spot_imgspot_img
Selasa 19 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Krisis Armada dan Anggaran, Sukwan Kebersihan Tasikmalaya Tetap Gempur Sampah Kota

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan tenaga sukarelawan (sukwan) kebersihan mendadak memadati halaman Komplek Perkantoran Bale Wiwitan Tasikmalaya. Dengan seragam lengkap serta jinjingan sapu lidi, sarung tangan, serokan, karung sampah, hingga pengki dorong, para pekerja lapangan ini berbaris rapi untuk mengikuti apel gabungan sebelum menyisir sudut-sudut kota dalam aksi operasi bersih-bersih massal.

Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, memimpin langsung apel gerakan serentak ini dengan didampingi Plh. Sekda Kota Tasikmalaya Hanafi dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya Fery Arif Maulana. Agenda ini menggerakkan seluruh unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama ratusan sukwan untuk menjaga estetika kota.

Baca Juga: Serdik Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Bakti Sosial di Mako Polres Tasikmalaya

Dicky Candra menegaskan bahwa aksi kolektif ini memikul misi penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan warga. Ia mengakui peran para sukwan sangat vital, terutama saat Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menghadapi keterbatasan personel, armada, serta ruang anggaran.

“Gerakan serentak hari ini bertujuan untuk memastikan Kota Tasikmalaya tetap bersih dan sehat. Kami mengapresiasi dedikasi tinggi para sukwan yang setiap hari turun langsung ke lapangan demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat,” ungkap Dicky Candra Negara, Selasa (19/5/2026).

Komitmen Kesejahteraan di Tengah Keterbatasan Fiskal

Dicky menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap isu kesejahteraan para tenaga sukwan yang saban hari membersihkan jalanan kota. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan perbaikan upah mereka ke depan.

Meskipun statusnya sebagai Penjabat Pelaksana Harian (Plh) membatasi kewenangan penuh dalam memformulasikan kebijakan struktural, Ia berjanji akan menyodorkan rekomendasi resmi kepada Wali Kota definitif agar memberikan perhatian khusus dan insentif tambahan bagi para pekerja lini depan ini.

“Sebagai Plh, saya memang tidak memiliki kewenangan absolut untuk menelurkan kebijakan baru. Namun, kami berkomitmen penuh memastikan pelayanan dasar masyarakat tidak boleh kendor. Kami akan terus memperjuangkan kesejahteraan tenaga sukwan di DLH sesuai batas kemampuan keuangan daerah,” janjinya.

Ia menambahkan bahwa defisit anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan bagi aparatur pemerintah untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Kebersihan lingkungan merupakan kebutuhan primer warga yang wajib mendapatkan porsi perhatian utama secara berkelanjutan agar menjelma menjadi budaya masyarakat.

Minim Armada, DLH Andalkan Bantuan Dump Truck Provinsi

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, memaparkan bahwa kondisi fasilitas dan jumlah armada pengangkut sampah saat ini masih jauh dari angka ideal jika membandingkannya dengan luas wilayah geografis Kota Tasikmalaya.

Profil Operasional Pengelolaan Sampah DLH Tasikmalaya:

  • Total Armada Aktif: Mengoperasikan 42 unit kendaraan operasional (meliputi dump truck, truk engkel, arm roll truck, hingga cator).
  • Alur Pembuangan: Armada menyisir sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) setiap hari menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir Tamansari.
  • Armada Tambahan: Mendapatkan suntikan bantuan 1 unit dump truck dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat pada bulan lalu.
  • Fokus Kerja Baru: Memanfaatkan truk bantuan provinsi tersebut khusus untuk memburu dan mengangkut sampah-sampah di sepanjang jalur protokol jalan provinsi.

Fery mengakui kehadiran armada bantuan tersebut sangat mendongkrak kecepatan respons tim di lapangan dalam melenyapkan tumpukan sampah liar di titik-titik ilegal.

Ia juga melayangkan terima kasih yang mendalam kepada para sukwan yang sudi menjadi tameng terdepan dalam mengelola ratusan ton sampah saban hari.

“Petugas sukwan lapangan inilah yang menjamin kelancaran pengangkutan sampah rumah tangga sehingga tidak menumpuk dan menimbulkan bau. Manajemen DLH akan terus membantu meningkatkan kapasitas kerja sekaligus memperjuangkan hak kesejahteraan mereka,” pungkas Fery.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru