Minggu 20 September 2020

Sepakbola Italia Diserang Corona, Euro 2020 Ditunda?

ROMA, FOKUSJabar.id: Berdasarkan hasil pertemuan Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Pemerintah Italia, dan FIGC (Federasi Sepakbola Italia), semua event olahraga di Italia ditunda sampai 3 April mendatang. Padahal Italia merupakan salah satu tuan rumah penyelenggara kompetisi sepakbola, Euro 2020.

Dikutip dari kompas.com, pembukaan Euro 2020 akan digelar di Roma, Italia, pada 12 Juni mendatang. Keputusan penghentian seluruh kompetisi olahraga di Italia pun diambil sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona dan disampaikan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, pada Senin (9/3/2020) waktu Italia.

Seperti diketahui, Italia menjadi pusat penyebaran virus corona di Eropa dan memiliki kasus wabah corona terbanyak ketiga di dunia setelah China dan Korea Selatan. Sejauh ini, kasus positif virus corona di Italia terus melonjak hingga mencapai 12.462 kasus dengan jumlah kematian 827 orang. Jumlah kasus tersebut bertambah setelah Badan Perlindungan Sipil Italia melaporkan 2.313 pasien baru pada Rabu (11/3/2020) waktu setempat.

Sebelumnya, hanya Italia bagian utara yang menjadi wilayah dengan infeksi virus corona terbanyak. Salah satunya, wilayah Lombardy yang merupakan salah satu zona merah di Italia terkait wabah corona.

“Saya akan menandatangani dekrit baru. Tidak ada lagi zona merah, hanya ada Italia yang dilindungi,” ucap Giuseppe Conte.

“Kita harus menghindari perjalanan kecuali karena alasan kerja, alasan kesehatan atau keperluan lainnya. Kami melarang pertemuan publik yang besar,” lanjutnya.

Baca Juga : Virus Corona (Covid-19) Serang Bek Juventus, Ini Opsi bagi Serie A

“Kami memiliki langkah-langkah yang lebih ketat untuk acara olahraga. Serie A dan semua turnamen olahraga pada umumnya ditangguhkan. Semua penggemar harus menerima itu,” tutur Giuseppe Conte.

Penghentian seluruh kompetisi olahraga di Italia, membuat tanda tanya penikmat sepakbola seantero dunia terkait rencana penyelenggaraan Euro 2020 yang mulai digelar di Roma, Italia, 12 Juni mendatang. Pada laga pembuka Euro 2020 tersebut, akan berhadapan Italia versus Turki.

Euro 2020 bisa saja ditunda jika virus corona terus meluas di wilayah Eropa, terlebih sudah ada lonjakan kasus wabah virus corona di Spanyol baru-baru ini. Jika virus corona terus meluas, Euro 2020 kemungkinan ditunda hingga musim gugur atau bahkan sampai tahun depan.

Para pesepak bola di Italia pun khawatir dengan semakin mewabahnya virus corona di negeri pizza ini. Presiden AIC (Asosiasi Pesepak Bola Italia) Damiano Tommasi pun meminta UEFA mempertimbangkan kelangsungan Euro 2020.

“UEFA harus mempertimbangkan kemungkinan memindahkan Euro 2020. Problem virus corona bukan hanya menjadi milik Italia,” tutur mantan gelandang AS Roma ini seperti dikutip Ansa.

Desakan penundaan Euro 2020 pun diungkapkan mantan General Manager (GM) Inter Milan, Ernesto Paolillo yang meminta UEFA selaku otoritas sepak bola tertinggi di Eropa untuk segera mengambil keputusan terkait nasib turnamen antarnegara di benua Biru tersebut. Euro 2020 sendiri akan bergulir 12 Juni-12 Juli 2020 di 12 negara berbeda di wilayah Eropa dan Azerbaijan dengan laga pembuka di Stadion Olimpico, Roma, Italia, antara Italia versus Turki, 12 Juni 2020.

“Saya pikir momen di mana setiap orang harus mengeluarkan keputusan penting,” kata Paolillo seperti dilansir dari FootballItalia.net.

“Tidak bisa terpikirkan, kita harus melanjutkan semua itu dalam kondisi seperti ini dengan satu tim tampil dan yang lain tidak. Satu keputusan yang paling bijak adalah dengan memblokir semua ajang olahraga. Jika orang-orang terus melanjutkan seperti tidak ada yang terjadi, mereka akan meremehkan bahaya yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

UEFA yang baru-baru ini memutuskan membatalkan dua pertandingan babak 16 besar Europa League antara Inter Milan kontra Getafe dan Sevilla versus AS Roma. Sementara leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019/2020 antara Liverpool versus Atletico Madrid tetap berlangsung. Begitu juga dengan laga lainnya antara Paris Saint Germain kontra Borussia Dortmund.

“Tidak ada yang buruk jika kita menunda Euro 2020. Ini keputusan besar, tapi harus diambil. Saya paham ada banyak kepentingan yang jadi pertimbangan, termasuk nilai investasi yang sudah ditanamkan. Tetapi risikonya sekarang adalah UEFA hanya akan membuat keputusan ketika ada kasus virus Corona pertama yang menimpa tim penting. Coba kita tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita benar-benar ingin menunggu sampai momen itu datang?,” kata Paolillo .

Baca Juga : Bek Juventus Terpapar Corona, Bagaimana Kabar Ronaldo?

UEFA (Asosiasi sepakbola Eropa) sendiri sempat mengeluarkan pernyataan terkait gelaran Euro 2020. Dilansir dari Anadolu Agency, UEFA menegaskan jika Euro 2020 akan tetap digelar sesuai jadwal meski Eropa kini berada dalam ancaman wabah virus corona.

“Euro 2020 akan dimulai 12 Juni 2020 di Roma. Untuk saat ini, tidak perlu mengubah apa pun dalam rencana. Masalah ini akan disimpan dalam pengawasan,” tulis pernyataan UEFA.

“UEFA menyikapi situasi terkait virus corona dengan sangat serius dan kami memonitor dengan dekat situasinya. Kami juga berkomunikasi dengan WHO dan otoritas nasional terkait virus corona dan perkembangannya,” lanjutnya.

Presiden FIFA, Gianni Infantino pun memberikan tanggapannya terkait wabah virus corona yang telah memasuki kawasan benua biru. Pria yang kini berusia 49 tahun itu berharap tidak ada pertandingan yang dibatalkan.

“Saya kira akan sulit skenarionya untuk mengeluarkan larangan global karena situasi (di setiap negara) sangat berbeda. Kesehatan masyarakat jauh lebih penting dari pertandingan sepak bola. Kesehatan melebihi segalanya dan itulah kenapa kami harus mengamati situasi dan berharap itu (virus corona) bisa mereda ketimbang bertambah,” tegas Gianni Infantino.

Untuk kali pertama dalam sejarah, Euro 2020 akan digelar di 12 negara berbeda di wilayah Eropa dan Azerbaijan. Yakni di Amsterdam (Belanda), Buchares (Rumania), Dublin (Irlandia), Munich (Jerman), Baku (Azerbaijan), Budapest (Hungaria), Glasgow (Skotlandia), Bilbao (Spayol), Copenhagen (Denmark), London (Inggris), Saint Petersburg (Rusia), dan laga pembuka di Roma (Italia) antara Italia versus Turki di Stadion Olimpico, 12 Juni 2020.

(ars)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Jabar Capai Target Juara Umum Kejurnas E-Poomsae 2020

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim poomsae Jawa Barat berhasil menjadi juara umum...

Lampu PJU Tak Menyala, Jalan Padaherang-Kalipucang Rawan Kriminal dan Kecelakaan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Raya Padaherang-Kalipucang, Pangandaran, banyak yang sudah tidak berfungsi atau bahkan padam. Kondisi PJU pun terkesan dibiarkan...

Tak Pakai Masker, Masyarakat Kota Banjar Lebih Takut Kena Razia

BANJAR,FOKUSJabar.id: Kesadaran masyarakat Kota Banjar akan kewajiban memakai masker saat keluar rumah ditengah pandemi Covid-19, dinilai masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat...

Arab Saudi Izinkan Penerbangan Internasional Parsial

RIYADH,FOKUSJabar.id: Kantor Berita SPA mengabarkan, mulai 15 September 2020, Arab Saudi mencabut secara parsial pembatasan penerbangan internasional untuk mengizinkan "kategori luar biasa" bagi warga...

25 Hari Melatih, Laszlo Boloni Dipecat

JAKARTA,FOKUSJabar.id: 25 hari melatih atau jelang laga kualifikasi Liga Champions versus Rapid Vienna Austria, klub Liga Belgia AA Ghent memecat pelatih Laszlo Boloni, Senin...

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Negatif Covid-19

CIREBON,FOKUSJabar.id: Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitria Pamungkaswati dinyatakan negatif Covid-19 usai menjalani tes swab. Berdasarkan hasil pemeriksaan tes RT-PCR Diagnosis Covid-19 No. 02763/LK-PA/IX/2020 yang...

Siskamling di Banjar Harus Diaktifkan Kembali

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polda Jabar meminta masyarakat, khususunya di Kota Banjar, kembali mengaktifkan siskamling di desa/kelurahan. Hal itu bertujuan untuk menekan tindak pidana atau mengurangi hal-hal...