BANJAR, FOKUSJabar.id: Menjelang Iduladha 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) mengalami lonjakan cukup tajam.
Bawang merah jadi sorotan utama karena harganya menembus Rp50 ribu per kilogram.
BACA JUGA:
DPRD Banjar Dalami Raperda Penyertaan Modal PDAM Tirta Anom
Kodir, pedagang bawang merah di Pasar Banjar menyebut, kenaikan ini di picu berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.
“Dari kemarin mulai ada kenaikan. Untuk bawang merah Brebes sekarang Rp50 ribu per kg,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Harga normal bawang merah biasanya di bawah Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang merah Garut masih bertahan di kisaran Rp37 ribu per kg. Lonjakan harga membuat konsumen mengurangi pembelian.
“Agak berkurang, yang biasanya ambil 10 kilogram sekarang paling jadi 5 kilogram,” tambah Kodir.
Tak hanya bawang, harga beras medium di pasar Banjar kini di jual Rp14 ribu per kilogram. Beras premium bahkan menyentuh Rp 15 ribu.
Pedagang beras Undang menjelaskan, kenaikan ini di picu harga gabah di tingkat petani yang mencapai Rp 800 ribu per kuintal.
“Infonya mah kalau gabah sekarang 800 dari Bandar. Jadi berasnya juga ikut naik. Kalau pembeli ya mau ngga mau akan beli karena kebutuhan,” kata Undang.
BACA JUGA:
Sapi Jumbo Prabowo Subianto jadi Hewan Kurban Terberat di Banjar
MinyaKita Langka, Cabai Merah Melonjak
Selain beras dan bawang, minyak goreng murah Minyakita mulai sulit ditemukan di pasar.
Pedagang Nana mengaku terpaksa beralih ke merek lain.
“Kadang-kadang pakai MinyaKita juga harganya lebih murah. Tapi sekarang pakai yang lain. MinyaKita kan lagi kosong,” ujarnya.
Nana menambahkan, harga cabai merah juga ikut meroket. Cabai merah keriting dijual Rp60 ribu per kilogram, cabai merah TW Rp 90 ribu, dan cabai rawit merah Rp 85 ribu per kilogram.
“Sudah tiga hari ini ada kenaikan,” katanya.
(Budiana Martin)


