spot_imgspot_img
Selasa 14 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 263

Penataan Kabel Udara Dikebut, Pemkot Bandung Targetkan Rampung 2026

0
Penataan Kabel Udara Bandung FOKUSJabar.id
Petugas Tengah Melakukan Penertiban Kabel Udara di Jalan Merdeka Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan kabel udara yang semrawut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan penertiban jaringan kabel utilitas dan telekomunikasi akan di lakukan secara bertahap hingga tuntas 100 persen pada tahun 2026.

Farhan menyampaikan, seluruh operator utilitas dan telekomunikasi telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam proses penataan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa komitmen tersebut harus di buktikan dengan kepatuhan terhadap jadwal dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Yang sekarang kami dorong adalah kejelasan tanggal koneksi. Kalau sudah menyatakan siap, harus jelas kapan di kerjakan. Kemudian jika tidak patuh, saya keluarkan surat perintah. Kalau masih bandel, saya potong,” tegas Farhan, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Wali Kota Bandung Minta Kejari Awasi 4 Dinas, Kenapa?

Buahbatu Jadi Contoh Awal

Farhan mengungkapkan, proses kolaborasi penataan kabel udara sudah mulai terlihat hasilnya di kawasan Buahbatu. Di wilayah tersebut, kabel udara non-listrik berhasil di tertibkan melalui kerja sama lintas pihak.

Namun, ia mengingatkan bahwa penataan kabel tidak sekadar memindahkan persoalan dari atas ke bawah tanah. Dampak lanjutan seperti pengelolaan limbah kabel harus menjadi perhatian serius.

“Buahbatu panjangnya hanya sekitar 2,8 kilometer. Tapi sampah kabel yang di hasilkan mencapai 14 ton. Jadi tidak bisa hanya terlihat rapi di depan, sementara masalahnya di tinggalkan di belakang,” ujarnya.

Ancaman Pencurian Kabel Bawah Tanah

Dalam proses penataan, Pemkot Bandung juga menemukan persoalan baru berupa galian liar yang dimanfaatkan kelompok kriminal untuk mencuri kabel bawah tanah. Farhan mengungkapkan, kasus pencurian kabel milik Telkom sempat terjadi di Buahbatu dan berdampak pada kerusakan jalan yang belum diperbaiki.

“Kami sedang mengidentifikasi dan melacak kelompok kriminal ini. Biasanya mereka bergerak malam hari. Ini akan kami tangani bersama kepolisian,” kata Farhan.

Ia menegaskan, penertiban kabel udara harus dibangun dengan tiga komitmen utama, yakni persiapan matang, pelaksanaan yang tertib, serta pengawasan pasca pelaksanaan, agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Target Bertahap hingga 2026

Terkait progres, Farhan menargetkan dalam enam bulan ke depan atau hingga triwulan II 2026, penertiban kabel udara di Kota Bandung dapat mencapai sekitar 50 persen.

Sementara itu, penataan kabel di jalan-jalan protokol ditargetkan rampung 100 persen pada triwulan IV 2026. Adapun untuk kawasan permukiman, pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur pendukung.

“Untuk jalan protokol, targetnya tuntas. Sementara untuk wilayah permukiman, kita selesaikan bertahap sesuai kesiapan infrastruktur dan perencanaannya,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

Pengukuhan PWRI Garut Diwarnai Sorotan Serius soal Kemiskinan

0
Pengukuhan PWRI Garut FOKUSJabar.id
Bupati Garut berfoto dan bersilaturahmi dengan para pengurus PWRI Kabupaten Garut ynag baru dikukuhkan, di Ruang Pamengkang, Kamis (22/1/2026)

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengungkap potret serius kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang di paparkannya, sekitar 317 ribu warga Garut masih berada dalam kategori miskin ekstrem (desil 1). Sementara 1,8 juta jiwa atau sekitar 63 persen penduduk masuk kelompok desil 1 hingga 5 yang di nilai layak menerima bantuan sosial.

Paparan tersebut di sampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti 2026–2031 di Ruang Pamengkang, Kamis (22/1/2026).

“Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Kita harus bersama-sama mengubah paradigma dan stigma kemiskinan agar masyarakat bisa naik kelas,” tegas Syakur.

Ia menekankan bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari faktor kependudukan, terutama jumlah anggota keluarga. Karena itu, edukasi perencanaan keluarga dinilai sangat penting sebagai langkah preventif untuk menekan angka kemiskinan di masa mendatang.

Baca Juga: Bupati Garut Usung Tema Pemerataan Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas pada RKPD 2027

Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Garut

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Kabupaten Garut. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Garut pada triwulan pertama sempat menembus angka 10 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian.

Melihat potensi tersebut, Syakur mendorong para purnabakti ASN yang tergabung dalam PWRI untuk tetap aktif dan produktif di lingkungan masing-masing, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Bapak dan Ibu punya pengalaman panjang. Itu bisa menjadi modal besar untuk berkontribusi, baik sebagai penggerak, penasihat, maupun narasumber di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak anggota PWRI untuk memanfaatkan lahan pekarangan serta terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar.

Apresiasi untuk Semangat Purnabakti

Bupati Garut memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus PWRI yang tetap bersedia mengabdikan diri meski telah memasuki masa purna tugas. Menurutnya, dedikasi tersebut mencerminkan keteladanan dan semangat pengabdian yang patut dicontoh generasi birokrasi berikutnya.

“Kalau masih mau mengurus organisasi dan membantu orang lain, artinya sudah tuntas mengurus diri sendiri. Saya berharap Bapak dan Ibu tetap menjadi inspirasi bagi aparatur yang masih aktif,” ucapnya.

Ia berharap Ruang Pamengkang yang berusia lebih dari dua abad dapat menjadi saksi terjalinnya sinergi baru antara pemerintah daerah dan para senior bangsa dalam membangun Garut.

PWRI Siap Perkuat Sinergi Pembangunan

Sementara itu, Ketua PWRI Jawa Barat, Yuyun Muslihat, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Garut atas dukungan dan perhatiannya terhadap organisasi purnabakti ASN. Ia juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang dinilai cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Kami berharap PWRI Garut dapat mendukung penuh program-program Pak Bupati, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, maupun kesehatan,” ujarnya.

Yuyun menekankan tiga fokus utama kepengurusan baru PWRI Garut. Yakni sinergi pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan anggota. Serta penguatan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mitra, perbankan, dan perguruan tinggi.

Menurutnya, dengan kepengurusan baru, harapannya PWRI tidak hanya bermanfaat bagi anggotanya. Tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Garut secara luas.

(Y.A. Supianto

Budayawan Unigal Usul Patung Macan Gantikan Raflesia di Alun-alun Ciamis

0
Budayawan Unigal Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Budayawan muda Ciamis Ilham Purwa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Wacana penggantian patung Bunga Raflesia yang berdiri di pusat Alun-alun Kabupaten Ciamis mulai menuai respons positif dari berbagai kalangan masyarakat.

Usulan tersebut di nilai sebagai momentum untuk menghadirkan ikon daerah yang lebih merepresentasikan identitas dan sejarah Ciamis saat ini.

Budayawan muda sekaligus dosen Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Ilham Purwa, menilai patung Bunga Raflesia raksasa sudah tidak lagi relevan dijadikan simbol Kabupaten Ciamis. Pasalnya, bunga endemik tersebut secara geografis berada di wilayah Kabupaten Pangandaran yang kini telah berdiri sebagai daerah otonomi sendiri.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Dorong Dapur MBG Segera Urus PBG, Ini Alasannya

“Pangandaran sudah resmi berpisah dari Ciamis. Karena itu, ikon Raflesia raksasa sudah kurang tepat jika tetap dipertahankan sebagai simbol utama Ciamis,” ujar Ilham, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, saat pembangunan patung tersebut, Kabupaten Pangandaran masih menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis. Kondisi itulah yang membuat keberadaan patung Raflesia kala itu dapat masyarakat terima. Karena memiliki keterkaitan sejarah dan fungsi promosi wisata.

“Raflesia memang tumbuh di kawasan Cagar Alam Pangandaran. Jadi pada masanya, patung itu berfungsi memperkenalkan potensi wisata wilayah selatan Ciamis,” katanya.

Namun, seiring perubahan status administratif wilayah, Ilham menilai sudah saatnya Kabupaten Ciamis melakukan redefinisi identitas visual di ruang publiknya. Ia mendorong agar pemilihan ikon daerah benar-benar mencerminkan sejarah, budaya, serta karakter masyarakat Tatar Galuh.

“Sekarang Ciamis perlu ikon yang lebih mengena secara historis dan kultural. Saya melihat patung Macan sangat tepat untuk menggantikan Raflesia,” ungkapnya.

Macan Secara Simbolik

Menurut Ilham, Macan tidak hanya kuat secara simbolik, tetapi juga memiliki keterkaitan nyata dengan wilayah Ciamis. Keberadaan macan, khususnya di kawasan hutan Gunung Sawal, masih tercatat secara ekologis, sekaligus hidup dalam memori kolektif dan filosofi masyarakat Ciamis.

“Macan itu nyata secara fisik dan sangat kuat secara filosofi. Simbol ketangguhan, keberanian, dan kearifan lokalnya sudah lama melekat di masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, jika rencana penggantian ikon tersebut direalisasikan, pemerintah daerah dapat melibatkan unsur sejarah, budayawan, dan masyarakat agar ikon baru Ciamis benar-benar lahir dari kesadaran bersama, bukan sekadar perubahan estetika.

(Husen Maharaja)

Pemkab Ciamis Dorong Dapur MBG Segera Urus PBG, Ini Alasannya

0
PBG Dapur MBG Ciamis FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis, Eka Permana Oktaviana.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai menyoroti aspek legalitas bangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis, Eka Permana Oktaviana, mengimbau seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar segera mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Menurut Eka, kepemilikan PBG menjadi faktor krusial dalam menjamin kepastian hukum serta mendukung kelancaran operasional dapur MBG dalam jangka panjang.

Baca Juga: Seleksi Pimpinan BAZNAS Ciamis Mulai Mengerucut, Timsel Buka Peluang Kandidat Baru

“PBG bukan hanya soal administrasi. Namun menjadi fondasi legalitas usaha bagi dapur MBG agar dapat beroperasi dengan aman dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 134 dapur MBG atau SPPG yang aktif beroperasi di Kabupaten Ciamis. Namun, dari jumlah tersebut, baru tiga dapur yang telah mengantongi PBG. Sementara sebagian besar lainnya masih belum mengajukan perizinan bangunan.

Eka menilai, kelengkapan perizinan akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengelola dalam menjalankan kegiatan pelayanan gizi kepada masyarakat.

“Dengan legalitas yang jelas, pengelola tidak hanya terlindungi secara hukum. Namun lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Tahapan Pengajuan PBG

Lebih lanjut, Eka memaparkan proses pengurusan PBG harus di lakukan secara bertahap. Di mulai dari pengecekan kesesuaian lahan, kemudian pengajuan Keterangan Rencana Kota (KRK) ke Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP).

Selain itu, pemohon juga di wajibkan melengkapi rekomendasi teknis dari Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis.

“Setelah KRK dan seluruh rekomendasi teknis terpenuhi, barulah pengajuan PBG dapat di proses sesuai ketentuan perizinan yang berlaku,” jelasnya.

Eka menambahkan, program MBG memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dapur SPPG dapat memperluas layanan di luar program pemerintah, seperti menjadi penyedia jasa katering bagi berbagai kebutuhan masyarakat.

“Dengan perizinan yang lengkap, usaha SPPG akan lebih mudah berkembang dan memiliki prospek jangka panjang,” ungkapnya.

Selain berdampak pada keberlanjutan usaha, penerbitan PBG juga memberikan kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis. Retribusi dari proses perizinan tersebut akan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.

“Pemkab Ciamis mendukung penuh program strategis nasional MBG sekaligus mendorong peningkatan PAD yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Meski tidak menetapkan batas waktu khusus, Eka tetap mendorong para pengelola SPPG untuk segera mengurus PBG sejak dini demi menjaga keberlangsungan usaha dan kenyamanan operasional.

“Kami mengajak seluruh pengelola SPPG agar segera melengkapi PBG, sehingga program MBG dapat berjalan aman, tertib, dan berkontribusi positif bagi pembangunan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

Wali Kota Tasikmalaya Temui Hafidz OHAN, Tangis Haru Warnai Perjuangan Santri

0
Hafidz OHAN Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Wali Kota Viman Alfarizi Teteskan Air Mata Haru, 49 Santri OHAN Bakal Jadi "Benteng" Spiritual Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana religius dan penuh haru terasa kuat di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Hidayat, Bojong Nangka, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kamis (22/1/2026). Di tempat inilah Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, melakukan kunjungan perdananya untuk bertatap muka langsung dengan peserta program unggulan One Kelurahan One Hafidz (OHAN).

Kunjungan tersebut tidak sekadar agenda seremonial. Dialog yang terjalin antara wali kota, para santri penghafal Al-Qur’an, serta para pembina berlangsung hangat dan sarat emosi.

Semangat para santri yang berjuang menjaga hafalan Al-Qur’an meninggalkan kesan mendalam bagi orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu.

Baca Juga: LSM Fordem Soroti Layanan RSUD Tasikmalaya, DPRD Turun Tangan

Dalam sambutannya, Viman mengungkapkan rasa bangga atas konsistensi para santri yang mengikuti program OHAN. Dari total 61 peserta awal, kini tersisa 49 santri yang mampu bertahan dan menunjukkan komitmen luar biasa selama lebih dari satu bulan pembinaan intensif.

“Perkembangan mereka sangat mengharukan. Bahkan para kiai muda yang membina sampai meneteskan air mata melihat kesungguhan dan keteguhan hati para santri,” ujar Viman.

Ia menilai, santri yang bertahan bukan hanya sedang mengejar capaian hafalan. Namun juga tengah menanamkan nilai istiqomah dan keikhlasan. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak hanya berdampak pada diri pribadi santri, melainkan membawa keberkahan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya secara luas.

Menjaga Keberkahan Daerah

Viman juga menyampaikan pesan mendalam kepada para hafidz dan hafidzah. Ia menyebut mereka sebagai penjaga spiritual Kota Tasikmalaya. Dengan menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an, para santri diyakini turut menjaga nilai moral, ketenteraman, dan keberkahan daerah yang dikenal sebagai Kota Santri tersebut.

“Ketika Al-Qur’an terjaga, insyaallah kota ini pun akan dijaga,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menyiapkan arah masa depan bagi para lulusan program OHAN. Para hafidz laki-laki direncanakan mengisi peran strategis sebagai imam di masjid-masjid besar tingkat kecamatan. Sementara hafidzah perempuan diproyeksikan menjadi pendidik Al-Qur’an di madrasah, pesantren, maupun masjid di 10 kecamatan.

Tak hanya itu, Pemkot Tasikmalaya juga tengah merancang penerbitan sertifikat keahlian khusus sebagai pengakuan resmi atas kompetensi hafalan dan keilmuan para peserta OHAN.

Menutup kunjungannya, Viman berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan program OHAN secara berkala di empat zona wilayah Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, program ini bukan sekadar simbolik, melainkan ikhtiar nyata mencetak generasi Qurani yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan daerah.

“Kalian adalah benteng Kota Tasikmalaya. Hafidz dan hafidzah adalah penjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an,” pungkasnya.


(Abdul)

Seleksi Pimpinan Baznas Ciamis Mulai Mengerucut, Timsel Buka Peluang Kandidat Baru

0
Seleksi Baznas Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tahapan seleksi terbuka Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis Tahun 2026 mulai menunjukkan progres positif.

Hingga memasuki hari keempat masa pendaftaran, empat kandidat resmi tercatat telah mengajukan diri dan di nyatakan memenuhi persyaratan awal.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi, atau yang akrab disapa Ang Icep, menyampaikan bahwa antusiasme pendaftar menjadi sinyal baik bagi proses penjaringan pimpinan zakat ke depan.

Baca Juga: Bupati Ciamis Dorong Desa Jadi Ujung Tombak Program Nasional

“Alhamdulillah, sampai hari keempat sudah ada empat pendaftar. Namun pendaftaran masih di buka sesuai jadwal. Sehingga kesempatan bagi calon lain masih sangat terbuka,” ujar Ang Icep, Kamis (22/1/2026).

Timsel Jamin Seleksi Transparan dan Objektif

Ang Icep menegaskan, seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Menurutnya, proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk menghadirkan figur terbaik dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Ciamis.

“Pimpinan Baznas tidak hanya dituntut mampu menghimpun dana zakat, tetapi juga harus amanah, profesional, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.

Ia menambahkan, calon pimpinan Baznas diharapkan memiliki kompetensi kuat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, serta mampu menyusun visi, misi, dan program kerja yang terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Siap Bekerja Penuh Waktu

Lebih lanjut, Ang Icep menjelaskan bahwa salah satu syarat penting bagi calon pimpinan adalah kesiapan bekerja penuh waktu. Kandidat yang terpilih nantinya wajib melepaskan jabatan lain, baik sebagai aparatur sipil negara (PNS) maupun pegawai BUMN atau BUMD.

“Kami ingin pimpinan Baznas benar-benar fokus dan profesional dalam menjalankan amanah,” jelasnya.

Tim Seleksi juga mengajak para tokoh masyarakat, akademisi, ulama, hingga praktisi zakat yang memenuhi kriteria untuk ikut berpartisipasi dalam proses seleksi ini.

“Semakin banyak kandidat yang mendaftar, semakin besar peluang kami mendapatkan pimpinan Baznas yang amanah, kompeten, dan visioner,” tambah Ang Icep.

Daftar Sementara Pendaftar

Hingga Kamis, 22 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, empat nama yang telah resmi mendaftar sebagai Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Ciamis adalah:

  1. Ahmad Aos Abdul Azis
  2. Drs. Syarif Nurhidayat
  3. Mamad Ahmad Solihin
  4. H. Wasdi

Ang Icep berharap, seleksi ini dapat melahirkan pimpinan Baznas Kabupaten Ciamis yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik serta mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian zakat secara efektif, transparan, dan tepat sasaran demi pemberdayaan umat yang berkelanjutan.


(Nank Irawan)

Bupati Ciamis Dorong Desa Jadi Ujung Tombak Program Nasional

0
Program Nasional Ciamis FOKUSjabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menguatkan peran pemerintahan desa sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program strategis nasional, sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai fondasi utama perekonomian daerah.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menegaskan, desa memiliki posisi krusial dalam memastikan berbagai program prioritas pemerintah pusat dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Program tersebut di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Baca Juga: Ini Keajaiban Pohon Angsana Raksasa di Citapen Kolot Ciamis

“Program-program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang harus kita laksanakan secara bersama-sama dengan penuh tanggung jawab,” ujar Herdiat, Kamis (22/1/2026).

Ia menekankan, keberhasilan program nasional tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Namun butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.

“Kita semua, dari kabupaten sampai desa, wajib mendukung dan menyukseskan program-program ini agar manfaatnya benar-benar di rasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Pertanian Jadi Kekuatan Utama Desa

Dalam arahannya, Herdiat juga mengajak seluruh pemerintah desa di Ciamis untuk memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur dan akses penunjang membuat sektor industri belum menjadi pilihan utama bagi para investor untuk masuk ke Ciamis.

“Kita harus realistis. Akses penunjang industri kita masih terbatas sehingga investor masih enggan masuk. Karena itu, sektor pertanian harus dijadikan kekuatan utama dalam pembangunan desa,” jelas Herdiat.

Ia menilai, pertanian bukan hanya identitas Ciamis, tetapi juga sektor yang paling potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Jika pengelolaannya berjalan secara serius dan berkelanjutan.

MBG Jadi Peluang Besar Petani Lokal

Herdiat juga menyoroti keterkaitan erat antara Program Makan Bergizi Gratis dengan potensi pertanian lokal. Saat ini, baru sekitar 60 persen kebutuhan MBG yang dapat terpenuhi dari hasil pertanian Kabupaten Ciamis. Sementara 40 persen sisanya masih dipasok dari luar daerah.

“Kondisi ini harus menjadi motivasi bagi desa-desa untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Jika seluruh kebutuhan MBG bisa dipenuhi dari hasil pertanian lokal, maka perputaran ekonomi akan kembali kepada masyarakat Ciamis,” tegasnya.

Menurutnya, jika desa mampu memperkuat produksi pertanian, program MBG bukan hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.


(Husen Maharaja)