spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 159

Mahasiswa KKN Unigal Revitalisasi Goa Ciperengut Pangandaran

0
Goa Ciperengut fokusjabar.id
Goa Ciperengut

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) menginisiasi program revitalisasi Goa Ciperengut di Desa Masawah Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

Goa Ciperengut yang selama ini kurang terawat itu ternyata menyimpan nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat.

‎BACA JUGA:

Partai Demokrat Tancap Gas di Pangandaran, Ini Targetnya

‎Program ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Unigal yang berlangsung di Desa Masawah.

‎Wakil Koordinasi Desa KKN Masawah, Hani Nuraeni mengatakan, program revitalisasi berawal dari hasil observasi mahasiswa terhadap potensi desa.

‎”Program ini berawal dari hasil observasi kami terhadap potensi yang ada di Desa Masawah. Kami menemukan Goa Ciperengut sebagai salah satu warisan alam yang memiliki potensi untuk di kembangkan. Tetapi pada saat itu kondisinya masih kurang terawat dan akses menuju lokasi juga cukup sulit,” kata Hani.

‎Selain keindahan alam, Goa Ciperengut juga menyimpan cerita sejarah. Berdasarkan penuturan warga, goa ini pernah menjadi tempat berlindung dan tempat menyimpan padi serta hasil pertanian agar tidak di jarah pada masa konflik dan ancaman gerombolan DI/TII.

‎”Jadi, goa ini bukan hanya memiliki nilai dari sisi alam. Tetapi juga memiliki cerita sejarah yang penting untuk di kenalkan dan di jaga,” ujarnya.

‎Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif melakukan revitalisasi. Kegiatannya meliputi pembersihan jalur menuju goa, penataan kawasan sekitar serta membuat aksesnya lebih mudah untuk di kunjungi.

‎”Dalam prosesnya tentu terdapat beberapa hambatan. Terutama kondisi jalan menuju lokasi yang rusak dan jalur menuju goa yang masih di penuhi ranting serta tumbuhan liar,” jelas Hani.

‎Hani berharap, revitalisasi ini menjadi langkah awal pengembangan Goa Ciperengut sebagai destinasi wisata desa.

‎”Melalui kegiatan ini, kami berharap Goa Ciperengut dapat kembali di perhatikan dan di rawat. Sehingga potensinya sebagai destinasi wisata desa dapat di kembangkan,” kata Hani.

‎BACA JUGA:

Partai Demokrat Gelar ‘Langit Biru’ di Pangandaran

‎Lebih dari itu, ia ingin masyarakat menyadari bahwa Goa Ciperengut adalah bagian dari warisan alam dan sejarah Desa Masawah yang perlu di jaga bersama.

‎”Harapan kami, revitalisasi yang di lakukan selama KKN ini bukan menjadi akhir. Tetapi menjadi langkah awal agar Goa Ciperengut dapat terus di rawat, di kembangkan dan di kenal oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan nilai sejarah serta kelestarian alamnya,” pungkas Dia.

‎Pemerintah Desa Masawah menyambut baik inisiatif mahasiswa. Ke depan, pengelolaan Goa Ciperengut di harapkan dapat di sinergikan dengan program desa wisata di Kecamatan Cimerak.

Revitalisasi goa peninggalan sejarah merupakan langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya, meningkatkan nilai edukasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Dengan penataan yang tepat, goa tidak hanya terjaga kelestariannya. Tetapi juga menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah yang membanggakan.

(sajidin)

Pemkot Bandung Bidik Investasi Lingkungan, Sampah Jadi Prioritas

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai membuka peluang investasi di sektor lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih berkelanjutan. Tiga sektor menjadi prioritas, yakni pengelolaan sampah, air bersih, dan peningkatan kualitas udara.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peluang investasi tersebut dikaji dengan dukungan Pemerintah Inggris dan International Finance Corporation (IFC). Kajian itu kini telah rampung dan akan menjadi salah satu bahan bagi Pemkot Bandung dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Beberapa peluang dari investasi di bidang lingkungan itu, satu, pengelolaan sampah tentunya. Kedua, peningkatan pengelolaan air bersih, dan ketiga, peningkatan investasi dalam peningkatan kualitas udara,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Oktober jadi Penentu

Menurutnya, investasi di sektor lingkungan diperlukan untuk mendukung target Kota Bandung menekan emisi gas buang dan efek rumah kaca hingga 22 persen pada 2035.

Hasil kajian tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung. Kajian akan diturunkan menjadi panduan kebijakan dan diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk RPJMD dan RPJPD.

Pelaksanaan Program 2027

Farhan mengatakan, kajian tersebut juga diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun perencanaan pada 2028 serta pelaksanaan program pada 2027.

Dengan adanya parameter yang terukur, Pemkot Bandung dapat mengevaluasi capaian setiap program, termasuk menentukan sektor yang dinilai berhasil maupun yang masih membutuhkan perbaikan.

“Jadi kita bisa ada patokan-patokan yang bisa kita jadikan sebagai alat ukur parameter. Yang berhasil indeksnya berapa, yang kurang berhasil indeksnya berapa. Itulah kira-kira unsur-unsur ilmiahnya,” ujarnya.

Dari tiga sektor yang dikaji, pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama. Farhan mengakui investasi di bidang tersebut di Kota Bandung selama ini belum berjalan optimal.

Farhan menjelaskan, penanganan sampah masih cenderung dilakukan secara reaktif dan responsif ketika persoalan muncul. Karena itu, Pemkot Bandung ingin mengembangkan pola pengelolaan yang lebih terencana, termasuk memperkuat penanganan sampah dari hulu.

Perencanaan Jangka Panjang

“Kita lebih banyak melakukan penanganan sampah saja, yang bentuknya juga lebih ke reaktif sama responsif, bukan perencanaan jangka panjang,” jelasnya.

Ke depan, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan pada teknologi pengolahan berskala besar di bagian hilir. Pemkot Bandung juga ingin mendorong pengolahan sampah berbasis wilayah dengan skala kecil hingga menengah.

Baca Juga: 2 Ribu Warga Kota Bandung Masih Andalkan Mobil Tangki

Konsep tersebut akan melengkapi rencana pengolahan sampah menjadi energi melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Selain PSEL, Pemkot Bandung tengah mengembangkan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) di kawasan Gedebage. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta Danantara.

“Diharapkan dari penelitian ini kita bisa mendapatkan berbagai macam ide, tidak hanya PSEL yang jumlahnya besar di hilir, tetapi juga pengelolaan sampah di hulu yang sifatnya pengelolaan sampah per wilayah dalam skala-skala kecil sampai menengah,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Warga Desa Wanasigra Ciamis Taat Larangan Karuhun

0
Warga Desa Wanasigra fokusjabar.id
Kades Wanasigra Yudi Wahyudi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Warga Desa Wanasigra Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) hingga kini masih teguh memegang tatakon (larangan) leluhur.

Kondisi tersebut di benarkan Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi. Menurutnya, ada empat larangan bagi warga yang sampai saat ini masih di pegang teguh. Mereka takut kena karma jika melanggarnya.

BACA JUGA:

Ratusan Warga Wanasigra Ziarah ke Makam Syeh Padamatan

“Warga di sini dilarang menyembelih Kerbau Bule, jangan menabuh Goong, anak yang menjadi pengantin sunat jangan pakai pangsi hitam dan warga juga tidak di perbolehkan membuat sumur air berbentuk bulat,” katanya.

Dia menyebut, semua larangan tesebut harus di laksanakan oleh warga Desa Wanasigra agar tidak terkena bala atau kutuk dari para leluhur.

“Filosofi dari semua larangan itu artinya kita harus hidup sederhana jangan berfoya foya,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang tidak menaati larangan, untuk sanksinya di serahkan kepada keyakinan masing-masing.

“Urusan hukum bagi yang melanggar larangan itu bukan urusan pemerintah. Tapi di serahkan kepada keyakinan mereka. Warga di sini masih mematuhi larang itu,” jelasnya.

BACA JUGA:

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

Dia mengatakan, di Desa Wanasigra setiap tahun di gelar acara adat Merlawuh.  Di mana sebelum acara puncak melakukan ziarah ke Makam Syeh Padamatan. Sebelumnya warga juga telah melaksanakan penyucian barang-barang peninggalan Karuhun. Salah satunya keris.

“Penyucian barang peninggalan Karuhun itu bukan untuk di pigusti tapi untuk di pupusti atau di rawat kelestariannya,” ungkap Kades.

Mematuhi larangan leluhur bukan berarti takut atau percaya tahayul. Ini adalah bentuk menghormati nilai, norma dan kearifan lokal yang sudah di jaga turun-temurun.

Larangan itu sering kali punya alasan. Yakni, menjaga alam, menjaga kerukunan dan menjaga keselamatan. Dengan mematuhinya, kita melestarikan identitas dan menunjukkan bakti kepada leluhur.

(Husen Maharaja)

Partai Demokrat Tancap Gas di Pangandaran, Ini Targetnya

0
demokrat pangandaran fokusjabar.id
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Sukartono Suratto

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) di target meraih 2 kursi di DPRD pada Pemilu 2029.‎

‎Target itu di sampaikan langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto saat menghadiri kegiatan ‘Gerakan Langit Biru’ di Pantai Batuhiu, Jumat (28/8/2026).

‎BACA JUGA:

Partai Demokrat Gelar ‘Langit Biru’ di Pangandaran

‎Seperti di ketahui, partai berlambang mercy ini pernah memiliki 1 kursi di DPRD Pangandaran periode 2014-2019. Namun pada Pemilu 2019 dan 2024, Demokrat Pangandaran tidak mendapatkan kursi sama sekali. Nasib yang sama juga di alami Partai NasDem.

‎Anton mengaku optimis Demokrat Pangandaran akan kembali duduk di legislatif pada 2029.

‎”Insyaallah untuk Kabupaten Pangandaran, akan pecah telor di tahun 2029 nanti. Doakan saja,” ucap Anton kepada wartawan.

‎Menurut Anton, berbagai upaya dan strategi sudah mulai di lakukan dari sekarang. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi kader di tingkat desa hingga kecamatan.

‎”Saya datang ke sini juga untuk memastikan bahwa pergerakan di mulai dari sekarang, sehingga telornya pecah,” ujarnya.

‎Partai Demokrat menargetkan 2 kursi dari 5 daerah pemilihan yang ada di Pangandaran. Target itu di nilai masih sangat realistis mengingat saat ini partai tersebut belum memiliki kursi.

‎”Kita 2 kursi aja dulu dari 5 dapil, tidak muluk-muluk, soalnya dari 0 kursi. Ya syukur-syukur bisa dapat 5 kursi,” katanya.

‎Anton menegaskan, untuk mendongkrak suara di Pileg nanti, seluruh kader terutama pengurus harus turun langsung bersentuhan dengan masyarakat.

‎BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Sambut Kedatangan Ketua DPD Demokrat Jabar di Pangandaran, Bahas Potensi Daerah Hingga Kolaborasi

‎”Kaderisasi kita akan lihat calon-calon potensial di seluruh kota dan kabupaten. Termasuk di provinsi dan juga RI,” ujarnya.

‎Ia berharap, melalui kegiatan sosial seperti ‘Gerakan Langit Biru’ kedekatan Demokrat dengan masyarakat Pangandaran bisa terus terjaga hingga 2029.

Partai Demokrat harus terus hadir dan dekat dengan masyarakat. Karena kekuatan partai bukan hanya di gedung DPR, tapi di hati rakyat.

Dengan turun langsung, mendengar aspirasi dan memberi solusi nyata, Partai Demokrat akan tetap relevan sebagai rumah besar bagi rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

(Sajidin)

Partai Demokrat Gelar ‘Langit Biru’ di Pangandaran

0
Langit Biru Partai Demokrat fokusjabar.id
Langit Biru Partai Demokrat di Pangandaran

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Partai Demokrat menggelar serangkaian kegiatan sosial bertajuk ‘Gerakan Langit Biru’ di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), Jumat (28/8/2026).

‎Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih pantai, donor darah hingga bazar tebus murah untuk masyarakat setempat.

‎BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Setuju Arahan Prabowo soal Kunjungan ke NTT

‎Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat.

‎”Kita melakukan bersih-bersih pantai, donor darah dan bazar tebus murah. Ya intinya kita ingin masyarakat merasakan kebersamaan bersama Partai Demokrat,” ujar Anton.

‎Anton menyebut, Partai Demokrat tidak ingin hanya hadir saat masa pemilu saja.

‎”Kita tidak ingin hanya datang pada saat pemilu saja. Kita harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi mereka dan membantu apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat,” kata Anton.

Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono menilai, kehadiran Partai Demokrat sangat membantu masyarakat. Untuk itu, ia memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

‎”Para wartawan tahu sendiri, saya mendukung penuh ke depan. Mudah-mudahan program-program seperti ini akan selalu kontinyu,” kata Ino.

‎Ino juga mengenang kedekatannya dengan Partai Demokrat sejak lama.

‎”Saya yakin, apalagi saya termasuk yang dari dulu sebelum masuk partai pun, pas di 2004 saya nyoblos Demokrat dan dukung Pak SBY,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Soroti Tongkang Batu Bara di Pangandaran: Pengusaha Harus Ganti Rugi

‎Ratusan warga desa sekitar pantai Pangandaran tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan sembako murah, warga juga memanfaatkan layanan donor darah gratis dan ikut serta dalam aksi peduli lingkungan.

‎Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat berharap, kegiatan sosial seperti ini bisa terus di lakukan secara rutin agar kedekatan dengan masyarakat tetap terjaga.

(Sajidin)

Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Oktober jadi Penentu

0
mesin pengolah sampah fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Jumat (28/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih uji coba mesin pengolah sampah hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Satu unit mesin saat ini telah di pasang di salah satu tempat pengolahan sampah di Kelurahan Padasuka.

BACA JUGA:

2 Ribu Warga Kota Bandung Masih Andalkan Mobil Tangki

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, mesin tersebut mengolah sampah organik menjadi briket yang nantinya di rencanakan di jual kepada pabrik-pabrik tahu.

“Salah satu TPS di Kelurahan Padasuka ada satu alat pengelolaan sampah mengubah sampah organik menjadi briket. Nah, briketnya nanti akan kita jual ke pabrik-pabrik tahu. Itu bantuan dari provinsi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, mesin tersebut memiliki kapasitas maksimal sekitar tiga ton sampah per hari. Namun, Pemkot Bandung masih belum memperbanyak penggunaannya karena masih harus memastikan mesin tersebut bekerja secara optimal.

Farhan menjelaskan, mesin pengolah sampah merupakan mesin industri. Sehingga membutuhkan serangkaian pengujian sebelum di terapkan secara luas.

Menurut Dia, pengujian mencakup kemampuan pengolahan, konstruksi hingga pengelolaan polusi udara.

“Mesin sampah itu tidak seperti kita beli alat elektronik, datang ke rumah, colok, langsung hidup. Karena ini adalah sebuah mesin industri, sekecil apa pun, coba, pasang dulu, konstruksinya dan pengelolaan polusi udaranya sudah baik apa enggak,” katanya.

Hasil evaluasi awal terhadap mesin di Padasuka sudah keluar. Namun, hasil pengolahan sampah yang di peroleh masih belum konsisten. Sehingga di perlukan penyempurnaan lebih lanjut.

“Itu sudah keluar, tapi masih belum konsisten. Itu, sudah ada hasil tapi belum konsisten. Maka akan di tingkatkan terus konsistensinya,” ucap Farhan.

Selain hasil pengolahan, Pemkot Bandung juga masih menghitung efisiensi operasional mesin tersebut. Perhitungan mencakup konsumsi listrik, kebutuhan tenaga kerja hingga skema pembiayaan pengelolaan sampah.

BACA JUGA:

Lapak Cicaheum Dibongkar, Farhan: PKL Boleh Dagang

Salah satu opsi yang tengah di kaji adalah kemungkinan masyarakat membayar jasa pengelolaan sampah. Namun, Pemkot Bandung juga mempertimbangkan kemungkinan biaya tersebut di tanggung atau di subsidi pemerintah.

“Kita mesti bicara masalah apakah konsumsi listriknya efisien. Kan kadang-kadang kita suka lupa ngitung itu. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang di butuhkan, berapa besar kalau misalkan kita mau jual jasa pengelolaan sampah itu kepada masyarakat. Masyarakat mesti bayarnya berapa, ataukah bisa nanti di tanggung, di subsidi oleh pemerintah atau enggak. Itu masih kita hitung. Jadi masih eksperimen sekarang,” jelasnya.

Pemkot Bandung menargetkan hasil uji coba tersebut sudah dapat di ketahui lebih jelas pada Oktober 2026. Jika hasil evaluasi menunjukkan teknologi tersebut efisien, penerapannya akan mulai di perluas.

“Kalau dari teman-teman yang di lapangan janjinya bulan Oktober sudah ketahuan hasilnya. Jadi kalau Oktober sudah ketahuan hasilnya dan ternyata efisien, kita bisa laksanakan,” ungkapnya.

Pada tahap awal, Pemkot Bandung akan menggandakan penerapan mesin tersebut ke 20 titik. Jika seluruh titik berjalan dengan baik, program akan di perluas secara bertahap hingga 151 kelurahan.

“Langsung duplikasi di 20 dulu. Dari 20 jalan semuanya, baru kita tambah secara bertahap sampai 151, satu di setiap kelurahan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Promo Pemasangan Saluran Air Bersih di Perumdam Tirta Galuh

0
Perumdam Tirta Galuh fokusjabar.id
Promo Perumdam Tirta Galuh

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perumdam Tirta Galuh Kabupaten Ciamis memberikan promo spesial  bagi pelanggan baru dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dirut Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto membenarkannya. Menurut Dia, promo tersebut berlaku sepanjang bulan Agustus (1-31).

BACA JUGA:

Ratusan Warga Wanasigra Ziarah ke Makam Syeh Padamata

Selain memperingati HUT RI juga memperingati HUT ke-38 Perumdam Tirta Galuh Ciamis.

“Promo ini di hadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Ciamis dan memperluas akses layanan air bersih yang sehat dan aman,” katanya, Jumat (28/8/2026).

Pihaknya ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses air minum yang sangat layak.

“Adapun program promo yang di tawarkan mencakup pemasangan Sambungan Langsung (SL) Baru. Biaya di pangkas dari Rp1,4 juta menjadi Rp500 ribu (khusus untuk wilayah pelayanan Cabang Ciamis dan Cisaga),” ucapnya

Amsi melanjutkan, pemasangan atau penyambungan kembali di berikan secara gratis bagi mantan pelanggan yang ingin aktif kembali yang berlaku untuk seluruh wilayah pelayanan Perumdam Tirta Galuh Ciamis.

“Biaya pemasangan itu sudah mencakup pipa dinas hingga 6 meter dari jalur pipa distribusi terdekat. Apabila terdapat kelebihan panjang pipa, biaya akan di sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:

Cabai Rawit Domba Siap Panen di Wanasigra Ciamis Dijarah Maling

Amsi menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kesempatan tetsebut dapat menghubungi WhatsApp layanan informasi di nomor 0822-1111-6763 atau mendatangi kantor pelayanan Perumdam Tirta Galuh terdekat sebelum masa promo berakhir.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya sebelum habis masa waktunya,” ungkap Dia.

Program promo tersebut merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan biaya lebih ringan dan proses yang mudah, di harapkan dapat meningkatkan akses air bersih yang layak, sehat dan terjangkau.

Mari manfaatkan promo ini sebelum masa berlaku habis demi kenyamanan dan kesehatan keluarga.

(Husen Maharaja)