spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 20

Atraksi Gocek Bola di Akuarium Indonesia Pangandaran Pukau Pengunjung

0
Akuarium Indonesia Pangandaran fokusjabar.id
Suasana bermain bola di dalam akuarium Indonesia Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Atraksi tiga orang penyelam bermain bola di dalam Akuarium Indonesia Pangandaran memukau ratusan pengunjung. Menariknya, para penyelam mengenakan kostum selam bernuansa sepak bola.

‎Aksi juggling dan operan bola di mainkan selama 10 menit secara profesional oleh penyelam. Meraka di sambut histeris oleh ratusan pengunjung. Ketiga penyelam itu telah mengantongi sertifikat resmi.

BACA JUGA:

Sarasa Institute Prihatin Limbah Hotel di Pangandaran Dibiarkan Menahun

‎Di iringi lantuan sebuah lagu Waka-waka this time for Afrika dari penyanyi Shakira menambah suasana semakin hangat.

‎Dalam adegan itu, pengunjung tampak mengabadikan momen tersebut melalui ponselnya. Sorak, tepuk tangan bergemuruh di balik kaca akuarium setiap kali bola berhasil di oper atau di jongging penyelam.

‎Selain atraksi bermain bola, para penyelam juga memberikan pakan kepada ratusan biota laut yang tengah lapar itu. Seekor kura-kura raksasa hingga ratusan ikan menyerbu para penyelam.

‎Pertunjukan ini menjadi pengalaman baru bagi Cindy (18) wisatawan dari Bandung. Menurut dia, aksi langka ini jarang di temui di tempat wisata lain.

‎”Biasanya kan bermain bola itu di lapangan. Nah uniknya ini di dalam akuarium. Keren sih,” ujar Cindy usai menonton pertunjukan, Sabtu (11/7/2026).

‎Direktur Akuarium Indonesia Pangandaran, Rika Sudranto menyebut, pertunjukan tersebut merupakan sebagai bentuk upaya untuk membuat para pengunjung merasa memiliki pengalaman yang berbeda ketika berwisata ke Pangandaran.

‎BACA JUGA:

Pemkab Pangandaran Gelar Nobar Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026, Gratis untuk Masyarakat

‎Menurut Rika, saat ini Kabupaten Pangandaran sudah menjadi destinasi wisata air. Biasanya wisatawan melakukan aktivitas berenang, bermain di pantai, basah-basahan hingga body rafting ketika ke Pangandaran.

‎”Nah di sini, di Akuarium Indonesia pengunjung datang dengan suasna adem tapi tidak basah. Pengunjung juga bisa menonton pertunjukan menarik,” kata Rika.

‎Rika menyebut, pertunjukan ini di gelar mulai tanggal 4 Juli lalu hingga pada akhir final Piala Dunia 2026 nanti. Atraksi ini terbukti berhasil menarik perhatian.

‎”Banyak keluarga dan komunitas yang datang khusus untuk melihat penyelam bermain bola di bawah laut. Kami menargetkan sebanyak 1.000 pengunjung setiap hari,” kata dia.

(Sajidin)

Sarasa Institute Prihatin Limbah Hotel di Pangandaran Dibiarkan Menahun

0
Sarasa Institute fokusjabar.id
Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda N

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sarasa Institute menyoroti adanya perbedaan perlakuan dalam penegakan lingkungan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

Saat tongkang batu bara karam di Pantai Cibenda jadi sorotan luas, pencemaran limbah cair hotel di Pantai Barat Pangandaran yang sudah berlangsung bertahun-tahun justru terkesan di biarkan.

BACA JUGA:

Pemkab Pangandaran Gelar Nobar Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026, Gratis untuk Masyarakat

‎Dalam siaran pers yang di terima FOKUSJabar Sabtu (11/7/2026), Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda N menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut.

‎“Ketika tongkang pengangkut batu bara karam, hampir seluruh elemen masyarakat hingga pemerintah berlomba-lomba menyuarakan penyelamatan lingkungan. Namun limbah cair hotel yang telah bertahun-tahun mengalir ke laut justru seolah di anggap biasa,” kata Tedi.

‎Sebelumnya, Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas (DLH) Pangandaran, Endang Nur Aini membenarkan masih ada sekitar lima titik pembuangan limbah cair yang mengalir langsung ke laut.

Limbah berwarna hijau kehitaman itu bahkan menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan wisatawan.

‎Bagi Sarasa Institute, persoalan ini bukan lagi sekadar persoalan teknis.

“Ini sudah menyentuh penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, perlindungan hak masyarakat serta kredibilitas pemerintah daerah,” tegas Tedi.

‎Sarasa merujuk Pasal 28H UUD 1945 dan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mewajibkan setiap badan usaha mencegah pencemaran.

PP No22 Tahun 2021 juga menegaskan setiap usaha wajib mengolah limbah hingga memenuhi baku mutu sebelum di buang.

‎Sarasa menilai, pernyataan “volume limbah sudah berkurang” tidak bisa jadi ukuran keberhasilan. Ukuran keberhasilan adalah berhentinya pencemaran.

‎“Apabila pemerintah telah mengetahui keberadaan titik-titik pembuangan selama bertahun-tahun namun tidak melakukan pengawasan efektif, pemeriksaan hingga pemberian sanksi, maka patut di duga mengarah pada praktik maladministrasi,” ujar Tedi.

‎Ia juga mengingatkan, pembiaran termasuk bentuk penyalahgunaan wewenang. Jika pelaku usaha tetap beroperasi membuang limbah ke laut sementara pemerintah hanya memberi imbauan, muncul pertanyaan besar soal profesionalitas pengawasan.

BACA JUGA:

Bau Busuk Kembali Tercium di Pantai Barat Pangandaran, Limbah Cair Mengalir Langsung ke Laut

Sarasa Institute menekankan perlindungan lingkungan adalah urusan wajib pemerintah daerah sesuai UU No23 Tahun 2014. Dengan demikian, Bupati Pangandaran merupakan penanggung jawab utama.

‎“Persoalan limbah hotel tidak dapat di persempit sebagai urusan teknis di tingkat dinas. Secara hukum, tanggung jawab akhirnya berada pada kepala daerah,” kata Tedi.

‎Selain itu, sejak berlakunya OSS-RBA, pemerintah daerah wajib melakukan pengawasan kepatuhan izin lingkungan, IPAL hingga baku mutu limbah.

‎Alasan keterbatasan modal pelaku usaha, menurut Sarasa tidak bisa di jadikan pembenaran.

‎“Prinsip polluter pays principle menegaskan seluruh biaya pencegahan pencemaran adalah tanggung jawab pencemar, bukan masyarakat,” ujarnya.

‎Sarasa Institute mendesak Bupati Pangandaran untuk segera:

‎1. Membentuk Tim Audit Kepatuhan Lingkungan yang melibatkan DLH Provinsi Jabar, akademisi, dan masyarakat sipil.

‎2. Melakukan audit menyeluruh terhadap hotel, restoran, dan usaha pariwisata yang membuang air limbah.

‎3. Mengumumkan hasil pengawasan secara terbuka sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik.

‎4. Menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan persetujuan lingkungan bagi pelaku usaha yang masih mencemari.

‎5. Memastikan kawasan wisata Pangandaran bebas dari pembuangan limbah ke laut.

‎Sarasa juga meminta Ombudsman RI Perwakilan Jabar memeriksa dugaan maladministrasi jika di temukan pembiaran bertahun-tahun tanpa penegakan hukum efektif.

‎“Lingkungan hidup tidak mengenal standar ganda. Jika kita bersatu saat tumpahan batu bara, maka keberanian yang sama harus di tunjukkan untuk menghentikan limbah hotel. Negara tidak boleh kalah oleh pencemar. Hukum harus di tegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Tedi.

(Sajidin)

26 Negara Hadiri AAF 2026, Kota Bandung Bidik Lonjakan Pariwisata

0
kota bandung AAF 2026 fokusjabar.id
Historical Walk Para Delegasi dan Duta Besar Dari 26 Negara Saat Menghadiri Acara Asia Afrika Festival di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Sabtu (11/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) mencatat sebanyak 26 negara telah berpartisipasi dalam rangkaian Asia Afrika Festival (AAF) 2026.

Kehadiran para delegasi, duta besar dan perwakilan sejumlah negara di harapkan semakin memperkuat hubungan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.

BACA JUGA:

Mendadak Dievakuasi dengan Brankar, Wali Kota Bandung Dilarikan ke Rumah Sakit

Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, Asia Afrika Festival merupakan agenda tahunan yang di gelar untuk memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA).

Tahun ini, rangkaian kegiatan telah berlangsung selama beberapa hari, di awali dengan gala dinner yang di hadiri delegasi dari berbagai negara.

“Acara ini memang setiap tahun kita adakan dalam rangka memperingati KAA. Tahun ini rangkaiannya sudah berlangsung beberapa hari dan kemarin juga sudah ada gala dinner. Kita mengundang negara-negara peserta tahun lalu,” kata Iskandar di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026)

Iskandar menyebut, hingga saat ini sebanyak 26 negara telah hadir dalam festival tersebut. Selain delegasi negara, sejumlah duta besar dan perwakilan kementerian juga ikut menghadiri kegiatan.

“Dari segi angka negara, ada sekitar 26 yang sudah hadir. Bahkan ada dubes-dubes juga yang sudah hadir. Termasuk beberapa perwakilan kementerian. Alhamdulillah hari ini Pak Menteri Lingkungan Hidup juga hadir langsung pada acara ini,” katanya

Menurutnya, penyelenggaraan Asia Afrika Festival memiliki nilai strategis bagi Kota Bandung. Sebagai kota yang tidak memiliki SDA, Bandung mengandalkan sektor jasa, pariwisata dan penyelenggaraan berbagai event untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Kota Bandung ini tidak mempunyai SDA. Potensi kita berasal dari kehadiran tamu, dari sektor pariwisata dan kegiatan lainnya. Dengan adanya acara seperti ini, kami harapkan bisa meningkatkan potensi pendapatan dari sektor-sektor tersebut,” ucapnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkot Bandung juga menghadirkan sejumlah agenda baru. Salah satunya adalah sesi khusus mengenai Palestina yang akan di gelar pada hari Minggu (12/7/2026) dengan menghadirkan perwakilan Palestina untuk menyampaikan pidato kepada mahasiswa.

BACA JUGA:

Farhan: Akibat Kemarau Pasokan Pangan ke Kota Bandung Bisa Terganggu

“Ada beberapa kegiatan yang berbeda tahun ini. Seperti talk show, pameran, termasuk kegiatan terkait Palestina. Pada hari Minggu akan ada sesi khusus, perwakilan Palestina akan menyampaikan pidato kepada mahasiswa sebagai bentuk penyampaian pesan perdamaian,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, Pemkot Bandung juga terus mendorong pengakuan Gedung Merdeka sebagai Warisan Dunia UNESCO. Menurut Iskandar, penyelenggaraan AAF setiap tahun menjadi bagian dari upaya menjaga nilai sejarah KAA di mata dunia.

“Harapan kami, kegiatan ini terus di laksanakan setiap tahun untuk menyuarakan bahwa KAA merupakan peristiwa penting, bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia. Mudah-mudahan Gedung Merdeka bisa menjadi warisan budaya UNESCO,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Disperkim Garut Sosialisasi dan FGD Perubahan Perbup Pengelolaan PSU Perumahan

0
Disperkim garut fokusjabar.id
Sosialisasi dan FGD Pergub Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) menyiapkan perubahan regulasi untuk meningkatkan pengelolaan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan.

Upaya tersebut di lakukan melalui sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Garut tentang Pengelolaan PSU Perumahan yang di gelar secara hybrid di Ruang Rapat Disperkim Kabupaten Garut, Jumat (10/7/2026).

BACA JUGA:

Garut Utara Siap Menyongsong Implementasi UU 23 Tahun 2014

Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Rika Agustiana menjelaskan, sosialisasi dan FGD untuk membahas rancangan perubahan Perbup Garut tentang Pengelolaan PSU.

Hal itu di sesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

Rancangan perubahan tersebut tidak hanya mengatur penyesuaian regulasi. Tetapi juga mencakup penanganan PSU bermasalah dan terlantar.

Selain itu, perlindungan hak masyarakat penghuni perumahan, digitalisasi sistem informasi PSU yang dapat di akses publik serta penguatan keterlibatan Disperkim dalam proses perizinan pembangunan perumahan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Kemenkeu dan LMAN Jajaki Kerja Sama Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah

“Rancangan perubahan Perbup Garut ini tidak hanya mengatur tentang penyerahan PSU perumahan oleh pengembang kepada Pemerintah Daerah. Tetapi juga mengatur tentang pengelolaan PSU perumahan setelah di lakukan serah terima,” kata Rika.

Forum diskusi di manfaatkan para pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Himpunan Pengembang Nusantara (Hipnu) dan Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) untuk menyampaikan berbagai masukan.

Di antaranya, usulan penyerahan PSU secara bertahap tanpa harus menunggu pembangunan selesai 100 persen, penyederhanaan formulir serah terima PSU serta kejelasan mekanisme dan biaya pemecahan (split) sertifikat tanah.

Para camat dan pengembang juga mengusulkan adanya kesamaan pemahaman antarperangkat daerah. Yakni terkait perhitungan luasan aset yang di serah terimakan serta penyederhanaan proses review siteplan.

Pemkab Garut melalui Disperkim berkomitmen menyempurnakan rancangan perubahan Perbup dengan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum di tetapkan menjadi regulasi.

Langkah ini di harapkan mampu mewujudkan tata kelola PSU perumahan yang lebih tertib, transparan serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Garut Utara Siap Menyongsong Implementasi UU 23 Tahun 2014

0
Garut Utara fokusjabar.id
Ketua Umum PM Gatra,Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) mengikuti rapat Forum Koordinasi Nasional (Forkonas) Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Indonesia melalui zoom meeting, Jumat (10/7/2026).

Sekretaris Jenderal Forkonas CDOB Indonesia, Abdurrahman Seng menyampaikan informasi mengenai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 37 Tahun 2025 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2026.

BACA JUGA:

Ormas GAS Soroti Raker Disdik Garut di Luar Kantor

Menurut Dia, program penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) Tahun 2026 di pandang sebagai momentum penting untuk mendorong implementasi berbagai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Termasuk regulasi yang berkaitan dengan penataan daerah.

Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Umum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen menyatakan, Garut Utara menyambut baik informasi tersebut.

“Bagi kami, informasi mengenai Keppres Nomor 37 Tahun 2025 menjadi optimisme baru. Garut Utara telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun dan secara objektif telah memenuhi berbagai persyaratan pembentukan daerah. Karena itu, kami siap apabila pemerintah mulai mengimplementasikan kebijakan penataan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Holil, Sabtu (11/7/2026).

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pos JPL 19 Tingkatkan Keselamatan Perlintasan

Dia menyebut, Garut Utara telah memenuhi persyaratan dasar dengan cakupan 11 kecamatan dan 116 desa. Selain itu, didukung kelengkapan persyaratan administratif berupa Persetujuan Musyawarah Desa, Keputusan Bersama Bupati dan DPRD Garut serta Keputusan Bersama Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Barat.

Terlebih, kajian akademis LPPM Universitas Padjadjaran (Unpad) menunjukkan Garut Utara memperoleh skor Kapasda 400 berdasarkan parameter Rancangan Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014.

Selain itu mendapatkan skor 451 berdasarkan parameter PP Nomor 78 Tahun 2007. Sebagai pembanding, Kabupaten Garut memperoleh skor 410 dan 466 pada parameter yang sama.

Pihaknya berharap, penyusunan PP yang menjadi program pemerintah selama Tahun 2026 dapat memberikan kepastian hukum mengenai mekanisme penataan daerah.

“Setelah regulasi tersebut tersedia, pemerintah di harapkan dapat mengevaluasi kebijakan moratorium pembentukan DOB secara objektif, bertahap dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” harap Holil.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Kemenkeu dan LMAN Jajaki Kerja Sama Optimalisasi Pemanfaatan Barang Milik Daerah

PM Gatra mendorong Pemerintahan Kabupaten Garut, Pemerintahan Provinsi Jawa Barat serta seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan Tahun 2026 sebagai momentum memperbarui dokumen, memperkuat koordinasi dan menyempurnakan seluruh persiapan menuju implementasi kebijakan penataan daerah.

“Garut Utara tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya berharap seluruh CDOB yang telah memenuhi persyaratan di berikan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku,” unghkapnya.

“Pembentukan Kabupaten Garut Utara merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Holil.

(Bambang Fouristian)

Ormas GAS Soroti Raker Disdik Garut di Luar Kantor

0
ormas GAS Disdik Garut fokusjabar.id
Sekjen Ormas GAS, Mulyono Khaddafi

GARUT, FOKUSJabar.id: Meski memiliki kantor megah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Kerja (Raker) di aula bank bjb Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota, Jumat (10/7/2026).

Hal itu memicu pertanyaan publik terkait efisiensi anggaran. Salah satunya di sampaikan Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS).

BACA JUGA:

Ini Perjalanan Panjang Gedung Megah Disdik Garut

Kegiatan yang di hadiri seluruh Pengawas Sekolah jenjang TK dan SD itu untuk mengikuti rapat teknis pelaksanaan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026.

“Disdik Garut kan punya gedung dua lantai yang menelan anggaran sekitar Rp9,3 milyar. Kenapa tidak di pakai? Sayang kalau hanya jadi pajangan,” tegas Sekretaris Jenderal Ormas GAS, Mulyono Khaddafi, Sabtu (11/7/2026).

Dia menilai, kebijakan Raker di aula bank bjb Cabang Garut kurang tepat di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah.

Menurutnya, gedung megah milik Disdik seharusnya bisa di maksimalkan untuk kegiatan internal, bukan justru raker di tempat lain.

“Ini bentuk pemborosan. Kalau Raker di tempat lain untuk apa bangun gedung? Lebih baik anggarannya di pakai untuk biaya 19 ribu anak yang putus sekolah,” ungkap Mulyono.

Gedung baru Disdik Garut sendiri di resmikan Senin (3/2/2025) lalu oleh Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pos JPL 19 Tingkatkan Keselamatan Perlintasan

Kantor Disdik Garut di lengkapi aula, ruang rapat dan fasilitas penunjang lainnya.

Untuk itu, Sekjen Ormas GAS menyarankan agar instansi pemerintah. Khususnya Disdik Garut memprioritaskan penggunaan aset milik sendiri.

Menurutnya, penggunaan fasilitas di luar kantor pemerintah untuk kegiatan internal harus memiliki dasar yang jelas. Dengan begitu tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Prinsip efisiensi harus jadi pegangan. Kecuali memang ada alasan darurat,” katanya.

(Bambang Fouristian)

Dicky Candra Hadiri Haflah Akhirussanah MDTA Daar El Misbah Tasikmalaya, Pesan Santri Terus Belajar

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, berfoto bersama anak-anak MDTA El Misbah Mangkubumi dalam acara Haflah Akhirussanah (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti halaman MDTA Daar El Misbah, Sukagenah RT 05/RW 04, Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026) malam. Lembaga keagamaan tersebut menggelar Haflah Akhirussanah untuk melepas para santri yang telah menuntaskan pendidikan agama Islam mereka.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menghadiri langsung malam penuh kebahagiaan itu. Beliau datang bersama Camat Mangkubumi Slamet, Lurah Sambongjaya Mulyono, serta sejumlah tamu penting lainnya.

Baca Juga: Fortuner Tabrak 5 Motor di Lampu Merah Cisumur Kota Tasikmalaya, Dua Korban Dirawat

Karya muda-mudi setempat menyambut kedatangan orang nomor dua di Kota Santri tersebut dengan upacara adat yang meriah. Ratusan warga dan orang tua santri juga ikut bergembira menyambut kehadiran mantan aktor legendaris tanah air itu.

Tahun ini, MDTA Daar El Misbah mewisuda 7 orang santri, yang terdiri dari 5 santriwati dan 2 santriwan. Mereka telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran Al-Quran, fikih, akhlak, serta ilmu dasar keislaman selama beberapa tahun di madrasah.

Kepala Sekolah MDTA Daar El Misbah, Ustaz Rizal Ahmad Sonhaji, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menyebut kelulusan ini sebagai awal keberhasilan, bukan akhir dari perjalanan panjang menuntut ilmu.

“Tamat dari madrasah bukan berarti tamat pula belajarnya, namun justru ini pembuka pintu untuk terus belajar dimanapun berada. Ilmu agama harus terus dipelajari dan diamalkan, serta diperdalam ilmunya,” ungkap Ustaz Rizal Ahmad, Jumat (10/7/2026) malam.

Lulsan yang Membawa Manfaat Nyata

Ia berharap para lulusan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berilmu, serta membawa manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Kehadiran Wakil Wali Kota sukses menambah kegairahan dan semangat para santri serta wali murid dalam memeriahkan acara Imtihan ini. Dicky Candra pun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah lulus.

“Selamat kepada anak-anakku yang hari ini wisuda. Ini prestasi yang luar biasa. Teruslah bersemangat dalam menuntut ilmu, namun tetap jaga akhlak dan karakter mulia,” katanya.

Ia menilai peran madrasah sangat strategis dalam membentuk karakter dan nilai spiritual generasi muda. Lembaga ini memegang peranan penting untuk membentengi anak-anak dari perilaku negatif, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan media sosial saat ini.

“Madrasah tempat pertama anak-anak kita mendapatkan ilmu agama dan Madrasah pun menjadi benteng yang kokoh dalam membendung perilaku dan hal-hal negatif, yang bisa merusak masa depan anak-anak,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa madrasah tidak hanya mengajari anak-anak cara membaca Al-Quran, tetapi juga menanamkan adab, sopan santun, serta rasa cinta tanah air. Pondasi inilah yang masyarakat butuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan agar generasi muda tidak keluar dari koridor ajaran Islam.

Apresiasi Terhadap Pengurus dan Guru

Ia juga mengapresiasi para guru, pengurus, dan orang tua yang telah berjuang mendampingi proses belajar para santri. Pihaknya berkomitmen bahwa Pemkot Tasikmalaya akan terus mendukung lembaga pendidikan keagamaan agar semakin maju dan kuat.

Acara Haflah Akhirussanah ini menyuguhkan berbagai penampilan menarik dari para santri, mulai dari lantunan tilawah, hafalan tahfiz, hingga persembahan seni Islami. Tangis haru orang tua pecah saat menyaksikan anak-anak mereka naik ke atas panggung untuk menerima tanda kelulusan langsung dari tangan Wakil Wali Kota.

Ustaz Rizal berharap momentum ini bisa memicu motivasi bagi santri lain agar semakin giat belajar. Ia juga mengajak warga sekitar untuk terus mendukung keberadaan madrasah sebagai pusat pembinaan akhlak sejak usia dini.

“Semoga para santri ini menjadi generasi penerus Qurani yang membawa nama baik keluarga, madrasah, dan Kota Tasikmalaya kedepan,” pintanya.

Acara Haflah Akhirussanah MDTA Daar El Misbah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama tetap hidup subur dan warga nikmati, meskipun teknologi terus berkembang dan zaman berubah dengan cepat.

(Seda)