spot_img
Rabu 21 Februari 2024
spot_img
More

    Hasil Survei Terbaru Polsight Jelang Pencoblosan, Suara Prabowo di Jawa Barat Tergerus Anies

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Political Insight (Polsight) merilis hasil survei terbaru tentang Preferensi Politik Masyarakat Jawa Barat (Jabar) dalam menyongsong Pemilihan Persiden (Pilpres) yang bakal di gelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

    Direktur Eksekutif Polsight Yusa Djuyandi mengatakan, survei tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 15 Februari 2024 dengan menggunakan metode Stratified-Systematic Random Sampling.

    “Jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 1.200 responden yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota se-Jabar dengan jumlah sampel proporsional di setiap Kabupaten/Kota yang dipilih dengan acak. Margin of Error survei ini ±n2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,”kata Yusa Djuyandi dalam keterangan tertulis Sabtu (10/2/2024).

    Baca Juga:Minta Simpatisan Berani ke TPS, Prabowo: Coblos dan Tunggu Sampai Selesai!

    Yusa menyebut, tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral pada
    pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan anggota legislatif di Jabar.

    “Pertama, pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Jabat, suara Prabowo tergerus hingga 11,43 persen dibandingkan suara Prabowo pada Pemilu tahun 2019 mencapai 59,93 persen. Namun, kami menemukan
    elektabilitas Prabowo-Gibran di Jabar saat ini hanya 48,50 persen. Dengan kata lain, Prabowo berpotensi kehilangan suara masyarakat Jabar sebesar 4,08 juta pemilih,”katanya.

    Baca Juga:Tani Merdeka Jabar Dilantik, Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran

    Menurutnya, penurunan suara Prabowo masih memungkinkan terjadi hingga hari-H pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang. Sementara saingan terdekat Prabowo adalah pasangan Anies-Muhaimin dengan presentase 32,17 persen.

    Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud tertinggal jauh di angka 14,08 persen. Kedua, suara Anies-Muhaimin cenderung mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan survei-survei sebelumnya.

    Yusa mengungkapkan, suara Anies-Muhaimin sebelumnya tidak pernah menyentuh angka 20 persen, namun pada survei kali ini melejit hingga 32,17 persen dan diprediksi akan terus merangkak naik hingga hari-H pencoblosan.

    Baca Juga: Anies Baswedan Sebut Masyarakat Jabar Konsisten Perubahan

    “Pada Pemilu Legislatif di Jawa Barat, kami menemukan Gerindra dan PKS bersaing ketat.bElektabilitas Gerindra sebesar 19,75 persen, sedangkan PKS 18,67 persen. Kemudian, di posisi selanjutnya ada PDIP 15,50 persen, Golkar 13,08 persen, Nasdem 5,42 persen, PKB 5,00 persen, Demokrat 4,58 persem, PAN 4,17 persen, dan partai lainnya dibawah 2 persen,”ungkapnya.

    Yusa menyampaikan, dengan selisih yang sangat tipis antara suara partai PKS dan partai Gerindra yakni 1,08 persen maka masih terbuka kemungkinan bagi keduanya untuk menjadi partai pemenang di Jawa Barat.

    “Temuan-temuan tersebut memotret peta kekuatan politik elektoral Calon Presiden dan Wakil Presiden serta Partai Politik di Jawa Barat saat saat ini. Meski pun tahap pemilu mendekati masa tenang perubahan kemungkinan masih akan terjadi,” ujarnya.

    (Yusuf Mugni)

    Berita Terbaru

    spot_img