BANDUNG,FOKUSJabar.id: Otoritas penerbangan masih membekukan seluruh operasional penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Senin (7/9/2026). Meskipun abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak lagi terlihat di permukaan tanah, sebaran material di udara masih membahayakan keselamatan pesawat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa abu vulkanik masih berpotensi menyelimuti jalur penerbangan pada ketinggian 10.000 hingga 15.000 kaki atau sekitar 3 sampai 5 kilometer.
Baca Juga: 2.300 Penerbangan Terdampak Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
“Di Kota Bandung hari ini masih belum bisa diberi izin penerbangan. Karena walaupun di permukaan sudah tidak ada dan kita sudah lakukan penyemprotan, ternyata masih ada kemungkinan sebaran abu vulkanik di angkasa,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (7/9/2026).
Pihak pemerintah memprioritaskan aspek keselamatan penerbangan sebelum memutuskan untuk membuka kembali akses penerbangan dari dan menuju Bandung.
Ribuan Penumpang Beralih Mulai Gunakan Kereta Api
Penutupan jalur udara ini berdampak luas pada perjalanan para calon penumpang. Farhan mencatat banyak calon penumpang asal Jakarta yang gagal terbang menuju Surabaya, Yogyakarta, dan Solo akhirnya memilih opsi jalur darat.
Para penumpang memilih naik bus menuju Bandung, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api menuju wilayah Jawa bagian timur.
“Jadi banyak sekali kami lihat tadi penumpang dari Jakarta yang gagal terbang ke arah Surabaya, Jogja, dan Solo, mereka naik bus ke Bandung. Dari Bandung, mereka lalu naik kereta api ke arah timur semuanya,” jelasnya.
Pemkot Bandung dan Kemenhub Tambah Jam Operasional Kereta
Pemerintah Kota Bandung langsung melangkah cepat berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna mengantisipasi lonjakan penumpang di stasiun.
Pemerintah menyepakati langkah penambahan armada dan jadwal keberangkatan kereta api, baik untuk rute menuju arah timur maupun barat.
“Untuk kompensasinya, sesuai dengan koordinasi kami dengan Kementerian Perhubungan, jadwal kereta api yang ke arah timur maupun ke arah barat ditambah sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



