BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras, Pemerintah Kabupaten Bandung akan segera menggelar Operasi Pasar (OP).
Berdasarkan data monitoring yang di lakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bandung, kenaikan harga beras medium rata-rata mencapai 16,67 persen atau Rp1.500 per kg yakni dari Rp9.450 menjadi Rp11.500.
BACA JUGA:
Siapa Kampiun Super League 2025/26, Persib atau Borneo FC?
“Kita harap masa kenaikan beras kali ini tidak lama, karena sebentar lagi musim panen. Dengan kenaikan sekarang yang mencapai 16,6 persen per kg. Kita harap OP beras bisa mengimbangi, apalagi Kabupaten Bandung dikenal sebagai salah satu lumbung beras terbesar di Jawa Barat,” ungkap Bupati Bandung, Dadang M Naser, Senin (5/2/2018).
Kepala Disperin Kabupaten Bandung, Popi Hopipah menjelaskan, secara teknis rencana pemerintah melakukan OP beras selain untuk stabilitas harga, juga sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBD).
Popi optimistis operasi pasar tersebut dapat menekan kenaikan harga beras di Kabupaten Bandung.
BACA JUGA:
DPW PPP Jabar Gugat Balik Pengganggu Partai
“Kami sudah minta ke Bulog untuk menyediakan semua stok beras yang ada untuk di lempar ke pasar agar harga kembali normal,” katanya.
Dia mengungkapkan, pihaknya bersama Bulog sub Divisi Regional 5 wilayah Bandung akan melakukan OP beras secara beratahap di awali 3 Kecamatan. Yakni Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Kertasari.
“5 Februari di Kecamatan Kertasari, 6 Februari di Kecamatan Baleendah dan 7 Februari di Kecamatan Bojongsoang. Beras tersebut di jual Rp 8.200 per kg,” pungkasnya di lansir Humas Pemkab Bandung.
(Vetra)


