spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 263

Atasi Fenomena LGBT di Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Tekankan Peran Orang Tua

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Maraknya fenomena perilaku seksual menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kalangan remaja dan anak-anak di Kota Tasikmalaya memicu perhatian serius berbagai pihak.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, meminta dukungan penuh para orang tua untuk membimbing serta mengarahkan anak-anak mereka agar terhindar dari pengaruh negatif.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Siapkan Perwali P4S, Sweeping dan Main Hakim Sendiri Dilarang

“Peran orang tua sangat penting dalam membentuk tumbuh kembangnya anak-anak kedepan. Mereka berperilaku menyimpang seperti itu bukan kehendak dan keinginannya. Ini mungkin karena terpengaruh oleh pola asuh orang tua, lingkungan pergaulan atau faktor psikologis. Sehingga mereka perlu mendapat perhatian dan bimbingan yang baik dan benar,” ungkapnya, Sabtu (8/8/2026).

Instruksikan Sekda Rumuskan Perwalkot Khusus

Selain mengimbau penguatan pembinaan moral keluarga, Pemkot Tasikmalaya akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwalkot). Hal itu agar memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan penyimpangan seksual.

Dicky Candra mengaku telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk merumuskan regulasi tersebut.

“Beberapa waktu yang lalu, saya sudah sampaikan ke Sekretaris Daerah, agar segera mengumpulkan pihak-pihak terkait seperti Bagian hukum, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan stakeholder lainnya untuk merumuskan aturan yang tepat tentang Perwalkot nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus penyimpangan seksual di kalangan generasi muda berpotensi merusak ketahanan sosial budaya. Serta merusak ketahanan keluarga di Kota Tasikmalaya.

“Persoalan seksual menyimpang ini, jangan dipandang sebelah mata, namun harus dilakukan pencegahan secepatnya, agar tidak semakin menggurita. Dan ini akan memunculkan dampak negatif bagi daerah. Sekaligus sebagai ancaman terhadap ketahanan sosial budaya dan ketahanan keluarga di Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Kedepankan Pendekatan Persuasif Tanpa Aksi Sweeping

Ia membeberkan bahwa Perwalkot tersebut nantinya menjadi landasan hukum kuat bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program edukasi, konseling, serta perlindungan keluarga.

“Aturan itu sangat penting dalam melakukan pengamanan kasus, yang terpenting tetap mengedepankan langkah persuasif. Terlebih pembinaan, termasuk dari tokoh agama dan ulama untuk membuka ruang edukasi. Kemudian pembinaan dari segi akhlak, moral serta pendalaman nilai-nilai keagamaan,” paparnya.

Ia menolak keras aksi razia atau sweeping di lapangan karena berisiko memunculkan masalah baru dan memperburuk citra daerah.

“Sebaiknya mungkin tidak harus melakukan razia atau sweeping. Hal itu justru akan menimbulkan persoalan baru membuat citra buruk bagi daerah. Melainkan lakukan secara persuasif dan sampaikan edukasi dengan benar supaya mereka kembali dengan perilaku yang benar,” harapnya.

Ia menceritakan pengalaman pribadi saat menerima curahan hati dari sejumlah individu yang ingin lepas dari penyimpangan tersebut.

“Mereka sebenarnya banyak yang mengaku sedih, dan ada yang pernah curhat hingga sampai menangis. Kkarena ingin kembali dan tidak mau seperti itu, jadi ini tinggal kita memberikan edukasi yang mendalam buat meeka. Agar bisa kembali berprilaku normal,” ujar mantan pemain sinetron tersebut.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bersinergi menciptakan Kota Tasikmalaya yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

(Seda)

Pemkot Tasikmalaya Siapkan Perwali P4S, Sweeping dan Main Hakim Sendiri Dilarang

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Dicky Candra mengakui pemerintah Kota Tasikmalaya sedang menayangkan Perwali soal larangan LGBT

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat dan DPRD terkait maraknya isu penyimpangan sosial. Pemkot sedang mematangkan draf Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).

Langkah strategis ini bertujuan memperkuat edukasi, pencegahan, perlindungan keluarga, serta membentengi masyarakat dari pengaruh LGBT.

Baca Juga: 11 Tahun Konsisten, Tasik Wedding Festival 2026 Targetkan Transaksi Rp10 Miliar

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, menyampaikan bahwa ia telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera merumuskan regulasi tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Sekda, supaya segera kumpulkan bagian hukum, Dinsos, Dinkes, dan stakeholder lain. Guna untuk mencari format yang tepat tentang Perwali tersebut,” ujar Diky Candra, Sabtu (8/8/2026).

Landasan Pembinaan Tanpa Aksi Main Hakim Sendiri

Diky Candra menjelaskan bahwa Perwali ini nantinya menjadi landasan hukum kuat bagi Kota Tasikmalaya. Regulasi tersebut berfokus pada upaya pencegahan, edukasi, konseling, serta menyediakan ruang rehabilitasi komprehensif lewat sesi konsultasi khusus.

Pemkot juga akan menggandeng para tokoh agama untuk membuka ruang pembinaan akhlak serta pendalaman agama bagi para pelaku.

Diky menekankan pendekatan humanis serta persuasif. Ia melarang keras tindakan main hakim sendiri atau aksi sweeping liar di lapangan yang berpotensi merusak citra Kota Tasikmalaya.

“Secara persuasif dan ajak mereka supaya kembali normal. Karena itu penyimpangan, jangan ada sweeping nanti malah akan membuat image buruk Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan saja, Perwalkotnya segera terbit,” tegasnya.

Dukungan Elemen Masyarakat dan DPRD

Diky Candra mengaku telah menyiapkan formula penanganan ini sebelum isu berkembang luas di tengah publik.

Langkah konkret ini berawal dari audiensi FPI bersama para ulama yang berlanjut ke gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Dalam pertemuan tersebut, elemen masyarakat mendesak penerbitan regulasi khusus berupa Perwali sambil menunggu pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang lebih komprehensif.

(Abdul Latif)

Wawakil Kerajaan Galuh Resmi Diistrenan, Bupati Ciamis Titip Pesan untuk Generasi Muda

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Raden Rafiq Hakim Radinal wawakil Kerajaan Galuh saat sungkem kepada Ibunda

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upacara Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh bertema “Galuh Galeuhna Galih” berlangsung khidmat di Keraton Selagangga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Agenda ini menjadi momentum penting menguatkan pelestarian sejarah, kebudayaan, serta nilai-nilai luhur peradaban Galuh.

Dalam prosesi tersebut, Raden Rafiq Hakim Radinal resmi memegang amanah sebagai Wawakil Kerajaan Galuh. Sejumlah tokoh keraton nusantara, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Dewan Kebudayaan Ciamis, seniman, hingga unsur Forkopimda turut menyaksikan pelantikan adat ini.

Baca Juga: Raden Rafiq Radinal Terima Amanah Leluhur, Resmi Jadi Wawakil Kerajaan Galuh

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan bahwa upacara adat ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan langkah nyata memajukan kebudayaan Tatar Galuh.

“Acara Pengistrenan yang kita laksanakan pada hari ini bukan sekadar seremoni adat melainkan sebuah momentum penting dalam upaya kita bersama untuk terus memajukan kebudayaan dan peradaban di Tatar Galuh,” katanya, Sabtu (8/8/2026).

Situs Bersejarah Saksi Kunci Peradaban Galuh

Herdiat menjelaskan bahwa keberadaan situs-situs seperti Karangkamulyan, Astana Gede Kawali, dan Jambansari menjadi bukti nyata kebesaran peradaban masa lalu.

“Ketiga situs itu merupakan saksi sejarah sekaligus sumber pengetahuan yang memiliki nilai penting dalam menggambarkan bagaimana para leluhur membangun peradaban dengan menjunjung tinggi kearifan, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam dan sesama,” ucapnya.

Herdiat menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda untuk melanjutkan warisan budaya leluhur. Pemkab Ciamis berkomitmen membuka ruang edukasi budaya agar sejarah tidak hilang ditelan zaman.

“Generasi muda perlu mendapat ruang dan kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Galuh. Bukan hanya sebagai pengetahuan masa lalu tetapi sebagai sumber inspirasi dan kebanggaan dalam membangun masa depan,” jelasnya.

Apresiasi Sinergi Lintas Tokoh Adat dan Budaya

Bupati Herdiat mengutarakan apresiasi tinggi kepada FSKN, Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para seniman yang sukses mengawal agenda sakral ini.

Ia berharap sinergi antarlembaga terus menguat demi menjaga eksistensi nilai-nilai Kagaluhan di masa depan.

“Khusus kepada Raden Rafiq Hakim Radinal yang telah diistrenan sebagai Wawakil Kerajaan Galuh, Saya ucapkan selamat. Sekaligus harapan agar dapat melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Gempa M4,1 Guncang Selatan Pangandaran, Getarannya Terasa hingga Bandung Selatan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Ilustrasi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gempa bumi mengguncang wilayah selatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026) sore.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 80 kilometer barat daya Pangandaran dengan magnitudo 4,1.

Baca Juga: Tak Gengsi Jualan Seblak, Mahasiswi Pangandaran ini Bantu Keluarga Sambil Biayai Kuliah

Data ShakeMap BMKG mencatat guncangan gempa terjadi tepat pukul 16:59:59 WIB. Titik episentrum gempa berlokasi di koordinat 8,10 LS dan 107,88 BT pada kedalaman 24 kilometer.

Meski berpusat di laut, warga di sejumlah daerah Jawa Barat merasakan getaran gempa tersebut.

“Area yang terdampak guncangan meliputi pesisir selatan Jabar mulai dari Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Bandung Selatan,” tulis keterangan resmi BMKG.

Intensitas Guncangan dan Status Tsunami

BMKG mencatat tingkat guncangan berada pada skala II–IV MMI (Weak–Light). Skala ini menunjukkan bahwa beberapa warga merasakan getaran dan melihat benda-benda ringan bergoyang.

BMKG memastikan gempa magnitudo 4,1 pada kedalaman 24 kilometer ini tidak memicu potensi tsunami.

Guncangan gempa ini masuk kategori none hingga very light atau berisiko sangat kecil memicu kerusakan. Petugas belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta terus memantau pembaruan informasi resmi mengenai perkembangan gempa.

(Sajidin)

Tak Gengsi Jualan Seblak, Mahasiswi Pangandaran ini Bantu Keluarga Sambil Biayai Kuliah

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Indy Rachmawati (23), mahasiswi semester 6

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Indy Rachmawati (23), seorang mahasiswi semester 6 asal Pangandaran, memilih banting tulang berjualan seblak di tengah padatnya jadwal perkuliahan.

Selama enam bulan terakhir, ia menjalankan usaha kuliner seblak di Blok Ciorai, Dusun Nyalindung, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak. Indy membulatkan tekad merintis usaha ini demi membantu perekonomian keluarga serta meringankan beban biaya kuliahnya.

Baca Juga: Kemarau Bikin Pangandaran Krisis Air, Pemkab dan BBWS Citanduy Turun Tangan

Anak sulung dari tiga bersaudara ini tergerak membantu sang ibu dan ayahnya yang bekerja sebagai petani. Indy enggan berpangku tangan menunggu hingga lulus kuliah.

“Sudah enam bulan saya membantu keluarga melalui jualan seblak. Alhamdulillah kalau hari libur banyak pelanggan. Bisa juga diantarkan kepada orang yang pesan melalui media sosial,” kata Indy, Sabtu (8/8/2026).

Saat kedai ramai pembeli, Indy mampu mengantongi omzet Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Kendati pendapatan harian tidak menentu, ia menikmati seluruh proses pengasahan mental tersebut.

“Jualan tidak setiap hari sama penghasilannya. Bisa dapat banyak, bisa sekadar balik modal, bisa juga sepi pembeli. Namun, dari situlah mental dan kesabarannya ditempa,” tuturnya.

Strategi Topping Murah Meriah Penarik Pelanggan

Indy mematok harga topping yang sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 hingga Rp5.000 agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau bahan bakunya gampang dicari. Kemudian topping atau bahan yang dibeli pelanggan itu dari Rp1.000 sampai Rp5.000. Tentu bervariasi harganya, tergantung kesukaan pelanggan,” paparnya.

Strategi tersebut terbukti sukses menyedot perhatian kalangan anak muda pencinta kuliner pedas. Indy mengaku tidak pernah merasa gengsi membagi waktu antara bangku kuliah dan warung seblak.

“Saya tentu tidak malu jualan seblak karena ini pekerjaan halal. Semoga bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang merasa sulit mencari pekerjaan. Saya juga sambil membantu mamah, sedangkan ayah bekerja sebagai petani,” ucapnya.

Indy mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan peluang usaha ketimbang meratapi keadaan.

“Selagi kita bisa menggali potensi untuk mencari pendapatan, kenapa harus mengeluh. Tentu harus tetap semangat,” ungkap Indy.

“Menurut saya jangan malu untuk bekerja, jangan gengsi memulai dari bawah, dan jangan terlalu lama mengeluh ketika peluang masih bisa diciptakan,” katanya.

Pasar Tetap Stabil dan Raih Pelanggan Setia

Indy menyebut kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak mengganggu stabilitas penjualan seblaknya.

“Kalau adanya MBG tidak berpengaruh bagi saya, karena di MBG tidak ada seblak. Alhamdulillah jualan tetap stabil. Hanya harga daging ayam kadang naik dan kadang turun,” papar Indy.

Kualitas rasa seblak buatan Indy berhasil memikat hati para pembeli. Salah seorang warga Cimerak, Beby, mengaku sengaja mendatangi warung Indy walau harus melewati kedai seblak lainnya.

“Sebenarnya di kampung saya juga ada. Tapi saya lebih nyaman beli di sini. Rasanya enak dan bisa sesuai dengan yang saya inginkan. Saya juga sering jajan seblak di sini,” ujarnya.

(Sajidin)

Bukan Sekadar Kenalkan Pemain Baru, Persib Ajak Bobotoh Bantu Penyintas Kanker

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Bukan Sekadar Rekrut Pemain, Persib Kenalkan Danijel Loncar Sambil Berbagi untuk Penyintas Kanker. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali menghadirkan semangat Positive Movement dalam acara pengenalan pemain baru menjelang bergulirnya musim 2026/2027 di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2026).

Melalui kegiatan Positive Movement tersebut, Persib memperkenalkan bek asal Kroasia, Danijel Loncar, lewat rangkaian aksi sosial.

Baca Juga: Persib Punya Tembok Baru dari Kroasia, Manajemen Berharap Danijel Loncar Cepat Nyetel

Manajemen menyiarkan pengumuman pemain baru ini melalui sesi podcast langsung di kanal YouTube resmi Persib. Bobotoh tidak hanya menyambut kehadiran bek anyar, tetapi juga menyalurkan bantuan lewat donasi daring.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa Persib memegang peran sosial yang luas bagi masyarakat sekitar.

Panitia menyalurkan seluruh donasi yang terkumpul untuk mendukung para penyintas kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

“Persib bukan sekadar klub sepak bola. Kegiatan penggalangan donasi untuk penyintas kanker ini merupakan bagian dari komitmen Persib untuk memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

Adhitia berharap aksi bersama ini dapat memberikan dorongan semangat bagi para penderita kanker.

“Persib berharap, apa yang sudah dilakukan bersama para donatur bisa menghadirkan manfaat dan menjadi sumber kebahagiaan banyak orang,” ujarnya menambahkan.

Apresiasi Manajemen Persib Untuk Kepedulian Bobotoh

Komisaris PT PBB, Kuswara S. Taryono, mengutarakan apresiasi tinggi atas kedermawanan Bobotoh serta para donatur yang turut berpartisipasi.

“Kepada para donatur, Persib mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya terhadap para penyintas kanker yang dibina di yayasan ini,” ujarnya.

Ia berharap aksi kepedulian ini membawa keberkahan bagi klub dan masyarakat luas.

“Kita berharap, kegiatan ini memberikan banyak manfaat buat kita semua dan masyarakat yang membutuhkan,” kata Kuswara.

Inovasi Kampanye Positif Pengenalan Pemain

Aksi sosial kali ini mencatatkan sejarah sebagai agenda Positive Movement keenam yang Persib gelar dalam rangkaian pengenalan pemain baru.

Sebelumnya, manajemen Maung Bandung mengemas kampanye positif lewat beragam aktivitas menarik, mulai dari gowes bareng komunitas, donor darah, sesi menggambar anak dan ayah, aksi bersih sampah, hingga bermain angklung bersama.

(Arif)

Kemarau Bikin Pangandaran Krisis Air, Pemkab dan BBWS Citanduy Turun Tangan

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Warga di kawarasan, Padaherang, pangandaran antri mengambil air bersih

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus menggenjot langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau.

Salah satu langkah nyata mencakup program pompanisasi dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Baca Juga: BPBD Pangandaran dan BBWSC Bagi Wilayah Kekeringan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTRPRKP Kabupaten Pangandaran, Indra, menyampaikan bahwa pemkab mengerahkan bantuan mesin pompa untuk menyuplai pasokan air ke wilayah terdampak.

“Langkah-langkah untuk menanggulangi dampak kekeringan, kami bekerja sama dengan BBWS Citanduy untuk mengadakan pompanisasi,” ujar Indra, Sabtu (8/8/2026).

Fokus Pompanisasi di Padaherang dan Mangunjaya

Saat ini, petugas memfokuskan kegiatan pompanisasi di Kecamatan Padaherang, khususnya Desa Ciganjeng, serta area Kecamatan Mangunjaya.

Khusus wilayah Mangunjaya, lintas instansi berbagi tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Sebab, sebagian jaringan irigasi di lokasi tersebut berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Indra mengaku telah menjalin koordinasi intensif bersama bidang SDA Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Citanduy.

“Hasil koordinasi, SDA Provinsi sudah menurunkan satu unit pompa di daerah Mangunjaya,” katanya.

Meskipun armada bantuan telah tiba, Indra menilai pasokan unit pompa belum mencukupi kebutuhan seluruh warga. Pihaknya terus mengajukan penambahan unit ke Pemprov Jabar.

“Untuk kekurangannya kami sedang berusaha dan berupaya untuk berkoordinasi lagi dengan SDA Provinsi,” ucap Indra.

Ia menegaskan tiga pihak sekaligus turun tangan menangani krisis air di Padaherang dan Mangunjaya, yaitu Pemkab Pangandaran, Pemprov Jawa Barat, dan BBWS Citanduy.

“SDA dan BBWS Citanduy sedang menangani dampak kekeringan di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya,” ujarnya.

Kondisi Irigasi Kabupaten Aman Terkendali

Di samping itu, Indra memastikan jaringan irigasi yang berada di bawah kewenangan Pemkab Pangandaran dalam kondisi aman dan terkendali.

Sebagian besar lahan pertanian di wilayah Pangandaran sudah memasuki musim panen raya, sehingga kebutuhan suplai air untuk sawah relatif menurun.

“Untuk wilayah Kabupaten Pangandaran memang hampir semua sedang panen. Jadi irigasi kewenangan kabupaten itu tidak bermasalah,” katanya.

Indra menegaskan bahwa titik krisis air saat ini berfokus pada aliran sumber daya air yang menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta BBWS Citanduy.

“Yang menjadi permasalahan dan sedang ditangani itu SDA Provinsi dan BBWSC,” ucapnya.

(Sajidin)