JAKARTA, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah terkait temuan sekitar 6 juta data ganda penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Zainul menyebut, adanya jutaan data ganda mengindikasikan masih terdapat kendala dalam sinkronisasi data antarlembaga.
BACA JUGA:
Terlibat Judi Online, 66 Kepala SPPG Dipecat BGN
Kondisi tersebut di khawatirkan dapat memengaruhi ketepatan sasaran dalam pelaksanaan program MBG.
Karena itu, pembaruan data di nilai menjadi langkah penting untuk memastikan penerima manfaat tercatat secara akurat.
“Kami minta BGN segera melakukan pemutakhiran dan verifikasi data secara menyeluruh. Dengan begitu, tidak ada lagi penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali,” kata Zainul di kutip Tribuntrends.com, Munggu (9/8/2026).
Dia juga mendorong adanya proses penyisiran terhadap seluruh basis data penerima program.
Menurutnya, verifikasi perlu di lakukan secara menyeluruh agar setiap data penerima benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus di perlukan untuk menghindari potensi tumpang tindih penerima manfaat dalam penyaluran program MBG.
“Ketepatan data memiliki peran penting dalam memastikan anggaran pemerintah di gunakan secara efektif,” ungkapnya.
Zainul menegaskan, anggaran yang telah di siapkan harus benar-benar di arahkan kepada anak-anak yang menjadi sasaran program.
Pihaknya tak ingin persoalan administrasi dan data justru membuat kelompok yang seharusnya menerima manfaat terlewatkan.
“Jangan sampai masih ada anak yang membutuhkan program MBG belum tersentuh sama sekali,” pesannya.
Karena itu, proses validasi data di harapkan dapat segera di lakukan agar penyaluran MBG semakin tepat sasaran.
Dengan data yang lebih akurat, program MBG mampu menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkannya.
Zainul menilai, persoalan data penerima manfaat tidak semata-mata berkaitan dengan administrasi. Namun menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan efektif dan merata.
BACA JUGA:
BGN Ungkap 6 Juta Data Penerima MBG Terindikasi Ganda
Terlebih, masih terdapat anak-anak di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) yang menghadapi persoalan akses terhadap pangan bergizi.
Di sejumlah daerah tersebut, persoalan kerawanan pangan, keterbatasan akses makanan bergizi, kondisi ekonomi keluarga hingga masalah stunting masih menjadi tantangan.
Karena itu, pembenahan data penerima MBG menjadi momentum untuk memperluas cakupan program ke kelompok yang selama ini belum tersentuh.
“Dengan menutup celah data ganda, pemerintah memiliki ruang untuk memperluas cakupan penerima manfaat. Sehingga semakin banyak anak, khususnya di daerah 3T dapat menikmati Program MBG,” imbuhnya.
Dia mengatakan, keberhasilan MBG tidak cukup hanya di ukur dari besarnya anggaran maupun jumlah makanan yang telah di salurkan.
“Program unggulan Presiden Prabowo ini harus benar-benar mampu menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan.”
“Perbaikan data bukan sekadar urusan administrasi. Melainkan langkah penting untuk memastikan keadilan, efektivitas dan pemerataan manfaat program di seluruh Indonesia,” tutup Legisator PKB.
(Bambang Fouristian)



