spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8277

Kandungan Al Quran Harus Hadir dalam Kehidupan

0
Al Quran

PELABUHANRATU, FOKUSJabar.co. id: Buka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXXV se Jabar di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berpantun.

“Ke Ciletuh lewat Jalan Loji, pulangnya beli moci. Mari kita sukseskan acara MTQ, demi  keberkahan ibu pertiwi,” kata Aher di hadapan ribuan hadirin, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Aher,  tradisi musabaqah merupakan hal baik yang harus terus dipupuk dan dikembangkan dalam memasyarakatkan Al Qur’an.

BACA JUGA: Ratusan Penyandang Disabilitas Ikuti Tadarus Al Quran Braile

“Ini yang ke lima kali saya hadiri.  Jawa Barat merupakan MTQ dengan cabang terbanyak di Indonesia. Mari kita komitmenkan untuk terus menjaganya,” jelas dia.

Aher pun berpesan agar MTQ tidak hanya dijadikan ajang kompetisi belaka. Lebih dari itu kandungan Al Quran harus dihadirkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada MTQ ini, kita tidak hanya ingin memilih yang terbaik,  tapi bagaimana kita memuliakan Al Quran dan membumikannya, juga mewujudkan generasi Qurani  lewat MTQ,” pungkasnya.

(Budi/LIN)

Ribuan Orang Membuncah di MTQ XXXV 2018

0

PELABUHANRATU, FOKUSJabar.id : Ribuan orang di Kabupaten Sukabumi membuncah menghadiri Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – XXXV Provinsi Jawa Barat, Sabtu (14/4/2018) malam.

MTQ yang diikuti ratusan khafilah dari 27 kabupaten/kota se Jawa Barat itu dibuka langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

Aher menegaskan bahwa MTQ tersebut tidak hanya ‘berlomba’ menjadi yang terbaik, lebih dari itu harus diresapi dan diyakini bahwa Al Quran adalah petunjuk bagi kehidupan.

“Al Quran harus menjadi bacaan keseharian dan meyakini sebagai Kitab Alloh SWT yang menjadi petunjuk di dunia,” kata Aher.

Acara MTQ tersebut dipusatkan di Alun-alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Hadir dalam. Pembukaan itu, Gubernur Jabar bersama istri,  Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Sekda Jabar Iwa Karniwa dan seluruh bupati /wali kota se Jabar.

Untuk diketahui, MTQ XXXV se Jabar akan berlangsung sejak 14 April hingga 20 April 2018 mendatang.

(Budi/LIN)

Ratusan Atlet Ramaikan Lomba Perahu Naga

0
Atlet
Perlombaan Perahu Naga pada ajang Festival Citarum Harum. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 312 atlet yang berasal dari 10 pengurus cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesi (PODSI) Kota/Kabupaten di Jawa Barat ikut serta dalam lomba perahu naga yang menjadi bagian dari acara Festival Citarum Harum di aliran sungai Citarum, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Pada Festival Citarum Harum yang digelar sejak Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018) sendiri akan digelar berbagai kegiatan mulai dari lomba Perahu Naga, Susur Citarum, serta eksebisi kayak dan kano.

Ketua Pelaksana Festival Citarum Harum, Ari Yosa menuturkan, kegiatan ini merupakan festival dayung yang pertama kali dilaksanakan di aliran sungai Citatum. Kegiatan yang diinisiasi PODSI Jabar beserta KONI Jabar ini, menjadi salah satu dukungan serta pasrtisipasi yang dipersembahkan untuk mendukung program Citarum Harum sehingga bisa go internasional melalui bidang olahraga.

“Kita pun sengaja menggelar kegiatan ini di aliran sungai Citarum di Bojongsoang, Kabupaten Bandung karena di lokasi inilah yang pertama kali viral menjadi tempat pembuangan sampah ke sungai terpanjang didunia ini,” ujar Ari saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (14/4/2018).

BACA JUGA: Tiga Atlet Jepang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Saat ini, lanjut Ari, kondisi aliran sungai Citarum di kawasan Bojongsoang ini sudah berangsur-angsur pulih dan jauh berbeda dari kondisi sebelumnya. Dengan diadakannya Festival Citarum Harum dengan berbagai kegiatannya, diharapkan semakin menambah semangat dari masyarakat maupun satgas Citarum dalam menjaga serta memulihkan ekosistem di sepanjang aliran sungai Citarum.

“Pada kejuaraan Perahu Naga ini, aspek prestasi bukan menjadi tujuan utama. Sehingga saat manager meeting kita menyampaikan jika kejuaraan ini bukan kompetisi murni tetapi untuk memeriahkan Festival Citarum Harum. Untuk itu ada beberapa peraturan yang kita sepakati bersama, diantaranya terkait arus air serta masalah airnya. Kalau mengacu pada aturan sih belum sesuai,” terangnya.

Pihaknya pun berharap, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi sebuah kegiatan tahunan yang digelar di aliran sungai Citarum. Dengan demikian, kondisi di sepanjang sungai Citarum semakin terjaga dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Jabar.

“Kalau ini sukses mungkin akan terus berlanjut dan sekarang masih tingkat Jabar saja yang ikut. Semoga kedepan bisa jadi even tahunan dengan level tingkat nasional atau bahkan dunia seperti di beberapa perlombaan dayung di sungai di beberapa negara,” tambahnya.

Sementara untuk perlombaan Susur Citarum dengan menggunakan perahu karet, mendapat animo yang luar biasa dari masyarakat umum serta pecinta lingkungan. Hingga saat ini, beberapa kelompok masyarakat dan pecinta lingkungan masih terus berdatangan untuk ikut berpartisipasi.

“Kita sangat berkesan dengan animo masyarakat yang sangat luar biasa. Tidak hanya sebagai penonton tapi juga mengikuti lomba susur sungai menggunakan perahu karet. Tidak menutup kemungkinan kalau kedepan kami akan cari bibit-bibit atlet dayung dari kegiatan yang memperebutkan Piala Pangdam III/Siliwangi dan Piala KONI Jabar ini,” pungkansya.

(ageng/bam’s)

BKC Jabar Seleksi Atlet untuk Kejurnas Melalui Kejurda BKC-bjb Open 2018

0
(FOKUSJabar/agneg)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebagai kota kelahiran, Pengurus Daerah (Pengda) Bandung Karate Club (BKC) Jawa Barat serius mempersiapkan atlet untuk dikirim ke ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BKC di Batam pada akhir tahun 2018. Salah satunya dengan menggelar seleksi melalui ajang kejuaraan daerah (kejurda) yang bertajuk ‘BKC-bjb Open 2018’ di Graha Laga Tangkas, SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat-Minggu (13-15/4/2018).

Wakil Ketua Dewan Guru BKC Jawa Barat, Indriani Rahadian Arsanata menuturkan, pihaknya akan mengirim setiap juara di kelas prestasi pada Kejurda BKC-bjb Open 2018 ini. Mereka akan menjadi wakil BKC Jabar untuk meraih gelar juara umum di ajang Kejurnas BKC di Batam yang akan digelar pada November 2018.

“Kita akan jaring atlet terbaik dari kejuaraan ini. Setidaknya ada 75 atlet yang akan kita ambil dari kejurda ini untuk menjadi wakil BKC Jabar di ajang kejurnas nanti. Mereka merupakan para juara di kelas prestasi. Mereka akan kita siapkan dalam training camp sebelum diberangkatkan ke Batam,” ujar Indri saat ditemui di sela-sela kejuaraan, Sabtu (14/4/2018).

Pada kejurnas sendiri, pihaknya menargetkan untuk tampil sebagai juara umum. Pasalnya dari dua kali penyelenggaraan kejurnas, BKC Jabar selalu kalah dan gelar gelar juara umum diraih BKC Jateng.

“Untuk kejurnas tahun ini kita bertekad mengembalikan gelar juara umum ke Kota Bandung, Jabar, sebagai kota kelahiran BKC. Dan saat ini, BKC Jabar sudah mulai bangkit dan bergairah kembali dengan semakin banyaknya even kejuaraan yang digelar,” tuturnya.

Selain kelas prestasi yang akan dipersiapkan untuk mewakili BKC Jabar di ajang kejurnas, pada kejurda kali ini pun dipertandingkan beberapa kelas lain. Mulai dari kelas usia dini hingga kelas senior. Tak hanya ini, pada kejurda pun dipertandingkan kelas khusus yakni kelas new comers yang dikhususkan bagi atlet-atlet karate BKC yang baru mendapatkan sabuk putih sampai hijau dan baru ikut bertanding dalam kejuaraan.

“Jadi di kelas new comers ini, mereka tidak bertanding dengan atlet yang sudah terbiasa tanding. Kelas ini merupakan yang pertama kali digelar di kejuaraan karate manapun dan BKC Kota Bandung lah yang menjadi sebagai pencetus kelas ini. Bahkan untuk kelas new comers ini jumlah atlet yang ikut serta cukup banyak mencapai 300-400 orang dan diharapkan mereka bisa terpacu untuk terus meningkatkan kemampuannya,” tegasnya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua BKC Kota Bandung, Agung Satria Negara menambahkan, pada Kejurda BKC-bjb Open 2018 sendiri diikuti oleh 1.157 atlet yang berasal dari 47 kontingen pengcab BKC Kota/Kabupaten di Jabar dan dojo BKC di Jabar. Mereka akan berlaga di 1.350 nomor yang dipertandingkan di beberapa kelas.

“Ini menjadi agenda rutin tahunan yang digelar BKC Jabar dan pada tahun ini, Kota Bandung menjadi tuan rumah. Semoga kejurda melahirkan atlet berpotensi yang akan membawa BKC Jabar tampil sebagai juara umum pada Kejurnas BKC di Batam, sesuai visi misi kita jika kiblat dan barometer BKC se indonesia akan kita kembalikan ke Kota Bandung, Jabar,” tegas Agung.

(ageng/bam’s)

Subang Incar Peringkat 10 Besar di Porda Jabar XIII/2018

0
Pelantikan KONI Kabupaten Subang 2018-2022. (FOKUSJabar/Ageng)

SUBANG, FOKUSJabar.id : Kabupaten Subang bertekad untuk menembus jajaran 10 besar pada gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII pada Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Bogor. Target 20 medali emas pun menjadi incaran Kota Nanas di ajang multieven olahraga empat tahunan terakbar di Jawa Barat ini.

“Untuk menghadapi Porda Jabar XIII, kita sudah siap dengan target tembus 10 besar. Kita memiliki beberapa cabang olahraga unggulan yang kita yakini menjadi tambang medali emas bagi Subang di Porda Jabar XIII. Cabang olahraga apa saja, kita rahasiakan dulu. Lihat saja nanti di Porda Jabar XIII,” ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Subang, Yoyo Kustrio saat ditemui usai kegiatan Rapat Kerja (Raker) KONI Kabupaten Subang di Vila Sari Alam, Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (14/4/2018).

Pada Porda Jabar XII tahun 2014 di Kabupaten Bekasi, lanjut Yoyo, Kabupaten Subang hanya meraih sebanyak sembilan medali emas. Dan untuk Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Bogor, pihaknya memiliki target minimal raihan medali emas sebanyak 20 keping.

“Hingga saat ini, semuanya sudah sesuai dengan program pembinaan olahraga prestasi yang kita susun. Masih on the track, jadi kami cukup optimistis bisa berprestasi lebih baik dari pelaksanaan Porda Jabar sebelumnya di Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Untuk Porda Jabar XIII sendiri, Kabupaten Subang telah berhasil meloloskan sebanyak 120 atlet di 23 cabang olahraga dari total 60 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pihaknya akan mengirim semua atlet yang telah berhasil lolos ke Porda Jabar XIII dari pelaksanaan babak kualifikasi di cabang olahraga masing-masing.

“Kita tidak melihat atlet ini lolos ke Porda Jabar XIII setelah menempati peringkat berapa pun di babak kualifikasi. Yang terpenting mereka telah berhasil lolos ke Porda Jabar XIII, sekaligus menjadi apresiasi kita atas kerja keras mereka berjuang di babak kualifikasi. Kami pun yakin jika pada laga sebenarnya di Porda Jabar XIII, mereka bisa lebih baik,” tegasnya.

Selain dari sisi persiapan dan semangat para atlet, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang dalam mendukung segala persiapan menuju Porda Jabar XIII menjadi suntikan semangat bagi pihaknya dan para atlet. Dengan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar yang baru diterima KONI Kabupaten Subang, Pemkab Subang dan DPRD Kabupaten Subang pun berkomitmen untuk menambah suntikan dana untuk kesiapan menuju Porda Jabar XIII.

“Kita sudah sepakat dengan Pak Bupati dan DPRD Kabupaten Subang akan kembali disuntik bantuan anggaran sebesar Rp10 miliar pada (APBD) Perubahan sehingga Insha Allah akan menjadi Rp12 miliar. Ini membuat kita semakin semangat dengan simpati dan kepedulian dari pemerintah. Semoga Subang semakin berjaya di Porda Jabar XIII untuk mendukung target Jabar Kahiji di Tanah Papua pada Tahun 2020,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Kutip Pernyataan Soekarno saat Asian Games 1962, Ketua KONI Subang: Olahraga Itu Hal Penting

0
Pelantikan KONI Kabupaten Subang 2018-2022. (FOKUSJabar/ageng)

SUBANG, FOKUSJabar.id : Ketua Umum KONI Kabupaten Subang, Yoyo Kustrio menyebut jika olahraga merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan karakter dan bangsa serta dengan olahraga bisa menguasai dunia. Untuk itu, dukungan pemerintah terhadap dunia olahraga, baik dari sisi finansial maupun srana prasarana, tidak bisa dianggap sebelah mata.

“Hal itu merupakan ungkapan dari Presiden Soekarno saat pelaksanaan Asian Games 1962 di Jakarta. Beliau menyebut jika olahraga bisa dijadikan alat sebagai pembangunan karakter dan bangsa (Nation and Character Building Indonesia) serta dengan olahraga bisa menguasai dunia. Itu membuktikan jika olahraga itu merupakan hal yang penting, tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar Yoyo saat ditemui usai kegiatan Rapat Kerja (Raker) KONI Kabupaten Subang di Vila Sari Alam, Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (14/4/2018).

Yoyo pun mencontohkan beberapa negara adikuasa yang juga memiliki prestasi olahraga yang mendunia. Dengan keberhasilan di bidang olahraga, negara-negara tersebut pun menjadi negara besar di dunia.

“Lihat saja China, Amerika, atau saat ini Korea Selatan. Mereka sudah berhasil menjadi salah satu kekuatan olahraga di level dunia, dan mereka pun menjadi negara-negara besar yang mampu menguasai dunia. Hal itu berlaku juga untuk level kota dan kabupaten, cukup dengan prestasi olahraga maka nama daerah pun pasti akan terangkat,” tambahnya.

Yoyo menuturkan, saat ini ada fenomena yang kurang baik di Kabupaten Subang. Pasalnya, beberapa pihak masih menyepelekan bidang olahraga dengan tidak memberikan dukungan yang maksimal. Padahal, dari sisi prestasi, atlet-atlet asal Kabupaten Subang telah mampu mencetak prestasi di level nasional dan mengangkat nama Subang.

“Cukup cetak atlet yang bisa berprestasi di level nasioan bahkan internasional, maka nama Subang pun bisa dikenal. Tidak hanya di Jabar, Indonesia tapi juga di dunia. Dan saat ini, dunia olahraga Subang sedang mengalami keterpurukan finansial padahal sebenatar lagi harus berjuang mempertahankan prestasi dan prestise Kabupaten Subang di ajang Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang. Kita berharap Pemkab Subang pun bisa memberikan dukungan maksimal,” tuturnya.

Plt Bupati Subang, Atim Rusnatim mengamini apa yang disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Subang, Yoyo Kustrio dan menyatakan keprihatinan dengan kondisi yang dialami saat ini. Dirinya pun tidak menampik saat nama Kabupaten Subang makin dikenal luas di Indonesia bahkan dunia, saat atlet asal Kota Nanas ini mencetak prestasi di bidang olahraga.

“Ini harus jadi tanggungjawab bersama, tidak hanya pemerintah. Kita dari Pemkab Subang, inginnya memenuhi semua kebutuhan namun saat ini kita dihadapkan pada kondisi keuangan daerah yang trend-nya sedang turun,” ujar Atim.

Untuk itu, pihaknya akan kembali menganalisa kebutuhan-kebutuhan anggaran di Kabupaten Subang yang bisa dikolaborasikan dengan menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar hingga pemerintah pusat. Dengan demikian, kebutuhan KONI Kabupaten Subang untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Subang, bisa terpenuhi.

“Masih ada proses satu kali lagi di (APBD) perubahan dan semoga saja kebutuhan koni bisa terpenuhi. Kita pun akan mendukung dari kesiapan sarana prasarana untuk peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Subang. Semoga saja, dengan jajaran kepengurusan KONI Subang yang baru ini bisa semakin meningkatkan prestasi olahraga Subang di level yang paling tinggi,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Pimpin KONI Subang Dua Periode, Yoyo Bertekad Cetak Atlet Level Nasional

0
Pelantikan KONI Kabupaten Subang 2018-2022. (FOKUSJabar/Ageng)

SUBANG, FOKUSJabar.id : Kepengurusan KONI Kabupaten Subang masa bakti 2018-2022 dibawah pimpinan Yoyo Kustrio dikukuhkan dan dilantik secara resmi oleh KONI Jawa Barat di Vila Sari Alam, Ciater, Kabupaten Subang, Jumat (13/4/2018) petang.

Pada periode kepemimpinan kedua kalinya, Ketua Umum KONI Kabupaten Subang, Yoyo Kustriu bertekad untuk mencetak atlet-atlet potensial level nasional.

“Untuk periode kedua ini, kami akan kejar di bidang prestasi. Kita akan terus cetak atlet potensial yang bisa berprestasi di level nasional,” ujar Yoyo saat ditemui di Vila Sari Alam, Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (14/4/2018).

Yoyo menuturkan, pada saat PON XIX tahun 2016, Kabupaten Subang mampu memberikan kontribusi bagi kontingen PON XIX Jabar sebanyak16 atlet. Dari jumlah kontribusi tersebut, atlet asal Kabupaten Subang pun berhasil menyumbangkan beberapa medali emas.

“Itu yang akan menjadi fokus kami untuk lebih mengembangkan dan mebncetak atlet dengan prestasi nasional. Insha Allah, kami akan mampu menghasilkan atlet yang lebih baik dan mampu berprestasi di level nasional hingga internasional,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua I KONI Jabar Bidang Organisasi, M Budhiana mengaku jika prestasi olahraga Kabupaten Subang tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini, potensi olahraga prestasi di Kabupaten Subang pun sudah bisa disejajarkan dengan kota dan kabupaten lain di Jabar.

“Potensi atlet asal Kabupaten Subang ini tidak bisa dianggap remeh, bahkan sudah ada yang mampu berprestasi di level nasional hingga internasional. Untuk itu, kami dari KONI Jabar selalu berkoordinasi dengan KONI Kota dan Kabupaten termasuk Subang karena mereka merupakan pemilik resmi dari atlet sebagai upaya mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Dan KONI Jabar pun memiliki program agar setiap kota dan kabupaten di Jabar minimal punya satu cabang olahraga unggulan,” ujar Budhiana.

Untuk itu, lanjutnya, diperlukan dukungan penuh dari pihak pemerintah kota/kabupaten. Baik dalam bentuk dukungan anggaran maupun dukungan sarana prasarana olahraga sebagai tempat atlet berlatih dan menempa kemampuannya.

“Untuk dukungan anggaran, saat ini masih banyak pemerintah daerah di kota dan kabupaten yang menilai jika dukungan anggaran jadi tanggungjawab Koni tingkat provinsi dan itu salah besar. Dalam mendukung anggaran bagi koni bisa didasarkan atas UU SKN dan setiap pemerintah daerah memiliki kewajiban masing-masing. Pemerintah berkewajiban menyiapkan dukungan anggaran dan sarana prasarana, serta KONI dalam hal pembinaan olahraga prestasi. Kita usapkan selamat bertugas bagi pengurus KONI Kabupaten Subang yang baru dilantik dan satu pesan saya hayu urang ngabakti sanes ngabati,” tegasnya.

(ageng/bam’s)