spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 160

Partai Demokrat Gelar ‘Langit Biru’ di Pangandaran

0
Langit Biru Partai Demokrat fokusjabar.id
Langit Biru Partai Demokrat di Pangandaran

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Partai Demokrat menggelar serangkaian kegiatan sosial bertajuk ‘Gerakan Langit Biru’ di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), Jumat (28/8/2026).

‎Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih pantai, donor darah hingga bazar tebus murah untuk masyarakat setempat.

‎BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Setuju Arahan Prabowo soal Kunjungan ke NTT

‎Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat.

‎”Kita melakukan bersih-bersih pantai, donor darah dan bazar tebus murah. Ya intinya kita ingin masyarakat merasakan kebersamaan bersama Partai Demokrat,” ujar Anton.

‎Anton menyebut, Partai Demokrat tidak ingin hanya hadir saat masa pemilu saja.

‎”Kita tidak ingin hanya datang pada saat pemilu saja. Kita harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka dan membantu apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat,” kata Anton.

Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono menilai, kehadiran Partai Demokrat sangat membantu masyarakat. Untuk itu, ia memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

‎”Para wartawan tahu sendiri, saya mendukung penuh ke depan. Mudah-mudahan program-program seperti ini akan selalu kontinyu,” kata Ino.

‎Ino juga mengenang kedekatannya dengan Partai Demokrat sejak lama.

‎”Saya yakin, apalagi saya termasuk yang dari dulu sebelum masuk partai pun, pas di 2004 saya nyoblos Demokrat dan dukung Pak SBY,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Soroti Tongkang Batu Bara di Pangandaran: Pengusaha Harus Ganti Rugi

‎Ratusan warga desa sekitar pantai Pangandaran tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan sembako murah, warga juga memanfaatkan layanan donor darah gratis dan ikut serta dalam aksi peduli lingkungan.

‎Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat berharap, kegiatan sosial seperti ini bisa terus di lakukan secara rutin agar kedekatan dengan masyarakat tetap terjaga.

(Sajidin)

Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Oktober jadi Penentu

0
mesin pengolah sampah fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Jumat (28/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih uji coba mesin pengolah sampah hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Satu unit mesin saat ini telah di pasang di salah satu tempat pengolahan sampah di Kelurahan Padasuka.

BACA JUGA:

2 Ribu Warga Kota Bandung Masih Andalkan Mobil Tangki

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, mesin tersebut mengolah sampah organik menjadi briket yang nantinya di rencanakan di jual kepada pabrik-pabrik tahu.

“Salah satu TPS di Kelurahan Padasuka ada satu alat pengelolaan sampah mengubah sampah organik menjadi briket. Nah, briketnya nanti akan kita jual ke pabrik-pabrik tahu. Itu bantuan dari provinsi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, mesin tersebut memiliki kapasitas maksimal sekitar tiga ton sampah per hari. Namun, Pemkot Bandung masih belum memperbanyak penggunaannya karena masih harus memastikan mesin tersebut bekerja secara optimal.

Farhan menjelaskan, mesin pengolah sampah merupakan mesin industri. Sehingga membutuhkan serangkaian pengujian sebelum di terapkan secara luas.

Menurut Dia, pengujian mencakup kemampuan pengolahan, konstruksi hingga pengelolaan polusi udara.

“Mesin sampah itu tidak seperti kita beli alat elektronik, datang ke rumah, colok, langsung hidup. Karena ini adalah sebuah mesin industri, sekecil apa pun, coba, pasang dulu, konstruksinya dan pengelolaan polusi udaranya sudah baik apa enggak,” katanya.

Hasil evaluasi awal terhadap mesin di Padasuka sudah keluar. Namun, hasil pengolahan sampah yang di peroleh masih belum konsisten. Sehingga di perlukan penyempurnaan lebih lanjut.

“Itu sudah keluar, tapi masih belum konsisten. Itu, sudah ada hasil tapi belum konsisten. Maka akan di tingkatkan terus konsistensinya,” ucap Farhan.

Selain hasil pengolahan, Pemkot Bandung juga masih menghitung efisiensi operasional mesin tersebut. Perhitungan mencakup konsumsi listrik, kebutuhan tenaga kerja hingga skema pembiayaan pengelolaan sampah.

BACA JUGA:

Lapak Cicaheum Dibongkar, Farhan: PKL Boleh Dagang

Salah satu opsi yang tengah di kaji adalah kemungkinan masyarakat membayar jasa pengelolaan sampah. Namun, Pemkot Bandung juga mempertimbangkan kemungkinan biaya tersebut di tanggung atau di subsidi pemerintah.

“Kita mesti bicara masalah apakah konsumsi listriknya efisien. Kan kadang-kadang kita suka lupa ngitung itu. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang di butuhkan, berapa besar kalau misalkan kita mau jual jasa pengelolaan sampah itu kepada masyarakat. Masyarakat mesti bayarnya berapa, ataukah bisa nanti di tanggung, di subsidi oleh pemerintah atau enggak. Itu masih kita hitung. Jadi masih eksperimen sekarang,” jelasnya.

Pemkot Bandung menargetkan hasil uji coba tersebut sudah dapat di ketahui lebih jelas pada Oktober 2026. Jika hasil evaluasi menunjukkan teknologi tersebut efisien, penerapannya akan mulai di perluas.

“Kalau dari teman-teman yang di lapangan janjinya bulan Oktober sudah ketahuan hasilnya. Jadi kalau Oktober sudah ketahuan hasilnya dan ternyata efisien, kita bisa laksanakan,” ungkapnya.

Pada tahap awal, Pemkot Bandung akan menggandakan penerapan mesin tersebut ke 20 titik. Jika seluruh titik berjalan dengan baik, program akan di perluas secara bertahap hingga 151 kelurahan.

“Langsung duplikasi di 20 dulu. Dari 20 jalan semuanya, baru kita tambah secara bertahap sampai 151, satu di setiap kelurahan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Promo Pemasangan Saluran Air Bersih di Perumdam Tirta Galuh

0
Perumdam Tirta Galuh fokusjabar.id
Promo Perumdam Tirta Galuh

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perumdam Tirta Galuh Kabupaten Ciamis memberikan promo spesial  bagi pelanggan baru dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dirut Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto membenarkannya. Menurut Dia, promo tersebut berlaku sepanjang bulan Agustus (1-31).

BACA JUGA:

Ratusan Warga Wanasigra Ziarah ke Makam Syeh Padamata

Selain memperingati HUT RI juga memperingati HUT ke-38 Perumdam Tirta Galuh Ciamis.

“Promo ini di hadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Ciamis dan memperluas akses layanan air bersih yang sehat dan aman,” katanya, Jumat (28/8/2026).

Pihaknya ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses air minum yang sangat layak.

“Adapun program promo yang di tawarkan mencakup pemasangan Sambungan Langsung (SL) Baru. Biaya di pangkas dari Rp1,4 juta menjadi Rp500 ribu (khusus untuk wilayah pelayanan Cabang Ciamis dan Cisaga),” ucapnya

Amsi melanjutkan, pemasangan atau penyambungan kembali di berikan secara gratis bagi mantan pelanggan yang ingin aktif kembali yang berlaku untuk seluruh wilayah pelayanan Perumdam Tirta Galuh Ciamis.

“Biaya pemasangan itu sudah mencakup pipa dinas hingga 6 meter dari jalur pipa distribusi terdekat. Apabila terdapat kelebihan panjang pipa, biaya akan di sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

Amsi menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kesempatan tetsebut dapat menghubungi WhatsApp layanan informasi di nomor 0822-1111-6763 atau mendatangi kantor pelayanan Perumdam Tirta Galuh terdekat sebelum masa promo berakhir.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya sebelum habis masa waktunya,” ungkap Dia.

Program promo tersebut merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan biaya lebih ringan dan proses yang mudah, di harapkan dapat meningkatkan akses air bersih yang layak, sehat dan terjangkau.

Mari manfaatkan promo ini sebelum masa berlaku habis demi kenyamanan dan kesehatan keluarga.

(Husen Maharaja)

Ratusan Warga Wanasigra Ziarah ke Makam Syeh Padamatan

0
makam Syeh Padamatan fokusjabar.id
Doa bersama di Makam Syeh Padamatan Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ratusan warga Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) ziarah ke makam Syeh Padamatan.

Mereka gelar doa bersama atau ziarah kubur kepada leluhur yang telah berjasa dan sangat di hormati warga.

BACA JUGA:

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

Syeh Padamatan semasa hidupnya  merupakan tokoh pembuka awal Desa Wanasigra dan sekitarnya.

Karena melihat jasa-jasa Syeh Padamatan, warga Desa Wanasigra memberikan perhormatan dengan melakukan doa bersama di lokasi makam.

Ratusan warga itu larut dalam kelhusuan saat doa di lantunkan oleh seorang  ustadz yang memimpin jalannya tawsulan.

“Syeh Padamatan merupakan penyebar Agama Islam di sini sekaligus sebagai pemimpin pertama di Wanasigra,” kata Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, Jumat (28/8/2026).

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Dian Budiyana meminta maaf kepada seluruh masyarakat Desa Wanasigra di mana pada momen Merlawuh tahun ini Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tidak bisa menghadiri.

Menurutnya, Bupati Ciamis sedang ada agenda kenegaraan yang sangat penting bagi Kabupaten Ciamis di Jogjakarta untuk menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Pak Bupati sebenarnya sudah mengagendakan dari jauh-jauh hari untuk hadir. Namun mohon maaf karena ada agenda kenegaraan Beliau tidak bisa hadir,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Ciamis Belum Terisi, Ketua DPD Demokrat Jabar Sebut Nama Anjar Asmara

Ziarah kubur ke makam leluhur mengingatkan kita pada kematian dan asal-usul kita. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk bakti, doa, dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur yang telah mendahului.

Dengan mendoakan, membersihkan makam dan menabur bunga, kita berharap amal mereka di terima dan kita di beri pelajaran untuk hidup lebih baik.

(Husen Maharaja)

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

0
Cabai rawit domba ciamis fokusjabar.id
Lokasi tanaman Cabai Rawit Domba milik Yoyo

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tanaman Cabai rawit domba siap panen  milik Yoyo di areal pesawahan dekat Situs Gandoang Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) di sikat maling.

Yoyo mengalami kerugian jutaan rupiah karena harga cabe rawit saat ini cukup mahal.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Ciamis Belum Terisi, Ketua DPD Demokrat Jabar Sebut Nama Anjar Asmara

Di ketahui tanaman cabai rawit domba di jarah maling setelah pemilik akan memanennya. Dia melihat batang tanaman patah dan layu.

“Sudah lima kali tanaman cabao rawit domba milik Saya di jarah maling,” katanya, Jumat (28/8/2026).

Yoyo mengatakan, si maling mengtahui bahwa cabai miliknya sudah masa panen.

Yoyo mengaku, hasil panennya menurun drastis karena lebih dulu do petik maling.

“Dari total tanaman cabe rawit yang di panen, biasanya bisa menghasilkan sekitar 50 kg. Kini hanya sekitar 3 kg,” ungkap Yoyo.

BACA JUGA:

Berkarya Tak Kenal Usia, Herdiat Dorong Lansia Ciamis Tetap Produktif

Menurut Yoyo, warga sempat melihat ada orang menggunakan sepeda motor dari arah areal tanaman cabai miliknya. Namun tidak menaruh curiga maling.

“Kata warga sekitar pukul 02.00 WIB, Dia melihat ada tiga orang yang mengendarai sepeda motor datang dari arah areal tanaman cabe rawit milik saya,” ungkapnya.

Kejadian pencurian tanaman merupakan bentuk tindakan yang merugikan dan mencederai usaha warga. Tanaman yang di curi bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai jerih payah dalam merawat.

Di harapkan aparat menindak tegas pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

(Husen Maharaja)

2 Ribu Warga Kota Bandung Masih Andalkan Mobil Tangki

0
warga kota bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih mengandalkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Data terakhir mencatat sekitar 2.000 warga terdampak.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kebutuhan air bersih masyarakat terdampak masih dapat di penuhi melalui distribusi air dari Perumda Tirtawening.

BACA JUGA:

Program CFD dan Braga Beken Kota Bandung Jadi Temuan BPK

“Alhamdulillah kita masih bisa cover dengan air tangki dari PDAM,” kata Farhan, Jumat (28/8/2026).

Sejumlah wilayah yang terdampak di antaranya, Kecamatan Cicendo, Sukajadi, Mandalajati, Arcamanik, serta sebagian kawasan Cibeunying.

Farhan mengatakan, penyediaan Sarana Air Bersih (SAB) membutuhkan waktu. Terutama untuk menentukan titik sumber air. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kedalaman sumber air di sejumlah titik sudah mencapai lebih dari 60 meter.

“Memang SAB butuh waktu beberapa lama. Terutama untuk menentukan titik-titiknya. Selain titik yang ada kan udah lebih dari 60 meter tuh. Nah, itu mesti nembus lagi kedalamannya,” kata Farhan.

Farhan membenarkan berdasarkan data terakhir terdapat sekitar 2.000 warga yang terdampak kekeringan di Kota Bandung.

“Betul. Makanya itu masih pakai tangki,” ujarnya.

BACA JUGA:

Proyek BRT, Pedagang Cicaheum Bandung Terima Kompensasi Rp6 Juta

Menurutnya, wilayah terdampak tidak hanya berada di kawasan timur Kota Bandung. Sejumlah wilayah di bagian utara yang berada di kawasan lebih tinggi juga mengalami persoalan serupa.

“Ada yang di timur tapi sebagian utara. Timur di atas sama utara di atas,” ungkapnya.

Meski demikian, Farhan memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak masih dapat di tangani melalui distribusi mobil tangki.

“PDAM masih bisa meng-cover dengan mobil tangki,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

BGN Masih Moratorium, Sudaryono: Pemilik SPPG Harap Sabar

0
BGN SPPG moratorium fokusjabar.id
foto web

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) masih melakukan moratorium penerbitan izin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.

Sudaryono meminta bersabar kepada para pihak yang sudah membangun SPPG.

BACA JUGA:

Badan Gizi Nasional Ubah Jam Kerja Kepala Dapur

“Jadi kami mohon sabar sedikit,” kata Sudaryono.

Pemilik SPPG di kejar bank

Sudaryono mengatakan, ada sejumlah mitra SPPG yang sudah di tagih bank karena meminjam modal untuk pembangunan dapur.

“Jadi memang banyak yang sudah bangun dapur, utang ke bank, di kejar-kejar bank. Izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” tegas Mas Dar.

Sudaryono menyebut, saat ini jumlah SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 27.485. Saat ini pihaknya tengah fokus menyisir  melakukan penertiban untuk memastikan tata kelolanya baik dan sesuai dengan SOP.

Dia meminta waktu sampai Oktober untuk menyelesaikan permasalahan MBG. Termasuk dengan penertiban SPPG.

“Jadi kami izinkan di September kalau sudah jelas peraturannya, fix dari Kementerian Keuangan dan K/L yang berhubungan ini secara aturan beres semua. Jadi tidak ada lagi aturan yang kita langgar yang itu kemudian membuat masalah di kemudian hari,” ujar Sudaryono

Tak mau menambah masalah

Dia menegaskan, moratorium ini di perlukan untuk tidak menambah masalah. Sudaryono mengaku, dirinya tak mau ada SPPG baru sebelum SPPG yang sudah beroperasi memiliki tata kelola yang baik.

BACA JUGA:

Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

“Intinya kami di Agustus ini izinkan membereskan 27 ribu yang sudah operasional mengenai tata kelola. Peraturannya mesti bener dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka buka buka akhirnya numpuk masalah,” kata dia.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala BGN mengubah aturan jam kerja baru bagi Kepala dapur di seluruh SPPG.

Menurutnya, pengawasan kini di lakukan secara ketat. Termasuk melalui pengecekan langsung via konferensi video (zoom) pada jam-jam krusial.

Sudaryono menjelaskan, aturan jam kerja telah di tetapkan dalam dua shift utama.

Mas Dar menyebut, langkah tersebut di ambil untuk memastikan kehadiran personel di saat-saat paling penting dalam proses pengolahan makanan.

Untuk meminimalkan celah kelalaian, BGN menerapkan sistem absensi manual melalui aplikasi Zoom pada pukul 02.00 (di sesuaikan dengan zona waktu masing-masing wilayah).

(Bambang Fouristian)