BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tembok Bertahan Kroasia-Bosnia, Danijel Loncar resmi berseragam Persib Bandung. Pemain berusia 29 tahun tersebut di kontak dua musim sekaligus menjadi tenaga baru bagi tim asuhan Igor Tolic jelang bergulirnya kompetisi 2026/2027.
Bek bertinggi badan 189 sentimeter ini di kenal sebagai palang pintu tangguh di Liga Polandia.
BACA JUGA:
Persib Punya Tembok Baru dari Kroasia, Manajemen Berharap Danijel Loncar Cepat Nyetel
Sebagai bek tengah, Danijel Loncar punya keunggulan fisik dan tinggi badan. Sehingga Dia dominan di duel udara.
Data Sofascore menyebut, kekuatannya di Defending 59 dan Strength 77. Dia juga nyaman membangun serangan dari belakang dengan passing akurat.
Dengan postur, pengalaman di Ekstraklasa dan usia emas 29 tahun, Danijel Loncar di harapkan jadi tembok baru Persib Bandung untuk bersaing di empat kompetisi.
Musim 2025/2026 bersama Pogon, Dia tampil 28 kali dengan catatan 1 gol, 1 assist dan 1.860 menit bermain. Rating terbaiknya 8.1 saat memberi assist vs Piast Gliwice. Akurasi passingnya juga tinggi, 87,9 persen.
Kelebihan Danijel Loncar
- Tembok Udara
Dengan tinggi 1,89 m, Dia dominan di duel bola atas. Cocok untuk Liga 1 yang banyak umpan silang.
2. Pengalaman Eropa
Jam terbang di Liga Polandia dan kompetisi UEFA bikin mentalnya teruji.
3. Pemain Modern
Selain jago bertahan, Loncar rapi dalam membangun serangan dari belakang dengan passing akurat.
Harapan Bobotoh
Kedatangan Loncar di harapkan bisa menambah kekuatan lini belakang Persib Bandung. Dengan postur dan pengalamannya, Dia di proyeksikan jadi duet ideal bersama bek yang ada.
Pelatih Persib, Igor Tolic di pastikan akan langsung memplotnya sebagai starter.
Tantangan pertama Loncar adalah beradaptasi dengan cuaca dan ritme Liga 1 Indonesia.
“Selamat datang di Bandung, Danijel. Buktikan kamu layak pakai jersey biru kebanggaan Bobotoh.”
BACA JUGA:
Persib Datangkan Bek Kroasia 189 Cm, Danijel Loncar Resmi Diperkenalkan
Danijel Loncar resmi berseragam Persib Bandung dengan konrtak dua musim.
Perekrutan tersebut menjadi bagian dari upaya Maung Bandung membangun tim yang kompetitif untuk menghadapi jadwal padat pada musim 2026/2027.
(Bambang Fouristian)



