BANDUNG,FOKUSJabar.id: Meat & Livestock Australiahttps (MLA) kembali menggelar campaign. Kali ini mengusung tema “Beef Talk,” sebagai sosialisasi dan mengenalkan manfaat daging sapi dan domba dari Australia.
MLA sendiri merupakan perusahaan yang membantu industry Red Meat atau daging merah di Indonesia. Selain itu, program Beef Talk juga bertujuan memberikan edukasi dari sisi nutrisi serta cara mengolah dan memotong jenis daging.
Pakar Nutrisi, Emilia Achmadi mengatakan, penting mengonsumsi makanan tinggi protein. Baik nabati atau hewani seperti daging merah.
Menurutnya, selain buah dan sayuran, daging merah juga salah satu makanan yang perlu di konsumsi karena memiliki banyak zat yang berguna bagi tubuh. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh.
BACA JUGA: Viral Konten ‘Daging Ketemu Daging’, Pengacara Kondang Bakal Dilaporkan!
“Saya sarankan untuk memilih daging yang rendah lemak dan berkualitas yang rendah kalori dan tinggi kandungan protein, zat besi, hingga Seng (Zinc) yang krusial dalam membentuk imunitas,” kata Emilia pada acara Beef Talk di Tilu Restaurant, Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Sabtu (11/9/2021).
Emilia mengungkapkan, zat besi dan Seng dalam daging merah punya banyak manfaat. Di antaranya, mengobati anemia, menaikkan kadar hemoglobin, mengurangi kelelahan, mendorong imunitas, meningkatkan konsentrasi dan membuat individu bisa beristirahat lebih baik.
“Kandungan zat besi dalam daging merah juga bisa membantu kinerja jantung. Semakin tinggi kandungan zat besi, maka asupan oksigen ke otot jantung pun semakin lancar, sehingga kerja jantung semakin optimal,” ungkapnya.
Emilia menjelaskan, zat besi juga sangat di perlukan perempuan dua kali lipat. Pasalnya, perempuan mengalami proses menstruasi, kehamilan, hingga laktasi.
“Daging merah mengandung gizi yang di butuhkan semua umur. Mulai anak usia 6 bulan hingga orang dewasa karena memiliki nilai gizi yang penting dan sebaiknya terus di konsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Chef Chandra mengatakan, dalam mengolah daging sapi bisa di bedakan berdasarkan jenis dagingnya. Daging sapi memiliki kualitas yang berbeda sesuai dengan bagian tubuh sapi.
“Yang pasti, manfaat daging sapi bisa di dapatkan jika di konsumsi sesuai porsinya dan tidak berlebihan. Karena apa pun jika di konsumsi berlebihan pastinya tidak baik. Selain itu, perhatikan bagian daging dan pengolahannya agar nutrisi yang terkandung dalam daging sapi tidak hilang,” kata Chandra.
Menurutnya, bagian daging brisket menjadi salah satu jenis yang memiliki banyak lemak. Sehingga rasanya lebih gurih. Letaknya ada di bagian dada bawah sapi atau di sekitar kaki depan.
“Karena mengandung lemak, daging ini cocok untuk di masak untuk menu makanan berkuah. Seperti, soto atau sup. Tapi Bisa juga di panggang untuk barbeque,” ucapnya.
Sedangkan sirloin, kata dia, banyak juga di gunakan untuk membuat steak. Daging has luar, ini terletak di daerah punggung dekat dengan paha belakang sapi.
BACA JUGA: Terciduk Bobol ATM, Pria Ini Pura-pura Gila
“Daging sirloin ini memiliki tekstur yang lebih kenyal karena di balut otot. Bagian daging ini cocok untuk di masak tumisan, steak, dan semacamnya,” kata Chandra.
Meski begitu, pihaknya mengingatkan banyak yang belum memahami dalam mengolah daging merah agar sesuai dengan nutrisi yang di erlukan dan juga rasa.
“Yang menjadi catatan adalah sebelum mengolah pastinya harus tahu dulu bagian apa daging yang kita miliki. Atau minimal bisa di tanyakan kepada penjualannya, agar kita bisa tahu akan di olah apa,” ungkapnya.
Sebagai informasi, daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Secara kimiawi, daging ini berwarna kemerahan karena kandungan myoglobin yang relatif lebih tinggi dibandingkan daging putih.
Daging ayam hanya mengandung 0.05 persen myoglobin, daging babi mengandung 0.1-0.3 persen, dan daging sapi muda 0.4-1 persen. Sedangkan daging sapi tua memiliki 1.5 hingga 2 persen myoglobin.
Dalam ilmu gizi, daging ini didefinisikan sebagai daging yang memiliki lebih banyak protein mioglobin daripada daging putih.
Daging putih didefinisikan sebagai daging non-gelap dari ikan atau ayam (tidak termasuk kaki atau paha).
(Yusuf Mugni/Bambang Fouristian)


