baru dikukuhkan,” ujar Asep.
Ia menegaskan, KSB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan mitigasi dan penanggulangan bencana karena berasal dari unsur masyarakat.
Asep berharap pengurus KSB aktif bergerak, rutin melakukan sosialisasi, dan sigap merespons potensi bencana di wilayahnya.
“Walau bersifat sukarela, kekompakan menjadi kunci. Kehadiran KSB sangat membantu keselamatan masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta KSB menjaga koordinasi lintas tingkatan, mulai dari RT, RW, pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Dengan niat tulus dan kerja bersama, KSB bisa efektif membantu warga dan pemerintah,” tambahnya.
Hadir dalam pengukuhan tersebut, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Kasi Trantib Kecamatan Sodonghilir, Ketua APDESI Kecamatan, Kepala Desa Sepatnunggal, serta pengurus KSB dari 12 desa.
Curug Wedus Sodonghilir Layak Jadi Ikon Wisata
Asep menyebut pemilihan Curug Wedus sebagai lokasi kegiatan memiliki makna khusus. Selain indah, kawasan ini layak menjadi ikon wisata Sodonghilir.
“Ini bagian dari promosi wisata. Curug Wedus punya daya tarik besar,” ujarnya.
Ketua KSB Kecamatan Sodonghilir, Jajang Awaludin, menyatakan KSB dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
“KSB beranggotakan perwakilan 12 desa. Kami mengoordinasikan relawan dan mendukung penanganan bencana sebelum, saat, dan setelah kejadian,” jelasnya.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyambut positif pengukuhan tersebut.
Ia menilai KSB sebagai mitra strategis Tagana di lapangan, mengingat luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang mencakup 39 kecamatan.
“KSB menjadi tim reaksi cepat karena berada langsung di wilayah rawan. Kami terus memperkuat komunikasi dan pelatihan,” kata Jembar.
Ia berharap KSB Sodonghilir tumbuh menjadi tim tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Pengukuhan ini diharapkan melahirkan komunitas yang kuat dalam mitigasi bencana sekaligus mampu menjaga dan mempromosikan kekayaan alam Sodonghilir secara berkelanjutan.
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat pembangunan di Kelurahan Mangkubumi. Hal itu tercermin dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Aula Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Kamis (22/01/2026), yang menitikberatkan pada penanganan infrastruktur dasar dan penguatan ekonomi berbasis digital.
Forum perencanaan tahunan ini menjadi ruang strategis bagi warga, RT/RW, LPM, serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan. Sejumlah anggota DPRD Kota Tasikmalaya turut hadir, di antaranya H. Heri Ahmadi, Hj. Siti Hajar, dan Hj. Nurjanah.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, H. Heri Ahmadi, mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah yang sedang menurun menuntut perencanaan yang lebih matang dan selektif.
“Kita harus realistis. Anggaran berkurang, sehingga pembangunan harus benar-benar mengedepankan skala prioritas dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Heri dalam sambutannya.
Ia menegaskan, usulan yang masuk harus difokuskan pada kebutuhan paling mendesak agar tidak hanya menjadi daftar keinginan tanpa realisasi.
Sentra Alas Kaki Diminta Beradaptasi
Dalam Musrenbang tersebut, Heri juga menyoroti menurunnya daya saing sentra industri alas kaki khas Mangkubumi. Menurutnya, perubahan pola pasar akibat masifnya perdagangan digital tidak bisa dihindari.
Ia mendorong para perajin untuk mulai bertransformasi dari pemasaran konvensional menuju platform digital. “Kalau ingin bertahan, pelaku UMKM harus berani masuk ke ekosistem digital agar produk lokal tetap bersaing,” tegasnya.
Banjir dan Jalan Lingkungan Dominasi Usulan
Sementara itu, Lurah Mangkubumi, Mamat Rahmat, S.IP, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini menerima sekitar 30 usulan pembangunan. Dari jumlah tersebut, persoalan lingkungan dan infrastruktur menjadi isu paling dominan.
“Masalah banjir masih sering terjadi, terutama akibat dampak pembangunan jalan provinsi yang memicu genangan air ke pemukiman warga,” ungkap Mamat.
Selain banjir, perbaikan jalan lingkungan juga menjadi perhatian utama karena masih banyak akses warga yang kondisinya rusak. Di sektor pengelolaan air, pihak kelurahan berencana melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pembangunan embung atau kolam retensi dalam target mulai berjalan pada 2026.
Harapan Pembangunan Tepat Sasaran
Melalui Musrenbang ini, pemerintah kelurahan berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup dan ekonomi warga secara berkelanjutan.
“Kami ingin aspirasi masyarakat benar-benar ada tindak lanjut, bukan sekadar menjadi catatan, tapi terwujud sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” pungkas Mamat Rahmat.
Perubahan pengelolaan SPBU 34-46117 yang telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir memicu keresahan warga hingga berujung pada audiensi terbuka di Kantor Kelurahan Ciherang Tasikmalaya
TASIKMALAYA FOKUSJabar.id: Gejolak sosial muncul di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Perubahan pengelolaan SPBU 34-46117 yang telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir memicu keresahan warga hingga berujung pada audiensi terbuka di Kantor Kelurahan Ciherang, Kamis (22/1/2026).
Warga menilai, pengelola baru belum menunjukkan kepedulian sosial dan tanggung jawab lingkungan sebagaimana yang dirasakan masyarakat saat SPBU masih dikelola manajemen sebelumnya. Perbedaan pola kebijakan inilah yang menjadi pemantik ketegangan antara warga dan pihak pengelola.
Dalam audiensi tersebut, warga yang diwakili Ketua RW 15 Ciherang, Nuryaman, menyampaikan tujuh tuntutan utama. Intinya, masyarakat meminta pengelola SPBU tidak mengabaikan nilai kearifan lokal serta memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko aktivitas SPBU.
Tujuh tuntutan tersebut meliputi:
Penyediaan panggung dan sound system untuk kegiatan PHBI dan PHBN.
Bantuan fasilitas umum seperti mesin pemotong rumput, pompa air, dan penerangan.
Santunan rutin bagi anak yatim dan lanjut usia.
Pemberian THR tahunan bagi warga sekitar.
Dana kas rutin bulanan untuk RT, RW, DKM, dan Karang Taruna.
Penyerapan minimal 50 persen tenaga kerja dari warga lokal Ciherang.
Tanggung jawab penuh, baik materiil maupun non-materiil, atas dampak operasional SPBU.
“Yang paling penting bagi kami adalah jaminan keselamatan. Harus ada asuransi khusus yang menjamin dampak lingkungan dan risiko bagi warga,” tegas Nuryaman di hadapan pihak kelurahan dan pengelola.
Asuransi dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer SPBU 34-46117, Agustaf, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengasuransikan risiko operasional dengan nilai pertanggungan mencapai Rp1,5 miliar. Ia berjanji akan memperlihatkan polis asuransi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Sementara terkait penyerapan tenaga kerja lokal, terungkap bahwa dari 20 karyawan yang bekerja saat ini, baru satu orang merupakan warga Ciherang. Pihak pengelola mengaku siap memenuhi tuntutan 50 persen tenaga kerja lokal secara bertahap.
Pengelola Akui Pendekatan Berbeda
Agustaf menegaskan, perusahaan bukan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Namun, pengelola saat ini memiliki konsep dan pendekatan yang berbeda, termasuk fokus pada audit internal dari Pertamina.
“Kami memiliki program tanggung jawab sosial melalui pelatihan karyawan, penyediaan makan siang, serta rencana pemberian voucher usaha bagi pelaku UMKM di wilayah Cibeureum melalui pihak kecamatan,” jelasnya.
Belum Ada Kesepakatan Final
Meski audiensi telah berlangsung untuk kedua kalinya, pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu. Surat pernyataan dari pihak pengelola masih perlu perbaikan, sementara warga menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada kejelasan.
Ke depan, tokoh masyarakat Ciherang berencana kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan manajemen SPBU, khususnya untuk membahas secara rinci transparansi polis asuransi lingkungan yang krusial bagi keselamatan warga.
Ket foto : Coffee morning keluarga besar IPPAT dan INI Daerah Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah daerah serta stakeholder lainnya di Halaman Bapenda Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana santai namun sarat makna mewarnai kegiatan coffee morning yang digelar keluarga besar Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Daerah Kota Tasikmalaya, Kamis (22/1/2026). Agenda ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan profesionalisme pelayanan kepada masyarakat.
Berlokasi di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Uus Supangat. Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Bapenda Hadi Riyadi, Wakil Ketua DPRD Wahid, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Al Izar Inosanto, Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol CZI Imvan Ibrahim, Ketua INI Soni Indrasena, Ketua REI, pimpinan perbankan, serta tamu undangan lainnya.
Tak hanya dialog formal, panitia juga menyuguhkan beragam kuliner khas Tasikmalaya seperti bakso, es cincau, lengko, bubur ayam, kopi, jajanan pasar, hingga buah-buahan yang dapat dinikmati gratis oleh seluruh peserta, menambah keakraban suasana.
Dalam sambutannya, Uus Supangat menegaskan bahwa coffee morning ini bukan sekadar ajang temu ramah. Melainkan wadah silaturahmi dan penguatan komunikasi antara unsur Forkopimda dengan para notaris dan PPAT di Kota Tasikmalaya.
“Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Uus.
Ia menilai peran notaris dan PPAT sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan kepastian hukum. Tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui pencatatan dan legalitas objek-objek pajak.
“Bayangkan jika tidak ada pencatatan yang tertib dalam akta tanah, hibah, jual beli, maupun legalitas usaha. Potensi konflik dan sengketa tentu akan meningkat,” jelasnya.
Komunikasi Lintas Sektor
Uus juga menekankan,komunikasi lintas sektor seperti ini penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kemudian juga melahirkan kebijakan implementatif, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan tiga sektor utama yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Sementara itu, Ketua IPPAT Daerah Tasikmalaya Dr. Nia Trisnawati menegaskan profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap hukum merupakan prinsip utama dalam menjalankan profesi notaris dan PPAT.
“Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Nia, IPPAT dan INI berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya. Tujuannya agar mampu menghadirkan akta otentik yang sah dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat memperoleh legalitas resmi atas aset yang mereke miliki. Serta mendorong tertib administrasi pertanahan, yang pada akhirnya juga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah,” pungkasnya.
Dialog dan diskusi ringan yang berlangsung hangat menutup kegiatan coffee morning. Kegiatan tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antara IPPAT, INI, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja di Kota Tasikmalaya.
Situ Cipanten, Danau Jernih Majalengka yang Disulap Jadi Istana Koi Sultan
MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kabupaten Majalengka perlahan meninggalkan citra lama sebagai kota persinggahan. Sejak hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, daerah yang dijuluki Kota Angin ini menjelma menjadi destinasi wisata baru yang diperhitungkan di Jawa Barat.
Salah satu magnet wisata yang tengah naik daun adalah Situ Cipanten, danau alami yang berada di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang. Keindahan airnya yang jernih berpadu dengan ekosistem air tawar yang terjaga menjadikan Situ Cipanten terkenal sebagai “permata tersembunyi” Majalengka.
Daya tarik Situ Cipanten kian menguat setelah ribuan ikan koi berkualitas tinggi menghuni danau tersebut. Ikan-ikan eksklusif ini merupakan donasi dari pengusaha ternama Hartono Soekwanto, pemilik Central Koi yang terkenal luas sebagai “Bos Koi” Indonesia.
Tak main-main, lebih dari 2.000 ekor koi keturunan langsung Jepang ditebar, dengan nilai fantastis sebagian bahkan seharga kendaraan mewah.
“Air Situ Cipanten sangat jernih dan minim bakteri. Kondisi ini ideal untuk koi, sehingga saya yakin ikan-ikan ini akan tumbuh dengan baik,” ujar Hartono Soekwanto beberapa waktu lalu.
Keberadaan koi berukuran besar dengan warna merah, putih, dan kuning emas yang mencolok menghadirkan kesan eksklusif. Pengunjung dapat menyaksikan langsung koi bernilai ratusan juta rupiah berenang bebas di danau alami, menghadirkan sensasi layaknya kolam koi raksasa di Jepang.
Pesona Air Dua Warna
Keunikan Situ Cipanten tak berhenti di situ. Danau ini memiliki fenomena perubahan warna air yang terpengaruh kondisi alam.
Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, menjelaskan bahwa saat musim kemarau air danau tampak biru bening hingga dasar danau terlihat jelas.
“Ketika kemarau, ikan-ikan terlihat sangat jelas dari permukaan. Ini salah satu keajaiban Situ Cipanten,” tuturnya.
Sebaliknya, saat musim hujan, air berubah menjadi hijau toska yang menenangkan, menciptakan panorama alam yang berbeda namun sama-sama memikat.
Berenang dan Berfoto Bersama Koi
Pengunjung tak hanya menikmati keindahan dari tepi danau. Pengelola menyediakan berbagai wahana, mulai dari perahu transparan, pelampung, hingga aktivitas berenang yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dengan koi-koi premium.
Salah satu aktivitas favorit adalah fotografi bawah air. Kejernihan danau menciptakan efek visual seolah pengunjung berada di dalam akuarium raksasa, menjadikan Situ Cipanten surga bagi pemburu konten media sosial.
Wahana Kekinian dan Spot Ikonik
Untuk melengkapi pengalaman wisata, pengelola menghadirkan berbagai fasilitas modern dan Instagramable. Mulai dari Jembatan Cinta, ayunan dengan latar ribuan ikan koi, hingga wahana flying fox dan sepeda gantung yang memacu adrenalin sambil menikmati pemandangan danau dari ketinggian.
“Kami juga menyediakan pakan ikan agar pengunjung bisa merasakan sensasi melihat ribuan koi saat memberi makan,” kata pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan.
Tujuh Mata Air, Sumber Kehidupan
Lebih dari sekadar objek wisata, Situ Cipanten merupakan sumber kehidupan bagi warga sekitar. Danau seluas lebih dari satu hektare ini ditopang oleh tujuh mata air besar yang membuat debit airnya stabil sepanjang tahun.
“Air di Situ Cipanten tidak pernah surut. Nama Cipanten sendiri bermakna air yang tetap atau tidak berkurang,” jelas Rudi.
Aliran air dari danau ini menopang irigasi ribuan hektare sawah di beberapa kecamatan di Majalengka. Karena itu, masyarakat Desa Gunungkuning berkomitmen menjaga kelestarian alam kawasan tersebut.
Dengan memadukan keindahan alam, kekayaan ekologi, dan sentuhan wisata modern, Situ Cipanten kini menjelma sebagai destinasi unggulan Majalengka. Kehadiran Koi Sultan bukan hanya mempercantik danau, tetapi juga mengangkat martabat Situ Cipanten sebagai wisata alam berkelas yang tetap ramah bagi semua kalangan.