spot_imgspot_img
Rabu 16 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Milad ke-49, BKPRMI Kota Tasikmalaya Soroti Insentif Guru Diniyah yang Belum Cair

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya menggelar puncak peringatan Milad ke-49 di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026).

Ribuan guru Madrasah Diniyah dan pengurus BKPRMI memenuhi area masjid. Para peserta mengikuti seluruh Rangkaian acara dengan antusias, mulai dari silaturahmi, tasyakuran, potong tumpeng, hingga doa bersama.

Baca Juga: Kemarau Panjang Melanda Tasikmalaya, 12.000 Liter Air Bersih Digelontorkan untuk Warga

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Ketua FPP K.H. Nono Nurul Hidayat, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya, Ketua Baznas H. Nasihin, serta jajaran Forkopimda.

Acara tahun ini mengusung tema Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045. Tema tersebut menegaskan komitmen BKPRMI dalam membina generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.

Tiga Aksi Sosial Utama Sambut Milad ke-49

Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidiq, menjelaskan bahwa tasyakuran di Masjid Agung merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sosial yang berjalan sebelumnya.

BKPRMI menyalurkan bantuan nyata lewat tiga program utama:

  • Distribusi Air Bersih: Menjangkau 49 titik kekeringan.
  • Santunan Anak Yatim: Menyasar 490 anak yatim piatu.
  • Aksi Bersih Masjid: Membersihkan 490 masjid di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

“Milad ke-49 ini bukan sekadar kegiatan seremoni. Kami ingin kehadiran BKPRMI benar-benar mampu berdampak dan terasa manfaatnya oleh masyarakat,” kata Nuki, Selasa (15/9/2026).

Nuki juga menyoroti kondisi ribuan guru Diniyah di bawah naungan BKPRMI yang belum menerima pencairan insentif. Kendati demikian, para pengajar tetap bersemangat mendidik para santri.

Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya segera mencairkan insentif tersebut guna membantu kesejahteraan para guru, meski nominalnya Rp100 ribu per bulan.

“Saat ini, tercatat baru 779 guru Diniyah kami yang sudah menerima pencairan insentif kesejahteraan. Semoga Bapak Wali Kota segera mencairkan sisanya agar semua guru merasakan kebahagiaan yang sama,” tuturnya.

Respons Wali Kota Tasikmalaya Terkait Insentif

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengapresiasi dedikasi para guru Diniyah sebagai garda terdepan pencetak generasi penerus yang beriman dan bertaqwa.

Terkait keterlambatan insentif, Viman menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menjadi pemicu utama. Pemkot Tasikmalaya terus mengupayakan pencairan dana secara bertahap.

“Adanya keterlambatan pencairan insentif untuk guru Diniyah itu mungkin terjadi, namun kami terus melakukan upaya pencairan secara bertahap. Kondisi fiskal daerah sangat terbatas, namun percayalah pemerintah terus berupaya,” ujar Viman.

Viman menitipkan pesan agar para guru terus membimbing para santri demi mendukung tercapainya visi Kota Tasikmalaya yang religius.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru