BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masa depan atlet muda mereka.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot Bandung mengucurkan anggaran fantastis senilai lebih dari Rp4 miliar untuk mengapresiasi para insan olahraga yang sukses mengukir prestasi gemilang di ajang multievent pelajar tingkat provinsi maupun nasional sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Buka IFBC 2026 di Bandung, Wamendag Dorong Waralaba Lokal Tembus Pasar Global
Wali Kota Bandung Muhamad Farhan, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, Kadispora Sigit Iskandar, dan Ketua KONI Kota Bandung Nuryadi menyerahkan langsung bonus berupa uang kadeudeuh tersebut secara simbolis. Acara penghargaan ini berlangsung meriah di Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Senin (25/5/2026) malam. Apresiasi tersebut menyasar perwakilan atlet, pelatih, manajer, hingga ofisial tim asal Kota Kembang yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
Kota Bandung memang mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam berbagai ajang olahraga pelajar tahun lalu. Kontingen Kota Bandung sukses menyabet gelar juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jabar XIV tahun 2025. Dengan raihan koleksi 92 emas, 53 perak, dan 52 perunggu.
Sementara pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jabar IV 2025, Kota Bandung berhasil mengamankan peringkat kedua setelah membawa pulang 14 emas, 9 perak, dan 8 perunggu.
Prestasi ini terus berlanjut di tingkat nasional. Para atlet pelajar Kota Bandung menyumbangkan total 112 medali pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII 2025. Serta berkontribusi mengirimkan 18 medali pada Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI 2025.
Apresiasi Pemerintah atas Kerja Keras Para Inan Olahraga
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bandung, Usep Supriatna, menegaskan pemberian bonus ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mengapresiasi keringat dan kerja keras para insan olahraga. Pihaknya ingin memastikan seluruh atlet pelajar mendapatkan perhatian serta kesejahteraan yang layak.
“Total anggaran untuk kadeudeuh bagi insan olahraga Kota Bandung yang mencetak prestasi di Popda Jabar XIV, Peparpeda Jabar IV, Popnas XVII, dan Peparpenas XI mencapai Rp4 milyar lebih,” kata Usep, Jumat (29/5/2026).
Usep menjelaskan, tim panitia mengalkulasi besaran nominal uang kadeudeuh berdasarkan pencapaian medali, serta kategori nomor pertandingan yang diikuti. Mulai dari nomor perorangan, beregu maksimal 5 orang, hingga kelompok beregu di atas 5 orang.
Pihak Dispora akan langsung mentransfer uang kadeudeuh tersebut ke rekening pribadi masing-masing penerima pada pekan depan. Mengingat adanya jadwal libur pada pekan ini.
Menurut Usep, Wali Kota M. Farhan menginstruksikan agar Kota Bandung selalu menjaga komitmen ini. Termasuk bersiap memberikan bonus serupa pada dua ajang besar yang akan datang. Yaitu Porprov XV Jabar dan Peparda VII Jabar tahun 2026.
Konsistensi dalam Membangun Ekosistem Olahraga Prestasi
Langkah responsif Pemkot Bandung ini menuai pujian dari KONI Kota Bandung. Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi, menilai apresiasi ini mempertegas konsistensi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan.
“Ini menegaskan jika ekosistem pembinaan olahraga prestasi di Kota Bandung akan semakin digiatkan. Tujuan dari pemberian kadeudeuh ini kan untuk pembinaan berkelanjutan dan kesejahteraan atlet hingga insan olahraga di Kota Bandung,” tutur Nuryadi.
Bukan hanya sekadar memberikan uang tunai, Nuryadi memaparkan bahwa KONI bersama pemerintah daerah juga tengah menjalankan program jangka panjang untuk menjamin masa depan para atlet. Program kesejahteraan tersebut mencakup pemberian asuransi ketenagakerjaan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, mereka juga menggandeng sejumlah rumah sakit di Kota Bandung untuk menjamin layanan kesehatan para atlet. Saat ini, KONI bahkan sedang menjajaki kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka. TUjuannya agar para atlet berprestasi asal Kota Bandung bisa mendapatkan beasiswa dan jaminan pendidikan tinggi yang layak.
(Ageng)



