spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 21

Fortuner Tabrak 5 Motor di Lampu Merah Cisumur Kota Tasikmalaya, Dua Korban Dirawat

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Kecelakaan beruntun mengerikan menimpa sejumlah pengendara di kawasan lampu merah Cisumur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kecelakaan beruntun mengerikan menimpa sejumlah pengendara di kawasan lampu merah Cisumur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026) sore. Insiden yang melibatkan satu unit mobil Toyota Fortuner dan sedikitnya lima sepeda motor ini langsung memicu kemacetan panjang di jalur arteri tersebut.

Rekaman video amatir warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dampak benturan yang cukup dramatis di lokasi kejadian. Satu unit mobil dan lima motor mengalami kerusakan parah. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan tergeletak di lajur tengah jalan sebelum warga sekitar dan petugas medis mengevakuasi mereka.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Ini Pesannya

Saksi mata di lapangan menyebutkan, peristiwa mencekam ini bermula saat sebuah mobil Toyota Fortuner berwarna putih dengan nomor polisi Z 1258 IC melaju tak terkendali. Mobil tersebut langsung menghantam deretan kendaraan yang tengah berhenti menunggu lampu merah. Laju Fortuner baru terhenti setelah sang sopir membanting kemudi ke sebelah kanan hingga menabrak bangunan semi permanen yang menjual lampu hias.

Taupik Hidayat, pemilik kios lampu yang tertabrak, mengaku sedang keluar membeli makanan saat kecelakaan terjadi. Ia terkejut ketika kembali dan mendapati kiosnya sudah hancur berantakan akibat hantaman mobil tersebut.

Menurut penuturan Taupik, mobil Fortuner tersebut datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Kendaraan besar itu langsung menyapu deretan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu hijau, lalu berakhir menabrak area kios miliknya.

Polisi Selidiki Penyebab Pasti Kecelakaan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas terus mengumpulkan data untuk memastikan kronologi, penyebab pasti kecelakaan, serta mendata jumlah total korban luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih dalam mengenai penyebab utama kecelakaan karena pemeriksaan masih berjalan.

“Untuk penyebabnya, saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik),” kata Ipda Devi Budi Radiansyah, Jumat (10/7/2026).

Ipda Devi menambahkan, sejauh ini polisi baru mengamankan satu unit mobil Fortuner dan lima unit kendaraan roda dua. Petugas juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, tim medis harus melarikan dua orang korban berjenis kelamin laki-laki ke rumah sakit umum untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Saat ini yang dalam tahap perawatan di rumah sakit umum itu ada 2 orang. Masih dalam tahap pengecekan ke dokter. Jadi kami juga belum bisa memastikan (kondisi luka dalam), tapi kondisinya luka, betul,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa pengemudi Fortuner tidak berada di bawah pengaruh zat berbahaya. Berdasarkan pemeriksaan awal, sopir tersebut kehilangan kendali akibat kaget setelah sempat berempetan dengan kendaraan lain.

“Faktornya hanya oleng. Dia kaget,” tambah Ipda Devi.

Meski begitu, polisi enggan terburu-buru menyimpulkan alur tabrakan secara permanen karena proses penyelidikan masih berjalan dinamis. Guna menghindari kemacetan dan mengamankan barang bukti, petugas langsung membawa seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan ke Markas Polsek Kawalu sebagai lokasi terdekat.

(Seda)

Razia Mendadak di Lapas Ciamis, 10 Warga Binaan Jalani Tes Urine

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Petugas Lapas Kelas IIB Ciamis saat melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar razia internal mendadak di dalam area hunian. Dalam operasi tersebut, tim medis internal memilih sepuluh orang warga binaan secara acak untuk menjalani tes urine.

Selain memeriksa urine puluhan sampel warga binaan, pihak Lapas Ciamis juga menggeledah barang-barang terlarang yang tidak boleh berada di dalam kamar hunian. Petugas menyisir setiap sudut ruangan guna memastikan tidak ada benda berbahaya yang lolos.

Baca Juga: Dinsos Ciamis Libatkan 1.200 Lebih Kepala Dusun untuk Sukseskan Portal Perlinsos

Kalapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa razia ini menjadi bukti nyata komitmen jajarannya dalam menghalau peredaran narkoba dan barang-barang berbahaya di lingkungan Lapas.

“Razia ini akan kami terus lakukan secara mendadak dan rutin,” katanya, Jumat (10/7/2026).

Supriyanto menjelaskan bahwa operasi tersebut menyasar blok hunian A dan B. Petugas sengaja menerapkan sistem acak saat memilih warga binaan yang wajib mengikuti tes urine agar hasilnya lebih akurat dan objektif.

“Hasil tes urine tidak ada seorang pun yang terindikasi menggunakan narkoba,” ucapnya lega.

Kendati demikian, Supriyanto melanjutkan bahwa petugas masih menemukan sejumlah barang terlarang di dalam kamar hunian warga binaan saat penggeledahan berlangsung. Pihak Lapas langsung menyita benda-benda tersebut untuk kemudian memusnahkannya.

“Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk menjaga Lapas tetap aman, tertib dan bebas dari penyalahgunaan narkoba terus diperkuat melalui razia rutin dan deteksi dini yang dilaksanakan secara konsisten,” tegasnya.

(Husen Maharaja)

Pemkot Bandung Tata Simpang Lima untuk Sambut Festival Asia Afrika 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Penataan Simpang Lima, Jumat 10 Juli 2026. Sumber Gambar: bandung.go.id

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menata kawasan Simpang Lima menjelang pelaksanaan Festival Asia Afrika. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercantik wajah kota sekaligus menyuguhkan kenyamanan bagi warga lokal dan wisatawan yang akan memadati Kota Bandung.

Pemkot memilih Simpang Lima karena area ini merupakan salah satu ikon Kota Bandung yang menyimpan nilai sejarah tinggi sekaligus menjadi titik strategis di jantung kota. Petugas melakukan pembenahan secara bertahap sembari menunggu proyek revitalisasi kawasan secara menyeluruh.

Baca Juga: Mendadak Dievakuasi dengan Brankar, Wali Kota Bandung Dilarikan ke Rumah Sakit

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pembenahan saat ini baru bersifat sementara. Pasalnya, pemerintah harus menyelaraskan revitalisasi koridor Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Asia Afrika dengan proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang berjalan hingga tahun 2027.

“Keinginan kami sebenarnya sejak tahun lalu kawasan ini dibereskan secara menyeluruh. Namun karena ruas Ahmad Yani sampai Asia Afrika merupakan koridor BRT maka penataannya harus berjalan bersamaan dengan proyek tersebut,” kata Farhan, Jumat, (10/7/2026).

Farhan menambahkan bahwa proyek BRT saat ini masih berkutat pada tahapan membangun halte dan menyosialisasikan program kepada masyarakat. Setelah merampungkan tahapan tersebut, barulah pemerintah bisa memulai perbaikan jalan dan menata kawasan secara komprehensif.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersabar menunggu proses penataan terpadu. Proyek masa depan ini nantinya akan mencakup koridor Jalan Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, hingga Jalan Otto Iskandardinata (Otista).

Cagar Budaya di Sekitar Simpang Lima Kota Bandung

Dalam proses pembenahan yang tengah bergulir, Pemkot Bandung memfokuskan perhatian utama pada kawasan cagar budaya di sekitar Simpang Lima. Petugas memprioritaskan perapian bagian depan sejumlah bangunan bersejarah, seperti Gedung Pensil dan Gedung Vigano.

Selain mempercantik bangunan cagar budaya, petugas juga membersihkan tumpukan sampah di kawasan tersebut. Mereka juga menertibkan area sekitar agar tidak ada lagi tuna wisma (homeless) dan gepeng yang menjadikannya sebagai tempat tinggal.

“Sekarang bagian depannya rapi dulu. Simpang Lima ini dikelilingi banyak bangunan cagar budaya jadi harus kita jaga dan percantik,” ujarnya.

Pemkot Bandung juga berencana menambah fasilitas pendukung ruang publik dalam waktu dekat. Mereka akan memasang sejumlah bangku di beberapa titik trotoar serta menambahkan lampu dekoratif untuk menciptakan suasana kota yang lebih nyaman dan memikat mata.

Di sisi lain, petugas akan membongkar sebuah tiang reklame yang menempel pada bangunan cagar budaya secara hati-hati. Langkah tegas ini bertujuan untuk menjaga struktur bangunan bersejarah agar tidak mengalami kerusakan.

Menjelang kemeriahan Festival Asia Afrika, Pemkot Bandung juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Petugas akan menerapkan pengaturan arus kendaraan di kawasan Jalan Naripan, Jalan Sunda, Jalan Asia Afrika, Jalan Sukarno, hingga Jalan Braga.

Pihak panitia memusatkan area parkir bagi pengunjung di sekitar kawasan Cikapundung dan Naripan. Rangkaian acara akan bermula pada pukul 08.00 WIB dengan agenda pawai yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Setelah itu, kemeriahan bergeser ke kawasan Braga dan Jalan Sukarno untuk melanjutkan Festival Asia Afrika.

Selain menata kawasan dan mengatur lalu lintas, Farhan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap praktik parkir liar maupun aksi premanisme yang berpotensi mengusik kenyamanan pengunjung sepanjang acara.

“Kalau ada parkir liar langsung kita tindak. Kalau ada yang melakukan pungutan liar atau mengetok parkir kendaraan juga langsung kita tindak,” tuturnya.

(Jingga Sonjaya)

Daya Tampung Sekolah Terbatas, Bekasi Usulkan Empat Unit Sekolah Baru ke Pemprov Jabar

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama DPRD Kabupaten Bekasi terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya memperluas akses pendidikan menengah. Pada tahun 2027, Kabupaten Bekasi menargetkan pengajuan pembangunan empat Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMA dan SMK kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai solusi meningkatkan daya tampung peserta didik.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama DPRD Kabupaten Bekasi terus menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat dengan cara mengusulkan pembangunan sejumlah sekolah baru di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memasang target untuk mengajukan pembangunan empat Unit Sekolah Baru (USB) jenjang SMA dan SMK kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2027 mendatang. Langkah strategis ini mengemban misi sebagai solusi jitu guna meningkatkan kapasitas tampung peserta didik di sekolah negeri.

Baca Juga: Dishub Bekasi, Jasa Marga, dan Korlantas Polri Bersinergi Tekan Kendaraan ODOL

Penambahan sekolah baru ini terasa semakin mendesak. Pasalnya, minat masyarakat terhadap pendidikan negeri terus melonjak tinggi, sementara daya tampung yang tersedia setiap tahunnya masih sangat terbatas.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Boby Agus Ramdan, menegaskan bahwa usulan pembangunan empat USB ini merupakan tindak lanjut langsung atas aspirasi masyarakat. Warga merindukan adanya pemerataan layanan pendidikan negeri di berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi.

“Target kami pada 2026 mengajukan 2 Unit Sekolah Baru kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat . Meskipun kewenangan SMA dan SMK berada di provinsi, kami memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kebutuhan pendidikan masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya saat meninjau bakal lokasi SMKN 2 Babelan di Jalan Arjuna Permata Gading Harapan (PGH), Desa Kebalen, Kecamatan Babelan, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Boby menambahkan bahwa Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Dinas Pendidikan, dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 3 terus menjaga komunikasi dan koordinasi. Sinergi ini bertujuan agar pembangunan sekolah baru tersebut dapat terealisasi secara bertahap sesuai kebutuhan riil daerah.

Lonjakan Kebutuhan Masyarakat Terhadap Sekolh Negeri

Ia membeberkan bahwa pembangunan SMA Negeri 2 Cikarang Timur dan SMA Negeri 2 Karangbahagia sudah memasuki tahap realisasi pada tahun 2026 ini. Sementara itu, pihak legislatif memproyeksikan SMA Negeri 2 Serangbaru dan SMK Negeri 2 Babelan masuk sebagai prioritas pembangunan pada tahun 2027.

Boby menilai, lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri selalu tercermin setiap kali pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Terutama untuk jenjang SMA dan SMK.

“Setiap tahun SPMB selalu menjadi perhatian karena daya tampung sekolah negeri masih terbatas. Solusi jangka panjangnya adalah menambah Unit Sekolah Baru di wilayah yang memang membutuhkan,” kata Boby.

Selain mendorong proyek ini, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi juga membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin mengusulkan lokasi pembangunan sekolah. Syarat utamanya, lahan tersebut harus memiliki status hukum yang jelas dan mendapat dukungan penuh dari warga sekitar.

“Silakan masyarakat mengusulkan lahan yang memenuhi persyaratan. Kami akan membawa aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan sekolah baru,” tambahnya.

KCD Wilayah 3 Sudah Melakukan Survey

Pada kesempatan yang sama, Bagian Sarana dan Prasarana Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah 3 Kabupaten dan Kota Bekasi, Parhan Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya sudah merampungkan survei terhadap lahan usulan warga di Kecamatan Babelan untuk calon lokasi SMKN 2 Babelan.

“Kami hadir untuk memfasilitasi dan menindaklanjuti usulan masyarakat. Lahan yang diusulkan akan kami kaji, termasuk memastikan statusnya clear and clean sebelum diproses lebih lanjut sesuai ketentuan,” ujar Parhan.

Ia memaparkan bahwa lahan yang lolos persyaratan nantinya harus melewati sejumlah tahapan administrasi. Salah satunya mencakup proses hibah aset dari Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum kontraktor memulai pembangunan fisik.

Parhan menilai usulan pembangunan SMKN 2 Babelan ini menjadi bagian penting dari rencana pengembangan layanan pendidikan menengah di Kabupaten Bekasi. Lokasi tersebut terhitung sangat strategis mengingat Kecamatan Babelan saat ini baru memiliki satu SMK negeri saja.

“Apabila seluruh persyaratan terpenuhi dan anggaran tersedia, kami berharap usulan pembangunan SMKN 2 Babelan dapat terealisasi pada 2027. Sehingga kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah Babelan dapat semakin terlayani,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Dishub Bekasi, Jasa Marga, dan Korlantas Polri Bersinergi Tekan Kendaraan ODOL

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi bersama PT Jasa Marga menggelar operasi gabungan sekaligus sosialisasi penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di kawasan KM 29 Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat.

BEKASI,FOKUSJabar: Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat upaya penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui kolaborasi lintas instansi. Mereka mengambil langkah nyata dengan menggelar operasi gabungan sekaligus sosialisasi di kawasan KM 29 Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi menginisiasi kegiatan tersebut bersama PT Jasa Marga. Aksi ini juga menggandeng Patroli Jalan Raya (PJR) Cikampek Korlantas Polri untuk mengawal pengawasan dan pengamanan langsung di lapangan.

Baca Juga: Sebanyak 10.896 Kursi SMP Negeri di Depok Terisi, Tingkat Keterisian Mencapai 99,31 Persen

Sinergi antarlembaga ini membawa misi besar untuk meningkatkan kesadaran para pengemudi maupun perusahaan angkutan barang. Pemerintah meminta mereka mematuhi ketentuan mengenai dimensi dan muatan kendaraan demi keselamatan bersama di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengisi operasi gabungan ini dengan aksi edukasi. Mereka membagikan pemahaman kepada para pengemudi kendaraan angkutan barang terkait aturan batas dimensi dan kapasitas muatan yang aman.

Selain memberikan sosialisasi, personel di lapangan juga memeriksa kendaraan yang terindikasi melanggar ketentuan ODOL. Pemeriksaan ini menjadi bentuk pengawasan ketat sekaligus upaya menghalau pelanggaran di lokasi.

Tim Patroli Jalan Raya (PJR) Cikampek Korlantas Polri memainkan peran penting sepanjang operasi. Mereka memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Kepala Induk PJR Tol Jakarta-Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha, memimpin langsung operasi gabungan ini. Beliau bertindak sebagai penanggung jawab teknis pengamanan dan pengawasan lalu lintas dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Kolaborasi Antar Lembaga Mendukung Kebijakan Pemerintah Pusat

Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Firman Arief Sembada, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata sinergi antara Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, PT Jasa Marga, dan Korlantas Polri dalam mendukung kebijakan pusat untuk memberantas kendaraan ODOL.

“Melalui operasi gabungan ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pengemudi maupun perusahaan angkutan agar memahami bahaya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan jalan,” ujarnya saat wawancara pada Jumat, 10 Juli 2026.

Firman menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pelaku usaha angkutan segera menyesuaikan operasional kendaraannya agar selaras dengan aturan yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, baik pengemudi maupun perusahaan angkutan, untuk tidak lagi mengoperasikan kendaraan ODOL. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Firman juga membocorkan rencana bahwa pihaknya akan menggelar operasi serupa secara berkala bersama berbagai instansi terkait. Langkah konsisten ini bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Bekasi, sekaligus menyukseskan program nasional menuju Indonesia bebas kendaraan ODOL.

Melalui kolaborasi erat antara Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, PT Jasa Marga, dan PJR Cikampek Korlantas Polri, pemerintah berharap kepatuhan pelaku usaha angkutan barang semakin membaik. Langkah ini penting agar keselamatan transportasi dan ketahanan infrastruktur jalan tetap terjaga dengan optimal.

(Jingga Sonjaya)

Sebanyak 10.896 Kursi SMP Negeri di Depok Terisi, Tingkat Keterisian Mencapai 99,31 Persen

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Loket pengaduan SPMB Kota Depok. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengumumkan bahwa seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 telah selesai 100 persen. Secara keseluruhan, angka keterisian kursi di berbagai jenjang pendidikan di Kota Depok mencatatkan capaian yang sangat tinggi.

Khusus untuk jenjang SMP Negeri, antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat persentase keterisian kursi hampir menyentuh angka sempurna. Fenomena ini sekaligus menjadi bukti nyata betapa tingginya minat warga Depok menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah negeri.

Baca Juga: Urus KTP, KIA, hingga Akta Kelahiran di Margo City, Ini Jadwal Layanan De’ Geplak

Tidak hanya SMP Negeri, tren positif ini juga menular pada jenjang SD Negeri serta Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG). Kedua program tersebut sukses mencatatkan angka keterisian di atas 85 persen.

Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, merinci data tersebut secara gamblang. Pada jenjang SD Negeri, pihaknya semula menyiapkan daya tampung awal sebanyak 16.800 kursi. Namun, Disdik harus menyesuaikan angka tersebut dengan kondisi riil di lapangan.

“Terdapat 28 siswa kelas 1 yang tidak naik kelas. Setelah penyesuaian tersebut, daya tampung efektif bagi calon murid adalah 16.772. Dari jumlah itu, sebanyak 16.289 kursi telah terisi, sehingga sisa akhir adalah 483 kursi. Dengan demikian, tingkat keterisiannya mencapai 97,13 persen,” ujarnya, Jumat, 10 Juli 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SMP Negeri. Kuota awal yang tersedia mencapai 11.012 kursi, namun Disdik melakukan penyesuaian karena ada 40 siswa kelas 7 yang tinggal kelas.

“Setelah penyesuaian tersebut, daya tampung efektif bagi calon murid baru menjadi 10.972 kursi. Dari jumlah itu, sebanyak 10.896 kursi telah terisi, sehingga sisa akhir hanya 76 kursi yang tersebar pada empat sekolah. Total tingkat keterisian mencapai 99,31 persen,” katanya.

Memperluas Akses Pendidikan Berualtias

Wahid menambahkan, Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk tingkat SMP juga menorehkan hasil menggembirakan. Program ini sukses memperluas akses layanan pendidikan berkualitas yang setara dengan SMP Negeri.

Sebanyak 3.186 siswa tercatat berhasil masuk ke sekolah RSSG, yang artinya memberikan tambahan kuota penerimaan sebesar 29,04 persen.

“Sedangkan untuk RSSG PAUD, dari daya tampung 720 siswa di 22 sekolah, Kita berhasil menjaring 649 pendaftar. Namun, karena ketidaklengkapan administrasi dan persyaratan, hanya menerima 634 siswa. Artinya, tingkat keterisian kursi mencapai 88,06 persen,” ungkapnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa data SPMB ini bergerak sangat dinamis mengikuti setiap proses berjalan. Angka pendaftaran, verifikasi, pengumuman, pencabutan berkas, perpindahan pilihan, daftar ulang, hingga pengisian sisa kuota terus memengaruhi pergerakan data.

“Oleh sebab itu, angka yang tampil pada satu waktu tertentu dapat berbeda dengan data yang muncul pada waktu lainnya,” jelasnya.

Terkait perubahan kuota dan sisa kursi selama proses berjalan, Wahid menegaskan hal itu sebagai bagian dari penyesuaian teknis demi mengoptimalkan daya tampung sekolah secara maksimal.

“Kursi yang belum terisi pada tahapan sementara tidak dapat langsung menyebutnya sebagai kursi kosong secara permanen, karena masih akan melalui proses mekanisme pemenuhan kuota sesuai ketentuan yang berlaku. Alhamdulillah seluruh prosesnya telah rampung. Selamat menimba ilmu bagi seluruh siswa, mari sambut tahun ajaran baru dengan penuh semangat,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)

Urus KTP, KIA, hingga Akta Kelahiran di Margo City, Ini Jadwal Layanan De’ Geplak

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Flyer layanan Disdukcapil Kota Depok. Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar:id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok kembali memanjakan warga dengan kemudahan mengurus berbagai dokumen kependudukan pada akhir pekan ini. Melalui program inovatif bernama Depok Gerakan Pelayanan Administrasi Kependudukan (De’ Geplak) Mall, instansi ini siap melayani masyarakat secara langsung.

Aksi jemput bola ini mengambil tempat di Margo City selama dua hari penuh, yaitu Sabtu dan Minggu, 11-12 Juli 2026. Kehadiran program tersebut menjadi solusi cerdas bagi warga yang sibuk dan tidak sempat mendatangi kantor pelayanan pada hari kerja. Dengan begitu, masyarakat Kota Depok bisa menuntaskan urusan birokrasi ini sembari menikmati waktu bersantai atau berbelanja di pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Gelar Nobar Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026, Gratis untuk Masyarakat

Dalam program De’ Geplak Mall kali ini, petugas melayani berbagai macam keperluan administrasi. Warga bisa melakukan perekaman KTP elektronik pemula, mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta membuat Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu, petugas juga melayani pemutakhiran Kartu Keluarga (KK), pembuatan akta kelahiran, hingga mencetak kembali KTP elektronik yang hilang.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa penempatan pos layanan di pusat keramaian ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat semakin mudah mengurus dokumen kependudukan. Melalui layanan De’ Geplak di Margo City ini, warga bisa memanfaatkan momen jalan-jalan sambil mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya.

Inovasi Penting Demi Memicu Kesadaran Warga untuk Melengkapi Dokumen Resmi

Mary menilai inovasi tersebut memegang peran penting untuk memicu kesadaran warga dalam melengkapi dokumen resmi mereka. Pihaknya juga menargetkan program ini mampu mempercepat cakupan kepemilikan dokumen administrasi secara menyeluruh, sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapat pelayanan terbaik.

Oleh karena itu, Disdukcapil Kota Depok mengajak warga yang ingin menikmati kemudahan ini agar segera merapat ke lokasi. Warga wajib membawa seluruh berkas persyaratan yang sah agar proses pengurusan berjalan lancar, cepat, dan tertib.

“Layanan buka mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Lokasi pelayanan berada di depan musala lantai 3. Dari area tengah Margo City lantai 3, masyarakat dapat mengikuti petunjuk arah menuju lokasi pelayanan di depan musala,” tutupnya.

(Jingga Sonjaya)