spot_imgspot_img
Selasa 19 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jemaah Lansia hingga Disabilitas Diprioritaskan dalam Pelayanan Haji 2026

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah terus mematangkan kesiapan sistem pelayanan ibadah haji tahun 2026, termasuk menjamin kenyamanan bagi para jemaah yang masuk dalam kategori prioritas. Otoritas penyelenggara menempatkan kelompok lansia, penyandang disabilitas, hingga jemaah perempuan sebagai fokus perhatian utama pada musim haji kali ini.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merancang berbagai terobosan layanan untuk mendukung kelancaran ibadah warga. Petugas menerapkan sejumlah skema khusus guna memangkas risiko kelelahan ekstrem serta menjaga keselamatan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Makkah Dilanda Panas 50 Derajat Celsius, Jemaah Haji Harus Jaga Stamina

Pemerintah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga menyediakan mekanisme mitigasi bagi jemaah dengan kondisi fisik tertentu agar mereka tetap dapat beribadah secara aman dan nyaman.

“Kami meminta para jemaah tidak perlu merasa khawatir lagi. PPIH Arab Saudi tahun ini memberikan perhatian yang sangat besar kepada jemaah disabilitas, lansia, dan perempuan karena kami belajar banyak dari hasil evaluasi perbaikan tahun-tahun sebelumnya,” tegas Kepala Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, Selasa (19/5/2026).

Fasilitas Kursi Roda dan Transportasi Bus Khusus

Fauzan menjelaskan bahwa manajemen penanganan jemaah disabilitas, termasuk koordinasi dan penyediaan fasilitas kursi roda di Arab Saudi, kini sudah berjalan jauh lebih rapi dan terstruktur.

Pihak panitia tetap memfasilitasi jemaah lansia dan penyandang disabilitas dengan armada bus khusus saat mereka menjalani proses perpindahan antar-lokasi ibadah utama. Di samping itu, pemerintah juga menyiagakan alternatif jalur darurat jika kondisi fisik jemaah tidak memungkinkan.

Penerapan Skema Murur Guna Tangkal Dehidrasi

Untuk melindungi jemaah dari kepadatan massa yang berisiko memicu penurunan stamina, Kemenhaj akan memberlakukan sistem perjalanan transit khusus yang disebut mekanisme Murur.

Mengenal Sistem Perjalanan Murur:

  • Alur Pergerakan: Bus membawa jemaah bergerak dari Padang Arafah setelah proses wukuf, lalu langsung melesat menuju tenda di Mina.
  • Ketentuan di Muzdalifah: Armada bus hanya melintasi kawasan Muzdalifah tanpa menurunkan jemaah ataupun mengharuskan mereka bermalam (mabit).
  • Target Prioritas Jemaah: Lansia, penyandang disabilitas, jemaah dengan risiko penyakit tinggi (risti), serta para petugas pendamping resmi.

Fauzan menggarisbawahi bahwa kebijakan ini menjadi solusi taktis untuk mengurai penumpukan jemaah di area terbuka di tengah cuaca panas yang menyengat.

“Kami menerapkan skema ini dengan tujuan utama agar jemaah kita tidak mengalami kelelahan ekstrem. Kemudian terhindar dari ancaman dehidrasi, serta tidak harus berdesakan di tengah lautan manusia di Muzdalifah,” urai Fauzan.

Kemenhaj Depok berharap seluruh jemaah dapat mengikuti setiap rukun dan wajib haji dengan lancar. Serta kembali pulang ke tanah air dengan kondisi fisik yang prima.

“Kami mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh rangkaian ibadah Bapak dan Ibu sekalian. Kemudian membalasnya dengan pahala surga, serta menganugerahkan predikat haji yang mabrur,” pungkas Fauzan.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru