spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 159

Longsor Tutup Jalur Pamarican–Langkaplancar Ciamis, Arus Lalu Lintas Lumpuh Total

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Rumpun Bambu yang terseret longsor timbun jalur Pamarican - Langkaplanca

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Longsor tebing menutup total akses jalan di Dusun Legokmenol, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (10/2/2026) sore. Material tanah bercampur rumpun bambu menutup badan jalan sehingga menghentikan seluruh arus lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga petang. Kondisi itu memicu tebing di pinggir jalan runtuh dan menyeret rumpun bambu ke tengah ruas jalan penghubung Pamarican–Langkaplancar, Pangandaran.

Baca Juga: Bupati Ciamis Soroti Peluang Besar Pertanian Desa untuk Ketahanan Pangan

Staf Kecamatan Pamarican, Aditya, membenarkan adanya laporan longsor yang langsung diterima pemerintah kecamatan pada sore hari. Kejadian tersebut berdampak langsung pada aktivitas warga yang biasa melintasi jalur tersebut.

“Warga dari Kecamatan Pamarican yang hendak menuju Langkaplancar, Pangandaran, tidak bisa melintas karena badan jalan tertutup tanah dan rumpun bambu,” ujar Aditya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Pamarican segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian.

“Saat ini akses jalan masih tertutup. Warga bersama aparat sedang berupaya mengevakuasi material longsoran agar kendaraan bisa kembali melintas,” jelasnya.

Aditya menambahkan, pihak kecamatan juga telah melaporkan kejadian longsor tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui instansi kebencanaan untuk penanganan lanjutan.

“Kami sudah menyampaikan laporan kepada pimpinan agar penanganan dapat segera dilakukan,” pungkasnya.


(Husen Maharaja)

Kota Tasikmalaya Jadi Daerah Pertama Launching Program Kampung Sosial Jabar

0
TASIKMALAYA, FOKUSJAbar.id
Ket foto : Wakil Wali Dicky Candra Negara bersama Kadinsos Provinsi Jawa Barat Noneng Komara serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar Asep Sukmana, saat menyerahkan progran Sule dan Paraslur kepada warga Tuguraja Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang menjadi lokasi peluncuran Program Kampung Sosial oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Program strategis ini resmi diluncurkan di halaman Kantor Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Selasa (10/2/2026).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, memimpin langsung peluncuran tersebut. Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar Asep Sukmana, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Budi Rachman, pimpinan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, unsur kelurahan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Motif Penculikan Bayi di Masjid Agung Singaparna

Noneng menjelaskan, Program Kampung Sosial mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat kampung dan kelurahan.

“Kampung Sosial hadir untuk membangkitkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat,” ujar Noneng.

Ia menyebutkan, program ini menyasar Peserta Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, sektor swasta, lembaga filantropi, serta relawan sosial.

Pemprov Jawa Barat memilih Kota Tasikmalaya sebagai lokasi peluncuran karena tingkat kemiskinan di daerah ini masih tergolong tinggi. Noneng berharap kehadiran Kampung Sosial mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kemiskinan.

“Masalah kemiskinan masih menjadi tantangan utama di berbagai daerah. Melalui Kampung Sosial, kami ingin menghadirkan solusi konkret untuk membantu masyarakat keluar dari kesulitan hidup,” jelasnya.

9.000 PPKS di Jawa Barat Mendapat Langsung Manfaat dari Kampung Sosial Sepanjang 2026

Noneng juga menargetkan lebih dari 6.000 PPKS di Jawa Barat akan menerima manfaat langsung dari program Kampung Sosial sepanjang tahun 2026. Saat ini, angka kemiskinan di Jawa Barat masih berada di kisaran 6,78 persen atau lebih dari tiga juta jiwa.

“Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada jutaan warga yang membutuhkan ruang, kesempatan, dan dukungan agar bisa bangkit,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam penanganan persoalan sosial.

“Kami berterima kasih karena Kota Tasikmalaya mendapat kepercayaan menjadi daerah pertama peluncuran Kampung Sosial. Program ini harapannya memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengakui Kota Tasikmalaya masih menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan. Namun, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia menyebut sejumlah program unggulan yang telah berjalan, seperti Kangkung Subsidi Lele (Kang Sule). Kemudian pembiakan Ayam Ras Petelur (Paraslur), Pakcoy, Cabai, dan Tomat (Pak Camat). Program-program tersebut sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal, menekan pengangguran, dan mengurangi angka kemiskinan.

“Kami berharap Kampung Sosial mampu memperkuat kebersamaan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Tasikmalaya,” tutupnya.

Usai peluncuran, Wakil Wali Kota Tasikmalaya bersama Kepala Dinas Sosial Jawa Barat dan rombongan meninjau sejumlah warga kurang mampu. Mereka juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan kursi roda. Serta meninjau kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan memasak dan menyulam di Kelurahan Tuguraja.


(Seda)

Omzet Produk Kerajinan Jabar di Inacraft 2026 Rp450 Juta

0
Inacraft 2026 fokusjabar.id
Omzet Produk Kerajinan Jabar di Inacraft 2026 Rp450 Juta

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Dekranasda Jawa Barat (Jabar) sukses menarik perhatian pengunjung dalam gelaran The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2026) di JICC Senayan, Rabu-Minggu (4-8/2/2026).

Produk mode, kriya dan kerajinan premium Dekranasda Jabar di serbu pembeli dari dalam dan luar negeri.

BACA JUGA:

Pj Ketua Dekranasda Jabar Kepincut Produk UMKM Tasikmalaya

Menurut Ketua Dekranasda Jabar, Noneng Komara Nengsih, hingga hari terakhir pelaksanaan Inacraft 2026 mencatatkan performa baik.

Total penjualan kumulatif dari 1 stan Dekranasda Jabar dan 10 perwakilan kabupaten/kota mencapai lebih dari Rp450 juta.

“Produk-produk seperti aksesoris etnik, sepatu kulit artisan, batik tulis hingga luaran dan kebaya modern menjadi komoditas yang paling banyak di buru pengunjung,” kata Noneng, Selasa (10/2/2026).

Dia menyebut, interaksi dengan pembeli terlihat sangat aktif. Tercatat lebih dari 300 pengunjung harian memadati area pameran Jabar.

Kondisi tersebut menunjukkan minat tinggi terhadap kualitas dan narasi budaya yang di bawa oleh pengrajin.

Inacraft 2026 sendiri menargetkan kehadiran 1.000 pembeli internasional dari 12 negara. Termasuk Singapura, Jepang, Malaysia, Australia hingga Amerika Serikat.

“Melalui keberhasilan di Inacraft 2026, Dekranasda Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing, memastikan para pengrajin terus menguatkan jejaring lokal, berinovasi tanpa melupakan akar budaya lokal,” tegasnya.

Noneng mengatakan, Dekranasda Jawa Barat mengirimkan 24 UMKM pilihan. 18 di antaranya adalah wirausaha perempuan (womenpreneurs).

Pemilihan UMKM ini sejalan dengan visi Inacraft 2026 yang menempatkan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif nasional.

BACA JUGA:

Dekranasda Jabar dan Gorontalo Kolaborasi Promosi Produk UMKM

Sebagai informasi, Inacraft 2026 di buka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Hadir juga Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Raka.

Gelaran tersebut di harapkan menjadi batu loncatan bagi UMKM untuk menembus pasar ekspor.

Dengan konsep area kuliner “Talam” yang menyajikan kekayaan rasa nusantara, pengalaman pengunjung di Inacraft tahun ini terasa lebih komplit dan humanis.

(Bambang Fouristian)

DSDA Jabar Imbau Masyarakat tidak Buang Sampah ke Sungai

0
DSDA Jabar fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat (Jabar), Dikky Achmad Sidik mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah apapun ke sungai. Baik skala sedikit apalagi banyak.

Imbauan tersebut menanggapi postingan kelompok Pandawara soal kondisi Oxbow Cicukang Kabupaten Bandung yang kembali di penuhi sampah.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar Soroti Kredit Macet BUMN di Bank BJB, Gubernur Minta Ketegasan

Menurut Dikky, secepatnya DSDA Jabar akan mengangkut sampah tersebut. Dengan begitu, tidak mengganggu aliran air.

“Selain menghambat aliran air, tumpukan sampah juga mempengaruhi kualitas lingkungan. Jadi akan segera kami angkut,” katanya, Selasa (10/2/2026).

Dia berpesan, masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Pasalnya bisa berpotensi menyebabkan banjir, pendangkalan sungai, pencemaran air dan lingkungan.

Selain itu, merusak ekosistem air dan membahayakan kehidupan akuatik. Serta mengurangi keindahan dan fungsi sungai.

(Bambang Fouristian)

Garut Siapkan Keju Khas Daerah Lewat Hilirisasi Peternakan Sapi Perah

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Bupati Garut melaksanakan monitoring peternakan susu sapi perah bersama PT Inagi di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (9/2/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut mulai mempercepat hilirisasi sektor peternakan sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Bupati Garut turun langsung memantau sentra peternakan susu di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Senin (9/2/2026), sekaligus mendorong transformasi produksi berbasis nilai tambah.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Garut menggandeng PT Inagi untuk mengembangkan pengolahan susu agar tidak berhenti pada penjualan susu segar. Pemerintah mendorong peternak mengolah hasil produksi menjadi produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Baca Juga: Kurang 12 Jam, Polisi Garut Ringkus Pelaku Curas di Cibat

Bupati Garut menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam menghadirkan teknologi modern, terutama untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan standar produksi yang konsisten.

“Kolaborasi ini memang tidak mudah, tetapi dengan dukungan Inagi kami ingin menghadirkan pengolahan susu yang lebih modern, higienis, dan terstandar. Produk ini harapannya mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Bupati Garut di sela peninjauan.

CEO Inagi, Farizqi Bayu, menilai kualitas susu sapi perah dari Desa Sukamurni sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk premium. Ia menyebut karakteristik bahan baku setempat memenuhi standar untuk berbagai olahan susu bernilai tinggi.

“Selain yoghurt, susu di sini juga cocok untuk susu steril maupun keju. Kami berharap Garut nantinya memiliki produk keju khas yang terkenal luas, bahkan hingga pasar internasional,” ungkap Farizqi.

Keunggulan Susu Sukamurni Garut

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, menambahkan susu asal Sukamurni memiliki keunggulan pada kadar lemak dan total solid yang tinggi. Kondisi tersebut memberikan peluang besar untuk pengembangan diversifikasi produk olahan.

“Sebagian susu memang sudah diolah menjadi yoghurt. Ke depan, kami ingin mendorong produk lain agar nilai tambahnya meningkat dan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan peternak,” jelas Dyah.

Desa Sukamurni sendiri menjadi salah satu sentra utama produksi susu sapi perah di Kabupaten Garut. Data pemerintah daerah mencatat lebih dari 700 peternak aktif di Kecamatan Cilawu dengan produksi harian mencapai lebih dari 3.500 liter susu.

Camat Cilawu, Deni Darmawan, berharap sinergi antara pemerintah daerah dan investor dapat mempercepat kemajuan sektor peternakan dari hulu hingga ke hilir.

“Kami berharap kehadiran Pak Bupati dan jajaran dinas, serta dukungan investor, bisa membawa perubahan besar bagi pengembangan susu Sukamurni, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” tutup Deni.


(Y.A. Supianto)

Kolaborasi bank bjb dan LPK Dorong Perencanaan Pensiun Sejak Dini

0
Kolaborasi bank bjb dan LPK Dorong Perencanaan Pensiun Sejak Dini
Kolaborasi bank bjb dan LPK Dorong Perencanaan Pensiun Sejak Dini

BANDUNG,FOKUSJabar.id: bankbjb terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga kerja sekaligus memperkokoh fondasi keuangan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebagai bagian dari strategi jangka panjang bank bjb dalam menghadirkan solusi keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan.

Melalui program DPLK bjb siap, bank bjb menghadirkan produk perencanaan pensiun yang dirancang untuk memberikan perlindungan finansial sejak usia produktif hingga masa purna tugas. Sebagai penguatan kolaborasi, bank bjb secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Program DPLK bagi Pekerja Magang Indonesia bersama sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Menara bank bjb, pada Kamis 5 Februari 2026, dan menjadi momentum penting dalam memperluas akses layanan dana pensiun bagi peserta pelatihan dan tenaga kerja muda. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Konsumer & Ritel bank bjb Nunung Suhartini, Pimpinan Unit DPLK bank bjb Rinda Merindawati, Pemimpin bank bjb Cabang Buahbatu Eko Muhammad J, Pemimpin bank bjb Cabang Jatinangor Ahmad Diponegoro, Pemimpin bank bjb Cabang Cianjur Ockie Castrena Yuliawan, Ketua AP2LN DPW II Jawa Barat H. Endy Setiaji, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Jatti Indriati, serta jajaran pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja.

Dalam kesempatan tersebut, bank bjb menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa LPK, antara lain LPK Komatsu Training Center, LPK Kagayaki, LPK Ji Trust, LPK Mirai Nusantara, LPK Mulia Mandiri Indonesia, LPK Asta Karya dan LPK Mamoru Global Partners. Sementara itu, LPK Amanat Negeri Sakura telah lebih dahulu menjalin kerja sama dengan bank bjb pada tahun 2025.

Melalui sinergi ini, bank bjb berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang kepada peserta pelatihan, tenaga kerja, serta alumni LPK. Edukasi dan literasi keuangan menjadi fokus utama kerja sama, guna menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya mempersiapkan masa depan secara mandiri dan terencana.

Keterlibatan berbagai LPK tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun sistem perlindungan finansial yang terintegrasi bagi peserta magang dan tenaga kerja muda. Dalam implementasinya, DPLK bank bjb menyediakan solusi perencanaan pensiun yang terstruktur, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan peserta dari berbagai latar belakang. Di sisi lain, Lembaga Pelatihan Kerja berperan aktif dalam mendukung proses sosialisasi, pendampingan, serta integrasi program DPLK kepada seluruh peserta.

Produk DPLK bank bjb memiliki berbagai keunggulan, mulai dari hasil investasi yang kompetitif, pengelolaan dana yang profesional, hingga persyaratan kepesertaan yang mudah dan terjangkau. Kemudahan akses layanan turut didukung melalui pemanfaatan bjb DIGI serta website resmi DPLK bank bjb yang telah terintegrasi secara digital.

Melalui platform tersebut, peserta dapat memantau saldo dan mutasi, membuka dan menambah kepesertaan, melakukan top up iuran, serta mengakses berbagai layanan lainnya secara mandiri. Dari sisi kinerja, DPLK bank bjb terus mencatatkan pertumbuhan positif baik dari sisi dana kelolaan maupun jumlah peserta.

Per Januari 2026, dana kelolaan DPLK bank bjb tercatat mencapai Rp2,226 triliun, tumbuh sebesar Rp336,747 miliar secara tahunan. Pada periode yang sama, jumlah Peserta mencapai 219.028, atau meningkat 19.600 Peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha dan masyarakat terhadap pengelolaan dana pensiun oleh bank bjb.

Dengan kepemilikan tabungan investasi sejak dini, peserta diharapkan mampu membangun kemandirian finansial serta mengurangi risiko ketidakpastian di masa depan. Melalui penguatan program DPLK, bank bjb senantiasa terus menghadirkan layanan yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan tenaga kerja.

Kolaborasi ini sekaligus membuka peluang pengembangan program-program lanjutan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan semangat kolaborasi berkelanjutan, bank bjb berupaya menciptakan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.

bjb Sambang Pasar Perkuat Peran Pedagang sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

0
bjb Sambang Pasar Perkuat Peran Pedagang sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
bjb Sambang Pasar Perkuat Peran Pedagang sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

BOGOR,FOKUSJabar.id: bank bjb terus memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat, termasuk para pedagang pasar tradisional yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sebagai penggerak utama ekonomi lokal, pedagang pasar memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran uang, membuka lapangan kerja, serta menopang kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menyadari besarnya potensi tersebut, bank bjb secara konsisten menghadirkan berbagai program yang mendekatkan layanan perbankan kepada pelaku usaha mikro dan kecil. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program bjb Sambang Pasar, yang dirancang untuk menjangkau pedagang secara langsung melalui pendekatan personal dan edukatif.

Melalui program ini, bank bjb hadir di tengah aktivitas pasar untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan layanan perbankan modern. Pada Rabu, 4 Februari 2026, bank bjb Kantor Wilayah 2 menyelenggarakan kegiatan bjb Sambang Pasar di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor.

Kegiatan ini menyasar para pedagang dan pengunjung pasar sebagai bagian dari upaya memperluas literasi keuangan dan meningkatkan inklusi perbankan di lingkungan pasar tradisional.Pasar Gembrong Sukasari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki aktivitas perdagangan yang dinamis dan menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat di wilayah Kota Bogor.

Melalui interaksi langsung, pegawai bank bjb menggali kebutuhan usaha para pedagang, mulai dari permodalan, pengelolaan transaksi, hingga pengembangan usaha jangka panjang. Pendekatan ini memungkinkan bank bjb memberikan solusi finansial yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing pedagang.

Kegiatan bjb Sambang Pasar bertujuan meningkatkan brand awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan, sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah.  Selain itu, kegiatan ini juga mendorong akuisisi nasabah baru serta peningkatan transaksi perbankan di sektor UMKM dan perdagangan tradisional.

Program ini turut mendukung pencapaian target bisnis cabang dan wilayah melalui penguatan basis nasabah produktif. Acara dihadiri oleh perwakilan pengelola pasar, mitra usaha, pimpinan cabang, perwakilan koperasi, jajaran bisnis UMKM, serta para pedagang Pasar Sukasari. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan sinergi antara perbankan, pengelola pasar, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Produk yang diperkenalkan meliputi Kredit Usaha Rakyat, Kredit Modal Usaha, Kredit Produktif, Agen bjb BiSA, serta layanan digital bjb Siap. Melalui produk tersebut, bank bjb memberikan kemudahan akses pembiayaan, transaksi non-tunai, serta pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan efisien.

Sesi tanya jawab menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk memahami lebih dalam manfaat produk perbankan bagi pengembangan usaha mereka. Kegiatan juga diisi dengan pembagian materi promosi, pendataan potensi nasabah, serta pendampingan awal bagi pedagang yang berminat mengajukan pembiayaan.

Melalui program bjb Sambang Pasar, bank bjb menegaskan perannya sebagai mitra strategis pedagang dalam mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.

Dengan mendekatkan layanan perbankan ke pusat-pusat aktivitas ekonomi rakyat, bank bjb terus berkontribusi dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal. Ke depan, bank bjb akan terus mengembangkan program serupa sebagai upaya dalam mendukung UMKM dan pedagang pasar di berbagai daerah.