TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kejutan besar bagi para pengendara di seluruh Indonesia tengah bergulir. Mulai hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menggetok tarif baru untuk jajaran Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mereka.
Lini Pertamax Series mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Kondisi itu memaksa para pengguna setianya untuk merogoh kocek lebih dalam demi mobilitas harian.
BACA JUGA:
YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook Dukung PP Tunas
Namun di balik kabar yang mengejutkan ini, ada embusan angin segar yang menenangkan hati masyarakat luas. Bagi Anda yang mengandalkan BBM subsidi untuk mengais rezeki sehari-hari, pemerintah membawa kabar baik yang sangat melegakan.
Penasaran berapa rincian kenaikan dan apa yang membuat harga BBM nonsubsidi ini tiba-tiba melambung? Yuk, bedah tuntas informasinya di bawah ini.
Mengapa Pertamina Mengerek Harga Pertamax
Langkah berani ini tentu tidak di ambil secara sepihak. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan bahwa penyesuaian ini merupakan buah dari evaluasi berkala yang sangat ketat dan penuh pertimbangan.
”Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green di lakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang di tetapkan pemerintah. Harga jual tersebut di putuskan dengan tetap di koordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” terang Roberth, Rabu (10/6/2026).
Biang kerok utama di balik kenaikan ini tidak lain adalah gejolak harga minyak dunia. Selain itu, dinamika pasar keekonomian global yang terus bergerak liar.
BACA JUGA:
Temui Siswa Korban Bullying, Prabowo: “Presiden Pun Sering Diejek”
Langkah penyesuaian ini terpaksa di ambil demi menjaga keseimbangan roda bisnis, mempertahankan kualitas pelayanan prima. Dan yang paling krusial, menjamin pasokan energi berkualitas tetap mengalir tanpa henti ke seluruh pelosok negeri.
Bagi Anda yang cemas akan kelangkaan, Pertamina memberikan garansi penuh bahwa stok Pertamax dan Pertamax Green di jamin aman dan melimpah di seluruh jaringan SPBU.
Wong Cilik Bernapas Lega, Harga Pertalite dan BioSolar Tetap Stabil
Di tengah guncangan harga lini komersial, Pertamina Patra Niaga membuktikan komitmennya yang menyentuh hati dalam melindungi daya beli masyarakat bawah. Tugas mendistribusikan BBM Bersubsidi tetap di jalankan dengan penuh amanah.
BACA JUGA:
Sertifikat Kompetensi Gratis untuk Peserta Magang Nasional, Pendaftaran Dibuka Juni 2026
Masyarakat luas tidak perlu panik atau ikut mengantre panjang. Sebab harga Pertalite dan BioSolar di pastikan tidak mengalami kenaikan.
Pertalite (Gasoline): Awet di angka Rp10 ribu per liter, BioSolar (Gasoil) kokoh di angka Rp 6.800 per liter.
Daftar Lengkap Harga Baru BBM Pertamina per 10 Juni 2026
Agar tidak salah hitung saat mengisi tangki kendaraan Anda hari ini, berikut adalah rincian terbaru harga retail BBM di SPBU Pertamina:
1. Pertamax Series (Resmi Naik)
Pertamax (RON 92), dari Rp 12.300 per liter melonjak menjadi Rp 16.250 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 per liter merangkak naik menjadi Rp 17.000 per liter
Pertamax Turbo (RON 98) bertahan di angka Rp 20.750 per liter
2. Dex Series (Harga Masih Jinak/Tetap)
Dexlite (CN 51): Tetap Rp 23.000 per liter, Pertamina Dex (CN 53): Tetap Rp 24.800 per liter.
BACA JUGA:
Pertamina Pastikan Stok BBM Jelang Nataru 2026 Aman di Priangan Timur
Perubahan harga BBM ini bisa berbeda di setiap wilayah. Untuk memantau pergerakan harga secara real-time atau berburu berbagai promo menarik yang bisa menghemat pengeluaran Anda. Di sarankan untuk memanfaatkan aplikasi MyPertamina atau berselancar ke situs resmi www.pertaminapatraniaga.com.
(Abdul Latif)



