spot_imgspot_img
Selasa 14 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 262

Bungkam Falcons 1-3, LavAni Belum Terkalahkan di Proliga 2026

0
Proliga 2026 fokusjabar.id
Pemain Jakarta LavAni Livin Transmedia merayakan kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada laga pembuka Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026). LavAni Livin Transmedia menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Proliga 2026. (FOTO: PP PBVSI/BW)

​BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim bola voli putra Jakarta LavAni Livin Transmedia menambah rentetan kemenangan pada ajang Proliga 2026.

Pada laga pembuka seri Bandung di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026), tim asuhan David Lee menghentikan perlawanan Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor 3-1 (25-19, 22-25, 31-29, 25-20).

Menjadi laga pembuka Proliga 2026 seri Bandung, tim bola voli milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini harus berjuang keras mengalahkan tim pendatang baru Medan Falcons Tirta Bhagasasi.

Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Dio Zulfikri, serta duet legiun asing Taylor Sander dan Nato Dickinson, harus berjibaku mengalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi yang di motori Fahri Septian dan Liosbel Mendez.

Pertarungan sengit antara finalis Proliga 2025 dan tim pendatang baru ini tersaji sejak set awal pertandingan.

Skor imbang kerap terjadi di set pembuka sebelum tim asuhan David Lee ini mengambil momentum dan menutup laga dengan skor 25-19.

Proliga 2026 Lavani Livin
Pemain Jakarta LavAni Livin Transmedia, Boy Arnes melakukan spike yang coba di blok dua pemain Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada laga pembuka Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, Kamis (22/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)

​Pada set berikutnya, Medan Falcons Tirta Bhagasasi mulai meningkatkan serangan dan berinisiatif menekan terlebih dahulu. Spike keras Fahri Septian, Luvi Febrian serta legiun asingnya Liosbel Mendez memanfaatkan umpan setter senior Bagus Wahyu mampu merepotkan pertahanan LavAni Livin Transmedia.

Pertandingan pun berlangsung alot dan kedudukan poin kedua tim sempat imbang 7-7 hingga 14-14. Namun aksi impresif Fahri Septian dan Liosbel Mendez mampu membawa timnya unggul 22-18 dan menutup set kedua dengan skor 25-22 untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Set ketiga menjadi puncak pertarungan kedua tim yang membuat suasana di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Soreang, tegang. Falcons sempat unggul 3-1 dan LavAni mampu membalikkan keadaan menjadi 8-5.

BACA JUGA: Pelatih Asing Dominasi Proliga 2026, Pelatih Lokal Tersisih?

Saling susul dan kejar mengejar poin di antara kedua tim pun terus berlanjut di sepanjang set ketiga. Drama terjadi di akhir set saat kedua tim harus menjalani enam kali deuce, sebelum LavAni akhirnya menutup set ketiga ini dengan skor 31-29 untuk kembali unggul 2-1 atas Falcons Tirta Bhagasasi.

Tak mau mengalah begitu saja atas tim finalia Proliga 2025, Falcons Tirta Bhagasasi mencoba menggebrak di awal set keempat dengan unggul 5-1 atas LavAni Livin Transmedia.

Namun Boy Arnes, Hendra Kurniawan, Taylor Sander, Nato Dickinson dan pemain LavAni Livin Transmedia bukan tim yang mudah begitu saja di kalahkan.

Pengalaman dan mental pun berbicara banyak. Sehingga anak asuh David Lee ini berbalik unggul 13-10 sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 25-20 sekaligus memenangkan pertandingan 3-1 atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi.

Kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi, menjadi kemenangan ketiga LavAni Livin Transmedia di putaran reguler Proliga 2026 sekaligus menjadi satu-satunya tim putra yang belum terkalahkan.

Meski demikian, kemenangan di laga pembuka Proliga 2026 seri Bandung ini tidak membuat jajaran pelatih LavAni Livin Transmedia puas.

BACA JUGA:

Bandung bjb Tandamata Siap Sapu Bersih 2 Laga Proliga 2026 Seri 3

“Hari ini (Kamis, 22/1/2026), anak-anak tampil under perform termasuk dua (pemain) asing kita. Kita akan evaluasi terus dari setiap laga. Termasuk receive, servis, maupun blok kurang berjalan dengan baik. Kita bersyukur, Alhamdulillah, bisa memenangkan laga meski dari segi penampilan para pemain tidak terlalu puas,” kata asisten pelatih LavAni Livin Transmedia, Erwin Rusni usai laga, Kamis (22/1/2026).

Sementara pelatih Falcons Tirta Bhagasasi Ariyanto Joko Sutrisno mengaku jika kekalahan atas LavAni Livin Transmedia lebih karena ketidakberuntungan timnya.

Pasalnya, para pemain sudah tampil cukup baik bahkan mampu merepotkan tim finalis Proliga 2025.

“Kami sudah berusaha maksimal dan kekalahan kali ini lebih karena ketidakberuntungan saja. Memang para pemain sering melakukan kesalahan sendiri. Terutama di kondisi yang penting. Ini jadi evaluasi kita. Termasuk dalam hal cover attack maupun ketenangan saat sudah unggul,” kata Ariyanto.

(ageng)

Sekda Ciamis Apresiasi Inisiatif Pertanian Organik di Wilayah Perkotaan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Sekda Ciamis ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Kelurahan Cigembor, Kamis (22/01/2026) di sawah lega kawasan sirkuit BMX Cigembor.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya mendorong pertanian organik ramah lingkungan di wilayah perkotaan mulai menunjukkan geliat positif. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pengembangan pertanian organik dan ketahanan pangan berkelanjutan di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis.

Program tersebut dirintis melalui pemanfaatan sawah bengkok yang disewakan secara khusus kepada petani padi organik. Langkah ini menjadi pijakan awal transformasi sistem pertanian konvensional menuju pertanian berkelanjutan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Menurut Andang, Pemerintah Kabupaten Ciamis mendukung penuh pengembangan sawah organik di Cigembor. Terlebih, lahan seluas sekitar satu hektare yang berada di sekitar kawasan sirkuit BMX dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan percontohan, sekaligus sarana edukasi dan promosi pertanian organik bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya saya sangat setuju. Namun pertanian organik tidak bisa instan. Harus mengawali dengan pembelajaran yang benar, bukan hanya soal pupuk, tetapi juga pemahaman karakter tanah, pengamatan lahan, hingga proses pembuatan kompos,” ujar Andang saat bersilaturahmi dengan para petani di kawasan Sawah Lega, Kelurahan Cigembor, Kamis (22/01/2026).

Baca Juga: Budayawan Unigal Usul Patung Macan Gantikan Raflesia di Alun-alun Ciamis

Ia menuturkan, saat ini pengembangan sawah organik di Cigembor masih berada dalam tahap awal berupa proses pendampingan dan pembelajaran. Ke depan, wilayah ini terarah untuk menjadi inisiator pertanian organik, menyusul daerah lain di Ciamis seperti Sirnabaya, Maleber, dan Cimamut yang lebih dulu menerapkan sistem pertanian organik.

“Saya bangga dengan komitmen lurah dan para petani di Cigembor. Bahkan tidak menutup kemungkinan kawasan ini akan ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Lapang Pertanian Organik oleh Dinas Pertanian. Tentu setelah melalui tahapan evaluasi kesiapan petani,” jelasnya.

Meski demikian, Andang mengingatkan pentingnya prinsip efektivitas dan efisiensi, mengingat keterbatasan anggaran daerah. Namun ia optimistis, pertanian organik dapat memberikan nilai tambah ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan keberlanjutan pangan.

Potensi Lahan Sawah Produktif untuk Pertanian Organik

Sementara itu, Lurah Cigembor Nandra Orlando mengungkapkan, wilayahnya memiliki potensi lahan sawah produktif seluas 37 hektare yang tersebar di beberapa blok. Di antaranya Blok Sawah Lega seluas sekitar 25 hektare, Blok Karacak 5 hektare, serta Blok Burujul Legok Ayam sekitar 7 hektare.

“Dari hasil musyawarah bersama petani, dalam kesepakatan tahap awal pengembangan satu hektare sawah organik sebagai proyek percontohan,” ungkap Nandra.

Kesepakatan tersebut mendapat dukungan petani lintas blok, baik dari Sawah Lega, Karacak, maupun Legok Ayam. Dari sisi ketersediaan pupuk organik, Nandra menyebut dukungan sudah mulai mengalir sehingga tidak memberatkan petani.

Meski begitu, ia mengakui sebagian besar petani masih membutuhkan pendampingan teknis agar pengelolaan pertanian organik dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Pertanian organik penting untuk kesehatan tanah dan keberlanjutan. Petani kami masih terus belajar agar penerapannya benar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, di wilayah Mekaranyar RW 07 telah berkembang kelompok petani yang memproduksi pupuk organik dan telah lolos uji laboratorium. Produk pupuk tersebut bahkan sudah diperdagangkan, sehingga berpotensi memperkuat ekosistem pertanian organik di Cigembor.

Program ini menjadi bagian dari proyek perubahan bertajuk “Pengembangan Pertanian Organik dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Selaras dengan visi pembangunan nasional serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya. Program ini secara konsisten mendorong pertanian organik sebagai fondasi kemandirian dan ketahanan pangan daerah.

(Nank Irawan)

Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama

0
Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama
Sentuh Langsung Pelaku Usaha, bank bjb Ekspansi Layanan di Pasar Kebayoran Lama

JAKARTA,FOKUSJabar.id: bank bjb terus menggenjot perluasan pembiayaan ke sektor produktif dengan menyasar langsung pusat-pusat ekonomi rakyat. Salah satu fokus utama yang digarap adalah pasar tradisional, yang dinilai memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasar tradisional menjadi ruang penting bagi bank bjb karena tingginya perputaran transaksi harian serta kebutuhan layanan keuangan yang bersifat berkelanjutan. Di lokasi inilah ribuan pelaku usaha menggantungkan roda ekonominya, sekaligus membutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan relevan.

Baca Juga: Sinergi Pembiayaan dan Pemberdayaan, bank bjb Perkuat Ekosistem Perumahan Jawa Barat

Melalui pendekatan jemput bola, bank bjb hadir langsung di tengah aktivitas pedagang untuk memahami karakter usaha, pola transaksi, hingga kebutuhan pembiayaan secara lebih mendalam. Pendekatan personal ini diyakini mampu membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program bjb Sambang Pasar, sebuah inisiatif yang dirancang sebagai sarana edukasi, promosi produk perbankan, serta penguatan hubungan antara bank bjb dan pelaku UMKM pasar tradisional.

Kali ini, kegiatan bjb Sambang Pasar dilaksanakan oleh Kantor Wilayah 2 bank bjb di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026). Sejak pagi hingga siang hari, tim bank bjb menyambangi langsung lapak-lapak pedagang di salah satu pasar tradisional dengan potensi ekonomi terbesar di wilayah Jakarta Selatan tersebut.

Pasar Kebayoran Lama tercatat memiliki 1.073 unit sarana dagang, yang terdiri dari kios, counter, dan los. Dari jumlah tersebut, sebanyak 695 unit aktif digunakan, mencerminkan besarnya peluang pengembangan transaksi perbankan dan penyaluran pembiayaan produktif.

Dekat dengan Pedagang, Perkuat Kepercayaan

Melalui bjb Sambang Pasar, bank bjb tidak hanya memperkenalkan produk dan layanan, tetapi juga membangun kedekatan langsung dengan pedagang. Kehadiran fisik di pasar menjadi simbol nyata komitmen bank bjb dalam mendukung sektor riil.

Beragam produk unggulan diperkenalkan kepada pedagang, mulai dari pembiayaan usaha dan layanan transaksi perbankan. Hngga fasilitas perbankan digital yang dapat membantu kelancaran aktivitas usaha sehari-hari.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong akuisisi nasabah baru dari kalangan pedagang pasar dan pelaku UMKM. Interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan perbankan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsing melalui kunjungan langsung ke lapak pedagang. Sehingga tercipta dialog dua arah yang memudahkan penyampaian informasi dan pemahaman produk. Bank bjb juga menyiapkan booth layanan sebagai pusat informasi bagi pedagang dan pengunjung pasar yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci.

Kegiatan ini turut dilengkapi dengan pembagian materi informasi (flyering) mengenai produk dan layanan bank bjb yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha kecil dan menengah. Selain itu, tersedia layanan konsultasi perbankan terbatas agar pedagang tetap dapat berkonsultasi tanpa meninggalkan aktivitas berdagang.

Dorong Literasi Keuangan dan Transaksi Non-Tunai

Melalui program sambang pasar, bank bjb berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi pedagang tradisional. Khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan secara optimal.

Kehadiran bank bjb di pasar juga menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi non-tuna. Serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertib dan terencana, sejalan dengan transformasi layanan perbankan yang semakin inklusif.

Program bjb Sambang Pasar merupakan bagian dari strategi bank bjb dalam memperluas basis nasabah dan pembiayaan sektor produktif. Pendekatan langsung ke sentra ekonomi rakyat dinilai efektif dalam mendukung pencapaian target bisnis cabang dan wilayah.

Ke depan, bank bjb berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan bjb Sambang Pasar di berbagai daerah. Sebagai upaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis UMKM dan penggerak ekonomi daerah.

Makna Mendalam di Balik Logo Hari Jadi Garut ke-213

0
Logo Hari Jadi Garut FOKUSJabar.id
Desain Logo Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut.

GARUT,FOKUSJabar.id: Menyambut Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Pemerintah Kabupaten Garut resmi mengenalkan logo dan tema peringatan yang sarat nilai kearifan lokal Sunda. Yakni “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang.”

Tema ini tidak sekadar menjadi simbol perayaan. Melainkan mencerminkan arah dan cita-cita Garut ke depan.

Tema tersebut memuat filosofi mendalam yang di rangkum dalam tiga pilar utama. Gumiwang di maknai sebagai bersinar atau bercahaya. Melambangkan harapan agar Garut mampu memancarkan potensi dan prestasinya di berbagai bidang.

Tanjeur (atau Nanjeur) bermakna tegak dan kokoh. Menggambarkan konsistensi, keteguhan prinsip serta ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan zaman.

Sementara Dangiang merujuk pada aura, daya tarik dan wibawa yang menumbuhkan rasa hormat serta kebanggaan.

Baca Juga: Garut Masuk Enam Besar Kabupaten Kreatif Nasional

Lebih dari sekadar slogan, tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” di proyeksikan sebagai visi strategis pembangunan daerah.

Secara utuh, tema ini menggambarkan sosok Garut yang bersinar, berdaya saing dan memiliki wibawa dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya, inovasi serta capaian yang telah di raih.

Melalui tema tersebut, pemerintah daerah berharap dapat membangkitkan kembali komara atau wibawa Garut. Sekaligus memperkuat citra dan daya tariknya agar semakin dikenal, dicintai, dan dihargai, baik oleh masyarakat lokal maupun pihak luar.

Filosofi Visual Logo HJG ke-213

Nilai-nilai tersebut juga dituangkan dalam desain logo resmi angka “213” yang mengusung konsep modern dengan sentuhan lokal khas Garut. Setiap elemen visual memiliki makna simbolik yang saling terhubung.

Angka “2” terbentuk menyerupai siluet tunas hijau dan padi. Angka yang melambangkan kesuburan alam serta kekuatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah yang berkelanjutan. Kemudian Angka “1” digambarkan sebagai obor menyala di bagian tengah, sejalan dengan makna Gumiwang sebagai cahaya penerang dan sumber semangat pembangunan. Sementara angka “3” tampil dengan dominasi warna biru yang dinamis berpadu aksen oranye. Angka tersebut merepresentasikan kreativitas, inovasi, dan optimisme Garut menatap masa depan.

Sebagai pelengkap, logo tersebut menampilkan elemen pegunungan dan buku terbuka di bagian bawah. Yakni menyimbolkan keindahan bentang alam Garut serta pentingnya ilmu pengetahuan, literasi, dan pendidikan sebagai pilar kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap, tema dan logo Hari Jadi ke-213 ini tidak berhenti sebagai identitas visual semata. Tetapi mampu menginspirasi dan meresap ke dalam setiap program serta kebijakan pembangunan.

Melalui momentum peringatan HJG ke-213, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama mewujudkan Garut yang lebih berwibawa, bercahaya, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

(Y.A. Supianto

Garut Masuk Enam Besar Kabupaten Kreatif Nasional

0
Garut Kabupaten Kreatif FOKUSJabar.id
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunaéantika menghadiri Musyawarah Seniman ke-5 Dewan Kesenian Garut (DKG) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (22/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Dunia kesenian di Kabupaten Garut kian mengukuhkan eksistensinya di level nasional. Daerah berjuluk Kota Intan itu kini masuk dalam enam besar Kabupaten Kreatif di Indonesia, sejajar dengan wilayah-wilayah yang telah lebih dulu terkenal memiliki ekosistem seni dan budaya yang mapan.

Capaian tersebut di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, saat menghadiri Musyawarah Seniman ke-5 Dewan Kesenian Garut (DKG) Tahun 2026 di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Pengukuhan PWRI Garut Diwarnai Sorotan Serius soal Kemiskinan

Menurut Beni, pengakuan nasional ini menjadi bukti bahwa geliat seni dan budaya Garut berkembang pesat dan mampu bersaing dengan daerah besar lainnya.

“Kita sekarang bersanding dengan Buleleng, Yogyakarta, Jakarta Selatan, dan Kabupaten Karawang. Melihat posisi tersebut, ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa bagi Garut,” ujarnya.

Ia menegaskan, sektor seni dan budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Oleh karena itu, Disparbud Garut mendorong agar komunitas seni terus tumbuh dan menjadi mitra aktif pemerintah.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Disparbud berencana mengusulkan apresiasi khusus bagi para pelaku seni yang di nilai konsisten menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal.

“Seni dan budaya adalah identitas peradaban bangsa. Ia tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat dan harus terus kita jaga,” tegas Beni.

Regenerasi Seniman dan Penguatan Organisasi

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Garut, Anting Irawan, menyampaikan bahwa Musyawarah Seniman ke-5 menjadi momentum penting untuk melakukan regenerasi kepengurusan DKG periode 2026–2030.

Selain regenerasi, Anting menekankan pentingnya legalitas dan ketertiban administrasi bagi seluruh sanggar dan organisasi seni yang berada di bawah naungan DKG.

Hal tersebut merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“DKG ini adalah rumah bersama para pelaku seni. Tugas kami mengoordinasikan induk-induk organisasi serta memastikan tertib administrasi berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menaungi Beragam Cabang Kesenian

Saat ini, DKG menaungi delapan komite kesenian yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman ekspresi seni di Garut. Komite tersebut meliputi:

  • Seni Tradisional: Gamelan/Tembang Sunda Cianjuran, Lengser Garut, Silat, dan Tari
  • Seni Modern dan Kontemporer: Musik, Teater, Komedi, Pelukis, serta Sastra, Bahasa, dan Film

Anting berharap, kepengurusan DKG periode 2026–2030 dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

Kemudian mampu mengayomi seluruh pelaku seni. Baik dalam pelestarian budaya lokal maupun pengembangan kreativitas yang adaptif terhadap zaman.

(Y.A. Supianto

Pengelola TPS3R Bandung Tolak Larangan Insinerator: Ini Tulang Punggung Kami

0
Pengelola TPS3R Bandung, FOKUSJabar.id
Petugas TPS3R Anugrah Siringgit, Kelurahan Derwati, Kota Bandung Ujang Siringgit

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang melarang penggunaan insinerator menuai resistensi di tingkat lapangan.

Pengelola tempat pengolahan sampah di Kota Bandung menilai aturan tersebut berpotensi memperparah persoalan sampah perkotaan yang hingga kini belum memiliki solusi cepat dan efektif.

Penolakan salah satunya datang dari TPS3R Anugrah Siringgit, Kelurahan Derwati. Pengelolanya, Ujang Siringgit, menegaskan bahwa insinerator justru menjadi tulang punggung pengolahan sampah harian di wilayahnya.

Baca Juga: Penataan Kabel Udara Dikebut, Pemkot Bandung Targetkan Rampung 2026

Saat ini, TPS3R Anugrah Siringgit mengoperasikan mesin insinerator jenis Motah dengan kapasitas pembakaran mencapai 10 ton sampah per hari.

Kapasitas tersebut di nilai krusial untuk melayani sampah dari 14 RW, yang tersebar di Kelurahan Derwati dan Majahlega.

“Kalau insinerator ini di larang, kami mau mengolah sampah pakai apa? Untuk Kota Bandung, sejauh ini solusi tercepat ya di musnahkan. Insinerator masih paling realistis,” ujar Ujang, Kamis (22/1/2026).

Khawatir Sampah Menumpuk di Permukiman

Ujang mengungkapkan, tanpa insinerator, sampah dari belasan RW berpotensi menumpuk di lingkungan warga. Menurutnya, alternatif lain belum mampu menandingi kecepatan dan volume pengolahan mesin Motah.

Ia membandingkan efektivitas insinerator besar dengan insinerator skala kecil yang rata-rata hanya mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah per hari.

“Yang kecil itu kapasitasnya terbatas. Sementara Motah bisa 10 ton per hari. Kalau alat besar seperti ini di larang juga, dampaknya akan langsung terasa ke warga,” katanya.

Aturan Dinilai Masih Abu-abu

Selain dampak teknis, Ujang juga mempertanyakan kejelasan regulasi yang di keluarkan KLH. Ia menilai belum ada penjelasan rinci apakah larangan tersebut berlaku untuk seluruh jenis insinerator atau hanya menyasar mesin skala kecil.

“Yang jadi pertanyaan kami, ini yang di larang insinerator kecil saja atau termasuk yang besar seperti Motah?” ujarnya.

Hingga kini, operasional insinerator Motah masih terus berjalan. Ujang mengaku terpaksa tetap mengoperasikan mesin tersebut demi mencegah dampak langsung ke masyarakat.

“Saya tidak mau mengorbankan warga. Kalau berhenti, sampah mau di buang ke mana? Apa harus ke sungai atau ke jalan?” ucapnya.

Uji Emisi Belum Dilakukan KLH

Terkait aspek lingkungan, Ujang menyebut hingga saat ini belum ada uji emisi resmi dari KLH terhadap insinerator yang di gunakan di TPS3R Anugrah Siringgit.

Ia menduga evaluasi teknis kemungkinan telah di lakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

“Kalau dari KLH belum. Kalau DLH mungkin sudah,” katanya.

Ujang menegaskan penolakannya jika insinerator benar-benar diwajibkan berhenti beroperasi. Ia menilai kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kondisi riil pengelolaan sampah di lapangan.

“Kalau disuruh berhenti total, saya tidak setuju. Apapun alasannya. Insinerator ini masih jadi solusi paling cepat dan efektif,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa keberadaan alat tersebut, Kota Bandung berisiko kembali menghadapi krisis sampah yang berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

(Yusuf Mugni)

Oknum Perangkat Desa Diduga Mesum, Ratusan Warga Desa Bungur Raya Pangandaran Demo

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: suasana aksi damai di halaman Kantor Desa Bungur Raya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gelombang protes warga mengguncang Kantor Desa Bungur Raya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Sekitar 200 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Bungur Raya menggelar aksi damai, Kamis (22/1/2026), menuntut tindakan tegas atas dugaan pelanggaran moral yang melibatkan oknum perangkat desa.

Dengan membawa aspirasi secara tertib, massa mendesak Pemerintah Desa agar tidak mentoleransi perilaku yang mencederai norma agama, etika sosial, serta merusak citra pemerintahan desa. Warga menegaskan, integritas aparatur desa harus terjaga demi kepercayaan publik.

Baca Juga: Bangunan Kios Menjamur di Wisata Pantai Karapyak Pangandaran

Aksi tersebut mendapat pengawalan langsung dari Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, yang memastikan penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif. Aparat kepolisian memfasilitasi dialog antara perwakilan warga dan unsur Forkopimcam Langkaplancar melalui forum audiensi.

“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif dan aspirasi masyarakat tersalurkan sesuai aturan. Alhamdulillah, audiensi berjalan lancar dan menghasilkan keputusan bersama,” ujar AKBP Ikrar Potawari di lokasi aksi.

Pemdes Terima Tuntutan, Dua Perangkat Diberhentikan

Setelah dialog berlangsung cukup intens, Kepala Desa Bungur Raya, Halim, secara terbuka menyatakan menerima seluruh tuntutan masyarakat. Berdasarkan rekomendasi Camat Langkaplancar, Pemerintah Desa Bungur Raya resmi memberhentikan dua orang perangkat desa yang melanggar kode etik asusila.

Kedua perangkat desa tersebut masing-masing Anan Sulmanan, selaku Kasi Pemerintahan, dan Aan Siska Rianti, staf urusan umum. Warga menyambut keputusan ini dengan positif sebagai bentuk keberpihakan pemerintah desa terhadap nilai moral dan ketertiban sosial.

Bahkan, salah satu oknum yang bersangkutan telah menandatangani surat pengunduran diri sebagai wujud tanggung jawab moral, demi menjaga stabilitas roda pemerintahan desa.

Komitmen Jaga Kamtibmas

Kapolres Pangandaran menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Polres Pangandaran akan terus menjalankan tugas pemeliharaan kamtibmas secara akuntabel demi terwujudnya Pangandaran yang aman dan lebih baik,” pungkasnya.

(Sajidin)