CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi Imah Canting (Intervensi Masyarakat Cegah Stunting) guna memperkuat penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Inovasi ini menjadi wadah terpadu yang menyatukan berbagai layanan, edukasi dan koordinasi. Hingga pendampingan langsung bagi keluarga berisiko stunting di tingkat desa.
Camat Sukadana, Yanti Heryani, merancang Imah Canting untuk merespons kondisi kasus stunting yang masih fluktuatif di wilayah kerjanya. Langkah ini bertujuan agar seluruh program intervensi berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Banting Seribu Wujud Guyub Ngawangun Galuh, ASN Sukadana Ciamis Bantu Keluarga Berisiko Stunting
“Imah Canting hadir untuk menyatukan berbagai layanan penanganan stunting dalam satu sistem yang terintegrasi. Kami ingin seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat, dapat bergerak bersama dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Sukadana,” ungkap Yanti saat meluncurkan Imah Canting di Aula Desa Bunter, Kamis (23/07/2026).
Yanti menegaskan bahwa Imah Canting mengandalkan pemetaan berbasis data akurat (by name, by address, by problem, by coordinate) melalui aplikasi berbasis web yang terus membarui data secara real time.
Sistem data ini membantu pemerintah memetakan kondisi riil warga, sehingga petugas dapat menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan lapangan.

Penguatan Basis Data
Selain menguatkan basis data, Imah Canting juga mengintegrasikan sejumlah aksi nyata. Program ini memayungi gerakan Banting Sebu, aksi kepedulian sosial Tetanggaku Masa Kini, pemanfaatan pekarangan rumah melalui Pekarangan Panganku, hingga budidaya ikan dan sayuran dalam ember (Budikdamber).
“Program ini menyasar pasangan usia subur, ibu hamil, keluarga dengan anak usia 0–59 bulan, hingga keluarga yang telah mengalami stunting. Intervensi juga diberikan kepada keluarga yang masih menghadapi persoalan sanitasi, akses air bersih, serta rumah tidak layak huni,” jelas Yanti.
Pemerintah Kecamatan Sukadana memfokuskan keberadaan Imah Canting untuk mempermudah akses layanan. Kemudian mempererat koordinasi antarlembaga, mengoptimalkan intervensi gizi spesifik maupun sensitif, serta mendongkrak kesadaran warga.
“Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Melalui Imah Canting kami ingin membangun semangat gotong royong dan memperkuat kepedulian sosial. Terlebih memastikan setiap keluarga berisiko mendapatkan pendampingan yang tepat. Harapannya, generasi Sukadana tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Ciamis Maju dan Berkelanjutan,” pungkasnya.
(Mia)



