spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 161

Pedagang UMKM di Banjar Water Park Keluhkan Retribusi Baru

0
banjar@fokusjabar.id
Salah seorang pedagang UMKM di Banjar Water Park, Husni

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang UMKM di kawasan Banjar Water Park (BWP) mengeluhkan adanya penarikan retribusi yang di nilai mendadak dan memberatkan. 

Salah satu pedagang, Husni Mubarok menyebut tarif yang mencapai Rp12 ribu per karcis terlalu tinggi bagi pelaku usaha kecil.  

“Kalau bisa jangan sampai Rp12 ribu. Normatifnya di Banjar cukup Rp5 ribu, maksimal Rp9 ribu atau Rp10 ribu. Itu pun satu karcis saja, jangan banyak pintu,” ujar Husni kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD, Kejari Kota Banjar Harus Sapu Bersih

Ia menilai sistem retribusi yang melibatkan pemerintah, Karang Taruna, dan paguyuban pedagang sebaiknya di satukan agar tidak membingungkan.  

Keluhan muncul karena penarikan di lakukan tanpa sosialisasi yang jelas. Pedagang mengaku kaget ketika retribusi langsung di berlakukan, padahal sebelumnya selama bertahun-tahun hanya ada satu jenis pungutan. 

“Dadakan, langsung dua kali penarikan tanpa pemberitahuan. Jadi terasa berat,” tambahnya.  

Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Sri Sobariah, menjelaskan bahwa dasar hukum retribusi sudah tercantum dalam Perda PDRD Nomor 23 Tahun 2023. 

Namun, pelaksanaan baru di lakukan mulai Januari 2026 setelah adanya penugasan resmi kepada dinas. “Kami baru bisa memungut retribusi setelah ada pegawai P3K yang di tugaskan. Tujuannya untuk optimalisasi PAD Banjar,” kata Sri.  

Besaran Retribusi Resmi

Sri menegaskan, besaran retribusi resmi dari perda adalah Rp5 ribu per pedagang per hari. Namun, adanya tambahan pungutan dari pihak lain seperti Karang Taruna dan paguyuban membuat pedagang merasa terbebani. 

Baca Juga: Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, PTMSI Gelar Pertandingan Tenis Meja

“Kalau dari dinas, kami hanya menjalankan aturan perda. Soal pembagian dengan pihak lain bisa didiskusikan bersama,” ujarnya.  

Sementara berdasarkan informasi yang di himpun, saat ini tercatat sekitar 200 pedagang beraktivitas di BWP. Hampir semua mengaku keberatan dengan sistem retribusi baru yang di anggap tidak transparan dan berpotensi menimbulkan pungutan liar.

Para pedagang berharap ada rembuk bersama antara pemerintah, Karang Taruna, dan paguyuban untuk mencari solusi agar tarif lebih ringan dan sistem lebih jelas.

(Budiana Martin)

Pemkot Bandung Perketat Kebijakan Zero Waste di Hotel dan Pasar

0
Bandung@FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menerapkan kebijakan zero waste secara lebih ketat, termasuk di sektor perhotelan, dengan menyiapkan sanksi tegas bagi pihak yang tidak patuh dalam pengelolaan sampah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengelolaan sampah harus di lakukan secara serius dan terukur agar mampu mengurangi beban lingkungan kota.

“Untuk tiga bulan ke depan kita kelola bersama-sama. Setelah itu akan di buat komitmen bersama. Sanksi akan di tentukan berdasarkan ukuran yang kuantitatif,” kata Farhan di Hotel Horison Kota Bandung Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Panduan Lengkap Pembayaran dan Tarif Metro Jabar Trans Bandung

Menurutnya, seluruh kawasan yang di kelola, baik oleh pemerintah maupun swasta, wajib menerapkan konsep zero waste. Dalam waktu dekat, Pemkot Bandung akan memperkuat model pengelolaan sampah di pasar tradisional.

Model tersebut telah di terapkan di Pasar Caringin dan Pasar Gedebage, dan selanjutnya akan di kembangkan di Pasar Ciroyom.

“Untuk sektor swasta, kami sudah mendapatkan beberapa contoh baik. Salah satunya Hotel Mercure Supratman yang telah menerapkan zero waste untuk sampah organik serta memiliki sistem pengelolaan IPAL yang sangat baik, sehingga air limbahnya bisa di olah kembali,”katanya.

Terkait mekanisme pengangkutan sampah dari hotel, Farhan menjelaskan bahwa hanya sampah residu yang akan di angkut.

“Sampah organik tidak lagi di angkut. Yang di angkut adalah sampah residu, itu pun di bagi dua, yakni yang bisa di daur ulang dan yang masuk RDF. Hanya limbah tertentu seperti B3 yang harus di kelola secara khusus,” jelasnya.

Baca Juga: HPN 2026: Wali Kota Bandung Dorong Pers Perkuat Peran Strategis

Sejalan Dengan Kementerian LH

Farhan menambahkan, bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menetapkan parameter kuantitatif dalam pengelolaan sampah.

Parameter itu nantinya akan menjadi acuan utama dalam penyusunan rencana induk pengelolaan sampah Kota Bandung.

Farhan menegaskan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menentukan citra pariwisata Kota Bandung

“Pariwisata akan rusak jika sampah tidak terkendali,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD, Kejari Kota Banjar Harus Sapu Bersih

0
banjar@fokusjabar.id
Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irman Hermanto.

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar, Irwan Herwanto apresiasi Kejari terkait kasus korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kota Banjar jilid 2 statusnya kini naik ke penyidikan.

“Langkah ini harus menjadi momentum cuci gudang untuk membersihkan parlemen dari praktik korupsi yang merugikan keuangan negara,” ungkap Irwan Hermanto, Selasa (10/2/2026).

Dengan naik ke penyidikan, lanjut dia, sebagai sinyal bahwa kotak pandora korupsi di DPRD Kota Banjar mulai terbuka lebar.

Baca Juga: Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, PTMSI Gelar Pertandingan Tenis Meja

“Kami menuntut kejujuran dan keberanian Kejari. Dan Jilid 2 ini harus menjadi babak akhir bagi para koruptor di Kota Banjar ini. Dan jangan sampai para koruptor tersebut lolos dari jeratan hukum,” tegasnya.

Dengan status kasus ini naik ke penyidikan, kata Irwan, hal itu menunjukkan bahwa adanya bukti permulaan yang cukup. Dan kasus korupsi sebelumnya menyeret mantan ketua DPRD Kota Banjar yaitu DRK dan sekertaris DPRD Kota Banjar R.

Dan dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Irwan menjelaskan, bahwa bukan peristiwa tunggal melainkan melibatkan jejaring yang lebih luas lagi.

“Hal ini merupakan efek domino dari putusan pengadilan. Jika fakta hukum sudah benderang, maka tidak ada alasan bagi Kejari untuk segera penetapan tersangka baru yang diduga turut menikmati aliran dana haram tersebut,” ujarnya. 

Harus Terungkap Aktornya

Terkait hal tersebut, Irwan meminta supaya kasus dugaan korupsi tunjangan DPRD jilid 2 ini harus terungkap siapa saja aktor lain yang terlibat sampai ke akar-akarnya.

Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Telur di Banjar Naik Jelang Ramadan

“Kami juga menekankan supaya Kejari Kota Banjar turut soroti peran eksekutif. Kami mendesak penyidik juga membidik peran oknum di jajaran eksekutif yang menandatangani atau meloloskan regulasi tunjangan tersebut. Tanpa restu oknum eksekutif, anggaran siluman ini tidak akan mungkin cair,” tegasnya. 

Masyarakat tentu tidak akan membiarkan kasus ini menguap, maka dengan itu, Irwan menyerukan kepada seluruh elemen di Kota Banjar untuk mengawal setiap proses hukum yang sedang di tangani Kejaksaan.

“Keadilan harus tegak, bukan hanya bagi mereka yang sudah di vonis, tapi bagi semua yang terlibat dalam pemufakatan jahat ini. Kami mendesak Kejari Kota Banjar untuk bekerja secara profesional, transparan, dan tanpa tekanan politik dari pihak manapun demi memulihkan marwah Kota Banjar,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Serentak! 500 Sekolah di Pangandaran Akan Tanam Jagung

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pangandaran, Soleh Supriadi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran akan melakukan penanaman jagung secara serentak di lingkungan sekolah.

‎”Langkah ini di lakukan untuk mengajarkan, tata cara menanam yang baik, dari sejak usia dini,” ungkap Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran. Soleh Supriadi, Selasa (10/2/2026).

‎Sedikitnya, kata Soleh Supriadi, ada 500 sekolah yang akan melakukan kegiatan menanam jagung. Secara serentak di lingkungannya.

Baca Juga: Investasi Bodong MBAstrack Tipu Ribuan Warga Pangandaran

‎”Kegiatan ini bernama ‘Green School’, dan kita akan Gong-kan. Di bulan ini (Februari-red),” jelasnya.

‎Dalam kegiatan itu, seluruh peserta didik akan di beri pemahaman tata cara. Memilah dan memilih bibit unggul yang bagus dan baik. 

“Kemudian menanam, membesarkan pohon, dan terakhir yaitu tata cara memanen. Yang harus di ketahui oleh seluruh peserta didik,” ujarnya.

‎Selain menanam dan memanen jagung, lanjut Soleh, para peserta didik juga akan di berikan bagaimana. Tata cara menjual hasil panen tersebut kepada konsumen.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Pangandaran Bongkar Peredaran Ekstasi Logo Superman

‎”Nanti para peserta didik tentunya akan di beri tahu terkait tata cara dalam mengelola keuangan dari hasi panen jagung tersebut,” tegasnya.

Langkah tersebut, Soleh menambhakan, tujuannya supaya para peserta didik memahami bagaimana tata cara mengelola keuangan dari mulai sejak dini.

‎”Selanjutnya, dari hasil penjualan panen jagung, akan di edukasi oleh para guru di sekolah masing-masing,” pungkasnya.

(Sajidin)

Jelang Ramadan, Warga Ciamis Ritual Ngembang di Situs Wira Utama

0
ciamis@fokusjabar.id
Ratusan warga Kelurahan Linggasari dan Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman saat berdoa di Situs Wira Utama I

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ratusan warga masyarakat Kelurahan Linggasari tumpah ruah di Situs cagar budaya Wira Utama I (Jang Pati II). Yang berlokasi di Gunung Jahat Kelurahan Linggasari Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

Ratusan warga masyarakat tersebut tumpah ruah di lokasi Cagar Budaya Wira Utama I. Dalam acara ritual budaya Ngembang menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Sejak pagi ratusan warga berduyun-duyun menuju lokasi makam leluhur Kadipaten Cibatu yang merupakan cikal bakal Kerajaan Galuh Ciamis.

Baca Juga: Tanggul Sungai Cintalahab Jebol, 200 Hektare Sawah di Pamarican Ciamis Terendam

Selanjutnya, di pimpin tokoh agama setempat, warga pun bertawasul berdoa kepada yang maha kuasa. Alloh SWT untuk keselamatan masyarakat Ciamis khususnya, umumnya Indonesia.

ciamis@fokusjabar.id
Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman saat berdoa di Situs Wira Utama I.

“Alhamdulillah saat ini ratusan warga masyarakat datang ke lokasi ini untuk berdoa bersama. Memohon kepada Alloh SWT agar di beri keselamatan,” ungkap Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis Andang Firman. Selasa (10/2/2026).

Doa bersama tersebut, lanjut Andan, di ikuti oleh para tokoh agama, masyarakat,budayawan dan unsur pemerintahan.

Baca Juga: Konvoi Kemenangan Warnai Kedatangan PSGC Ciamis Usai Lolos Liga 2

“Selain doa bersama, acara Ngembang ini juga menjadi ajang silaturahmi warga masyarakat menjelang bulan suci ramadhan,” ucapnya.

Sementara, Ketua paguyuban Wira Utama, Idin Jahidin menjelaskan, bahwa tradisi Ngembang yang mempunyai arti yaitu wangi dan berkembang baik.

“Intinya daerah kami ini supaya lebih maju dan semakin berkembang agar masyarakat lebih sejahtera lagi,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, PTMSI Gelar Pertandingan Tenis Meja

0
ptmsi kota banjar fokusjabar,id
Wakil Wali Kota Banjar Supriana

BANJAR, FOKUSJabar.id: Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) menggelar invitasi pertandingan tenis meja Wali Kota cup 2026 di Aula Somahna Bagja Dibuana, Selasa (10/2/2026).

Peserta yang mengikuti pertandingan ini terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, TNI, Polri, BUMN dan BUMD.

BACA JUGA:

Pelapor Dugaan KKN Desa Rejasari Banjar Kecewa, Inspektorat Dinilai Tak Transparan

Ketua PTMSI Kota Banjar, Achmad Daryatno mengatakan, pertandingan ini dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-23 Kota Banjar di gelar selama dua hari.

Dia berharap, turnamen tenis meja ini bisa menambah sinergitas dan kekompakan OPD, BUMD, BUMN dan Intansi vertikal. Sehingga ke depan dapat berimbas pada semangat kolaborasi dalam pembangunan Kota Banjar.

“Sinegritas dan kekompakan harus kita jaga. Salah satunya dengan turnamen tenis meja,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Banjar, Supriana mengapresiasi PTMSI yang sudah mengadakan pertandingan tenis meja.

Selain untuk menyambut  HUT ke-23 Kota Banjar, pertandingan ini juga menambah spirit. Terutama ASN untuk berolahraga.

“Saya sangat apresiasi PTMSI yang menjadi panitia penyelenggara,” singkatnya.

(Agus)

Antisipasi Longsor Susulan, 5 Ribu Pohon Ditanam di Cijaringao Garut

0
5 ribu pohon Cijaringao Garut fokusjabar.id
Penanaman pohon di kampung Cijaringao Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Organisasi Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (Rentan), Sekolah Sungai Cimanuk dan Wanita Binangkit Indonesia (WBI) Garut Jawa Barat (Jabar) menanam 5 ribu pohon di Kampung Cijaringao Desa Sukajaya Kecamatan Sukaresmi, Senin (9/2/2026) kemarin.

Penanaman 5 ribu pohon tersebut sebagai langkah nyata mitigasi bencana pascalongsor yang terjadi dua bulan lalu di wilayah tersebut.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

Selain fokus pada penanganan lingkungan, acara tersebut juga di kolaborasikan dengan layanan kesehatan dan santunan sosial.

Sekmat Sukaresmi, Agus Soleh menyambut baik atas inisiatif yang di gagas organisasi Rentan Garut di wilayah yang secara geografis di dominasi oleh lembah dan lahan miring.

“Kami menyambut baik giat mitigasi bencana yang di kolaborasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemberian sembako untuk anak yatim dan jompo. Kegiatan ini sangat baik sekali,” singkat Sekmat.

Ketua Rentan Garut, Agung menjelaskan, inti dari kegiatan ini adalah penanaman 5 ribu pohon di lokasi-lokasi rawan longsor.

Menurutnya, kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Provinsi Jawa Barat dan PT PLN.

“Kami tanam bibit tanaman keras. Di antaranya, Ki Hujan atau Trembesi, Katapang Kencana, Mahoni, Manglid (Magnolia Champaca)dan Alpukat,” kata Agung.

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut, Mulyono Khaddafi menegaskan, penanaman 5 ribu pohon adalah hasil rekomendasi dari sosialisasi mitigasi bencana yang di lakukan sebelumnya.

Dia menyebut, Kampung Cijaringao butuh vegetasi tanaman keras untuk mengikat tanah yang labil.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Segera Sosialisasi Mitigasi Bencana di Teras Cimanuk

“Salah satu hasil mitigasi, lokasi longsor tersebut perlu tamanan keras untuk mengantisipasi longsor susulan,” kata Mulyono.

Mulyono mengajak seluruh masyarakat Desa Sukajaya untuk memelihara dan menjaga pohon-pohon tersebut agar tumbuh maksimal. Dengan begitu, menjadi benteng alam bagi kita semua.

10 Bangunan Terancam Terseret Longsor

Direktur SSC Garut menambahkan, pascalongsor sembilan rumah dan satu bangunan madrasah serta jalan desa penghubung Kecamatan Bayongbong-Sukaresmi kondisinya terancam tergerus longsor.

5 ribu pohon Cijaringao Garut fokusjabar.id
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut, Mulyono Khaddafi

Menurutnya, di sana ada lansia dan anak-anak. Karenanya, SSC selalu menguatkan mental mereka agar tabah serta tetap siaga.

“Selama ini, Kami selalu mengautkan mereka agar tabah dan tetap siaga,” ucap Mulyono kepada FOKUSJabar, Selasa (10/2/2026).

Pihaknya berharap, pemerintah serius dalam melaksanakan mitigasi bencana. Pasalnya, langkah tersebut merupakan salah satu untuk meminimalisir kejadian yang tidak di harapkan.

“Pemerintah jangan bergerak setelah bencana terjadi. Namun harus mengantisipasi sejak dini. Salah satunya dengan mitigasi bencana,” tegas Mulyono yang juga Sekjen Ormas Gerakan Anak Sunda (GAS).

“Jika pemerintah hadir setelah kejadian, itu namanya pencitraan yang hanya menghabiskan anggaran saja. Berbeda sebelum terjadi bencana, itu lebih bagus serta lebih bermoral menyelematkan harta dan nyawa,” pungkasnya.

Hadir pada acara mitigasi bencana, Anggota DPRD Jabar, Ahab Sihabudin, Dinkes, LH, BPN, Depag, BPKAD, DKP serta tamu undangan lainnya.

(Bambang Fouristian)