spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 22

Dinsos Ciamis Libatkan 1.200 Lebih Kepala Dusun untuk Sukseskan Portal Perlinsos

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis mengerahkan lebih dari 1.200 kepala dusun (Kasun) beserta seluruh pilar sosial hingga tingkat desa. Langkah besar ini bertujuan menyukseskan implementasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), sistem digital pendataan penerima bantuan sosial (bansos) yang sedang dalam masa uji coba nasional.

Pengerahan massa aparatur ini bertujuan memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat mengakses layanan Portal Perlinsos dengan mudah. Sekaligus mendukung percepatan pendataan agar bansos mengalir lebih akurat dan tepat sasaran.

Baca Juga: Ciamis Jadi Daerah Percontohan Nasional Portal Perlinsos untuk Data Bansos

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 208 agen yang aktif mendampingi masyarakat di lapangan.

Ke depan, Dinsos Ciamis akan memperkuat barisan tersebut dengan melibatkan seluruh pegawai dinas, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), perangkat desa, kepala seksi pelayanan desa, hingga 1.227 kepala dusun di seantero Ciamis.

“Semua pilar sosial kami libatkan karena mereka merupakan garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Seluruh pegawai Dinas Sosial otomatis menjadi agen dan ke depan perangkat desa juga akan ikut menjadi agen Portal Perlinsos,” ujar Ihsan Rasyad, Jumat (10/7/2026).

Ihsan menjelaskan, para agen memikul peran vital untuk memandu warga selama proses pendataan digital bergulir. Petugas memprioritaskan pendampingan bagi kelompok rentan seperti warga lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta warga yang masih gagap teknologi digital.

“Masyarakat sebenarnya bisa mendaftar sendiri melalui Portal Perlinsos. Tetapi harus memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang sudah aktif. Bagi kelompok rentan, proses aktivasi IKD sampai penggunaan aplikasi akan dapat bantuan dari agen,” jelas Ihsan.

Pendataan Mutakhir Perlinsos Ciamis

Pendataan mutakhir melalui Portal Perlinsos di Kabupaten Ciamis membidik sekitar 265 ribu kepala keluarga. Target ini mencakup warga yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 sebagai kelompok prioritas penerima bansos.

Sebaliknya, sistem digital ini akan menyaring secara otomatis masyarakat yang masuk kategori Desil 6 hingga Desil 10. Termasuk di dalamnya kelompok Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, dan Polri, sehingga mereka tidak bisa menembus daftar penerima bantuan.

Ihsan menegaskan, pelaksanaan mega proyek digital ini uniknya sama sekali tidak disertai kucuran anggaran khusus dari pemerintah pusat maupun daerah. Oleh sebab itu, Pihaknya memaksimalkan potensi internal dan relawan sosial yang ada agar pelayanan tetap berjalan prima.

“Program ini nol rupiah, tidak ada anggaran khusus. Karena itu kami memanfaatkan aparatur yang sudah ada agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan tanpa membebani agen dengan biaya operasional,” cetus Kadinsos.

Masyarakat yang sudah memiliki akun IKD aktif dapat mengakses layanan ini secara mandiri melalui laman resmi perlinsos.kemensos.go.id. Melalui portal tersebut, warga bisa mengajukan usulan mandiri untuk menjadi calon penerima PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun program perlindungan sosial lainnya.

Begitu warga mengirimkan berkas data, sistem pintar akan melakukan verifikasi administrasi secara otomatis. Jika lolos syarat, pengajuan segera melaju ke tahap berikutnya. Jika tertolak, sistem akan membeberkan alasan logis di balik penilaian tersebut secara transparan.

Hebatnya, portal ini juga menyediakan fitur sanggahan bagi masyarakat yang merasa penilaian sistem belum sesuai dengan kondisi asli di lapangan, sehingga petugas bisa melakukan verifikasi ulang.

Ihsan optimis kolaborasi masif hingga tingkat dusun ini mampu mempercepat target rampungnya pilot project Portal Perlinsos di Ciamis yang akan berakhir pada Agustus 2026 mendatang.

(Mia)

Ciamis Jadi Daerah Percontohan Nasional Portal Perlinsos untuk Data Bansos

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Istimewa (Ciamis Jadi Daerah Percontohan Nasional, Pendataan Bansos Kini Gunakan Portal Perlinsos)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis resmi terpilih menjadi salah satu daerah percontohan tingkat nasional dalam penerapan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Sistem digital teranyar besutan pemerintah ini mengemban misi memperkuat akurasi pendataan penerima bantuan sosial (bansos) agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Dari total 43 kabupaten/kota di Indonesia yang mengikuti proyek percontohan (pilot project) tersebut, Ciamis berhasil masuk sebagai satu dari tiga daerah di Jawa Barat yang mendapat kepercayaan penuh. Dua wilayah pendamping lainnya di Jabar adalah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Herdiat Minta Dokter Tingkatkan Kompetensi agar Warga Ciamis Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menegaskan bahwa Portal Perlinsos merupakan bagian dari lompatan transformasi digital pemerintah demi mengunci kebocoran bansos agar tepat jatuh ke tangan warga yang berhak.

“Portal Perlinsos dibuat sebagai alat bantu agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Selama ini masih ada yang tidak layak menerima bantuan tetapi masuk sebagai penerima, sementara masyarakat yang layak justru belum terdata,” ujar Ihsan Rasyad, Jumat (10/7/2026).

Ihsan menjelaskan, setiap warga yang mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan akan melewati proses verifikasi ketat. Petugas mengintegrasikan validasi data menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta menyematkan teknologi biometrik canggih berupa pengenalan wajah (face recognition).

Sistem kemudian mencocokkan data otentik tersebut secara otomatis dengan berbagai basis data lintas instansi pemerintah. Mulai dari data kependudukan, status pekerjaan aktif, hingga indikator tingkat kesejahteraan ekonomi terbaru.

Proses Penentuan Status Kelayakan Warga Lebih Objektif

Menurut Ihsan, kehadiran teknologi mutakhir ini membuat proses penentuan status kelayakan warga menjadi jauh lebih objektif dan adil, sekaligus mengeliminasi kelemahan metode survei manual konvensional.

“Dulu survei manual masih memiliki peluang terjadi ketidaktepatan data. Sekarang hasilnya lebih objektif karena sistem langsung membaca data yang sudah terintegrasi. Jika seseorang tidak layak, sistem juga akan menampilkan alasan yang menjadi dasar penilaiannya,” jelasnya.

Ihsan menambahkan, Portal Perlinsos juga secara ampuh memangkas potensi manipulasi data oleh oknum tertentu. Karena seluruh alur birokrasi berjalan secara digital dan terpantau terpusat.

Otoritas menjadwalkan program uji coba di Kabupaten Ciamis ini berlangsung selama dua bulan penuh, terhitung sejak Juli hingga Agustus 2026. Pemkab Ciamis membidik target pendataan berkisar antara 40 hingga 60 persen dari total sasaran nasional.

Berdasarkan lembar evaluasi perkembangan sementara, Kabupaten Ciamis bahkan menorehkan prestasi gemilang sebagai salah satu daerah dengan progres pelaksanaan terbaik di antara puluhan daerah kontestan pilot project nasional lainnya.

(Mia)

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Ini Pesannya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, saat melantik tiga pejabat baru eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya di Aula Eksebisi GCC Dadaha Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, kembali memperkuat barisan birokrasi roda pemerintahannya dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Langkah ini ditandai dengan pelantikan tiga pejabat baru yang mendapatkan promosi ke level eselon II.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Eksebisi Gedung Creative Center (GCC), Jalan Lingkar Dadaha, Komplek Olahraga Dadaha, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Razia Unik di Tasikmalaya, Pelanggar Lalu Lintas Tak Langsung Ditilang tapi Diberi Tausiah

Sejumlah pejabat penting turut hadir menyaksikan momentum ini, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol CZI Imvan Ibrahim, Anggota DPRD Dayat Mustafa, perwakilan Kejaksaan, serta jajaran pejabat tinggi pratama lainnya.

Sebelum resmi naik kelas dari eselon III ke eselon II, ketiga pejabat tersebut telah melewati seluruh tahapan seleksi terbuka secara ketat. Tim penguji menyatakan ketiganya lolos karena memenuhi standar kompetensi dan memiliki integritas tinggi.

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa momen pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Jabatan baru yang melekat di pundak mereka membawa tanggung jawab besar untuk mengakselerasi kinerja Pemkot Tasikmalaya.

“Pejabat yang baru dilantik memiliki tanggung jawab moral dan tanggung kedinasan. Saya tegaskan jabatan baru yang ada di pundak kalian merupakan titipan serta amanah dari masyarakat. Maka bekerjalah dengan cepat, tepat, dan ikhlas. Kita harus mulai bergerak terus karena tidak ada waktu untuk menunggu. Mengingat pekerjaan sudah di depan pelupuk mata,” tegas Viman, Jumat (10/7/2026).

Semangat Kerja Baru dan Perubahan Positif

Menurut Viman, sebagai aparatur yang mendapatkan promosi ke tingkat yang lebih tinggi, ketiga pejabat ini wajib menyumbangkan semangat kerja baru demi membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah.

“Pejabat itu harus mampu menghasilkan gagasan dan ide-ide cemerlang dalam mempercepat roda pemerintahan Kota Tasikmalaya. Terlebih mampu merumuskan program-program yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat sekarang butuh pejabat yang bekerja nyata, bukan sebatas wacana,” cetus Wali Kota.

Viman juga mengupas peran vital dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kini memiliki nakhoda baru. Sektor-sektor ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga Tasikmalaya.

Pertama, Nanang Suhara yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPKBP3A). Viman menginstruksikannya untuk memperkuat sistem proteksi perempuan dan anak, serta menekan angka stunting berbasis ketahanan keluarga.

Kedua, H. Rahman selaku Kepala Dinas Sosial (Dinsos) baru. Ia mengemban tugas untuk memperluas jangkauan bantuan sosial (bansos) dan memastikan validasi data penerima manfaat benar-benar tepat sasaran.

Ketiga, Budi Martanova yang dipercaya memimpin BPBD Kota Tasikmalaya. Viman memintanya langsung untuk memperketat kesiapsiagaan mitigasi bencana, terutama dalam penanganan krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini.

“ Harus terus memperkuat sinergi antar-OPD, jangan berjalan sendiri-sendiri. Egosentris di antara dinas buang jauh-jauh! Masalah sosial, pemberdayaan perempuan, anak, serta kebencanaan ini saling terkait. Pemerintah harus hadir bersama untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Viman mendesak agar implementasi teknologi digital dan pemanfaatan data yang akurat berubah menjadi budaya kerja baru di tiap instansi agar seluruh program dapat berjalan secara transparan dan terukur.

(Seda)

Herdiat Minta Dokter Tingkatkan Kompetensi agar Warga Ciamis Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat pelantikan pengurus IDI Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan bahwa masyarakat Ciamis berhak memperoleh layanan kesehatan terbaik di RSUD lokal tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di daerah lain. Pernyataan tegas tersebut ia sampaikan pada Jumat (10/7/2026).

Herdiat meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya para dokter di Kabupaten Ciamis, untuk terus meningkatkan kompetensi dan keahlian mereka. Langkah ini dinilai krusial guna mengimbangi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kedokteran.

Baca Juga: Satpol PP Ciamis Bakal Tertibkan PKL di Depan RS Permata Bunda,

“Kemajuan dunia kedokteran berlangsung sangat cepat. Metode penanganan pasien, teknologi medis hingga teknik operasi terus berkembang. Sehingga tenaga kesehatan dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi,” ujar Herdiat.

Herdiat mencontohkan revolusi teknologi bedah saat ini yang sudah jauh lebih efisien dan minim risiko bagi keselamatan pasien. Jika dulu tim medis harus melakukan sayatan panjang saat operasi, kini tindakan medis cukup memanfaatkan sayatan sangat kecil berkat kecanggihan alat modern.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman dan teknologi tentu akan tertinggal,” ucapnya mengingatkan.

Keterbatasan Fasilitas dan Ketersediaan Dokter

Herdiat mengaku sangat prihatin melihat fakta di lapangan. Bahwa masih ada warga Ciamis yang terpaksa ke rumah sakit di Kota Bandung maupun daerah luar lainnya. Kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan fasilitas dan ketersediaan dokter spesialis tertentu di Ciamis.

Baginya, fenomena rujukan luar daerah ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi jajaran birokrasi yang harus terselenggara secara bertahap dan terencana.

“Saya berharap IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Ciamis menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Tentunya dalam memperkuat pelayanan kesehatan termasuk meningkatkan kompetensi dokter serta mendorong pemerataan tenaga medis,” jelas Herdiat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Ciamis tidak akan bisa terwujud jika mengandalkan satu pihak saja. Semangat kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi modal paling mendasar bagi daerah.

“Sehebat apa pun seorang dokter tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus guyub, menyatukan visi dan misi untuk membangun Ciamis, terutama di bidang pelayanan kesehatan,” pungkas Herdiat.

(Husen Maharaja)

Pemkab Pangandaran Gelar Nobar Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026, Gratis untuk Masyarakat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: pamflet nobar piala dunia 2026 kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Semarak pesta sepak bola sejagat terasa kuat hingga ke Kabupaten Pangandaran. Pemerintah Kabupaten Pangandaran resmi menggelar acara nonton bareng (nobar) laga big match antara Spanyol vs Belgia yang akan tayang langsung, Sabtu dini hari, (11/7/2026).

Panitia memusatkan acara nobar akbar ini di Pendopo Bupati Pangandaran. Agenda ini terbuka secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun untuk seluruh lapisan masyarakat Pangandaran.

Baca Juga: Bau Busuk Kembali Tercium di Pantai Barat Pangandaran, Limbah Cair Mengalir Langsung ke Laut

Petugas bakal membuka gerbang Pendopo mulai pukul 00.00 WIB tengah malam, sementara peluit pertama (kick-off) pertandingan dijadwalkan berbunyi tepat pukul 02.00 WIB.

Laga antara Timnas Spanyol kontra Belgia sendiri dalam predikis bakal menyajikan tontonan kelas dunia di fase grup Piala Dunia 2026. Dua raksasa Eropa tersebut dipastikan saling adu taktik jitu dan memamerkan kualitas para pemain bintangnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Pangandaran ingin menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan akbar tanpa harus menonton sendirian di rumah.

Ajang nobar ini memikul harapan bisa menjadi wadah silaturahmi. Skaligus hiburan massal yang sehat, khususnya bagi para pencinta sepak bola di bumi Pangandaran.

Mengingat acara ini bersifat gratis, warga cukup datang langsung membawa fisik yang bugar ke Pendopo Bupati Pangandaran sejak tengah malam guna mengamankan posisi duduk terbaik. Panitia mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal demi mengantisipasi lonjakan antusiasme penonton.

Euforia Piala Dunia dapat Mempererat Persaudaraan Warga Pangandaran

Selain menyajikan layar lebar, suasana Pendopo pasti bakal meriah oleh yel-yel kreatif dari suporter kedua tim. Masyarakat bisa mengajak keluarga, rekan kerja, maupun komunitas sepak bola lokal untuk bergabung bersama.

Lewat kebersamaan ini, Pemkab Pangandaran berharap euforia turnamen sepak bola tertinggi di dunia tersebut dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pangandaran, Soleh Supriadi, memang sudah merancang wacana nonton bareng berskala kabupaten ini untuk memeriahkan demam Piala Dunia 2026.

Soleh mengaku telah mematangkan rencana tersebut bersama Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Arman. Pihak dinas menggandeng Kelompok Kerja Guru (KKG) Olahraga se-Kabupaten Pangandaran untuk mengeksekusi urusan teknis di lapangan.

Soleh menegaskan, agenda nobar ini mengemban misi besar sebagai pemantik semangat anak-anak muda di Pangandaran. Harapannya agar lebih serius menekuni dunia sepak bola. Ia ingin euforia kompetisi dunia ini menginspirasi warga dalam memajukan pembinaan usia dini. Seperti yang tengah berjalan di SSB Persib Junior Kecamatan Mangunjaya.

Melalui atmosfer nonton bareng ini, Soleh berharap Kabupaten Pangandaran bisa melahirkan talenta emas baru. Tentu yang mampu menembus kompetisi nasional hingga panggung internasional.

(Sajidin)

Bau Busuk Kembali Tercium di Pantai Barat Pangandaran, Limbah Cair Mengalir Langsung ke Laut

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kondisi limbah cair di kawasan pantai Barat Pangandaran

PANGANDARAN FOKUSJabar.id: Bau tak sedap kembali menyengat dari saluran pembuangan limbah di depan salah satu hotel di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Ironisnya, limbah cair berwarna hijau kehitaman tersebut mengalir bebas langsung ke laut dan mengganggu kenyamanan para wisatawan.

Kondisi tersebut memicu aroma busuk yang tercium sangat jelas di sekitar area pantai. Padahal, Pantai Barat Pangandaran menyandang status sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang ramah pengunjung.

Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangandaran, Endang Nur Aini, membenarkan adanya aktivitas pembuangan limbah cair ke area pantai tersebut.

“Kalau titik sih kalau yang besarnya sekitar lima,” ujar Endang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (10/7/2026).

Meski demikian, Endang mengklaim bahwa volume limbah cair saat ini sudah mengalami penurunan daripada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai penurunan tersebut merupakan buah manis dari sosialisasi berkala yang instansinya lakukan selama ini.

“Kalau dilihat dari kapasitasnya, jumlahnya kan sudah berkurang dibanding yang dulu-dulu gitu. Berarti sosialisasi kita sudah berhasil lah walaupun memang belum 100 persen,” tuturnya.

Menurut Endang, dari total lima titik pembuangan besar tersebut, area di depan Hotel Aquarium Pangandaran menunjukkan perubahan yang paling signifikan.

“Sebetulnya semuanya juga sudah menunjukkan (perubahan). Kalau yang kelihatan besar sekali itu kan yang di akuarium. Sekarang tuh kan tidak sebesar dulu gitu, jumlah air limbahnya,” jelas Endang.

Endang membeberkan, kendala utama belum optimalnya pengelolaan limbah di kawasan wisata ini karena para pelaku usaha terbentur masalah biaya. Banyak pemilik usaha belum mampu membiayai penyediaan sarana pengolahan limbah yang standar akibat perbedaan skala bisnis.

“Jadi, ada kegiatan usaha yang skalanya besar, ada juga kegiatan usaha yang skalanya UMKM, kecil gitu. Ketika dituntut harus menyediakan sarana yang butuhkan modal besar kan tidak bisa langsung karena kemampuan keuangannya terbatas,” pungkas Endang.

(Sajidin)

Satpol PP Ciamis Bakal Tertibkan PKL di Depan RS Permata Bunda, Sosialisasi Dimulai

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Sejumlah pedagang sesaat setelah mengikuti sosialisasi Perda K3 bersama Satpol PP Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar sosialisasi intensif kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di lokasi terlarang. Langkah ini menjadi bagian dari penegakan peraturan daerah, Jumat (10/7/2026).

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Yudi Brata, menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam bagi para pedagang agar mengetahui zona berjualan yang legal.

Baca Juga: Agun Gunandjar Ajak UMKM Ciamis Daftarkan HKI agar Produk Terlindungi dan Bernilai Tinggi

“Kawasan yang ditempati pedagang saat ini ada yang diperbolehkan dan ada juga tidak boleh untuk berjualan,” ujar Yudi.

Yudi menuturkan, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak PKL yang menggelar lapak di zona merah. Oleh karena itu, instansinya mengedepankan pendekatan edukatif terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan tegas.

“Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mereka supaya berjualannya tidak melanggar aturan,” ucapnya.

Yudi menjelaskan, melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan) ini, harapannya para pedagang sadar hukum, sehingga secara mandiri bersedia mengosongkan tempat-tempat terlarang.

Langkah preventif ini juga memikul misi besar bagi daerah.

“Dengan tidak ada lagi pedagang berjualan di tempat terlarang, Ciamis akan tetap bisa bertahan sebagai kota terbersih ASEAN,” jelas Yudi.

Lebih lanjut, Yudi membeberkan bahwa pihak Satpol PP sudah mengantongi target wilayah yang akan menjadi fokus utama penataan dan penertiban PKL dalam waktu dekat.

Petugas menjadwalkan aksi penertiban tersebut di kawasan depan Rumah Sakit Permata Bunda (RSPB) Ciamis.

“Insyaallah hari Senin kami akan melakukan penertiban untuk para pedagang yang ada di depan RS Permata Bunda,” pungkas Yudi.

(Husen Maharaja)