spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8315

Lagi, Kampanye di Bogor, Deddy Mizwar Klaim Optimis Menang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Deddy Mizwar mengklaim optimis kans kemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 di Kabupaten Bogor semakin kuat.

Hal tersebut ditegaskan Deddy Mizwar setelah kembali bersafari politik di Kabupaten Bogor pada Minggu sampai dengan Senin (2/4/2018). Menurutnya, keterbukaan masyarakat dalam setiap kunjungan, terus mengalami perkembangan positif dibandingkan sebelumnya.

“Ini kedua kalinya saya kampanye di Bogor, tentunya saya semakin optimis. Kalau melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut saya, Insya Alloh menang mutlak di Bogor, termasuk Sukabumi,” ujar Deddy di disela kampanye di Pasar Caringin Kabupaten Bogor, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, hasil evaluasi internal tim pemenangan persentase suara yang akan memilih di Kabupaten Bogor terus mengalami kenaikan hingga 70 persen. Deddy memastikan, progres tersebut bukan sekedar perkiraan kasar.

“Kalau di Bogor ini, saya targetkan sekitar 60 persen bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 70 persen. Ini angka rill berdasarkan hasil survei perhitungan tim kita di lapangan,” katanya.

(Adie/Bam’s)

Aher Setuju BIJB Dinamai KH. Abdul Halim

0
ilustrasi (web)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengaku setuju jika nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka dinamai Bandara KH Abdul Halim. Hal tersebut dikatakan Aher saat peninjauan langsung BIJB, Senin (2/4).

“Saya sebagai Gubernur Jawa Barat tidak keberatan dan saya akan setuju langsung kalau nama bandara BIJB dinamai dengan KH Abdul Halim,” katanya.

Menurut Aher nama bandara belum disepakati, tapi banyak usulan dari masyarakat dan adanya masukan dari tim kemendagri penamaan bandara memakai nama pahlawan setempat.

“Salah satu dari penasihat militer presiden (Sekmil) mengatakan biasanya diberbagai tempat Bandara itu dinamai dengan nama pahlawan setempat. Seperti Palembang Sultan Badarudin, Bandung Husen Sastranegara,” jelasnya.

Aher pun mengklaim BIJB sebagai salah satu Bandara terbesar dan terluas dibandingkan dengan Bandara yang ada didaerah lainnya di Indonesia.

“Ini suatu kebanggaan masyarakat Jawa Barat, BIJB hadir sebagai wujud mimpi masyarakat Jawa Barat yang begitu besar. Tentunya, Bandaranya juga harus yang terluas, ” pungkasnya.

(budi/bam’s)

Danpussenarmed Kodiklat AD Pimpin Hoki Jabar Hingga 2022

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komandan Pussenarmed Kodiklat AD, Brigjend TNI Dwi Jati Utomo secara aklamasi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Hockey Indonesia (FHI) Jawa Barat pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) FHI Jabar di Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (2/4/2018). Musorproblub FHI Jabar sendiri digelar setelah kepengurusan FHI Jabar dibawah pimpinan Erwin Kustyawati tidak diakui oleh Pengurus Pusat (PP) FHI.

Jenderal bintang satu ini dipilih secara aklamasi oleh 16 kepengurusan cabang FHI Kota/Kabupaten di Jawa Barat yang hadir pada Musprovlub FHI Jabar 2018. ‎Danpussenarmed Kodiklat AD ini pun akan memimpin kepengurusan FHI Jabar untuk masa bakti 2018 hingga 2022.

‎”Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan musprovlub berjalan dengan lancar dan saya secara aklamasi dipilih untuk men‎jadi Ketua Umum FHI Jabar‎. Semoga amanat ini bisa saya jalankan dengan baik,” ujar Brigjend TNI Dwi Jati Utomo usai Aula KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (2/4/2018).

‎Dwi menambahkan, saat ini prestasi olahraga hoki Jabar sudah sangat membanggakan. Hal tersebut dibuktikan dengan raihan dua medali emas dan dua medali perunggu pada gelaran PON XIX tahun 2016 lalu.

“Kedepan, saya ingin mempertahankan prestasi tersebut dan mewujudkan Jabar menjadi provinsi terunggul dalam prestasi serta pusat pembinaan olahraga hoki di Indonesia,” terangnya.

Untuk mencapai hal tersebut, beberapa program kerja kepengurusan FHI Jabar 2018-2022 pun sudaj disiapkan pihaknya. Diantaranya menyiapkan sarana prasarana latihan yang lebih memadai sehingga bisa lebih mensosialisasikan hoki secara masal serta pembinaan atlet usia dini.

“PON XX tahun 2020‎ menjadi target utama kita, minimal mempertahankan raihan medali yang kita raih di PON XIX. Yang terdekat, kita sukseskan gelaran Porda Jabar XIII di Kabupaten Bogor dan mencari atlet berpotensi untuk tahun 2020,” tegasnya.

Dwi menegaskan jika dengan terpilihnya dirinya sebagai Ketua Umum Pengprov FHI Jabar 2018-2022 maka tidak ‎ada lagi dualisme dalam kepengurusan olahraga hoki di Jabar. Dirinya pun akan merangkul semua stakeholder olahraga hoki di Jabar dengan penun kekeluargaan.

“Saya yakin, semua insah hoki di Jabar ini memiliki target dan k‎einginan yang sama untuk meningkatkan prestasi olahraga yang kita cintai bersama. Mulai saat ini, mari kita bangun dan kembangkan olahraga hoki ini untuk mencapai prestasi membanggakan, tidak hanya di nasional namun internasional,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Diadukan ke Bawaslu, Ini Kata Kadisdik Jabar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Ahmad Hadadi merespon aduan masyarakat yang menyebut sejumlah ASN di lingkungan kerjanya mendukung salah satu paslon. Menurut dia, itu kesalahpahaman.

Simbol jari yang diacungkan dalam foto yang menjadi bahan aduan tersebut, kata dia, tidak ada maksud mendukung salah satu calon.

Hadadi menjelaskan, di lingkungan Pemprov Jabar dikenal dengan berbagai simbol dari program, di antaranya salam Jabar kahiji (menunjuk satu jari), kemudian salam literasi (mengacungkan telunjuk dan jari tengah).

Kemudian ada salam genre yang simbolnya menempelkan jempol dan telunjuk, sementara tiga jari lain diangkat.

Itu adalah program yang ditujukan kepada remaja dan siswa sekolah yang artinya no free sex, no drugs dan no HIV AIDS.

“Setiap orang dalam era demokrasi punya hak berpendapat. Tapi, kami juga punya hak untuk menjawab. Dan semua itu tidak ada hubungannya dengan salah satu paslon,” kata dia di Bandung, Senin (2/4/2018).

Kendarmti begitu, dia mengaku sudah membuat imbauan berupa surat edaran kepada seluruh jajaran pegawai di lingkungan Disdik agar tidak melakukan simbol-simbol apapun di masa Pilkada.

“Kalau ada kunjungan ke sekolah, saya bilang, jangan keluarkan salam yang simbolnya bisa multi tafsir. Sekarang sedang sensitif,” ucapnya.

Terkait dugaan mendukung salah satu paslon, Hadadi mengaku sudah klarifikasi kepada Pemprov, DPRD dan Parpol.

“Saya bilang waktu itu tidak ada niat. Saya sendiri kan tidak mengacungkan. Di lingkungan Disdik, kami secara resmi sudah berkomitmen untuk tidak boleh masuk politik praktis,” terangnya.

Dia pun akan mendukung gelaran Pilkada. Mereka akan siap loyal kepada siapapun pemimpin yang terpilih nanti.

” Pesta demokrasi harus didukung dalam hal partisipasi memilih di masa pemilihan. Gunakan hak pilih, namun jangan masuk ke politik praktis. Kandidat Pilgub Jabar adalah orang terbaik, saya hormat dan siap loyal kepada siapapun yang terpilih,” kata dia.

Kaitannya dengan pose dalam foto yang dilaporkan, dia menjelaskan bahwa itu terjadi saat Disdik melakukan studi banding ke salah satu SMK di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

“Iya itu ASN Disdik waktu studi banding. Pose di foto tidak ada maksud macam-macam,” pungkas dia.

Sebelumnya, masyarakat yang tergabung dalam Kaukus Rakyat Jabar pemantau Pilgub mengadu ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan ASN di lingkungan Disdik Jabar.

Mereka menduga ada sejumlah ASN yang mensosialisasikan pasangan nomer urut 3, Sudrajat – Ahmad Syaikhu.

(LIN)

Kemenlu RI Bebaskan Enam ABK WNI yang Disandera di Libya

0
Menlu Retno Marsudi di antara ABK WNI yang dibebaskan dari penyanderaan di Bengazhi, Libya (Foto: Sonya Michaella).

JAKARTA FOKUJabar.co.id: Kementrian Luar Negeri RI menyatakan telah berhasil membebaskan enam warga Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Kapal Salvator dari perairan Benghazi, Libya, Senin (2/4/2018).

Keenamnya sempat disandera milisi bersenjata yang menguasai Benghazi, sekitar 1.020 kilometer arah Barat, Ibu Kota Libya, Tripoli.

“Baru saja kita melakukan serah terima ABK yang bekerja pada Kapal Salvator yang berbendera Malta di Perairan Benghazi, 27 mil dari garis pantai Libya,” kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi kepada wartawan di Jakarta, seperti dilansir CNN.

Keenam ABK WNI tersebut antara lain Haryanto, Saefuddin, M. Abudi, Joko Riyadi, Ronny William dan Waskita Ibi Patria.

Pemerintah Indonesia pertama kali mendapat kabar tentang keenam ABK WNI tersebut pada 28 September 2017. Sejak itu, pemerintah melakukan berbagai kontak termasuk kepada pemilik kapal, serta keluarga para ABK.

“Pembebasan tidak mudah karena wilayah tersebut merupakan wilayah konflik,” tambahnya.

(Agung)

BNN Tembak Mati Buronan Kasus Narkoba

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Seorang buronan kasus narkoa bernama Murtarla tewas di tangan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN). Penyebabnya adalah Murtarla melakukan perlawanan dan hendak kabur ketika ditangkap pekan lalu.

Melansir CNN, Senin (2/4/2018), Murtarla menjadi target mereka. Awalnya dia ditangkap bersama rekannya, Rizal, di Jalan Rama Setia, Kutaraja, Banda Aceh, Kamis (29/3/2018) pekan lalu.

Ketika petugas sedang mengembangkan perkara dan membawa Murtarla, menurut Arman, di tengah perjalanan tersangka mencoba kabur.

“Petugas melakukan tindakan tegas terukur dilumpuhkan dengan tembakan lantaran tersangka melakukan perlawanan, dan melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil dan meloncat keluar dengan kondisi borgol terbuka,” kata Arman dalam keterangan, Senin (2/42018).

Selain dua orang itu, lanjut Arman, BNN juga membekuk enam tersangka lain dalam operasi di Sumatera Utara dan Aceh. Mereka adalah Khaerun Amri, Andy Syaputra, Rendy P, Mukhlis, Zulkifli, serta Denni Saputra.

Arman mengatakan, dari tangan keenam tersangka BNN menyita barang bukti sebanyak 44,7 kilogram sabu dan 58 ribu butir pil ekstasi.

(Agung)

Diduga Melanggar, ASN Disdik Diadukan ke Bawaslu Jabar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Masyarakat yang tergabung dalam Kaukus Rakyat Jawa Barat Pemantau Pilgub mengadu ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Mereka menduga ada sejumlah ASN yang mensosialisasikan pasangan nomer urut 3, Sudrajat – Ahmad Syaikhu.

Salah seorang perwakilan Kaukus Agus Satria mengaku memiliki sejumlah bukti pelanggaran. Di antaranya foto yang menggambarkan ASN berpose mengacungkan tiga jari, lainnya menunjukan kalender bergambar Paslon nomor tiga.

“Foto kebanyakan buktinya. Temuannya juga ada saksi-saksi dari kepala sekolah juga,” kata dia usai mendatangi kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (2/4/2018).

Dia menjelaskan, aduannya itu belum menjadi laporan secara resmi ke Bawaslu. Sebab, selain mengadu ke Bawaslu, tujuan kedatangannya itu untuk berkonsultasi mengenai mekanisme pelaporan pelanggaran yang sesuai aturan.

“Tadi kami berkonsultasi. Laporan resminya akan dibuatkan dulu formatnya. Kami juga akan menyiapkan saksi-saksi,” kata dia.

Sementara itu, anggota Bawaslu Jabar Wasikin mengaku bahwa pihaknya terbhka dalam menerima aduan masyarakat. Tetapi jika ingin ditindaklanjuti, pelapor harus menyiapkan bukti yang lenyap.

“Kami akan menerima dan akan ditindaklanjuti. Kalau nanti terbukti saya pastikan Bawaslu Jabar akan melaporkannya ke komisi ASN,” jelas dia.

(LIN)