spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 162

Wakil Bupati Ciamis Belum Terisi, Ketua DPD Demokrat Jabar Sebut Nama Anjar Asmara

0
Ketua DPD Demokrta Jabar Anton Sukartono SUratto

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, memberi tanggapan terkait kekosongan posisi Wakil Bupati Ciamis yang hingga kini belum juga terisi. Pihaknya berharap DPRD Kabupaten Ciamis bisa segera menetapkan figur yang tepat untuk mendampingi kepemimpinan di daerah tersebut.

Anton menilai proses pengisian jabatan Wakil Bupati Ciamis ini sebaiknya tidak berlarut-larut agar roda pemerintahan bisa berjalan lebih optimal.

Baca Juga: Berkarya Tak Kenal Usia, Herdiat Dorong Lansia Ciamis Tetap Produktif

“Jadi ya kalau saya sih inginnya segera ditetapkan oleh DPRD siapa yang untuk jadi Wakil Bupati di Ciamis,” ujar Anton, Kamis (27/8/2026).

Demokrat Jabar Beri Sinyal Dukungan untuk Anjar Asmara

Saat ditanya mengenai sosok figur yang berpotensi mengisi kursi kosong tersebut, Anton secara terbuka menyebutkan nama Anjar Asmara. Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya etika politik dan mekanisme internal partai sebelum melangkah lebih jauh.

“Kalau saya sih Kang Anjar. Saya usung Kang Anjar untuk Wakil Bupati,” lanjutnya.

Rangkaian Agenda Touring dan Silaturahmi Politik di Ciamis

Kedatangan Anton beserta jajaran pengurus Demokrat Jabar ke Ciamis kali ini mengusung agenda menyapa masyarakat secara langsung melalui kegiatan bermotor (touring). Selain menyusuri jalanan Ciamis, rombongan juga mengagendakan pertemuan khusus dengan tokoh nasional asal Pangandaran, Susi Pudjiastuti.

“Oke, Ya sekarang kita mau nyapa Ciamis, naik memotoran lah. Abis itu insya Allah nanti jam 7 kita ketemu Teh Susi. Kita selesai turang, sambil bicara mengenai kegiatan bagaimana baiknya,” jelas Anton.

Gerakan ‘Langit Biru’ dan Pesan Penyampaian Aspirasi

Bukan hanya agenda politik daerah, Partai Demokrat Jabar juga rutin menggelar aksi sosial bertajuk “Langit Biru” setiap hari Jumat. Program ini mencakup berbagai aksi kepedulian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara luas.

“Masalah kegiatan langit biru. Jadi kita udah rutin setiap hari Jumat, kita melakukan rangkaian kegiatan langit biru serentak se Indonesia. Besok kita selenggarakan di Pangandaran. Gak cuma di Jawa Barat. Ya ada yang bersih-bersih sungai, bersih-bersih laut, nanam pohon. Pengobatan gratis intinya. Kita mau bikin langit kita biru. Seperti semula,” papar Anton.

(Irfansyah)

Polres Tasikmalaya Bongkar Kasus Pelecehan di Taraju

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, saat press realese kasus pencabulan anak dibawah umur di Mapolres Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Ruang aman bagi anak kembali tercoreng di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan bermodus iming-iming belajar sepeda motor serta meminjamkan handphone, seorang pria berinisial E (29), diduga nekat mencabuli dua anak di bawah umur yang tidak lain adalah kakak beradik di Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya.

Kejadian pencabulan ini menambah daftar panjang ancaman kekerasan seksual terhadap anak yang justru datang dari lingkaran orang-orang terdekat, seperti pelaku yang merupakan kerabat yang dari keluarga korban dan tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, mengatakan terdapat dua korban dalam kasus pencabulan tersebut. Korbannya merupakan kakak beradik dan diketahui memiliki hubungan kedekatan dengan tersangka.

Baca Juga: Ratusan PKL Dadaha Terancam Nganggur, Pemkot Tasikmalaya Dituding Lempar Kebijakan Tanpa Solusi

“Korban ada dua orang, mereka kakak beradik. Keduanya masih di bawah umur, dan masih ada hubungan kedekatan dengan pelaku,”Ungkap AKBP Ade Papa Rihi dalam press realese Kamis (27/8/2026).

Ia menuturkan, Dari hasil penyelidikan polisi, dugaan pencabulan pertama terjadi pada 22 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di dalam kamar rumah tersangka.

“Saat itu, tersangka mengajak korban SAK yang berusia 12 tahun untuk berlatih mengendarai sepeda motor. Setelah berkeliling, korban kemudian diajak masuk ke rumah. Dan saat berada dalam rumah, tersangka diduga membujuk korban dengan menawarkan telepon seluler agar korban dapat menonton YouTube, namun tersangka justru melakukan persetubuhan terhadap korban,”ujar AKBP Ade Papa.

“Modusnya, korban diajak latihan mengendarai sepeda motor. Setelah itu korban diajak masuk ke rumah dan diiming-imingi akan dipinjami handphone untuk menonton YouTube,”katanya.

Tidak Hanya Terjadi Satu Kali

Polisi menduga aksi bejad pelaku tidak hanya terjadi satu kali. Korban disebut mengalami dugaan kekerasan seksual secara berulang dalam kurun waktu tertentu.

Namun korban tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga. Kondisi tersebut berlangsung hingga akhirnya tersangka kembali datang ke rumah korban pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Pada saat itu, di dalam rumah terdapat adik korban yang berusia 9 tahun. Tersangka diduga juga melakukan tindakan pencabulan terhadap korban kedua, yang tidak lain adik korban pertama,”Ucapnya.

Nahas, aksi bejad pelaku terhadap adik korban ini, diketahui oleh nenek korban yang saat itu masuk ke kamar. Nenek korban ini memergoki tersangka yang sedang mencabuli korban dan langsung memarahinya pelaku.

“Pada saat kejadian kedua, nenek korban masuk ke kamar dan melihat tersangka bersama korban. Nenek ini kemudian langsung memarahi tersangka,”jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, Peristiwa kepergok tersebut menjadi titik awal terungkapnya kasus pencabulan. Dan akhirnya Korban pertama berani menceritakan kepada keluarga mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialaminya.

“SAK, korban pertama akhirnya mau menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga. Dari situ, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kami,”paparnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri mengungkapkan, setelah menerima laporan, jajaran Polres Tasikmalaya langsung melakukan penyelidikan. 

“Kita mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut di antaranya selimut, bed cover dan pakaian yang digunakan korban,”Ungkap AKP Heru.

Masih Melakukan Pendalaman

Lanjutnya, Untuk tersangka E (29), telah diamankan polisi dan saat ini sudah dilakukan penahanan di Mapolres Tasikmalaya. Dan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan.

Dirinya pun mengingatkan para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Menurutnya, kewaspadaan diperlukan karena kekerasan seksual terhadap anak dapat dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkungan dekat korban.

Baca Juga: Dicky Chandra: Jadikan Semangat Kemerdekaan untuk Membangun Tasikmalaya

“Orang tua penting meningkatkan pengawasan terhadap anak. Kalau ada kejadian atau perubahan perilaku pada anak, harus segera ditanyakan dan diberikan perhatian,”pintanya.

Ia juga meminta, Agar orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka mau menceritakan apabila mengalami tindakan yang tidak senonoh yang membuat mereka tidak nyaman 

“Anak harus dilindungi dan diberikan ruang untuk bercerita. Jangan sampai anak merasa takut, malu atau trauma untuk menceritakan apa yang telah dialaminya,”tandasnya.

(Seda)

Berkarya Tak Kenal Usia, Herdiat Dorong Lansia Ciamis Tetap Produktif

0
Ciamis@fokusjabar.id
Bupati Ciamis Buka Musda III Lembaga Lanjut Usia Indonesia Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Usia bukan menjadi batas bagi seseorang untuk terus berkarya dan memberikan manfaat. Semangat itulah yang ditekankan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya kepada para lanjut usia (lansia) saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Makan Linggasari II, Jalan Raya Ciamis–Banjar Km 6, Dusun Desa, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing itu mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera, Semangat Berkarya adalah Kunci Hidup Bermartabat.”

Herdiat mengatakan, para lansia merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Berbekal pengalaman dan ilmu yang dimiliki, lansia tetap dapat mengambil peran serta berkontribusi di berbagai bidang.

Baca Juga: BRIN dan Disbudpora Teliti Situs Ciamis

Karena itu, ia berharap LLI Kabupaten Ciamis dapat terus menjadi ruang bagi para lansia untuk aktif, produktif dan menjalin silaturahmi.

“Alhamdulillah, tidak terasa LLI sudah dua kali melaksanakan Musda dan hari ini merupakan yang ketiga. Saya berharap pelaksanaan Musda kali ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata,” ujar Herdiat.

Menurutnya, Musda yang menjadi agenda lima tahunan tersebut harus mampu melahirkan kepengurusan serta program kerja yang benar-benar memberikan manfaat. LLI juga diharapkan semakin berkembang sebagai wadah bagi para lansia untuk berbagi pengalaman, ilmu dan kebahagiaan.

Dapat Menjaga Nama Baik

Musda III LLI Kabupaten Ciamis juga menjadi momentum pemilihan pengurus untuk masa bakti 2026–2031. Herdiat berharap pengurus yang nantinya mendapat amanah dapat menjaga nama baik organisasi dan membawa LLI semakin maju.

“Siapapun yang terpilih dan mendapat amanah, saya berharap mampu menjaga marwah organisasi serta memajukan dan mengembangkan LLI ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Baca Juga: Suporter Rayakan 36 Tahun PSGC, Ketua Balad Galuh: Bermain dengan Hati

Lebih dari sekadar organisasi, Herdiat berharap LLI dapat menjadi tempat yang memberikan kebahagiaan bagi para anggotanya. Para lansia diharapkan tetap memiliki ruang untuk bertemu, bersilaturahmi, bertukar pengalaman dan terus menjalani aktivitas yang bermanfaat.

“Jadikan lembaga ini paling tidak menjadi ajang atau wadah silaturahmi, untuk berbagi ilmu dan berbagi kebahagiaan,” pungkasnya.

Melalui Musda III tersebut, LLI Kabupaten Ciamis diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah bagi lansia untuk tetap sehat, aktif, produktif dan bermartabat, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang ramah terhadap lanjut usia.

(Mia)

Terkait Dugaan Penipuan, Pendamping PKH Pangandaran Angkat Suara

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Ilustrasi by web

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pangandaran berinisial E buka suara terkait dugaan penipuan senilai Rp12 juta yang mencuat beberapa hari terakhir. 

‎E menegaskan persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman dan sudah diselesaikan dengan baik.

‎”Klarifikasinya, itu kesalahpahaman yang memang sudah dilakukan. Saya hanya sebagai pengantar saja. Dan Alhamdulillah permasalahan itu sudah beres. Itu hanya kesalahpahaman,” ujarnya dihubungi Kamis, (27/8/2026).

Baca Juga: Diduga Lakukan Penipuan, Pendamping PKH Pangandaran Dipanggil Koordinator

‎Menurutnya, kronologi yang disampaikan korban benar adanya. Namun kejadian itu murni karena keterlambatan waktu pengembalian, bukan ada niat untuk menipu.

‎”Iya betul, cuman kesalahpahaman saja. Jadi, hanya urusan waktu (bayar/tidak ada niat untuk menipu),” katanya.

‎E juga menyampaikan permohonan maaf kepada instansi PKH yang merasa dirugikan atas kejadian ini.

‎”Ya mohon maaf, bahwa keterlibatan aset dinas itu bukan sebagai jaminan. Tapi kebetulan waktu itu dipakai nganter ke sana,” ungkapnya.

‎E mengakui uang Rp12 juta yang dipinjam itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga. 

‎”Waktu itu kan anak mau sekolah, butuh anggaran. Dan sebenarnya sebelum jatuh tempo dua bulan sudah ada itikad baik untuk dikembalikan,” jelasnya.

‎Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Maryati (42), warga Kecamatan Pangandaran, melaporkan telah dirugikan Rp12 juta dalam transaksi gadai mobil Timor yang melibatkan E.

Baca Juga: Nasabah Mandiri di Kalipucang Pangandaran Gunting Kartu ATM dan Tutup Rekening

‎Menindaklanjuti laporan itu, Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran, Ina Nuraeni, telah memanggil E pada Rabu (26/8/2026) pagi. Dalam pertemuan tersebut E menyatakan kesanggupannya bertanggung jawab dan dituangkan dalam berita acara.

‎E juga berencana mengajukan pinjaman ke perbankan untuk mengembalikan uang korban. 

‎Koordinator PKH menegaskan, jika persoalan belum diselesaikan maka E akan mendapat sanksi sesuai kode etik, mulai dari SP 2 hingga SP 3.

(Sajidin)

Disdukcapil Garut Musnahkan 13.849 Keping e-KTP

0
Disdukcapil Garut e-KTP fokusjabar.id
Pemusnahan e-KTP

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) musahkan 13.849 keping e-KTP.

KTP tersebut hasil penarikan dari masyarakat di halaman Kantor Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (27/8/2026).

Pemusnahan tersebut di lakukan sebagai langkah untuk menjaga keamanan dokumen kependudukan dan mencegah potensi penyalahgunaan identitas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Dorong Masyarakat Manfaatkan Program Rumah Subsidi

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Garut, Efran Brando menjelaskan, seluruh e-KTP yang di musnahkan merupakan dokumen yang di tarik dari masyarakat karena mengalami kerusakan atau adanya perubahan elemen data.

“Kegiatan hari ini pemusnahan blanko KTP bekas yang di tarik dari masyarakat karena penggantian, rusak dan perubahan elemen data,” ungkapnya.

Adapun 13.849 keping KTP yang di musnahkan terdiri dari 2.316 keping e-KTP rusak (kondisi fisik tidak layak pakai) serta 11.533 keping akibat perubahan elemen data. Seperti pembaruan status, alamat atau data pribadi lainnya.

Efran menegaskan, penarikan dan pemusnahan fisik KTP-el tersebut mengacu pada instruksi teknis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dalam rangka menjaga tertib administrasi kependudukan.

BACA JUGA:

Jembatan Garuda di Pameungpeuk Garut Resmi Beroperasi

“Jadi sebagai bagian dari amanat Kemendagri untuk menjaga dokumen supaya tidak di salahgunakan, perintahnya di musnahkan,” pungkas Dia.

Pemusnahan Kartu Tanda Penduduk yang rusak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan bentuk tertib administrasi dan perlindungan data kependudukan.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut Dorong Masyarakat Manfaatkan Program Rumah Subsidi

0
pemkab garut fokusjabar.id
Asda II saat membuka pameran rumah subsidi

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemkab Garut melalui Asda II, Dedy Mulyadi secara resmi usai membuka Pameran Rumah Impian (PRI) Vol. IV di Atrium Citimall Garut, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Rabu (26/8/2026).

Dia menyampaikan, pameran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut mendukung pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat sekaligus mendukung proyek strategis nasional sektor perumahan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut dan Kemenpora Canangkan Program Gemar

Pemkab Garut juga telah mengambil kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang membutuhkan rumah bersubsidi.

“Jadi di persilakan kepada masyarakat yang membutuhkan rumah bersubsidi, BPHTB-nya di bebaskan,” ujar Dedy.

Ia menegaskan, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) dan Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Silakan manfaatkan bunga cicilan yang rendah dan terjangkau oleh masyarakat. Hunian yang baik tentu kita harapkan berpengaruh positif terhadap kehidupan sosial, kesehatan serta kesejahteraan keluarga,” katanya.

Ketua Penyelenggara, Agus Ismail menjelaskan, Pameran Rumah Impian yang di rangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia merupakan agenda rutin tahunan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program prioritas nasional perwujudan 3 juta rumah.

Pameran berlangsung selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Agustus 2026.

“Pemerintah punya tugas dan kewajiban memenuhi kebutuhan masyarakat terkait rumah yang layak huni demi peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Garut senantiasa berupaya bersinergi dengan seluruh komponen,” ungkap Agus.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kabupaten Garut, Najiman menyebutkan, penyelenggaraan PRI ke-4 selaras dengan Asta Cita Presiden RI.

Sebanyak 14 pengembang perumahan komersial maupun subsidi turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.

BACA JUGA:

Lomba Rakyat Demokrat, Jaga Persatuan dari Garut untuk Indonesia

“Kami selaku pengembang, khususnya di Apersi dapat turut serta membantu pemerintah daerah dalam penyediaan rumah yang layak dan baik di Kabupaten Garut. Saya berharap, teman-teman pengembang tetap berkomitmen menjaga kualitas rumah serta menjaga kepercayaan konsumen,” tegas Najiman.

(Bambang Fouristian)

BRIN dan Disbudpora Teliti Situs Ciamis

0
disbudpora ciamis fokusjabar.id
Kadisbudpora Kabupaten Ciamis Dian Budiyana

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Dian Budiyana mengatakan,  jejak sejarah tidak selalu berdiri dalam bentuk bangunan atau benda peninggalan. Namun ada juga yang berbentuk situs-situs keramat yang justru hidup berdampingan dengan pepohonan, hutan larangan, mata air, lembah hingga kawasan perbukitan.

Menurut Dian, di lokasi lokasi seperti itu, aturan adat yang di wariskan dari generasi ke generasi ternyata ikut menjaga keseimbangan alam.

BACA JUGA:

Suporter Rayakan 36 Tahun PSGC, Ketua Balad Galuh: Bermain dengan Hati

Pohon tidak sembarang di tebang, kawasan tertentu di anggap pamali (larangan) untuk di ganggu dan hutan di sekitar situs di biarkan tetap tumbuh sebagai bagian dari ekosistem.

“Sejak dulu ada hutan larangan. Secara tidak langsung, itu membentuk pengertian masyarakat bahwa kawasan itu  harus tetap lestari. Budaya dan kearifan lokal ikut menjaga ekosistem,” katanya.

Dian menuturkan, kondisi itu menjadi perhatian dari  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian yang berlangsung sejak Minggu-Senin (24-25/8/2026) itu menyasar sejumlah situs budaya dan situs keramat di Ciamis.

“Penelitian itu berangkat dari upaya melihat situs budaya tidak hanya sebagai peninggalan sejarah. Tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Dian, penelitian itu merupakan kolaborasi Disbudpora Ciamis dengan BRIN. Salah satu yang di lihat adalah kosmologi ekosistem situs keramat di Ciamis. Terutama bagaimana situs-situs tersebut berkaitan dengan lingkungan dan upaya mitigasi bencana.

“Kami memberikan data dan mengarahkan tim peneliti BRIN ke sejumlah lokasi. Termasuk situs yang sudah maupun belum di tetapkan sebagai cagar budaya. Di antaranya berada di kawasan hutan, memiliki hutan larangan, menjadi penyangga permukiman, sekaligus berfungsi menjaga sumber air dan mencegah erosi,” jelasnya.

Dian menjelaskan, keberhasilan menjaga situs dan alam pada akhirnya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Ketika masyarakat memahami nilai penting kawasan itu upaya pelestarian akan memiliki fondasi yang kuat.

BACA JUGA:

8 Cara Hemat Air Ala Perumdam Tirta Galuh Ciamis

“Bagi Ciamis yang selama ini di kenal dengan sebutan Kota Seribu Situs, penelitian itu memiliki arti lebih luas. Situs tidak hanya di pandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan lingkungan yang masih memberikan manfaat sampai sekarang,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)