CIAMIS, FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Agun Gunandjar Sudarsa, mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ciamis untuk lebih peduli terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Menurut Agun, pendaftaran HKI menjadi langkah strategis untuk mengamankan hasil inovasi sekaligus mendongkrak nilai ekonomi produk lokal.
Baca Juga: IDI Ciamis Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Berbasis Kolaborasi
Ia menyampaikan pesan penting tersebut saat menghadiri Forum Komunikasi Masyarakat Bidang Hukum mengenai layanan kekayaan intelektual di Aula Wretikandayun, Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jumat (10/07/2026).
Dalam kesempatan itu, Agun menilai perkembangan UMKM di Ciamis menunjukkan tren yang sangat positif. Berbagai produk unggulan hasil kreativitas masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga industri makanan dan minuman, terus bermunculan dan berpeluang besar menembus pasar yang lebih luas.
“Perkembangan UMKM di Kabupaten Ciamis sangat luar biasa. Banyak karya kreatif dan inovatif yang lahir dari masyarakat. Karena itu, karya-karya tersebut harus mendapatkan perlindungan hukum sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi penciptanya,” ujar Agun.
Ia menegaskan, perlindungan HKI menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan usaha yang semakin terbuka lebar. Tanpa pendaftaran resmi, sebuah merek maupun karya inovatif berisiko tinggi dicatut oleh pihak lain, sehingga pencipta asli kehilangan hak eksklusifnya.
Pendaftaran HKI Semain Praktis
Menurut Agun, negara telah menyediakan mekanisme perlindungan resmi melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. Oleh karena itu, ia bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat menggelar sosialisasi ini untuk mengedukasi masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat sudah bersusah payah menciptakan sebuah karya, tetapi tidak memiliki perlindungan hukum karena belum didaftarkan. Ini adalah hak yang harus diakui oleh negara,” katanya.
Agun menjelaskan, proses pendaftaran HKI kini semakin praktis karena sudah berbasis digital melalui aplikasi resmi Kementerian Hukum. Masyarakat cukup membuat akun, melengkapi berkas administrasi, lalu mengikuti proses verifikasi hingga sertifikat resmi terbit.
Selain itu, ia juga menyarankan pelaku UMKM untuk memanfaatkan keberadaan Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Galuh. Lembaga ini siap memberikan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan teknis.
“Kalau masih mengalami kendala, silakan datang ke Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Galuh. Di sana ada pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital,” tuturnya.
Sebagai Ketua Pembina Universitas Galuh, Agun turut mendorong sivitas akademika agar aktif mematenkan hasil penelitian, karya ilmiah, buku, hingga inovasi kampus. Bahkan, salah satu hasil riset di kampus tersebut saat ini sedang dalam proses pengajuan paten.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan UMKM
Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi daerah. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan produk unggulan yang berdaya saing tinggi sekaligus aman secara hukum.
Tak hanya kampus, Agun juga melihat potensi besar kekayaan intelektual di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan agama. Berbagai inovasi, termasuk di bidang ekonomi syariah, layak memperoleh perlindungan agar dapat berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Kalau sudah terdaftar secara resmi, selain mendapat perlindungan hukum, peluang pengembangan usaha juga semakin besar. Produk dengan merek yang sama bisa dikembangkan ke berbagai daerah bahkan menembus pasar global,” ungkap Agun.
Menariknya, forum tersebut juga mengungkap bahwa pembinaan HKI menyasar hingga warga binaan pemasyarakatan. Petugas saat ini tengah memproses pengajuan hak cipta atas karya lagu yang lahir dari tangan warga binaan.
Melalui gerakan ini, Agun berharap semakin banyak pelaku UMKM di Ciamis yang melek HKI, sehingga setiap produk lokal tidak hanya terlindungi dari plagiarisme, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para kreatornya.
(Mia)



