spot_imgspot_img
Jumat 8 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

QRIS UTHM 2026 Satukan Olahraga, Wisata, dan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya kembali menyelenggarakan perhelatan olahraga lari berskala nasional, QRIS Unsil Tasik Half Marathon (UTHM) 2026. Universitas Siliwangi (Unsil) menginisiasi agenda besar ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia.

Ajang yang berlangsung pada 8-10 Mei 2026 ini berpusat di Kampus 2 Unsil Mugarsari sebagai lokasi start dan finis. Selain sebagai kompetisi atletik, pemerintah daerah memproyeksikan kegiatan ini sebagai motor penggerak sektor sport tourism dan promosi potensi daerah.

Baca Juga: Warga Parungponteng Tasikmalaya Sumringah, Jembatan Gantung Baru Akhirnya Rampung

Sebagai pembuka, Plh. Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara bersama Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari dan Rektor Unsil Prof. Nundang Busaeri meresmikan launching Racepack Collection (RC), Jumat (8/5/2026). Ratusan peserta dari berbagai penjuru tanah air mulai memadati lokasi untuk mengambil nomor peserta dan perlengkapan lari.

Dampak Ekonomi dan Daya Tarik Daerah

Rektor Unsil, Prof. Nundang Busaeri, menjelaskan bahwa QRIS UTHM bertujuan membangun gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan Kota Tasikmalaya kepada khalayak luas. Ia meyakini efek domino dari acara ini akan menyentuh aspek ekonomi, sosial budaya, hingga meningkatkan daya tarik universitas bagi calon mahasiswa nasional.

“Kami mengharapkan ajang nasional ini membuat Kota Tasikmalaya semakin dikenal. Kehadiran ribuan orang akan meningkatkan perputaran uang dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Prof. Nundang.

Senada dengan hal tersebut, Plh. Wali Kota Dicky Candra Negara mengapresiasi konsistensi penyelenggara dalam menjalin sinergi lintas sektor. Meski daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal, ia berkomitmen terus mendorong kegiatan kreatif yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah pendapatan masyarakat. Para peserta akan menginap di hotel, makan di restoran, hingga belanja produk lokal. Semua aktivitas itu akan meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Tantangan Rute Baru dan Produk Lokal

Race Director QRIS UTHM 2026, Rian Arie Gustaman, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 3.100 orang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Panitia menyediakan tiga kategori rute, yakni 7 kilometer, 10 kilometer, dan half marathon 21 kilometer.

Khusus kategori 21 kilometer, panitia memperluas jalur hingga melintasi tiga kecamatan, yaitu Cibeureum, Tamansari, dan Kawalu. Penyesuaian rute ini bertujuan memberikan tantangan serta pengalaman baru bagi para pelari.

“Kami juga menyiapkan 3.500 kelapa muda untuk menyegarkan para peserta sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada ribuan pelari,” kata Rian.

Penyelenggara optimistis perputaran uang pada edisi kali ini akan melampaui capaian tahun lalu yang menyentuh angka Rp11 miliar. Keterlibatan aktif perbankan, perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM menjadikan QRIS UTHM sebagai etalase promosi pariwisata yang efektif bagi kota berjuluk “Mutiara dari Priangan Timur” ini.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru