BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat mengecek stok masker di pasaran menyusul lonjakan permintaan warga akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menurunkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk memantau langsung jaringan pasar modern hingga toko alat kesehatan. Langkah ini merespons laporan warga terkait mulai langkanya stok masker, terutama ukuran anak-anak.
Baca Juga: Siswa di Bandung Wajib Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik, Farhan Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka
“Oh ya? Nanti saya cek ke toko-toko supaya distribusinya ada lagi. Jangan sampai ada overpriced,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (7/9/2026).
Antisipasi Lonjakan Harga dan Praktik Spekulasi
Farhan menegaskan pihak pemerintah memprioritaskan pemantauan rantai pasok agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Nanti saya pastikan ke Disdagin, terutama untuk modern market. Masker itu kan modern market sama alat kesehatan,” katanya.
Pertimbangan Opsi Opsi Pembagian Masker Gratis
Selain menjaga kestabilan pasokan di toko swalayan, Pemkot Bandung mengkaji opsi pembagian masker gratis kepada warga. Namun, Farhan memilih memeriksa kesiapan persediaan internal di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terlebih dahulu.
“Saya akan tanyakan dulu kondisi stok di Dinkes,” ucapnya.
Farhan memperhitungkan dampak aksi aksi pemborongan masker oleh pemerintah. Langkah aksi borong secara massal justru berisiko memicu kelangkaan di tingkat pengecer dan mengerek harga jual.
“Saya juga enggak mau kita mengumpulkan dan membagikan gratis, tapi ternyata di pertokoan tidak ada, malah harganya jadi naik gila-gilaan,” jelasnya.
Pihak Pemkot Bandung terus menyusun skema terbaik agar masyarakat mendapatkan perlindungan pernapasan tanpa merusak stabilitas harga di pasar.
“Kalau membagikan itu, saya mesti beli ramai-ramai. Ketika saya borong, harga di toko pasti naik semua. Nanti saya akan upayakan supaya itu tidak terjadi,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



