spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 163

Disdamkarmat Garut Evakuasi Ular Sanca Seukuran Tiang Telpon

0
ular sanca fokusjabar.id
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mengevakuasi seekor ular sanca kembang

GARUT, FOKUSJabar.id: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) berhasil mengevakuasi seekor ular sanca kembang seukuran tiang telpon, Senin (9/2/2026) malam.

Ular Sanca seukuran tiang telpon tersebut di evakuasi di Kampung PLP Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler.

BACA JUGA

Cuaca Ekstrem Terjang Banyuresmi Garut, Satu Rumah Ambruk

Ular Sanca sepanjang 5 meter dengan bobot 20 kilogram tersebut pertama kali di temukan oleh seorang warga setempat, Ny Ima sekitar pukul 18.13 WIB.

Saat itu, Dia sedang melintas untuk mengantarkan takjil ke masjid setempat.

Dia terkejut melihat ular besar melintang di jalan dan masuk ke semak-semak. Selanjutnya menghubungi call center Mako Disdamkarmat Garut.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengapresiasi kesigapan warga yang langsung melapor.

“Kami menerima laporan pada pukul 18.13 WIB. Regu 3 dari Mako pusat di terjunkan. Mengingat ukuran ular yang cukup besar, personel bergerak cepat agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di pemukiman warga,” katanya.

BACA JUGA:

Wanaraja dan Karangpawitan Terdampak Hujan Deras di Garut

Menempuh jarak sekitar 5,3 kilometer, petugas tiba di lokasi pada pukul 19.05 WIB. Tim penyelamat langsung melakukan penyisiran di area semak-semak.

Proses evakuasi berlangsung singkat namun dramatis. Petugas hanya butuh waktu sekitar 9 menit untuk mengamankan ular jenis Sancang Kembang tersebut.

Menggunakan peralatan standar penyelamatan, tim berhasil menangkap ular tersebut pada pukul 19.14 WIB.

BACA JUGA:

Dikritik Masyarakat, Kades Wangunjaya Garut Bilang Begini

“Saat ini ular sudah kami amankan di Mako Disdamkarmat. Selanjutnya akan di lepasliarkan ke habitat yang jauh dari pemukiman atau di serahkan kepada pihak terkait,” ungkap Eko.

Pihak Disdamkarmat mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Garut agar tetap waspada. Terutama di musim-musim tertentu di mana hewan melata sering muncul di area pemukiman.

Warga juga di minta segera melapor ke nomor darurat jika menemukan situasi serupa.

(Y.A. Supianto)

Pers Dinilai Tetap Penting sebagai Ruang Dialog Publik

0
Ruang Dialog fokusjabar.id
Ilustrasi( foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin terasa dalam berbagai bidang. Termasuk industri media dan penyebaran informasi. Hal tersebut memunculkan pertanyaan tentang masa depan peran pers di tengah kemajuan teknologi.

Sejumlah pihak menilai, pers tetap memiliki posisi yang tidak bisa di gantikan oleh sistem otomatis.

BACA JUGA:

HPN 2026: Wali Kota Bandung Dorong Pers Perkuat Peran Strategis

Media di nilai masih menjadi ruang penting untuk menghadirkan informasi yang kredibel dan berimbang.

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momen untuk menegaskan kembali peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi. Terutama sebagai penghubung antara masyarakat dan pengambil kebijakan.

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyampaikan, teknologi secanggih apa pun tidak akan menghapus eksistensi pers sebagai institusi yang membangun ruang diskusi publik.

“Kemajuan teknologi yang begitu masif seperti AI tak lantas menggantikan eksistensi pers. Percakapan, perdebatan dan dialektika yang kredibel itu muncul dari institusi pers,” kata dia menanggapi peringatan HPN 2026 di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Khozin yang memiliki latar belakang sebagai mantan jurnalis menilai, pers menjadi wadah yang memungkinkan berbagai gagasan muncul dan di pertukarkan secara sehat.

Ia menekankan bahwa media massa seharusnya tidak hanya menyampaikan informasi satu arah. Tetapi juga membuka ruang dialog yang melibatkan banyak suara.

“Media massa menjadi ruang dialog dua arah, bukan tempat monolog. Ini peran ideal yang senantiasa di lakukan oleh pers,” ucapnya.

BACA JUGA:

Sambut HPN 2026, Pewarta Tasikmalaya Bersihkan Tugu Koperasi Bersejarah

Khozin menyebut, pers memiliki peran penting dalam mengawal proses demokratisasi. Termasuk mengawasi jalannya kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, HPN 2026 semakin menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia.

“Pers menjadi penghubung antara publik dan pembentuk kebijakan. Pers menjadi titik kumpul ragam pikiran untuk melahirkan kebijakan yang ideal untuk semua,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar kebebasan pers terus di jaga sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang demokratis dan terbuka.

“Kebebasan pers mutlak harus di jaga dan di tingkatkan sembari senantiasa meningkatkan kualitas produk jurnalistik yang kompatibel dengan keberadaan digital,” katanya.

Khozin berharap, insan pers dapat terus beradaptasi dengan era digital tanpa kehilangan peran utamanya sebagai ruang dialog publik dan penjaga demokrasi.

(Jingga)

HPN 2026: Wali Kota Bandung Dorong Pers Perkuat Peran Strategis

0
HPN 2026 fokusjabar.id
Ilustasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di nilai menjadi momen penting bagi dunia jurnalistik di Indonesia.

Di tengah perubahan besar dalam cara masyarakat mengakses informasi, pers di harapkan tetap memegang peran strategis dalam kehidupan berbangsa.

BACA JUGA:

Sambut HPN 2026, Pewarta Tasikmalaya Bersihkan Tugu Koperasi Bersejarah

Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Muhammad Farhan menilai, HPN 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan ruang refleksi untuk memperkuat posisi pers sebagai pilar demokrasi. Sekaligus penjaga kualitas informasi publik.

Menurut Farhan, dinamika media yang terus bergerak cepat menuntut insan pers melakukan penyesuaian agar tetap relevan dan di percaya masyarakat luas.

“Hari pers ini memang sangat kita tunggu-tunggu. Karena bagaimanapun juga 2026 menjadi salah satu tahun yang sangat penting untuk para pelaku dunia pers di Indonesia melakukan yang repositioning,” kata Farhan, Senin (9/2/2026).

Dia menyoroti bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola penyebaran berita. Media sosial serta platform daring kini melahirkan fenomena jurnalisme warga yang membuat arus informasi semakin deras.

“Karena lanskap media sekarang sudah jauh berbeda. Jurnalismenya juga bentuk jurnalisme yang lebih mengedepankan karakteristik citizen journalism,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, Farhan menekankan pentingnya media untuk tetap mampu mengikuti kecepatan informasi tanpa mengesampingkan akurasi dan kualitas pemberitaan.

BACA JUGA:

Wali Kota Bandung Minta BPBD dan Damkar Lebih Sensitif Tangani Bencana

“Maka yang perlu kita pelajari bersama adalah bagaimana kita bisa merespon satu kecepatan dan ke arah uratan informasi yang tiba ke masyarakat,” ucapnya.

Ia menggambarkan, proses membangun narasi berita yang dulu bisa memakan waktu lama. Kini harus di lakukan dalam tempo jauh lebih singkat.

“Bagaimana pembentukan narasi yang biasanya butuh waktu berminggu-minggu, ini harus sudah selesai dalam waktu hanya berjam saja,” tambahnya.

HPN 2026 sendiri di gelar di Serang, Banten. Temayang di usung “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”

Farhan menilai tema tersebut sejalan dengan tantangan bangsa saat ini.

Menurutnya, kualitas demokrasi serta daya saing ekonomi sangat di tentukan oleh mutu informasi yang beredar di ruang publik.

Ia menegaskan, pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan. Namun juga profesionalisme, etika serta kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.

(Jingga)

Tanggul Sungai Cintalahab Jebol, 200 Hektare Sawah di Pamarican Ciamis Terendam

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Lahan pesawahan di wilayah Desa Bangunsari Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis yang terendam banjir akibat tanggul sungai Cintalahab Jebol

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras berkepanjangan memicu jebolnya tanggul Sungai Cintalahab di Dusun Kubang Calincing, Dusun Kertajaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin sore (9/2/2026). Luapan air sungai langsung merendam ratusan hektare sawah warga.

Derasnya aliran Sungai Cintalahab tidak mampu ditahan oleh tanggul, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Konvoi Kemenangan Warnai Kedatangan PSGC Ciamis Usai Lolos Liga 2

Kepala Desa Bangunsari, Subhan Hadisuroso, menyampaikan bahwa aparat desa bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan pendataan dampak kerusakan pascakejadian.

“Tanggul jebol terjadi sore tadi. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan,” ujar Subhan.

Ia menjelaskan, banjir akibat jebolnya tanggul merendam lahan persawahan seluas sekitar 200 hektare. Sebagian besar sawah tersebut berisi tanaman padi yang sudah memasuki masa panen.

“Padinya sudah siap panen, tapi semuanya terendam air,” katanya.

Tidak hanya itu, sejumlah padi yang sebelumnya sudah panen di area persawahan ikut hanyut terbawa arus banjir.

“Padi yang sudah kita panen dan simpan di sawah juga ada yang hanyut. Kerugian petani masih kami data,” tambah Subhan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyebutkan pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen awal.

“Tim BPBD sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen sebagai bahan laporan kepada pimpinan,” ungkap Ani.

Hingga kini, petugas masih memantau kondisi sungai dan dampak lanjutan banjir, sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat.


(Husen Maharaja)

Investasi Bodong MBAstrack Tipu Ribuan Warga Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: korban Investasi Bodong, Dede Kusmawan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id:Modus penipuan berkedok aplikasi investasi kembali memakan korban. Kali ini, aplikasi bernama MBAstrack diduga merugikan ribuan warga di Kabupaten Pangandaran dengan iming-iming penghasilan mudah dan cepat.

Salah satu korban, Dede Kusmawan (44), mengungkapkan aplikasi tersebut menawarkan sistem kerja sederhana hanya bermodalkan ponsel dan kuota internet, dengan dalih membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Member Geruduk Kantor MBAstrack di Pangandaran 

“Kerjanya terlihat sangat mudah, dapat uang juga cepat. Siapa yang tidak tertarik dengan tawaran seperti itu,” ujar Dede kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Dede menjelaskan, aplikasi MBAstrack mengklaim bergerak di bidang periklanan hotel. Para member diberi tugas mengirim foto hotel melalui aplikasi, kemudian melakukan konfirmasi untuk mendapatkan upah.

“Setelah kirim foto dan konfirmasi, saldo langsung masuk. Awalnya memang lancar,” katanya.

Kemudahan tersebut membuat banyak orang tergiur. Bahkan, menurut Dede, korban tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan pejabat dan aparatur negara.

“Yang ikut bukan cuma warga biasa. Ada juga anggota DPRD, polisi, sampai guru,” ungkapnya.

Kejanggalan Sistem Aplikasi

Dede sendiri mulai bergabung dengan MBAstrack sejak 8 Desember 2025. Namun, setelah berjalan lebih dari dua bulan, ia mulai mencurigai adanya kejanggalan dalam sistem aplikasi tersebut.

Seluruh member, kata Dede, diarahkan untuk melakukan deposit dengan nominal tertentu. Pada tahap awal, penarikan dana masih bisa dilakukan, namun lama-kelamaan akses pencairan tertutup sepenuhnya.

“Penarikan terjadwalkan hari Senin (9/2/2026) pukul 09.30 WIB, tapi gagal. Bahkan sekarang aplikasinya sama sekali tidak bisa kita akses,” ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah member MBAstrack di Kabupaten Pangandaran mencapai lebih dari 1.000 orang. Ia sendiri membawahi sekitar 84 member dengan total nilai deposit melebihi Rp100 juta.

“Deposit bervariasi, mulai dari Rp4,5 juta sampai Rp13,5 juta. Di aplikasi terlihat saldo penarikan dari Rp500 ribu sampai Rp100 juta, tergantung jumlah deposit. Tapi sekarang semua tidak bisa saya cairkan,” kata Dede.

Atas kejadian tersebut, para korban berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut dugaan investasi bodong yang merugikan banyak pihak tersebut.


(Sajidin)

Polres Tasikmalaya Bongkar Motif Penculikan Bayi di Masjid Agung Singaparna

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Polres Tasikmalaya, saat Press Conference, pengungkapan penculikan bayi laki-laki umur dua bulan di Masjid Agung Singaparna Tasikmalaya (ist Humas Polres)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Polres Tasikmalaya mengungkap motif penculikan bayi laki-laki berusia dua bulan yang terjadi di sekitar Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka berinisial WD (38) mengaku melakukan aksinya demi kepentingan pribadi dengan tujuan memanfaatkan dan menekan ibu korban secara ekonomi.

Pengungkapan motif tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Mapolres Tasikmalaya, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Kasus Pupuk Subsidi Berlanjut, Kejari Tasikmalaya Dalami Peran Pemilik dan Petugas Lapangan

Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, menjelaskan tersangka belum sepenuhnya terbuka mengenai motif penculikan. Namun, hasil penyelidikan sementara mengarah pada upaya penguasaan korban sekaligus pemanfaatan harta milik ibu bayi berinisial WR (41), warga Kecamatan Padakembang.

“Indikasi kuat menunjukkan tersangka ingin menguasai korban dan memanfaatkan ibu bayi, termasuk secara ekonomi,” ujar Agus Yusup.

Sebelum membawa kabur bayi tersebut ke wilayah Cianjur, tersangka sempat mengancam ibu korban agar tidak berteriak atau melapor ke polisi. Ancaman tersebut membuat korban berada dalam tekanan psikologis.

Agus Yusup mengungkapkan, tersangka dan korban sebelumnya saling mengenal melalui media sosial. Dalam hubungan tersebut, tersangka kerap memanipulasi kondisi psikologis korban hingga membuatnya merasa bersalah, takut, dan cemas.

“Korban cenderung selalu mengikuti keinginan tersangka, termasuk memberikan uang setiap kali diminta,” jelasnya.

Kronologi Penculikan

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, memaparkan kronologi penculikan yang terjadi, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tersangka membawa bayi tanpa persetujuan ibu korban sambil mengancam akan melempar bayi jika korban berteriak atau melapor. Setelah itu, tersangka kabur menggunakan bus jurusan Garut–Bandung,” kata Josner.

Ibu korban sempat berusaha mengejar hingga wilayah Cileunyi, Bandung, namun kehilangan jejak. Setelah berbagai upaya gagal, korban akhirnya melapor ke Polres Tasikmalaya.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian bayi dan dokumen kelahiran. Tersangka kini menjalani proses hukum dan dijerat Pasal 452 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengapresiasi langkah cepat Unit PPA Polres Tasikmalaya yang berhasil menangkap pelaku meski berada di luar daerah.

“Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan berbasis relasi di media sosial dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak,” ujarnya.

Ato mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal melalui media sosial. Ia menegaskan KPAID akan terus mengawal proses hukum serta memastikan hak-hak korban terpenuhi.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Dinas Sosial PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya, Carmono, memastikan kondisi bayi terus dipantau secara medis dan psikologis.

“Kami berkoordinasi dengan puskesmas dan bidan desa untuk memastikan bayi sehat. Kami juga mendampingi ibu korban hingga kondisi psikologisnya pulih,” kata Carmono.

Ibu korban, WR, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan polisi menemukan kembali bayinya.

“Alhamdulillah, saya bisa bertemu kembali dengan anak saya. Terima kasih kepada Polres Tasikmalaya yang bergerak cepat membantu saya,” ucapnya.

(Seda)

Audit BPK Menanti, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Ingatkan Sekolah Tertib Kelola Dana BOSP

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Kefot: Rapat koordinasi Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya bersama kepala sekolah dan bendahara jelang audit BPK Dana BOSP 2026 di SMPN 1 Sukaraja.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Menjelang pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kesiapan sekolah melalui rapat koordinasi dan konsultasi.

Kegiatan tersebut di gelar di Aula SMP Negeri 1 Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (9/2/2026), dan di ikuti oleh para kepala SD dan SMP beserta bendahara sekolah di lingkungan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: Kasus Pupuk Subsidi Berlanjut, Kejari Tasikmalaya Dalami Peran Pemilik dan Petugas Lapangan

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi mengatakan,rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan siap menghadapi audit BPK.

Khususnya dalam aspek pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan dana BOSP.

“Pengelolaan dan pelaporan dana BOSP harus tertib, akurat dan dapat di pertanggungjawabkan. Baik melalui sistem ARKAS maupun secara fisik di lapangan,” ujar Edi.

Ia menekankan, laporan penggunaan dana BOSP yang telah terinput dalam sistem ARKAS wajib sesuai dengan kondisi riil di sekolah. Serta ada bukti administrasi yang lengkap.

“Secara sistem mungkin sudah benar. Tetapi jika tidak ada dukungan bukti fisik seperti kuitansi atau dokumen belanja lainnya tetap berpotensi menjadi temuan dalam pemeriksaan,” tegasnya.

Kekeliruan Administrasi Bersifat Teknis

Edi mengakui, hingga kini masih menemukan kekeliruan administratif yang bersifat teknis. Seperti bukti belanja yang tidak tersimpan dengan baik atau belum lengkap.

Melalui rapat koordinasi ini, Disdikbud berupaya menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan pemahaman seluruh satuan pendidikan terkait tata kelola dana BOSP.

“Kami ingin pengelolaan BOSP di setiap sekolah berjalan seragam, transparan, dan akuntabel,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi yang baru di lantik pada 3 Februari 2026, mengingatkan para kepala sekolah agar semakin meningkatkan kepatuhan dalam setiap tahapan pengelolaan dana BOSP.

Menurutnya, dana BOSP memiliki peran strategis dalam menunjang operasional sekolah. Meskipun tidak sepenuhnya mampu menutup seluruh kebutuhan pendidikan.

“BOSP memang tidak mengakomodasi semua kebutuhan sekolah. Namun dengan pengelolaan yang tertib dan tepat sasaran, dana ini dapat membantu meringankan beban orang tua dalam pembiayaan pendidikan,” jelas Wandi.

Ia berharap, melalui penguatan tata kelola dan kepatuhan administrasi, pengelolaan dana BOSP di Kabupaten Tasikmalaya dapat berjalan optimal serta terhindar dari potensi temuan saat audit BPK.

(Farhan K)