spot_img
Jumat 18 Juni 2021
spot_img
spot_img

Klarifikasi Gus Miftah Terkait Orasinya di Gereja

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ulama ternama Indonesia sekaligus pemimpin pondok pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah membuat sebuah video klarifikasi di Instagram pribadinya terkait kehadiran dan orasinya digereja, saat peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI), di Jakarta Utara, yang menuai pro kontra dari netizen.

Setelah beredar luas video Gus Miftah saat sedang melakukan orasi kebangsaan di acara peresmian gereja tersebut, banyak netizen yang menilai bahwa hal terebut merupakan toleransi yang berlebihan namun tak sedikit pula netizen yang mendukung hal yang dilakukan Gus Miftah tersebut untuk persatuan NKRI.

Semakin ramainya tuduhan miring yang dilontarkan oleh netizen, melelui Instagram resminya Gus Miftah membuat sebuah video klarifikasi.

Dalam video klarifikasi tersebut Gus Miftah mengatakan, pada saat peresmian acara gereja bathel tersebut hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmy dan tokoh agama lainnya.

BACA JUGA: Ini Persiapan Gereja Katolik Jelang New Normal

“Setelah beredar orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia, saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmy, dan beberapa tokoh agama ada FKUB lah, dan itu atas undangan mereka” ucap Gus Miftah dalam video klarifikasi di Instagramnya, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, Gus Miftah mengungkapkan bahwa orasinya di gereja tersebut merupakan sambutan peresmian gereja, Bukan untuk melakukan peribadatan.

Akibat kesalah pahaman tersebut Gus Miftah mengaku banyak komentar miring yang datang kepadanya.

“Acara yang diberikan ke saya pun judulnya orasi kebangsaan dalam rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan, Dicatat” jelasnya.

“Gara-gara itu kemudian saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan, Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal, dan sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak. Saya bersyukur Alhamdulillah” tambahnya.

Gus Miftah juga menjelaskan kehadiran dirinya dalam acara peresmian gereja tersebut.

“Saya berfikir begini, orang seperti saya yang kebetulan dikasih oleh Allah menjadi orang yang mampu membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat menjadi seorang mualaf hanya karena video tersebut saya dikatakan kafir” ungkapnya.

“Itu dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya mengislamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam,” bebernya” sambungnya.

Dalam video klarifikasi tersebut, Gus Miftah juga melantunkan bacaan ayat suci dan menjelaskan dalil dan perbedaan pendapat dari beberapa ulama terkait muslim yang masuk gereja dan melakukan shalat di dalamnya.

“Ada yang bertanya kepada saya, apa landasan atau dalil yang melatarbelakangi hadirnya Gus Miftah di acara tersebut, selain diundang oleh panitia?, Oke akan Akan saya bacakan satu kutipan keterangan dari kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqh Quwait. Kitab ini berisi tentang ensiklopedia persoalan fiqih dari berbagai mazhab” ucapnya.

“Nah didalam keterangan ini minimal ada empat perbedaan pendapat ulama tentang masuk gereja dan salat di dalamnya, Saya pikir saya enggak perlu menerjemahkan, karena para netizen terutama yang menghujat saya tentu lebih alim daripada saya, pasti Anda sudah paham, Terima kasih. Salam cinta saya kepada semuanya termasuk yang berbeda pendapat dengan saya, bahkan yang menghujat saya” jelas Gus Miftah mengakhiri video klarifikasinya.

(Fauza)

Artikel Lainnya

spot_img