spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 256

Pemkab Tasikmalaya: Investasi Harus Berdampak Terciptanya Lapangan Kerja

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Kurniawan Ak CA .(fokusjabar.id/Farhan Kamil)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan investasi yang masuk ke daerah tidak boleh berhenti pada peningkatan nilai investasi semata.

Aktivitas penanaman modal harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, penguatan UMKM, hingga peningkatan kesejahteraan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Kurniawan mengatakan, prinsip tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah daerah. Dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Baca Juga: Musancab PPP Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum Dorong Enjang Bilawini Maju di Pilkada 2029

“Investasi yang tumbuh harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bukan hanya peningkatan nilai investasi, tetapi juga terciptanya lapangan kerja, meningkatnya kompetensi tenaga kerja lokal. Berkembangnya usaha mikro kecil serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Kurniawan, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Karena itu, Pemkab Tasikmalaya mendorong adanya sinergi antara pelayanan investasi, pemberdayaan UMKM dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Kurniawan menilai, pertumbuhan investasi semestinya menciptakan efek berantai atau multiplier effect bagi perekonomian daerah.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah untuk semangat dan memiliki komitmen yang sama. Agar investasi di daerah ini harus memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Komitmen itu diwujudkan melalui sejumlah program yang diserahkan secara simbolis dalam apel Senin pagi.

Di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM dan pekerja informal, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Serta BPJS Ketenagakerjaan dan Surat Izin Praktik (SIP) bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis peserta magang nasional.

Pemkab juga menyerahkan kartu peserta pelatihan magang kerja ke Jepang. Serta persetujuan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) kepada perwakilan pelaku UMKM.

Legalitas Jadi Pintu Masuk Pengembangan UMKM

Kurniawan mengatakan, pemberian NIB bagi pelaku UMKM dan pekerja informal menjadi salah satu bagian penting dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Legalitas usaha tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pelatihan maupun program bantuan pemerintah.

“Tujuannya memberikan legalitas usaha sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengakses pembiayaan, pelatihan dan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Melalui DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah berupaya memperkuat keterhubungan antara investasi, pelaku usaha kecil dan sumber daya manusia.

Menurut Kurniawan, program tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem usaha.

Magang Jadi Jembatan Lulusan Baru ke Dunia Kerja

Selain UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, dr H Faisal Soeparianto , mengatakan terdapat dua program magang yang difasilitasi pemerintah daerah. Yakni magang kerja ke Jepang dan magang nasional bagi lulusan baru.

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi pengangguran sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada peserta.

“Melalui program magang nasional dan magang kerja ke Jepang. Dengan tujuan menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan pengalaman juga skill peserta magang,” kata Faisal.

Pada gelombang pertama, terdapat 38 peserta magang nasional. Lima peserta di antaranya ditempatkan sebagai tenaga kesehatan di lima Puskesmas, yakni di Kecamatan Ciawi, Rajapolah, Sukahening, Cigalontong dan Bojongasih.

Keberadaan peserta magang di Puskesmas diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga membantu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selama mengikuti program, peserta magang juga mendapatkan honor sesuai UMK Kabupaten Tasikmalaya.

Faisal menyebut pemerintah daerah akan kembali membuka gelombang kedua program magang nasional pada akhir Agustus 2026.

Baca Juga: Atasi Fenomena LGBT di Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Tekankan Peran Orang Tua

BLUD, BUMD dan perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya juga didorong ikut ambil bagian. Sehingga semakin banyak lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja, pendapatan dan keterampilan.

Bagi Pemkab Tasikmalaya, pembangunan ekonomi akhirnya tidak sekadar diukur dari berapa besar investasi yang masuk.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh investasi tersebut mampu menciptakan pekerjaan. Mengembangkan usaha masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan kata lain, investasi di Tasikmalaya diharapkan tidak hanya tumbuh di atas kertas, tetapi ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah.

(Farhan Kamil)

Ziarah ke Makam Sesepuh, Kemenag Ciamis Napak Tilas Sejarah Perjuangan

0
Ciamis@fokusjabar.id
Ziarah ke Makam Sesepuh, Kemenag Ciamis Napak Tilas Sejarah Perjuangan Pendahulu.(fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis menggelar ziarah maqbaroh sekaligus napak tilas sejarah perjuangan para sesepuh Kemenag Ciamis.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh ASN Kemenag Ciamis, mulai dari Kasubbag, para kepala seksi, penyelenggara, pejabat fungsional dan pelaksana, pengawas madrasah. Hingga pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).

Rombongan mengunjungi makam Drs. Hasan Ma’mun dan KH. Agus Abdul Kholik di kawasan Cijantung. Selain berziarah, rombongan juga bersilaturahmi dengan keluarga Moh. Sueb Wiantamihardja, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Ciamis periode 1994–1998.

Baca Juga: 840 Masjid dan Musala di Ciamis Serentak Ikuti Geber Mas

Di setiap makam, para ASN memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh. Yang telah lebih dahulu mengabdikan diri bagi Kementerian Agama dan masyarakat Kabupaten Ciamis.

Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda ziarah. Tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu.

“Tanpa perjuangan dan jasa para pendahulu. Tentu saya dan rekan-rekan tidak akan dapat berada dan mengabdi di lingkungan Kementerian Agama seperti sekarang ini,” ujar Asep.

Menurutnya, kegiatan ziarah sengaja dilaksanakan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI. Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan sesepuh Kemenag Ciamis yang telah meletakkan dasar perjalanan kelembagaan Kemenag di daerah.

Asep menjelaskan, Drs. Hasan Ma’mun merupakan salah seorang pendiri Kantor Departemen Agama Kabupaten Ciamis sekaligus pimpinan pada periode kedua. Sosoknya menjadi bagian penting dari sejarah awal terbentuknya kelembagaan Kemenag di Kabupaten Ciamis.

KH. Agus Abdul Kholik

Sementara KH. Agus Abdul Kholik dikenang sebagai salah seorang mantan pimpinan Kemenag Ciamis yang juga memiliki kiprah dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Pengabdian dan kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan Kemenag Ciamis yang dinilai penting untuk dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Selain ziarah, rombongan juga bersilaturahmi dengan keluarga Moh. Sueb Wiantamihardja. Ia merupakan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Ciamis periode 1994–1998.

“Bagi kami, sejarah Kementerian Agama tidak hanya tersimpan dalam dokumen, tetapi juga dalam kenangan dan keluarga para pendahulu,” kata Asep.

Ia menilai perjalanan para sesepuh memberikan pelajaran penting bagi ASN Kemenag saat ini. Terutama mengenai keteladanan dalam mengabdi, membangun kelembagaan, serta menjaga hubungan dengan masyarakat.

Baca Juga: Emak-emak di Ciamis Pertanyakan Harga MinyaKita

Asep berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi ASN Kemenag Ciamis. Dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kita ingin mengenang jasa-jasa para sesepuh kita. Semangat dan perjuangan para pendahulu diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh generasi yang sekarang,” ujarnya.

Menurut Asep, kegiatan ziarah dan napak tilas tersebut juga diharapkan dapat menjadi agenda rutin Kemenag Ciamis. Rencananya, kegiatan serupa dapat dilaksanakan setidaknya dua kali dalam setahun. Yakni menjelang HUT Kemerdekaan RI dan menjelang Hari Amal Bhakti Kementerian Agama.

(Mia)

840 Masjid dan Musala di Ciamis Serentak Ikuti Geber Mas

0
geber mas ciamis fokusjabar.id
Geber Mas di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 840 masjid dan musala di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) serentak mengikuti Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) yang di inisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00-11.30 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda nasional Kementerian Agama dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA:

Serunya Ngubyag di Sungai Cijolang Ciamis, Penangkap Ikan Terbanyak Dapat Domba

Kick off kegiatan Geber Mas di pusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Kegiatan melibatkan pengurus masjid dan musala, ASN Kementerian Agama, pengurus serta remaja masjid, majelis taklim dan organisasi kemasyarakatan Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim mengatakan, Geber Mas merupakan kegiatan nasional yang di inisiasi Kementerian Agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Untuk Ciamis ada 840 titik masjid yang hari ini secara serentak melaksanakan,” kata Asep.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Geber Mas di Ciamis di lakukan melalui kolaborasi Kementerian Agama. Khususnya Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam, dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam serta para pengurus masjid.

Berdasarkan data Kemenag Ciamis, kegiatan tersebut melibatkan 26 KUA kecamatan. Dari target awal sebanyak 780 masjid dan musala, jumlah yang terdaftar justru mencapai 840 titik atau sekitar 107,69 persen dari target.

Sejumlah wilayah bahkan mencatat jumlah pendaftar melebihi target. Kecamatan Cipaku, mencapai 45 masjid dan musala dari target 30. Kemudian Sadananya 41, Cihaurbeuti 39, Purwadadi 38, serta Ciamis dan Lakbok masing-masing 35.

Asep berharap, gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tetapi dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

“Harapan ke depan agar menjadi kebiasaan, masjid menjadi tanggung jawab bersama. Jadi jangan sampai hanya mengandalkan DKM saja, tapi ini menjadi tanggung jawab umat Islam bersama dan masjid diharapkan selalu bersih,” katanya.

Menurutnya, masjid harus menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat. Termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan tempat untuk beristirahat dalam perjalanan.

BACA JUGA:

Bukan Cuma Soal Gizi, Dapur SPPG di Ciamis Ikut Dongkrak Ekonomi Petani

“Jangan sampai orang sekarang lebih banyak memilih rest area ataupun tempat lain untuk istirahat, tapi masjid harus di jadikan tempat istirahat. Sehingga fasilitas-fasilitas yang ada di masjid betul-betul bersih dan juga enak untuk di gunakan,” ujarnya.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Moh Aip Maptuh mengatakan, keterlibatan 840 titik tersebut menjadi jumlah yang cukup signifikan karena mencakup berbagai nomenklatur masjid.

“Kegiatan ini di ikuti oleh sekitar 26 titik lokasi di tingkat kecamatan. Dan secara akumulatif jika di tambah dengan nomenklatur masjid jami ada sekitar 840 titik. Secara serentak yang 840 titik ini terlibat di dalam kegiatan Geber Mas,” jelasnya.

Aip berharap, Geber Mas dapat menjadi momentum untuk membangun budaya pemeliharaan dan pemakmuran masjid secara berkelanjutan.

Menurutnya, gerakan tersebut berkaitan dengan penerapan tiga fungsi utama pengelolaan masjid. Yakni, idaroh atau pengelolaan, imaroh atau pemakmuran serta riayah atau pemeliharaan masjid.

“Insyaallah ini akan memberikan satu hentakan budaya yang bagus dalam rangka penerapan dari program idaroh, imaroh, dan riayah di lingkungan masjid sendiri ke depannya,” katanya.

Aip menegaskan, tujuan akhir dari gerakan tersebut bukan hanya menciptakan masjid yang bersih. Tetapi juga menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.

“Pertama, muaranya kan ada di dalam pemakmuran masjid. Jadi masjid menjadi hidup, masjid menjadi markazul hayah untuk masyarakat, menjadi pusat peradaban,” ujarnya.

Ia berharap, masjid tidak hanya di gunakan untuk kegiatan ibadah mahdhah. Tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Singkatnya masjid bisa berfungsi sesuai dengan fungsi-fungsi kemasjidan yang bukan saja untuk ibadah mahdhah. Tetapi juga untuk kegiatan ghairu mahdhah yang menyangkut hajat dan kebutuhan kemasyarakatan dan hajat seluruh pembangunan,” pungkasnya.

(Mia)

5 Bintang Juara Piala Presiden 2026 Bakal Bersinar di Liga 1?

0
persebaya surabaya piala presiden 2026 fokusjabar.id
Foto Ilustrasi

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Persebaya Surabaya menjadi kampiun turnamen pramusim (Piala Presiden 2026) setelah mengalahkan Persib Bandung melalui drama ady penalti (6-5).

Di balik perjalanan manis Persebaya Surabaya, ada kerja keras para pemain yang terus menjaga keseimbangan tim dari pertandingan pertama hingga partai final.

BACA JUGA:

STKIP Pasundan Juara Liga Universitas Coca-Cola 2026

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares menjaga komposis tim agar tetap kompetitif di tengah padatnya pertandingan dan waktu pemulihan yang singkat selama Piala Presiden 2026.

Mengutip jpmm.com, Persebaya merangkum ada lima pemain yang mendapatkan kepercayaan besar dari cocah Tavares untuk tampil dalam lima pertandingan.

Mereka mendapat menit bermain yang banyak ketimbang yang lain saat di Piala Presiden 2026.

Tidak menutup kemungkinan, kelima oemain tersebut akan menjadi andalan utama Persebaya di Super League musim 2026/2027.

  1. Risto Mitrevski (489 Menit)

Risto Mitrevski menjadi pemain Persebaya dengan menit bermain terbanyak di Piala Presiden 2026.

Bek asal Makedonia Utara itu mengoleksi 489 menit dari lima pertandingan.

Kehadirannya menjadi salah satu fondasi penting di lini belakang Bajol Ijo.

Ketenangan dalam membaca permainan, kemampuan memenangkan duel serta komunikasi dengan pemain membuatnya menjadi pilihan utama sepanjang turnamen.

Di tengah tuntutan bermain dalam jadwal yang padat, Risto mampu menjaga konsistensi penampilannya sekaligus membantu Persebaya melewati lima pertandingan dengan hasil sempurna.

Kepala analis tim Persebaya, Jose Filipe Carvalho menilai, Risto menunjukkan konsistensi yang di butuhkan tim sepanjang turnamen.

“Risto memberikan stabilitas di lini belakang. Dia konsisten dan mampu menjaga level permainannya di setiap pertandingan,” katanya.

  1. Jefferson Silva (459 Menit)

Bek asal Brasil, Jefferson Silva mencatatkan 459 menit bermain sepanjang Piala Presiden 2026.

Jefferson menjadi salah satu pilihan utama di sisi kiri pertahanan Persebaya. Selain disiplin dalam menjalankan tugas bertahan, ia juga memberikan opsi tambahan ketika tim membangun serangan dari sisi lapangan.

Mobilitas dan kemampuannya menjaga area pertahanan membuat Jefferson memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan permainan Persebaya.

“Jefferson memiliki karakter yang kami butuhkan. Dia disiplin dalam bertahan dan juga bisa membantu tim ketika membangun serangan,” ungkap Jose.

  1. Miguel Pereira (453 Menit)

Winger asal Portugal, Miguel Pereira berada diposisi ketiga dengan catatan 453 menit bermain.

Dia menjadi salah satu sumber daya ledak Persebaya di sektor sayap. Kecepatan, keberanian melakukan duel satu lawan satu serta kemampuannya membawa bola membuat Miguel kerap menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Kenalkan Pemain Baru, Persib Ajak Bobotoh Bantu Penyintas Kanker

Perannya juga semakin penting ketika Persebaya membutuhkan variasi serangan dari sisi lapangan.

Miguel mampu memberikan lebar permainan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Menurut Jose, konsistensi Miguel dalam menjalankan peran yang di berikan menjadi salah satu hal positif yang terlihat sepanjang turnamen.

“Miguel memberikan energi dan intensitas yang bagus. Dia bisa menciptakan situasi berbahaya dari sisi sayap dan membantu tim dalam fase menyerang maupun bertahan,” kata Jose.

  1. Yuran Fernandes (434 Menit)

Partner Risto di jantung pertahanan, Yuran Fernandes berada di posisi keempat dengan 434 menit bermain.

Bek asal Tanjung Verde tersebut menjadi salah satu sosok penting di lini belakang Persebaya.

Postur kokoh dan kemampuan duel udara membuat Yuran sulit di lewati. tErutama ketika menghadapi situasi bola-bola panjang dan bola mati.

Menariknya, kontribusi Yuran juga hadir dalam bentuk gol. Ia mencetak dua gol sepanjang Piala Presiden 2026. termasuk gol sundulan yang mengantarkan Persebaya mengalahkan Arema FC 1-0 di babak semifinal.

“Yuran memberikan kekuatan dalam duel dan bola mati. Dia juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya ketika bertahan. Tetapi bisa membantu tim mencetak gol,” imbuhnya.

  1. Francisco Rivera (398 Menit)

Pengaruh Francisco Rivera dengan catatan 398 menit bermain terasa sangat besar.

Gelandang asal Meksiko tersebut menjadi salah satu penghubung utama permainan Bajol Ijo. Terutama ketika tim membutuhkan kreativitas di lini tengah.

Kualitas umpan, visi bermain serta kemampuannya menemukan ruang membuat Rivera menjadi salah satu pemain yang paling konsisten memberikan ancaman kepada lawan.

Penampilan impresif tersebut akhirnya berbuah penghargaan individu.

Rivera di nobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2026 setelah membantu Persebaya meraih trofi dengan performa yang menonjol sepanjang turnamen.

“Rivera memiliki kualitas untuk mengubah permainan. Dia bisa memberikan umpan terakhir, mengontrol tempo dan menciptakan peluang. Penghargaan pemain terbaik menjadi bukti dari kontribusinya,” tutur Jose.

(Bambang Fouristian)

Emak-emak di Ciamis Pertanyakan Harga MinyaKita

0
harga minyakita ciamis fokusjabar.id
MinyaKita di Ciamis melebihi HET (foto: Ilustrasi)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mempertanyakan harga jual MinyaKita yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah menetapkan HET MinyaKita Rp15.700 per 1000 ML. Namun di pasaran berkisar di angkat Rp20 ribu.

BACA JUGA:

Toko Elektronik di Banjarsari Ciamis Kebakaran

“Saya kemarin beli MinyaKita di Pasar Manis Ciamis harganya Rp 20.000 kemasan isi 1000 ml,” kata Yani, Senin (10/8/2026).

Menurut Yani, MinyaKita merupakan minyak subsidi dari pemerintah untuk rakyat.

“Kenapa di pasasaran harganya sangat mahal tidak sesuai HET,” ucapnya.

BACA JUGA:

Serunya Ngubyag di Sungai Cijolang Ciamis, Penangkap Ikan Terbanyak Dapat Domba

Dia menyebu, mahalnya MinyaKita  cukup mengganggu dan menambah beban pengeluaran.

“Bagi kami, selisih Rp4.700 itu cukup berpengaruh terhadap kebutuhan dapur,: pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Toko Elektronik di Banjarsari Ciamis Kebakaran

0
toko elektronik ciamis kebakaran fokusjabar.id
toko elektronik Sinar Palapa ciamis kebakaran

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Toko Elektronik Sinar Palapa di Jalan Banjarsari-Pangandaran, Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 06:00 WIB.

Kejadian kebakaran membuat arus lalu lintas kendaraan terganggu karena posisi toko elektronik dua lantai tersebut dekat dengan jalan raya.

BACA JUGA:

Bukan Cuma Soal Gizi, Dapur SPPG di Ciamis Ikut Dongkrak Ekonomi Petani

Tidak ada korban jiwa dalan kebakaran tersebut. Hanya saja pemilik toko Sinar palapa menelan kerugian material.

Menurut Kapolsek Banjarsari, Kompol Achmad Daryanto, pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran yang menghanguskan toko elektronik.

“Kejadiannya tadi pagi saat aktivtas pasar mulai ramai,” katanya.

Pihaknya langsung koordinasi dengan Damkar untuk menangani kejadian itu.

“Sejumlah mobil Damkar di terjunkan untuk memadamkan kobaran api,: ungkapnya.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Ritual, Nyuguh Jadi Cara Warga Kampung Kuta Ciamis Menjaga Adat dan Alam

Achmad melanjutkan, dugaan penyebab dan kerugian akibat peristiwa kebakaran itu saat ini masih belum bisa di ketahui karena petugas Damkar masih melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

” Untuk jumlah kerugian dan dugaan penyebabnya masih belum di ketahui dan saat ini api sudah padam namun di lokasi masih di lakukan pendinginan agar api benar benar padam,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

BGN Segera Berlakukan SOP Baru Program MBG

0
BGN MBG fokusjabar.id
Kepala BGN (foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Untuk mencegah keracunan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) bakal memberlakukan Standard Operating Procedure (SOP) baru.

Salah satu aturan baru, memberi label batas waktu konsumsi di setiap ompreng atau wadah MBG.

Menurutnya, kebijakan tersebut bakal di implementasikan mulai pekan depan.

BACA JUGA:

Legislator PKB Minta BGN Tindaklanjuti 6 Juta Penerima MBG

Sudaryono menegaskan, dalam label harus tertulis waktu menu di masak dan batas akhir makanan di konsumsi.

“SOP yang harus di jalankan jam berapa harus mulai masak, jam berapa (makanan) matang dan maksimal empat jam setelah matang (masih bisa di konsumsi),” ungkap Sudaryono du kutip idn times, Senin (10/8/2026).

“Jadi, nanti akan di beri label setiap hari. Di dalamnya tertulis harus di makan sebelum jam tertentu. Bila sudah lewat jamnya, maka sebaiknya tidak di makan,” dia menambahkan.

Mas Dar meminta bantuan kepada guru untuk memastikan MBG tidak di konsumsi jika sudah melewati batas waktu yang tercantum pada wadah.

“Bapak, ibu guru dan peserta didik tidak boleh mengonsumsi MBG jika sudah melewati batas dari jam yang di tentukan,” pesan Sudaryoni.

Menurutnya, menu MBG yang telah matang memiliki batas waktu aman di konsumsi. Karena makanan tersebut tidak menggunakan bahan pengawet dan di siapkan sebagai makanan segar.

Secara umum, makanan MBG maksimal di konsumsi empat jam setelah matang. Karena itu, terdapat batas waktu tertentu untuk memastikan makanan tetap aman di konsumsi.

Selain menetapkan batas waktu konsumsi, pihaknya juga meminta siswa tidak membawa pulang makanan MBG.

Makanan yang telah di terima di sekolah harus langsung di konsumsi sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.

“Kami mohon sesuai dengan petunjuk teknis, MBG sebaiknya tidak di bawa pulang. Pastikan makannya di konsumsi di sekiolah,” imbuhnya.

Imbauan tersebut berkaitan dengan risiko keamanan pangan apabila makanan di simpan dan di konsumsi kembali di rumah setelah melewati batas waktu aman.

Menurut dia, praktik membawa pulang makanan MBG telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kasus keracunan MBG.

Bahkan kasus tersebut tidak hanya di alami siswa. Namun juga orang tua yang mengonsumsi makanan yang di bawa pulang.

BACA JUGA:

Terlibat Judi Online, 66 Kepala SPPG Dipecat BGN

Sudaryono mengklaim tren insiden keracunan MBG sepanjang 2025 hingga Agustus 2026 terus menurun.

Ketika MBG di mulai Januari 2025, BGN mengklaim jumlah korban keracunan kala itu hanya 525 jiwa. Sedangkan, pada Agustus 2026, jumlah korban keracunan berkisar 300 jiwa.

Jumlah korban keracunan tertinggi tercatat terjadi pada Oktober 2025 yakni 7.061 jiwa. Bila di akumulasi pada periode Januari hingga Agustus 2026, maka ada sekitar 22.672 orang yang menjadi korban keracunan MBG.

“Bukan berarti ini tujuan kita (untuk menurunkan tren keracunan). Tujuan kami adalah nol keracunan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)